Panduan Menu Makanan Bayi s/d Balita
Powered by MaxBlogPress 

[X]


Punya Sahabat Biar Tetap Sehat  

TEMPO Interaktif, Memiliki hubungan sosial yang baik–seperti dengan teman, pernikahan, atau anak–sama baiknya untuk menjaga kesehatan, seperti halnya dengan berhenti merokok, menurunkan berat badan, atau bahkan makan obat. Demikian hasil penelitian di Amerika Serikat dua pekan lalu.

Orang dengan hubungan sosial yang kuat akan 50 persen lebih panjang umur dibanding mereka yang tanpa dukungan hubungan ini. Inilah kesimpulan temuan tim dari Brigham Young University di Utah. “Efek buruknya hubungan sosial sama dengan menghirup 15 batang rokok per hari,” kata Julianne Holt-Lunstad, psikolog yang memimpin penelitian itu.

Tim Holt-Lunstad melakukan analisis terhadap sejumlah penelitian tentang efek hubungan sosial pada kesehatan. Mereka menganalisis 148 penelitian terhadap lebih dari 308 ribu orang yang kehidupannya diikuti selama rata-rata selama tujuh setengah tahun. Hasil penelitian ini dipublikasikan di jurnal PLos Medicine terbitan Public Library of Science.

Penelitian ini mengukur hubungan sosial dengan beberapa jalan. Seperti yang sederhana, melihat ukuran hubungan sosial yang dimiliki seseorang, misalnya apakah orang tersebut menikah atau tinggal sendirian. Penilaian juga dilihat dari persepsi seseorang, apakah mereka merasa akan ada orang lain yang akan membantunya saat mereka butuh pertolongan. Penilaian lain diambil dari seberapa kuat seseorang terlibat dalam komunitasnya. Hasil penelitian ini kemudian dicek silang dengan usia, jenis kelamin, status kesehatan, dan penyebab kematian saat orang tersebut meninggal.

Memiliki hubungan sosial yang buruk ternyata setara dengan menjadi pecandu alkohol. Ini lebih membahayakan dibanding tidak berolahraga dan dua kali lebih berbahaya dibanding obesitas atau kelebihan berat badan.

Tak memiliki hubungan sosial punya dampak yang lebih besar untuk kematian muda dibanding tidak melakukan vaksinasi untuk mencegah pneumonia atau radang paru-paru di usia muda, tidak mengkonsumsi obat tekanan darah tinggi, atau terpapar udara berpolusi.
“Saya tentu saja bukan menganggap remeh berbagai faktor risiko lain karena tentu saja ini penting untuk menjaga kesehatan,” kata Holt-Lunstad. “Tapi kita perlu menganggap masalah hubungan sosial sebagai sesuatu yang serius juga.”

Memang tak mudah untuk tiba-tiba saja menyuruh orang untuk punya sahabat atau tidak. Tapi menurut Holt-Lundstad, ada sejumlah bukti yang menyatakan bahwa menggaji orang untuk menemani seseorang sebagai pengurus tidak termasuk dalam upaya meningkatkan kesehatan. Misalnya pada kelompok usia lanjut yang mendapatkan seorang perawat, yang digaji anak-anaknya, untuk mengurusi mereka. “Alaminya, menjalin hubungan sangat berbeda dengan mendapatkan dukungan dari seseorang yang dibayar untuk tujuan itu,” kata Holt-Lunstad.

Lalu bagaimana kehidupan sosial kita bisa mempengaruhi kesehatan kita? Holt-Lunstad menjelaskan, keberadaan orang yang dekat secara emosional di sekeliling kitalah yang membuat kita mampu menghadapi stres hidup–sesuatu yang diketahui bisa menyebabkan kematian jika tak tertahankan.

“Saat kita menghadapi kejadian yang potensial menimbulkan stres dalam hidup kita, kita tahu bahwa ada orang-orang di sekeliling kita yang bisa kita andalkan. Ini menjadikan kita percaya bahwa mereka akan membuat kita mampu menghadapinya. Bisa juga keberadaan mereka mencegah berbagai efek negatif dari stres,” kata Holt-Lunstad.

Sahabat atau orang dekat juga bisa mendorong berbagai perilaku sehat–juga tak sehat–yang bisa mempengaruhi hidup. Misalnya, teman kita mungkin bisa mengingatkan untuk makan lebih baik, berolahraga, cukup tidur, atau mengunjungi dokter. Memiliki hubungan sosial juga memberi arti dalam hidup kita dan mungkin mempengaruhi kita untuk menjaga diri kita lebih baik.

| UTAMI WIDOWATI | REUTERS | LIVESCIENCE | BE

Sehat Itu Rasanya:

-Merasa puas dalam menjalani hidup.
-Punya semangat menjalani hidup dan bisa tertawa dan bersenang-senang.
-Mampu menghadapi stres dan mengatasi kesulitan hidup.
-Merasa punya arti dan tujuan dalam hidup, baik dalam tiap aktivitas atau hubungan sosial.
-Punya kelenturan untuk mempelajari hal-hal baru dan beradaptasi dengan perubahan.
-Seimbang dalam bekerja, bermain, beristirahat, dan beraktivitas lainnya.
-Mampu membangun dan mempertahankan hubungan yang saling memuaskan dengan pasangan.
-Punya kepercayaan diri yang tinggi dan citra diri yang baik.

Ayo Mencari Teman

-Sesekali berpalinglah dari televisi, layar komputer, dan layar ponsel. Jangan ganti persahabatan nyata dengan yang sifatnya virtual.
-Luangkan waktu beberapa jam dalam sehari untuk kontak bertemu wajah dengan orang-orang yang disukai. Pilih teman, tetangga, kerabat, atau anggota keluarga yang seirama dan punya pandangan yang positif pada Anda.
-Ikuti kegiatan sosial yang bersifat sukarela. Lakukan sesuatu yang bisa menolong orang lain yang membutuhkan.
-Ikuti berbagai kegiatan yang memberi peluang bertemu dengan berbagai macam manusia yang mungkin punya selera dan minat yang sama dengan Anda, orang yang berpotensi menjadi teman Anda.

| BERBAGAI SUMBER


8 Tanda Pria Punya Masa Depan Cerah

KOMPAS.com — Apa yang Anda lihat ketika memilih pasangan? Pria yang berasal dari keluarga kaya dan terpandang? Jika tujuan hubungan Anda hanya saat ini, mungkin itu cukup. Namun, bila yang Anda cari adalah hubungan yang serius hingga ke pernikahan, ada kriteria lain yang sebaiknya Anda lihat, yaitu potensi kesuksesan dia.

1. Punya tujuan hidup
Ketika Anda bertanya apa tujuan hidupnya, ia akan menjelaskan secara rinci kepada Anda rencana jangka pendek dan menengahnya, apa yang ingin ia lakukan setahun mendatang, lima tahun, dan seterusnya.

Bahkan, ia menyiapkan rencana cadangan untuk mengantisipasi kegagalan. Tidak hanya menjawab, “Kita lihat saja nanti, jalani saja hidup ini seperti air mengalir.”

2. Mandiri
Ia tidak bergantung pada orang lain dan mengandalkan kemampuan sendiri dalam hal apa pun. Misalnya, sejak awal mula bekerja, ia menanggung sendiri biaya hidupnya tanpa bantuan orangtuanya. Pria seperti ini menunjukkan bahwa ia bertanggung jawab atas hidupnya dan hidup orang yang ia sayangi. Si dia juga tak pernah mengeluh mengenai pekerjaannya. Karena ia sadar, untuk mencapai kesuksesan, tentu dibutuhkan usaha dan kerja keras.

3. Hobi menolong
Anda tentu pernah mendengar ungkapan semakin banyak memberi, akan semakin banyak menerima. Percaya atau tidak, ungkapan ini memang ada benarnya. Jadi, bila pasangan termasuk pria yang ringan tangan membantu orang lain, Anda perlu berbangga hati mendukungnya. Sebab, ini akan menjadi bekal atau tabungan untuk menuju kesuksesannya di masa depan. Siapa tahu seseorang yang ia bantu saat ini berperan penting dalam kariernya di kemudian hari.

4. Bersahabat dan berwawasan
Sikapnya yang bersahabat ditambah dengan wawasan luasnya biasanya akan mudah mengambil hati banyak orang, termasuk saat melobi orang-orang penting yang berkaitan dengan kariernya. Pengetahuannya tentang berbagai hal termasuk berita-berita terkini akan membuat orang lain merasa nyaman berdiskusi dengannya. Semakin banyak orang tertarik padanya, semakin luas juga networking-nya. Kalau sudah begini, Anda tak perlu khawatir dengan kualitas diri yang dimiliki si dia, kesuksesan pun akan segera menghampiri.

5. “Family man
Pria yang bertanggung jawab dan menyayangi keluarganya biasanya adalah pria yang juga memerhatikan perkembangan kariernya. Ia akan selalu termotivasi meningkatkan karier lebih baik lagi untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Selain itu, pria tipe ini cenderung setia pada pasangannya sehingga ia bisa menyeimbangkan waktu dan pikirannya untuk Anda dan pekerjaannya.

6. Memiliki investasi
Saat ini gaji si dia tak bisa dibilang besar? Tak perlu khawatir selama ia bisa mengatur pendapatannya dan tak selalu kehabisan uang di tengah bulan. Apalagi bila ia termasuk orang yang jeli melihat peluang bisnis. Tak perlu terlalu besar, berangkat dari bisnis kecil-kecilan pun bisa mengantarkannya menjadi pengusaha sukses. Dukung sepenuhnya ketika dia memiliki keinginan untuk mencicil rumah atau berinvestasi dalam bentuk lain, seperti saham atau reksa dana. Karena ini menunjukkan si dia sangat memikirkan masa depan.

7. Realistis dan lurus
Meskipun si dia bersemangat meraih mimpinya, tetap amati bagaimana usahanya meraih impian, jangan sampai si dia menghalalkan berbagai cara yang justru bisa menghancurkan masa depannya. Ingatkan untuk tetap realistis dengan kemampuan  yang dimilikinya. Bila si dia ahli dalam bidang teknologi informatika, ia tak perlu memaksakan diri untuk menjadi seorang public relations karena tertarik melihat temannya yang sukses di bidang tersebut. Masing-masing orang kan memiliki kelebihan yang berbeda-beda.

8. Optimistis dan positif
Ia sangat tahu apa yang menjadi kelebihan dan kekurangannya sehingga ia selalu percaya diri saat berinteraksi dengan orang lain ataupun ketika diberikan tanggung jawab baru. Ia hampir tak pernah berkata “tidak bisa” atau “malas deh melakukannya”. Ia selalu berpikir positif dan optimistis bahwa setiap tantangan yang datang pasti ada solusinya. Selain itu, ia juga terbiasa fokus dalam melakukan sesuatu sehingga tak cepat menyerah saat mengalami kegagalan.

(Majalah Chic/Bestari Kumala Dewi)

Editor: NF


Enam Pemicu Pernikahan Gagal

VIVAnews - Usai mengucap janji pernikahan, setiap pasangan tentu berniat menjaga hubungan harmonis selamanya. Namun seiring berjalannya waktu, mereka seringkali tanpa sadar menunjukkan sikap yang menggoyahkan pijakan bagi sebuah pernikahan yang stabil.

Ada enam hal yang menjadi penyebab utama gagalnya pernikahan, seperti dikutip dari Your Tango.

Terlalu bergantung pada pasangan
Berharap pasangan dapat memenuhi segala kebutuhan dan keinginan Anda sangat sulit tercipta dalam kehidupan nyata. Mungkin, pada awalnya ia akan berusaha keras untuk menjadi yang paling sempurna dan memenuhi semua keinginan Anda.

Tetapi, satu kebutuhan tidak dapat dipenuhi hanya seorang diri. Untuk itu, hargai apa yang diberikan pasangan Anda dan cobalah membantunya bila dibutuhkan.

Hanya memikirikan diri sendiri
Saat menikah, lupakan berpikir hanya tentang diri sendiri. Karena ikatan baru ini artinya menggabungkan dua kehidupan. Saling kompromi dan mengurangi egoisme antarpasangan adalah solusinya.

Menjadikan pasangan pusat kehidupan
Dalam kenyataan, pernikahan tak seperti film romantis yang hanya memikirkan kebahagiaan pasangan. Perkawinan memang sesuatu yang istimewa, tetapi jangan sampai melupakan hidup Anda dan menjadikan pasangan sebagai pusat kehidupan. Sembari saling belajar satu sama lain, berikan pasangan dan diri sendiri ruang untuk tumbuh.

Pikiran tentang kebahagiaan menjadi terpenting
Setiap pasangan yang menikah mendambakan kebahagiaan. Namun, kebahagiaan bukanlah hal yang paling penting dalam pernikahan. Pakar perkawinan Dr Corey Allan menyatakan, yang paling penting dalam pernikahan adalah pelajaran untuk lebih baik. Dan, seringkali proses mencapai kebahagiaan kita harus mengalami sesuatu yang menyakitkan.

Membandingkan pernikahan dengan orang lain
Membandingkan pernikahan yang sedang dijalani dengan orang lain cenderung berujung pada kegagalan. Menemukan sesuatu yang tidak dimiliki dalam hubungan dengan pasangan, bisa menimbulkan sakit hati dan ketidakpuasan. Akibatnya, bisa memicu keretakan hubungan.

Menganggap pernikahan hanya perasaan romantis
Gairah akan memudar seiring berjalannya waktu. Agar pernikahan tetap langgeng, Anda dan pasangan harus berkomitmen dan tidak peduli bagaimana perasaan Anda.

Perasaan romantis dapat datang dan pergi, tetapi kebersamaan dan kasih sayang dapat terus dipupuk. Pasangan bisa berakting sebagai pelajar yang selalu belajar mengenai mitranya. Ini akan membuat pasangan tetap mempertahankan ketertarikan dan perasaan cinta. 

• VIVAnews


Agar Pernikahan dan Pekerjaan Bertahan Bersama  

TEMPO Interaktif, Jakarta – Dalam sebuah acara di stasiun televisi swasta, seorang konsultan karir dan keuangan, yang menjadi narasumber, mengatakan: “Jangan jadikan gaji dari kantor sebagai satu-satunya sumber penghasilan.” Kalau kantor atau perusahaan tempat dia bekerja tutup, ia akan mengalami kesulitan keuangan. Apalagi jika istrinya tidak bekerja, atau sebagai ibu rumah tangga.

Ketika seorang karyawan terkena pemutuhan hubungan kerja (PHK), satu sumber penghasilan itu pun berhenti. Masih mendingan jika istrinya membuka usaha sendiri. Ia bisa bergabung dengan istri untuk menjalankan bisnisnya bersama-sama. Bagaimana agar pernikahan dan pekerjaan yang dilakukan bersama-sama itu bisa bertahan bersama-sama pula?

Kolumnis The Wall Street Journal, Sue Shellenbarger, menemukan sejumlah pasangan suami-istri yang mengelola bisnis bersama-sama setelah si suami atau istri terkena PHK. Suami bergabung dengan bisnis istrinya, atau istri turut menjalankan bisnis suami, setelah terkena PHK. Shellenbarger menekankan: “Hal ini perlu dipikirkan cara untuk menjaga agar pernikahan tetap sehat.”

Seorang suami, yang ditemui Shellenbarger, menceritakan bahwa ia harus memberi istrinya sebuah review kinerja. Dan hal itu dirasa sebagai percakapan yang sangat sulit. “Saya sudah siap muntah,” tutur si suami itu.

Pasangan lain yang ditemukan, setelah membuka toko yoghurt bersama, gaya manajemen mereka bentrok. Si suami lebih suka memainkan peran seorang manajer, sementara istrinya mengambil pendekatan untuk menangani sendiri pekerjaan, seperti mengepel lantai, bukannya memerintahkan orang lain untuk melakukannya.

Ketika perbedaan-perbedaan mereka menyebabkan ketegangan, mereka menyelesaikan masalah dengan memisahkan hari kerja; suami bekerja siang dan istri bekerja malam hari. Pasangan ini mengatakan bekerja sama telah membawa mereka lebih dekat.

Semua pasangan setuju bahwa batas-batas perusahaan sangat penting untuk menjaga perkawinan sehat ketika Anda bekerja bersama-sama. Pertama, mereka membagi tanggung jawab di tempat kerja, membuat deskripsi pekerjaan yang terpisah dan mencoba untuk menghindari gangguan dengan pekerjaan masing-masing. Dan di rumah, mereka setuju satu sama lain dilarang bicara bisnis di kamar tidur. Yang lain membuat suci meja makan, hanya untuk percakapan keluarga. Merencanakan sebulan sekali piknik luar kota, dengan sedikit mungkin bicara bisnis.

NF/The Wall Street Journal


Banyak Teman, Kunci Menuju Sehat  

TEMPO Interaktif, Washington – Memiliki hubungan sosial yang baik – dengan teman, dalam pernikahan, atau dengan anak – sama pentingnya untuk kesehatan seperti berhenti merokok, mengurangi berat badan, serta melakukan pengobatan.

Penelitian di Brigham Young University di Utah, Amerika Serikat menyimpulkan bahwa orang yang memiliki hubungan sosial yang kuat akan 50 persen terhindar dari kematian dini dibandingkan orang yang tidak mendapat dukungan dalam lingkungan sosialnya.

Para peneliti itu menyarankan para pembuat kebijakan untuk mencari cara untuk membantu orang memelihara hubungan sosial sebagai cara untuk tetap sehat. “Kurangnya hubungan sosial setara dengan merokok lebih dari 15 batang sehari,” kata psikolog Julianne Holt-Lunstad yang memimpin penelitian.

Tim Julianne melakukan analisis meta yang menguji hubungan sosial dan efeknya terhadap kesehatan. Mereka meneliti 148 kasus yang meliputi 308.000 orang untuk dianalisis.

Penelitian itu juga menghasilkan kesimpulan bahwa memiliki tingkat hubungan sosial yang rendah juga setara dengan menjadi alkoholik, lebih berbahaya daripada tidak berolahraga, dan dua kali lebih berbahaya daripada obesitas.

Hubungan sosial memiliki dampak yang lebih besar pada kematian dini dibandingkan dengan mendapatkan vaksin dewasa untuk penyakit paru-paru. Memiliki hubungan sosial yang baik juga lebih menyehatkan dibandingkan meminum obat untuk menjaga tekanan darah dan jauh lebih penting dibandingkan menghindari polusi udara.

Fanny Febiana | MSNBC


Pria Tak Setia Saat Pasangannya Sakit?

VIVAnews – Kesetiaan pasangan Anda ternyata bisa di tes. Apalagi saat salah satu dari Anda sedang diuji dengan salah satu penyakit. Dari sini kesetiaan pasangan bisa diketahui.

Seperti dikutip dari laman shineyahoo.com, sebuah survei mengungkap bahwa hampir 25 persen dari suami meninggalkan istri mereka setelah mengetahui pasangnnya didiagnosis dengan penyakit mematikan seperti kanker. Dari statistik ini juga diketahui, biasanya mereka yang mengalami cobaan berat dalam hidup seperti ini, akan mengalami gonjang ganjing kesetiaan.

Namun, dari survei juga diketahui dibanding dengan pria, wanita sebagai istri diketahui lebih setia, hanya 3 persen wanita meninggalkan suami mereka dalam keadaan sakit.

Kebanyakan pria pun diketahui tidak telaten saat memberikan perawatan pada pasangannya yang dalam keadaan sakit. Bukan saja kepada pasangan, termasuk pada anak dan orangtuanya sendiri.

Dari penelitian ini pun terungkap bahwa kebanyakan pria tidak dibesarkan untuk menjadi perawat. Rata-rata pria lebih mengutamakan kepentingan seksnya.

Sebagai tambahan mereka mungkin takut mengakui kematian mereka dan Anda, dan mereka mungkin takut bagaimana suatu penyakit mematikan seperti kanker akan mempengaruhi kehidupan seksnya. Maka tak heran jika banyak pria yang memutuskan untuk menikah lagi setelah ditinggal sang istri.

Seperti diketahui, banyak anak laki-laki yang ingin selalu bercita-cita menjadi pahlawan. Dan disaat menghadapi cobaan sang istri tengah berjuang melawan penyakit, sesungguhnya disitulah perannya sangat dibutuhkan sekaligus untuk mewujudkan cita-citanya menjadi seorang pahlawan keluarga.

Adanya cobaan dan ujian pernikahan dari suatu penyakit bisa bisa menguji kesetiaan cinta manusia. Dan tak jarang dari mereka yang mengalaminya mengalami krisis cinta yang butuh banyak dukungan dan pikiran optimis.

Suami yang paling baik akan menunjukkan dan mengatakan istri mereka betapa istimewanya , betapa mereka dihargai dan dicintai. Merawatnya dengan baik dikala sakit adalah kesempatan untuk menunjukkan cintanya pada Anda, bahkan bisa menjadi obat mujarab bagi si penderita penyakit untuk tetap semangat dan sembuh dari penyakit.

“Tidak ada yang mengatakan ini akan mudah, tetapi suatu kekuatan akan timbul dari semangat yang diberikan seseorang dengan tulus.” kata penulis Brenda yang juga sebagai survivor penderita kanker.

• VIVAnews


Haruskah Semua Hal Tentang Pasangan Diceritakan Pada Sahabat?

KOMPAS.com – Jika ingat-ingat lagi, hal-hal apa yang paling sering Anda bagi dengan sahabat wanita Anda? Kemungkinan terbesar adalah masalah romantisme bersama pasangan Anda. Berbagi cerita, menanyakan pendapat, dan berbagi saran. Tetapi, sebenarnya, seberapa besar yang sebaiknya Anda bagi dengan pasangan?

Jika Anda perhatikan, para karakter di Sex and The City seringkali berkumpul untuk bergunjing dan mendiskusikan tentang begitu banyak aspek dari kehidupan seks dan percintaan mereka. Haruskah setiap perempuan memiliki hal semacam ini dengan sahabatnya?

Wanita membutuhkan teman untuk membicarakan tentang kehidupan romantismenya, “Sebagai bagian karena berbicara dengan pasangan Anda kadang tak selalu menyehatkan,” ungkap Terri Orbuch, Ph.D., profesor dan terapis untuk masalah keluarga dan pernikahan. “Sahabat memberikan kita perspektif, dukungan, validasi, dan informasi sebagai bekal menjalankan hubungan Anda.

Tetapi perlu dipikirkan pula apa saja yang akan Anda utarakan. “Anda harus selektif akan apa yang ingin diutarakan dengan siapa,” terang Tristan Coopersmith, ahli pasangan dan penulis MENu Dating: Taste-Test Your Way to the Main Course. Pilihlah sahabat yang bisa Anda percayai, yang tak memiliki pikiran jahat atau ada dendam dengan Anda. Berikut adalah 8 topik perbincangan di antara sahabat wanita, serta pro dan kontra membicarakannya di antara teman-teman Anda.

1. Anda bertanya-tanya apakah dia adalah “Mr. Right”
Di masa sekarang ini, apakah ada wanita modern yang memutuskan untuk menjalin hubungan serius dengan seorang pria tanpa bertanya dulu kepada sahabatnya? Momen semacam ini merupakan momen yang ideal untuk dibagi dengan pasangan, karena efeknya akan baik untuk Anda dan si sahabat. Pertama, karena Anda tahu ada orang yang bisa dipercaya untuk berbagi cerita. Kedua, dia pun mendapatkan dorongan yang nyaman karena ada hal-hal baik yang terjadi di sekitarnya. Alhasil, hal ini akan meningkatkan mood dan menguatkan hubungan persahabatan Anda.

2. Ada perasaan tak yakin untuk memutuskan hubungan dengan kekasih Anda
Seorang sahabat yang baik pasti akan menaruh seluruh perhatian saat Anda mencoba menceritakan kebaikan, keburukan, dan keragu-raguan yang Anda rasa bersama pasangan. Meski waktu yang dilewatkan akan berlangsung lama, ia pasti akan mendengarkan sepenuh hati. Perlu diingat, ketika Anda menceritakan tentang pasangan Anda, sahabat Anda perlu tahu tentang keseluruhan cerita, agar ia bisa memberikan saran yang terbaik. Jangan hanya mencoba bercerita dari sisi Anda dan karena emosi saja.

3. Anda dan suami baru saja melewatkan momen intim yang menakjubkan
Berbagi detail intim memang adalah hal yang bagus untuk dilakukan bersama sahabat. Perasaan menyenangkan yang Anda dapat ketika sedang bercakap-cakap dengan sahabat Anda adalah sesuatu yang Anda bawa kembali ke dalam kamar tidur, menciptakan sebuah alunan positif. Pastikan Anda tidak menyombongkan diri dan sesekali biarkan sahabat Anda bercerita juga. Meski banyak lelaki yang suka jika kehebatannya di ranjang diceritakan ke orang lain, namun, pastikan pasangan Anda tak masalah jika detail intimnya diceritakan ke orang lain.

4. Kehidupan seksual Anda tidak menarik
Bicarakanlah. Mengapa? Terlalu banyak wanita yang menyimpan sendiri tentang situasi kehidupan seksualnya yang tak berlangsung menyenangkan. Hasilnya? Mereka akan merasa seperti terisolir dan merasa sendiri. Teman-teman yang dekat dan bisa Anda percayai bisa memberikan masukan dan tips mengenai kehidupan seksual. Anda akan mungkin membuat si sahabat lebih nyaman untuk mengungkapkan kehidupan seksualnya jika Anda sudah memulai. Pastikan Anda menceritakannya kepada sahabat yang benar-benar Anda percayai. Karena jika suami Anda mendengar bahwa kehidupan seksualnya dengan Anda sudah diketahui orang lain, bisa-bisa egonya malah makin turun.

5. Anda menginginkan bayi, tapi tak yakin dia sepakat
Anda harus berhati-hati soal topik ini. Keputusan untuk memiliki keturunan idealnya hanya menyangkut Anda dan ayah dari anak-anak Anda. Meski bercerita kepada teman Anda mengenai keinginan Anda untuk mengandung adalah hal yang normal dan bisa membantu, berhati-hatilah bahwa Anda tak hanya menceritakan kepada sahabat Anda saja. Lumrah jika berpikir Anda sudah mengetahui isi pikiran suami Anda, padahal, Anda bisa saja salah. Sah-sah saja untuk minta pendapat dari teman Anda, tapi jangan lupa untuk mendiskusikannya dengan suami Anda. Pastikan pula bahwa si suami dalam keadaan yang tenang, karena hal semacam ini bisa jadi hal sensitif, apalagi jika ia tahu Anda bercerita kepada orang lain.

6. Anda sudah menikah, dan tertarik dengan orang lain
Ini adalah hal contoh ketika mencari teman yang paling tepat untuk diceritakan. Carilah sahabat yang kehidupannya mirip dengan Anda, misalnya teman yang sudah menikah dan kehidupan pernikahannya pun dalam kondisi baik. Harapannya, teman Anda itu akan mengatakan, bahwa adanya ketertarikan secara fisik dan sekilas bukan sama dengan selingkuh. Kadang, yang paling dibutuhkan untuk saat-saat seperti ini adalah penguatan bahwa Anda masih dalam batas normal, namun, jangan sampai rasa kagum itu meningkat ke hal lain.

7. Anda mencurigai ia sedang berslingkuh
Kecurigaan semacam ini bisa membuat Anda merasa sedikit menggila, dan sahabat bisa menjadi saluran untuk mengeluarkan emosi Anda, tetapi ia juga bisa memberikan perspektif yang berbeda. Seseorang yang sangat mengenal Anda bisa menunjukkan apa yang Anda rasa, misal, kecenderungan Anda untuk bersikap cemburu tanpa sebab. Dengan begitu, jika kecurigaan Anda ternyata benar, ia akan ada untuk Anda. Hanya saja, pastikan teman yang Anda ceritakan tak akan membocorkan kecurigaan Anda terhadap suami kepada orang lain, apalagi kepada si suami itu sendiri.

8. Anda tak mengerti sifat suami Anda

Kadang, ada hal-hal yang tak kita mengerti mengenai pasangan. Adalah hal yang baik jika Anda bisa bercerita kepada sahabat mengenai kebiasaan pasangan Anda yang membingungkan itu. Mereka bisa memberikan saran dan masukan mengenai apakah kebiasaan itu normal atau tidak dan apa yang harus diwaspadai. Namun, perlu diingat lagi, tak semua saran dari sahabat harus ditelan bulat-bulat. Sebaiknya selalu pikirkan kembali sarannya dan pertimbangkan. Toh ini adalah hidup Anda.

NAD

Editor: NF

Sumber: WomansDay


Cinta Sejati, atau Hanya Hubungan Fisik

VIVAnews - Sang pria pujaan sering hadir penuh kejutan menawarkan kehangatan penuh romantika. Namun, tak jarang tiba-tiba ia ‘menghilang’ atau berubah ‘dingin’ saat dibutuhkan. Benarkah pria semacam itu menawarkan cinta sejati?

Laman She Knows menuliskan, pria semacam itu tak perlu diandalkan. Ia cenderung hanya menginginkan hubungan fisik, bukan mengikatkan cinta sejati. Berikut tujuh petanda bahwa si dia hanya menginginkan hubungan fisik.

1. ‘Menghilang’ saat akhir pekan
Perhatikan jadwal kehadirannya. Jika dia hanya hadir di hari kerja antara Senin dan Jumat dan selalu ‘menghilang’ di akhir pekan, bisa jadi dia menyembunyikan cinta sejatinya. Apalagi jika alasannya terkesan dibuat-buat dan tak masuk akal. Saat kondisi ini menimpa hubungan Anda, segera cari tahu dan tantang keseriusannya. Siapkan mental untuk meninggalkannya, sebelum Anda merana ditinggalkannya.

“Ketika saya hanya tertarik berhubungan fisik dengannya, saya tak akan pernah mengajaknya berkencan di malam minggu. Malam minggu tentu akan saya gunakan untuk kencan dengan wanita yang memang benar-benar saya cintai,” kata Mike, 27, asal Chicago.

2. Kedatangannya selalu mengejutkan
Pria yang serius dengan sebuah hubungan, ia akan merawat komunikasi secara reguler dengan intens. Sedangkan pria yang datang hanya saat tertentu yang tak terduga, enyahkan dari gambaran cinta sejati. Kemunculannya yang selalu mengejutkan bisa menjadi pertanda bahwa dia datang hanya saat sedang menginginkan ‘sentuhan’ Anda. Setelah mendapatkan apa yang diinginkannya, dengan mudah ia akan kembali ‘menghilang’.

3. Menutup ‘dunia’-nya dari Anda
Mungkin saja ia begitu romantis, hangat, dan penuh cinta. Tapi, ia tak pernah menginzinkan Anda menembus ‘dunia’-nya. Ia tak pernah mengajak Anda datang ke pernikahan teman atau keluarganya, dan tak pernah membawa Anda ke pesta atau kumpul dengan teman-temannya. Bisa jadi alasannya karena dia menyembunyikan kekasih lain.

4. Tak ingin terikat
Dia sangat menikmati keintiman dengan Anda. Tapi, dia menghindar saat dituntut perlunya status hubungan. Dia biasanya akan mengatakan sejumlah kalimat penolakan seperti, belum siap memiliki pacar, masih memiliki banyak masalah pekerjaan dan keluarga, atau masih takut patah hati. Dalam kondisi ini, Anda harus berani membuat keputusan tegas untuk meninggalkannya sebelum Anda dijadikan objek kesenangannya.

5. Muncul di waktu yang tak normal
Tak peduli seberapa baik dan romantisnya dia, Anda patut curiga jika dia selalu hadir di waktu-waktu yang tak normal, seperti tengah malam, hanya untuk mencari ‘kehangatan’. Anda harus curiga ketika Anda sulit menghubungi atau bertemu dengannya di waktu-waktu senggang seperti saat makan malam. Bisa jadi dia sibuk dengan cinta sejatinya pada waktu-waktu normal.

6. Malas membalas sapaan elektronik
Jangan berharap lebih jika pria pujaan Anda tak pernah bersemangat membalas sapaan mesra Anda lewat SMS, Facebook, e-mail, atau media komunikasi lainnya. Jika memang mencintai Anda, dia tak mungkin membiarkan pesan Anda menjadi sampah selama berjam-jam, berhari-hari, atau bahkan tanpa balas. Itu menjadi petanda bahwa dia hanya memiliki hasrat seksual saat berhadapan dengan fisik Anda.

7. Pembicaraan hanya seputar seks
Dia selalu mesra saat bertemu dengan bumbu pembicaraan bertema seks. Tapi, dia tak pernah tertarik membicarakan kehidupan pribadinya seperti keluarga, teman, pekerjaan, atau topik menarik lainnya. Sudah bisa dipastikan, dia tak memiliki cinta sejati. Dia hanya bisa menikmati tubuh Anda. (pet)

• VIVAnews


Menghadapi Sifat Suami yang Menyebalkan

KOMPAS.com – Menghadapi sifat suami yang “sulit” memang tak mudah. Apa saja tipe suami yang bikin gemas dan bagaimana menghadapinya?

Si Workaholic
Tipe suami yang hobinya memang bekerja. Seringkali ia lebih mengutamakan pekerjaan daripada keluarga dan lingkungannya. Biasanya, ia juga egois, namun untungnya, ia pekerja keras dan melakuakn semuanya demi kepentingan keluarga.

Kuncinya hanyalah bersikap sabar dan aktif berkomunikasi. Akan lebih baik jika Anda sudah mengetahui wataknya ini sejak sebelum menikah. Jadi, sebelum memasuki gerbang pernikahan, sebaiknya buatlah kesepakatan mengenai waktu untuk keluarga.

Aktif berkomunikasi bisa dilakuakn dengan tak ragu menyampaikan keberatan mengenai sikapnya. Namun, sebaiknya pilih waktu yang tepat dan ingatkan bahwa waktu untuk keluarga sangatlah penting.

Si Sempurna
Sepertinya memang enak punya suami yang perfeksionis. Segalanya tertata, runtut, dan sempurna. Namun, bisa-bisa Anda sebagai istrinya akan kewalahan karena biasanya tipe ini banyak menuntut. Segi positifnya, semua hal di rumah maupun di lingkungannya akan terlihat “perfect“.

Jangan terburu kesal atau marah, katakan bahwa di dunia ini tidak ada yang sempurna. Setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan. Mintalah ia mengerti kekurangan Anda dan anggota keluarga lain, seperti halnya Anda bisa mengerti kekurangannya.

Si Anak Mami
Wah, tipe satu ini benar-benar bisa membuat Anda geleng-geleng kepala, tak habis pikir. Semua harus sepengetahuan dan seizin sang ibu. Biasanya ia juga hobi membandingkan diri Anda dengan ibunya.

Suami tipe ini memang memimpikan seorang istri yang seperti ibunya. Bahkan, tak jarang ia memaksakan kehendaknya supaya istri bisa tampil seperti sang ibu. Segi positifnya, Anda memperoleh inspirasi dari sifat ibu mertua yang baik. Misalnya, jika ibu mertua jago mengelola keuangan eluarga, tak ada salahnya Anda meniru dia.

Untuk menghadapi suami tipe ini, Anda harus pintar-pintar berkomunikasi. Pelan-pelan, mintalah suami untuk memahami bahwa, apapun, Anda dan ibunya memiliki perbedaan dan untuk mengubah supaya serupa bukanlah hal mudah.

Si Pencemburu
Nah, tipe yang satu ini juga harus dicermati. Salah melangkah atau berkomunikasi, perang Bharatayuda bisa terjadi di dalam rumah.

Selain pencuriga, segala gerak-gerik istri ia awasi dan menjadi overprotective dan obsesif. Pokoknya, kalau bisa, istri tidak boleh berhubungan dengan lelaki lain.

Akibatnya, Anda pun menjadi terkekang dan tak leluasa beraktivitas. Segi positifnya, cemburu bisa berarti ia sangat mencintai dan tak mau kehilangan Anda. Lagi-lagi, kuncinya adalah bersabar. Sebaiknya, Anda juga sudah mengetahui sifatnya ini sejak sebelum menikah. Sehingga, ketika Anda memasuki kehidupan berumahtangga, Anda tak kaget, atau Anda bisa “bernegosiasi”.

Tak ada salahnya mengingatkan suami supaya tidak berlebihan. Yakinkan dia bahwa Anda mencintai dia dan tidak melakukan hal-hal di luar batas.

Si Pendiam
Suami tipe ini cenderung diam dan acuh pada istri. Ia hanya berbicara dan berkomunikasi seperlunya. Selebihnya, ia akan menghadapi semua persoalan dengan datar-datar saja. Tentu, yang seringkali repot adalah Anda sebagai istrinya karena tidak tahu apa yang dimaui dan dimaksud oleh si suami. Namun, segi positifnya, Anda tak direcoki oleh omelan atau pengawasan suami yang berlebihan. Diam juga belum tentu berarti tak cinta.

Kuncinya, Andalah yang harus aktif dan memulai komunikasi. Katakan bahwa Anda akan lebih nyaman seandainya ia bisa sedikit lebih terbuka. Sampaikan bahwa dengan sifat pendiamnya, bisa-bisa terjadi salah paham.

Si Pemarah
Biasanya ia memiliki temperamen yang tinggidan sumbu emosi yang pendek sehingga Anda harus waspada. Umumnya, tipe pemarah sulit mengendalikan diri. Jadi, sebaiknya Anda bersikap mengalah untuk menghindari konflik yang bisa muncul.

Selain bersabar dan berkepala dingin, apalagi jika Anda tahu dari dulu bawaannya seperti ini, Anda harus mampu meredam diri, dan tidak terbawa emosi. Biarkan ia berbicara sepuasnya. Setelah ia agak tenang, barulah Anda bisa menyampaikan keberatan. Jika Anda mampu menyampaikannya dengan baik, suami pun pasti akan mencoba mengubah sifat pemarahnya.

Si “Unromantic”
Suami yang tidak romantis bukan berarti ia tidak cinta Anda. Bisa jadi, ia tidak terbiasa atau memang tidak begitu mementingkan hal-hal seperti itu. Biasanya, ia akan lebih fokus pada hal-hal lain, misalnya bagaimana cara mengatur keuangan, bagaimana mencari uang tambahan, dan sebagainya. Itu sisi baiknya.

Satu-satunya cara menghadapi suami seperti ini adalah Anda yang harus memulai bersikap romantis. Sesekali, beri ia kejutan. Sesekali, mintalah waktu untuk berduaan saja. Tak ada salahnya melakukan perjalanan berdua setiap akhir tahun.

(Hasto Prianggoro/Tabloid Nova)

Editor: NF


Jurus Ampuh Ciptakan Sensasi Bercinta

VIVAnews - Hubungan mesra dan hangat di awal pernikahan bisa berubah menjadi tawar seiring berjalannya waktu. Itulah mengapa berbagai trik diperlukan untuk menjaga gairah pasangan pasangan tetap menggebu.

Psikolog Stella Resnick, PhD, sekaligus penulis ‘The Pleasure Zone’ memaparkan beberapa  jurus ampuh untuk menciptakan sensasi bercinta, seperti dikutip dari laman Cosmopolitan.

Kaos fantasi
Naikkan libido pasangan dengan godaan busana seksi. Tidak harus dengan lingerie berenda, Anda bisa menggoda pasangan dengan tank top atau kaus putih tipis yang tidak sengaja basah sehingga membentuk siluet tubuh.

Dengan kostum semacam itu, pasangan pasti tanggap untuk segera meresponsnya. “Pakaian menciptakan erotisme dan misteri. Lekuk tubuh akan terbentuk dan menampilkan Anda dalam bentuk feminin dan menggoda,” kata Resnick.

Matikan AC
Keringat memiliki efek menyegarkan bagi kehidupan seksual. “Saat berkeringat, pasangan akan tertarik pada feromon yang diekskresikan kulit,” kata psikiater Alan Hirsch, dari Research Foundation di Chicago. Feromon berfungsi menambah gairah asamara pasangan.

Matikan AC dan perlahan pijat pasangan. Lakukan gerakan memijat disertai sentuhan lembut dan hembusan napas ke bagian sensitif. Anda berdua mungkin tidak akan menyelesaikan sesi pijat, dan segera meluncur ke ‘pergulatan’ sensasional.

Membuai ‘titik panas’
Sebuah kejutan dingin di bagian kulit akan meningkatkan gairah dan memberi kenikmatan berbeda.

Gunakan botol sprai untuk menyemprot air es ke kulit pasangan demi memicu respons lebih intens. Bagian dada, belakang leher, paha dalam, tulang selangka, atau bagian belakang lutut Anda adalah bagian yang paling manjur sebagai ‘titik panas’.

Nyalakan bara
Es krim dan buah segar mampu membuat sensasi segar dan menggairahkan. Selingi kegiatan saling menyuap camilan dingin dan tinggalkan jejak di tubuhnya. Tak akan butuh waktu lama untuk membuatnya ‘menyala’.

Nikmati suasana
Jangan tergesa-gesa menyalakan AC usai berhubungan intim. Biarkan tubuh tetap hangat dan nikmati pos-orgasmic dalam tubuh. Bila Anda langsung menyalakan AC atau mandi air dingin, tubuh akan syok dan segera terbangun dari pascaklimaks. Sebaiknya, nikmati dan mengobrol santai dengan pasangan sebagai afterplay.

• VIVAnews


Next Page »

49 queries