ANAK ANDA SUSAH MAKAN? Klik Disini untuk Solusinya!
Powered by MaxBlogPress 


Ciri Lingkungan Kerja Tidak Sehat

VIVAnews – Bagaimana lingkungan kerja saat ini? Setiap orang tentu ingin memiliki lingkungan kerja yang sehat dan menyenangkan, sehingga karier tumbuh dan berkembang dengan baik.

Namun, tak jarang keinginan tinggal keinginan, sementara jika ingin pindah kerja, belum ada perusahaan bisa menerima dalam waktu dekat. Akibatnya, Anda jadi stres.

Sebelum Anda mengalami ‘mimpi buruk’ seperti ini, berikut merupakan ciri-ciri lingkungan kerja yang tidak sehat. Jika apa yang dipaparkan di bawah ini ada dalam lingkungan kerja Anda, Anda dapat mengantisipasinya sejak dini.

1. Dilarang multitasking
Biasanya perusahaan sehat sangat senang jika karyawannya produktif dan mau berbuat lebih dari sekadar yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya. Perusahaan tidak sehat sebaliknya, tak suka pada karyawan ‘serba bisa’. Biasanya hal ini terjadi, karena khawatir karyawan itu mengetahui hal-hal yang tidak seharusnya diketahui. Jadi, perusahaan memberikan tugas-tugas bersifat khusus dan terpisah-pisah bagi karyawannya agar mudah dikontrol.

2. Rapat tidak efektif
Rapat semestinya merupakan ajang untuk saling berbagi ide, data, dan tujuan yang jelas untuk kemajuan perusahaan. Namun, dalam lingkungan kerja tidak sehat, rapat hanya menjadi ajang untuk saling menyalahkan, memojokkan, dengan disertai hitungan-hitungan matematika memusingkan, dan metafora-metafora klise.

3. Beban kerja tak menentu
Di lingkungan kerja sehat, antara beban kerja dan hasil yang didapat biasanya seimbang. Namun, di lingkungan kerja tidak sehat, ada karyawan yang dibebani pekerjaan yang menumpuk, tapi ada juga yang dibiarkan lebih banyak ongkang-ongkang kaki.

Namun, bisa juga pada suatu ketika pekerjaan begitu melimpah sehingga tidak tertangani, tapi di saat lain justru tak ada sama sekali, sehingga karyawan mengalami disfungsional. Ini mungkin terjadi karena atasan tidak mampu mengelola manajemen dengan baik, tidak tahu tugas dan fungsi Anda, atau mereka memang tidak peduli.

4. Kebijakan overlaping
Penanganan pekerjaan yang baik adalah jika antara tugas dengan instruksi yang diberikan paralel dan dapat diselesaikan satu per satu. Namun, di lingkungan kerja tidak sehat, seringkali terjadi ketika satu pekerjaan belum selesai, sudah ada instruksi baru, memo baru, kebijakan baru, yang ada kalanya saling bertentangan. Namun, Anda dilarang bertanya atau mengeluh.

5. Target tidak realistis
Penetapan target yang baik adalah yang sesuai dengan kapasitas dan kondisi terkini, namun di lingkungan kerja yang tidak sehat, target dibuat bertentangan dengan prinsip tersebut sehingga terkesan terlalu di awang-awang dan tidak realistis.

Selamat mencoba, karena hasil akhir yang berkualitas dimulai dengan implementasi yang berkualitas (Quality Implementation /QI).

Diasuh oleh:

Kevin WuKevin Wu, Managing Director CoreAction Result Consulting, telah membantu beberapa perusahaan di tanah air melipatgandakan hasil hanya dalam waktu yang relatif singkat dengan metode management yang simple dan aplikatif. Tidak berlebihan jika banyak pihak yang menyebutnya sebagai “Result Consultant”.
Info lebih lengkap silahkan klik www.thecoreaction.com, www.qi-leadership.com atau email info@thecoreaction.com

 

Baca juga: Profesi Teraneh di Dunia

 

• VIVAnews

Jangan ‘Menabung’ Stres

VIVAnews – Setiap orang pasti memiliki tekanan dalam kehidupannya. Banyaknya tekanan dalam hidup terkadang bisa menimbulkan stres.

Emosi meningkat, kehilangan nafsu makan, atau bahkan nafsu makan bertambah, bisa menjadi tanda Anda sedang mengalami stres. Jangan biarkan keadaan ini terus merusak hari-hari Anda. Segera konsultasikan kepada psikolog atau tenangkan diri dengan berlibur ke tempat favorit.

Agar tak terjebak dalam stres, Anda perlu tahu, beberapa sinyal bahwa Anda sedang mengalami tekanan hebat. Seperti dikutip dari laman Modernmom.com, berikut tanda-tanda stres:
     
Berjalan dengan pandangan kosong
Saat seseorang merasa tertekan, seringkali terlihat sedang berjalan tanpa pandangan alias dengan pikiran kosong. Gejala seperti ini bisa menunjukkan sinyal stres.

Stres bisa terjadi akibat mengurus anak, tuntutan karier, tekanan keuangan, atau bahkan karena terjebak macet dan terlambat datang rapat. Tapi, kunci dari semua ini, adalah bagaimana Anda menghadapinya. Untuk meredamnya, cobalah berolahraga teratur dan menjalani pola makan sehat.

Mengingat kenangan buruk
Pernah merasa terpuruk dan merasa takut keterpurukan kembali pada Anda juga bisa menandakan Anda sedang dikepung tekanan hebat. Jika Anda pernah bangkrut dalam bisnis, dan saat berhasil membangun kesuksesan, ada perasaan takut bangkrut, bisa jadi Anda sedang stres. Cobalah selalu berpikir positif dan optimis bisa membawa Anda pergi jauh dari keterpurukan.

Jatuh Sakit
Terlalu banyaknya pikiran, juga bisa membuat kondisi kesehatan drop. Akibat stres, banyak penyakit yang mungkin timbul. Hati-hati, jika Anda terlalu banyak berpikir keras, tubuh akan rentan penyakit.

Sakit kepala di akhir pekan
Ketika Anda tiba-tiba berusaha menurunkan tingkat stres saat Jumat malam, hal ini justru bisa menimbulkan migrain. Jadi, jika Anda masih mengalami di akhir pekan, di saat Anda libur, ini bisa menjadi pertanda, dalam satu pekan beban berat menempel pada pikiran Anda. Jangan sepelekan, kondisi ini melemahkan kondisi fisik. Usahakan untuk melupakan pekerjaan selama akhir pekan.

Kram
Tahukah Anda, jika stres, Anda akan berisiko dua kali lebih mungkin menderita kram. Apalagi saat Anda tengah menjalani masa haid, kram bisa datang lebih menyakitkan dari biasanya.

Sering Terbangun Tengah malam
Bila stres, Anda mungkin akan lebih sering terbangun di malam hari. Tidur menjadi gelisah bahkan seringkali mengalami mimpi buruk. Ini juga merupakan salah satu tanda Anda sedang stres.

Sakit Gigi
Hormon stres, kortisol dapat merusak sistem kekebalan tubuh sehingga memungkinkan bakteri menyerang gusi Anda.

Jerawatan
Stres menyebabkan peradangan yang mengarah pada jerawat. Nah, jika Anda sudah berbagai cara untuk mengatasi jerawat tapi tak berhasil, cobalah redam stres Anda. Siapa tahu, stres hilang, jerawat pun hilang.

Kulit gatal
Stres mengaktifkan serabut saraf menyebabkan sensasi gatal. Jadi jika Anda sudah memiliki kondisi kulit yang mendasari seperti dermatitis, psoriasis atau eksim, stres dapat memperburuk itu. kulit gatal adalah petunjuk tingkat stres seseorang. Bahkan stres juga bisa memicu alergi, karena hormon stres dapat merangsang produksi IgE, protein darah yang menyebabkan reaksi alergi.

Nyeri perut
Kecemasan dan stres pasti dapat menyebabkan sakit perut secara bersamaan. Tak hanya itu saat stres secara bersamaan Anda juga bisa diserang sakit punggung, sakit kepala dan insomnia. Satu studi menemukan bahwa pria dan wanita mengalami tingkat stres yang tinggi lebih dari tiga kali lebih besar untuk menderita sakit perut.

• VIVAnews

6 Cara Memaksimalkan Penggunaan Ponsel


KOMPAS.com – Telepon genggam Anda seakan seperti menempel pada tangan Anda. Tak pernah bisa lepas dari keseharian. Saat sekarang ini, sepertinya sulit untuk bisa terlepas dari ponsel. Memang, telepon seluler adalah alat yang sangat baik untuk mendorong produktivitas personal. Alat kecil yang bisa menghubungkan Anda dengan orang lain yang berada di tempat nun jauh. Tak hanya lewat suara, tapi juga lewat teks dan gambar. Penggunaan telepon selular yang efektif bisa menambah kegunaan bisnis, namun kebiasaan yang salah justru bisa menjadi jebakan. Ikuti 6 aturan dasar berikutini dan Anda akan bisa menikmati manfaat teknologi sambil menghindari lubangnya:

Aturan 1: Kontrol telepon Anda
Jangan menjadi orang yang kompulsif dengan menjawab setiap telepon yang masuk setiap waktu, dan di mana pun. Nonaktifkan atau buat dalam profil sunyi ketika Anda sedang menjalani waktu berkualitas dengan orang terdekat agar bisa terus menjaga keseimbangan kehidupan personal. Gunakan voice mail jika memang perlu, dan telepon kembali telepon yang terlewat tersebut dalam waktu yang lebih tepat.

Aturan 2: Fokus pada pelanggan yang datang secara personal

Ketika Anda sedang bersama pelanggan, kolega, atau bahkan teman, berikanlah perhatian penuh kepada mereka. Hindari menjawab telepon atau pesan-pesan Twitter saat sedang bersama mereka. Jangan biarkan presentasi Anda kepada pelanggan terhenti hanya karena ada telepon masuk ke dalam ponsel Anda. Ingatlah, orang yang sedang bertatap muka dengan Anda adalah pelanggan penting saat itu. Jika Anda membiarkan terjadi interupsi, akan mengirimkan pesan yang salah kepadanya. Matikan telepon dan dengar baik-baik orang yang berada di seberang meja Anda.

Aturan 3: Rapat bisnis
Jangan biarkan ada telepon yang mengganggu merusak rapat Anda. Jika rapat itu penting untuk masuk ke dalam jadwal Anda, berarti sudah pasti orang yang datang juga adalah orang-orang yang penting. Interupsi bisa merusak aliran rapat yang produktif, membuang waktu, dan membuat orang yang ada dalam rapat kehilangan konsentrasinya.

Aturan 4: Kontrol biaya
Bahkan perencanaan waktu menelepon pun bisa membuat Anda boros keuangan. Saat ini sudah banyak promo-promo gratis menelepon di jam-jam tertentu. Cobalah untuk menargetkan waktu menelepon Anda. Tak perlu harus menggunakan penawaran telepon tersebut hanya karena memang ada penawaran. Jika memang ada yang harus didiskusikan, tak masalah untuk menelepon jika memang bisa. Jika Anda menggunakan jam gratis, bukan berarti menelepon di jam segitu akan cukup produktif bagi orang yang menerima telepon. Hindari penggunaan telepon yang tak penting.

Aturan 5: Lakukan satu per satu
Jangan mencoba melakukan banyak hal sambil menelepon, apalagi sambil menyetir. Ketika Anda menelepon sambil menyetir, Anda tak memberikan perhatian penuh kepada orang yang menelepon Anda, siapa pun itu. Bayangkan Anda sedang menelepon lalu tiba-tiba ada motor yang menerobos jalan Anda, tidakkah refleks Anda akan berkurang karena tidak fokus?

Aturan 6: Buat sepribadi mungkin
Ketika Anda menerima telepon di tempat umum, semua orang dalam jarak yang cukup untuk mendengar akan mencoba mendengarkan perkataan Anda. Lebih parahnya, beberapa pengguna telepon merasa mereka harus berteriak agar orang yang di ujung telepon sana bisa mendengarnya. Bagaimana pun, bicara di telepon genggam dengan nada suara yang tinggi saat berada di tempat publik, seperti di bus, restoran, bioskop, dan lainnya. Jika Anda memang harus menerima telepon penting di tempat umum, minta izin ke orang yang sedang bersama Anda, dan pergilah ke lokasi yang lebih sepi.

Bagaimana menurut Anda? Ada lagi aturan yang patut diketahui orang lain seputar penggunaan telepon genggam?

NAD

Editor: NF

Sumber: powertochange

18 queries