Panduan Menu Makanan Bayi s/d Balita
Powered by MaxBlogPress 


Membuat Mata Menjadi Lebih Lebar

Mau membuat mata menjadi lebih lebar kayak bintang-bintang korea?

Caranya pakai softlens yang besar itu?

eh, bukan itu aja lho, dengan permainan kosmetik kita bisa membuat mata menjadi lebih lebar 😀

Yug ikuti langkah di bawah ini.

 

Langkah-langkahnya.

1. Bubuhkan eyeshadow putih atau cream ke kelopak mata Anda.
2. bubuhkan eyeshadow coklat tua di atas kelopak (sekitar tulang mata). Tujuannya agar kelopak mata Anda lebih terekspose.
3. Gunakan eyeliner bubuk hitam di bawah hingga ujung mata. Untuk garis atas mata, gunakan eyeliner bubuk berwarna abu-abu.
4. Pastikan pemakaian eyeliner di atas mata merata dari pangkal hingga ujung mata.
5. Gunakan eyeliner cair di ujung mata. bentuklah ujung yang melengkung layaknya mata kucing untuuk tampilan mata lebih cantik.
6. Bubuhkan juga eyeliner cair di pangkal mata untuk mempertegas bentuk mata Anda.
7. Langkah terakhir gunakan maskara. Jangan lupa untuk membubuhkan maskara di bulu mata bagian bawah untuk tampilan mata yang lebih besar.

Silahkan di coba 😀

Latihan Berpisah Dari Bunda Sesuai Usia si Kecil

Mungkin bunda yang memiliki anak balita sering mengalami drama saat harus meninggalkan si kecil untuk pergi bekerja setiap hari. Tiap hari bunda akan merasa tidak tega untuk meninggalkan si kecil saat mereka menangis karena tidak mau berpisah dengan bunda saat bunda harus berangkat kerja. Sebagian bunda mungkin akan memutuskan untuk pergi bekerja secara sembunyi-sembunyi, namun muncul dilema baru, apakah baik jika kita terus sembunyi-sembunyi saat akan berangkat ke kantor?

Jangan khawatir dan keburu mencap diri sendiri sebagai bunda yang buruk yaa… Ternyata, hal ini memang dihadapi oleh hampir semua bunda yang bekerja. Nah, apa yang bisa kita lakukan untuk menghadapi hal ini?

Ada baiknya kita mengetahui dulu tahapan perkembangan anak agar bunda dapat mengetahui mengapa si kecil berbuat demikian dan bisa mengambil langkah terbaik yang sesuai dengan tahapan tumbuh kembangnya:

1.       Usia 0-12 bulan

Pada saat ini, bayi belum terlalu mengenal siapa yang ada di dekatnya. Si kecil belum terlalu peduli siapa yang ada di dekatnya, kecuali saat si kecil merasa lapar, haus, ngompol, BAB, barulah si kecil menangis agar segera ditolong.

Pada usia ini, si kecil sudah mampu mengenali bau khas orang yang selalu dekat dengannya. Pada usia 4-7 bulan barulah si kecil mulai mengenali ibu, bapak, pengasuhnya atau orang yang biasanya ada di sekitarnya.

Latihan Berpisah: Berikan permainan cilukba untuk melatih anak tentang konsep tampak dan tidak tampak. Berikan barang milik bunda seperti baju. Bau khas yang menempel pada barang tersebut bisa menjadi bentuk peralihan ibu darinya.

 

2.       Usia 1-2 tahun

Anak mulai takut berpisah dan dalam hal ini akan mencapai puncaknya menjelang 2 tahun. Karena pada usia ini anak sedang dalam mengembangkan kemandiriannya juga dalam hal emosinya sementara ketergantungannya pada ibu masih kuat. Usia 18 bulan, anak sedang dalam proses pengembangan rasa percaya pada orang lain. Jadi sangat cocok pada usia tersebut anak dilatih untuk mengatasi ketakutan berpisah dan belajar beralih pada orang lain.

Latihan Berpisah: Berikan mainan atau makanan favoritnya sebagai bentuk peralihan saat berpisah dari ibunya. Biasakan anak bermain atau melakukan sesuatu tanpa ibunya sehingga ia tetap bisa merasa nyaman bersama orang lain. Berikan si kecil pengertian bahwa bunda mau pergi dan berikan pelukan dan ciuman perpisahan.

 

3.       Usia 2-3 tahun

Di usia ini, anak akan benar-benar merasa takut kehilangan sehingga anak mudah rewel. Jika orang tua akan bepergian lama, luangkanlah waktu untuk menelpon si kecil agar dia tidak merasa kehilangan dan yakinkanlah bahwa orang tua akan pulang. Yang penting pada usia ini jangan pernah melakukan penipuan pada anak ketika akan meninggalkannya. Jika anak sering dibohongi akan menimbulkan persepsi negative pada sebuah perpisahan sehingga nantinya akan sulit untuk diberikan penjelasan mengenai kepergian orang tuanya.

Latihan Berpisah: Biasakan untuk mengucapkan “selamat tinggal” pada orang-orang yang meninggalkan kita agar si kecil melihat bahwa kita juga ditinggalkan oleh orang lain tetapi kita tidak merasa sedih. Ijinkan anak untuk pergi bersama tante, kakek dan nenek, om tanpa papa dan mamanya.

4.       Usia 3-4 tahun

Anak seusia ini sudah bisa memahami penjelasan atau alasan bunda pergi meninggalkannya. Si kecil juga sudah paham tentang konsep waktu.

Latihan Berpisah: Masih seperti tahap 2-3 tahun. Ajaklah si kecil sesering mungkin ke tempat-tempat yang baru supaya ia mudah beradaptasi.

Semoga bermanfaat! (Toddie, Sept-Okt 11)

Permainan Untuk Bayi 1 – 12 Bulan

Meski si kecil masih bayi, ia bisa diajak bermain lewat permainan sederhana. Tentu permainan ini disesuaikan dengan usia dan kemampuannya. Jika permainan sederhana dilakukan dengan baik, hal itu kakan mendukung pertumbuhan fisik, psikis dan kecerdasaannya. Tri puspitarini, MPsi dari lembaga Ini Kami Edu Jakarta, menyarankan sejumlah permainan yang dapat dilakukan ayah dan ibu bersama bayi usia 1- 12 bulan ini :

1. Cilukba

Peralatan: Sebenarnya tak membutuhkan peralatan khusus. Namun, ayah dan ibu dapat mengunakan sapu tangan atau baju sebagai media penghalang.

Cara bermain : Kita tinggal membuka dan menutup wajah dengan tangan atau hilang-muncul di balik dinding, kursi atau tempat tidur.

Manfaat : Bayi belajar tentang konsep hilang dan ada. Meski ia tidak melihat orangtuanya, bayi tahu kita sedang bersembunyi dan segera muncul kembali. Ia pun belajar mengenal bentuk-bentuk emosi lewat ekspresi wajah, seperti gembira, tertawa, tersenyum dan terkejut.

2. Mengeksplorasi Lingkungan

Peralatan : Banyak yang bisa dimanfaatkan dari lingkungan  sekitar. Di halaman rumah misalnya, ada pohon dengan buah, daun, batang dan rantingnya. Lalu, ada daun yang mudah kering, buah yang masih muda, masak atau jatuh membusuk, ada juga pot, batu, rerumputan, kolam ikan, pagar, kunci pagar dan masih banyak lagi.

Cara bermain : Ajak bayi ke halaman dengan di gendong atau didudukkan di stroller, lalu kenalkan satu persatu benda-benda tersebut.

Manfaat :

1. Meningkatkan pengetahuan bayi, yakni mengenal aneka benda yang ada di lingkungannya.

2. Kosakatanya bertambah sehingga secara tak langsung bayi terstimulasi belajar bicara.

3.  Keberanian bayi untuk bereksplorasi pun meningkat lewat pengalaman-pengalaman yang menyenangkan tersebut.

 

Sumber : Prabumulih Pos

Jimat Keberuntungan Agar Lebih Percaya Diri

VIVAnews – Anda akan memenuhi panggilan wawancara atau presentasi di depan klien? Agar bisa lebih percaya diri di depan orang banyak, mungkin Anda perlu memiliki jimat keberuntungan.

Menurut penelitian yang dilakukan tim dari University of Cologne, Jerman, benda keberuntungan seperti gelang, cincin, batu spesial atau perhiasan sentimentil sering dianggap membawa keberuntungan. Benda tersebut sering dipakai ketika seseorang akan mengalami saat penting dalam hidupnya.

Penelitian melibatkan warga Jerman yang diminta untuk menggunakan benda keberuntungan. Hasil penelitian menunjukkan saat menggunakan benda tersebut, mereka lebih baik dalam menyelesaikan permainan memori di komputer. Hal itu dibandingkan yang tidak menggunakan benda keberuntungan sama sekali.

“Benda takhayul rupanya meningkatkan kepercayaan diri seseorang,” kata salah satu peneliti, Lysann Damisch seperti dikutip dari NY Daily News.

“Dengan kata lain, jika seseorang menggunakan benda keberuntungan, maka ia akan merasa lebih percaya diri dan aman. Hal itu membuatnya berusaha lebih keras dan lebih baik dalam menyelesaikan tugas,” katanya menambahkan

Banyak atlet dunia yang selalu menggunakan benda keberuntungannnya saat bertanding. Seperti Serena Williams yang memiliki kaus kaki keberuntungan dan Michael Jordan yang menggunakan celana pendek semasa kuliahnya.

Benda keberuntungan sebenarnya hanya cukup untuk meningkatkan rasa percaya diri, ketika Anda berada dalam situasi yang menakutkan. Seperti wawancara pekerjaan, sidang kuliah atau presentasi, Anda mungkin akan lebih percaya diri dan nyaman jika memakai kalung favorit.

• VIVAnews

Mengukur Sehatnya Hubungan dari Obrolan

KOMPAS.com – Merasa hubungan kita dengan kekasih hati tak berjalan ke mana-mana? Penasaran apa yang mengganjal, padahal segala upaya untuk meningkatkan kualitas hubungan sudah dilakukan? Coba telisik dengan topik apa saja yang kita pilih sebagai bahan pembicaraan, karena ternyata ini bisa mendeskripsikan ke mana hubungan kita akan berjalan.

Sebuah penelitian yang dipublikasi di Psychological Science mengungkapkan, sebenarnya sebagian besar dari kita justru merasa nyaman ketika berbicara mengenai topik-topik ringan. Ini disimpulkan setelah mengamati 79 orang perempuan yang berusia 20-25 tahun. Mereka diamati ketika berkumpul bersama pasangannya, kemudian dilihat apa saja yang dibicarakan selama pertemuan berlangsung.

Hasilnya 10 persen dari mereka merasa menikmati perbincangan ketika isu yang dibahas adalah hal-hal ringan. Ketika mulai membicarakan isu-isu yang berat, yang merasa tidak puas mencapai 28,3 persen. Alhasil, mereka tidak menemukan chemistry yang pas untuk membina hubungan.

Semakin ingin tahu perbincangan apa saja yang bisa membuat kita nyaman menghabiskan waktu bersama pasangan? Coba telisik trik mudah berikut ini:

1. Cerita kejadian memalukan. Setiap orang pasti pernah mengalami hal yang tak ingin dialami dua kali, tapi jika kita mengingatnya selalu saja meninggalkan senyum di wajah. Penelitian yang melibatkan 79 orang ini juga menyimpulkan, ketika kita berani berbagi cerita tak terlupakan pada pasangan, maka kita telah membuka diri. Ini adalah sinyal bagi pasangan untuk menerima keberadaan kita. Jangan takut, biasanya trik ini akan membuat pasangan bercerita mengenai hal yang sama. Dan bisa jadi lebih menggelikan dari yang kita alami.

2. Cerita masa kecil. Coba pancing pasangan kita untuk bercerita permainan apa yang disukainya saat itu. Apakah dia termasuk anak yang suka dipanggil kepala sekolah, atau justru anak yang jauh dari masalah? Biasanya ini akan membuat dia bercerita banyak, plus mungkin kita ikut terpancing. Karena, akui saja, sebenarnya kebanyakan dari kita suka kembali ke memori menggemaskan ini.

3. Cerita film atau acara televisi kesukaanEntertainment akan selalu menarik untuk dibahas. Mulai dari jalan cerita film, pemeran utamanya, hingga adegan atau episode mana yang mengesankan. Selain isunya yang ringan, trik ini juga akan membantu kita melihat bagaimana pasangan memberikan penilaian terhadap satu hal. Inilah cara menyenangkan untuk menyingkap salah satu karakter pasangan.

4. Cerita mengenai keluarga. Ketika kita membebaskan pasangan bercerita mengenai keluarganya, kita bisa mengetahui apa yang menjadi kebiasaan dari keluarganya. Ini akan membuat kita mengerti bagaimana proses pembentukan karakter yang dilaluinya.

Jika perbincangan-perbincangan ringan ini menarik perhatian dan membuatnya membuka diri terhadap kita, itu tandanya kita bisa mengajak pasangan untuk naik ke level selanjutnya dari sebuah hubungan. Selamat mencoba.

(Siagian Priska/Prevention Indonesia)

Editor: din

Empat Lokasi Bercinta Terburuk

VIVAnews – Melakukan hubungan intim dalam suasana berbeda selain kamar tidur merupakan salah satu obat mujarab menghangatkan hubungan yang hambar. Tapi, tidak mungkin melakukan adegan ‘panas’ dengan bebas di semua tempat publik bukan?

Sebelum melakukan aksi erotis bersama pasangan, sebaiknya hindari area umum yang bisa memicu masalah dan rasa malu seperti dimuat dalam She Knows.  

Pasar swalayan
Mengumbar hasrat di toko yang ramai pengunjung membuat Anda dan pasangan bisa tertangkap basah pengunjung lain. Belum lagi bau khas di supermarket yang ramai yang akrab dengan aroma serangga dan sampah menurunkan gairah bercinta. Jadi, supermarket atau toko bukanlah ‘sexspot’ yang menarik.

Pesawat terbang
Hubungan intim di kloset pesawat terbang dalam ketinggian mungkin menjadi cerita menarik. Memang, perubahan tekanan atmosfer mempengaruhi intensitas hubungan intim. Namun, ruangan kloset yang sempit, dan seringnya digunakan orang lain selama perjalanan udara akan sangat mengganggu ‘aksi erotis’ Anda berdua. Bila ketahuan, Anda dan pasangan harus menghadapi pandangan mata semua penumpang atas ‘perbuatan tak pantas’ tersebut.

Mobil
Sebuah data mengungkap banyak pasangan muda yang melakukan hubungan seksual pertama kali di dalam kendaraan. Namun untuk itu, kalian berdua harus bisa menahan udara dingin. Akibatnya, pasangan ingin segera mengakhiri permainan dan memperoleh kehangatan. Selain itu, beberapa jenis mobil tertentu tidak menyediakan ruangan lebih yang mendukung ‘manuver’ kalian berdua.

Klub malam
Sebagian orang memilih klub malam sebagai alternatif bermain ‘cinta’ sambil menikmati minuman beralkohol. Perlu lebih berhati-hati saat melakukan aksi ini. Sebab, saat hasrat terpantik dan melupakan lingkungan sekitar, kemungkinan Anda berdua akan menabrak dan menjatuhkan sesuatu. Hal ini bisa menarik perhatian pengunjung lain, dan bahkan menyebabkan cedera.

• VIVAnews

Stimulasi Seimbang Bagi Si Kecil

Agar anak dapat berkembang dengan baik dan optimal, dibutuhkan stimulasi anak yang baik dan seimbang. Namun seringkali orangtua menjadi bingung, bagaimana cara menstimulasi? Apa yang harus distimulasi? Berikut sedikit ulasan mengenai jenis stimulasi yang dibutuhkan oleh anak.

Stimulasi aspek fisik. Rangsangan untuk fisik bayi dan balita amat diperlukan, karena pada usia mereka perkembangan syaraf-syaraf motorik sangat pesat. Melakukan gerakan-gerakan sederhana seperti berlari, berjalan, menari akan sangat membantu perkembangan mereka.

Stimulasi aspek emosi. Kenalkan mereka dengan bentuk emosi dasar, bahagia dan sedih. Dengan menghiburnya pada saat menangis karena mainannya rusak akan membantu. Ajari pula mereka untuk berbagi dengan teman sebayanya, misalnya dengan bernagi mainan, sehingga dapat menimbulkan kepekaan untuk bertoleransi dan berperilaku menyenangkan.

Stimulasi aspek spiritual. Ajarilah anak untuk berdoa dengan menggunakan kata-kata yang sederhana, mengucapkan terimakasih kepada tuhan atas makanan, hari yang indah, dan meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan hari itu. Akan membuat anak semakin peka. Ajak juga mereka ke tempat ibadah, dan membacakan dongeng dan kisah-kisah para nabi juga akan membantu meningkatkan moral.

Stimulasi aspek intelektual. Rangsangan intelektual dapat dilakukan dengan sering memberikan buku bacaan, mengajak anak melakukan permainan, dan rekreasi bersama, dan juga dengan rajin menjawab keingintahuan anak. Jadi sebagai orangtua juga harus rajin belajar agar sanggup memenuhi dan menjawab keingintahuan anak dengan baik dan benar.

Stimulasi aspek sosial. Anak pun harus diajari untuk peka terhadap lingkungan sekitarnya. Membantu menjaga adik, membantu orangtua yang sedang sibuk, akan merangsang kepekaan alaminya.
Agar stimulasi ini dapat menunjukkan hasil yang baik, kita tidak boleh melupakan istirahat yang cukup dan asupan nutrisinya. Gizi yang baik amat sangat dibutuhkan oleh anak, karena mereka sedang berada dalam masa pertumbuhan. Jadi asupan nutrisi tentunya amat dibutuhkan untuk perkembangan fisik, daya tahan tubuh, pencernaan, dan juga tentunya untuk perkembangan otak mereka.

12 queries