Agar Anak Doyan Makan
“Anak Susah Makan” adalah masalah yang sering muncul dikalangan para ibu seperti saya. Kita sudah menyediakan aneka camilan sehat, eh Anak lebih suka jajan sembarangan, makan nasi aja kayak disuruh minum obat…pada geleng-geleng mulu. Kadang kondisi ini malah bikin para ibu senewen sendiri. Yuk bunda, agar senewennya tidak berkelanjutan baca tips dibawah ini ya :
- Ciptakan Suasana Ceria Saat Makan. Suasana juga mempengaruhi nafsu makan anak. Sambil diajak bermain dan bercanda, anak cenderung bisa menghabiskan makanan di piring mereka.
- Libatkan anak dalam memasak makanannya. Misalkan ibu ingin membuat nasi goreng untuk si kecil, mintalah anak untuk sekedar menyiapkan hiasan nasi gorengnya, dan ajaklah dia menghias nasi gorengnya sendiri. atau disaat ibu memasak camilan sore seperti donat, biarkan dia menaburkan meses warna warni diatas donas mereka.
- Variasi Makanan. Sebagai ibu, harus sering mencoba resep-resep baru dan trik-trik untuk menyembunyikan bahan makanan yang tidak disukai anak. misal anak tidak suka bayam, ibu bisa memblender bayam dan dimasukan ke adoman saat membuat nugget.
Nah, selamat mencoba.
Nikmatnya Nasi Bambu Dago
TEMPO Interaktif, BANDUNG - Kalau Sumatera Barat punya panganan khas ketan campur santan dalam bambu dan digarang bara bernama lemang, Jawa Barat, ternyata tak kalah kreasi. Coba saja tengok kedai Doremiebaksol di Jalan Ir. H. Juanda – atau yang biasa dikenal dengan kawasan Dago – No. 347, Bandung.
Di sini ada Nasi Bambu. Dari namanya, mungkin sudah sedikit terbayang tentang menu ini. Nasi ada dalam bambu. Ya, memang tidak salah.
Apa yang membedakannya dengan lemang? Kalau bicara soal bahan dasarnya, tentu sudah berbeda karena dari namanya saja sudah jelas nasi alias beras yang diolah, bukan ketan.
Jadi begini, “Nasi yang dimatangkan terlebih dahulu diberi bumbu rahasia,” jelas Wariah, koki yang membuat menu ini, ketika ditemui Tempo di kedai Doremiebaksol, Senin, 26 Juli 2010. Kemudian ditambah dengan teri medan yang telah digoreng. Tak lupa disisipi pula daun kemangi.
Campuran nasi dan bahan penggugah aroma serta rasa itu lalu dibungkus daun pisang. Bentuknya seperti tabung, disesuaikan dengan rongga dalam bambu. Selesai dibalut daun pisang, lantas di masukkan ke dalam bambu sepanjang kira-kira 15 sentimeter. Terus dikukus.
Bambu yang digunakan merupakan jenis bambu bitung. Mengapa? Supaya ukurannya pas dengan tampilan porsi dan daya serap aroma bambu untuk si nasi. Tidak seperti bambu gombong yang diameternya sekitar 15 cm, “Bambu bitung ini paling pas ukurannya untuk porsi nasi bambu,” kata Wari, sebutan akrab Wariah.
Nasi lebih nikmat kalau disajikan hangat. Keluar dari kukusan, lebih baik jangan lama-lama dianggurkan nanti keburu dingin. Kalau begini, tentunya mengurangi wangi daun pisang dan si bambu.
Tempo diberi sedikit bocoran kiat sederhana dari Wari, daun pisang yang agak kekuningan memiliki aroma yang lebih santer dibandingkan dengan daun pisang yang masih hijau. “Tapi, karena ini tampilan Nasi Bambu memang warnanya jadi kekuning-kuningan, terkesan seperti nasi lama,” ujar ibu lima anak ini yang mendapat resep Nasi Bambu dari seorang pengusaha kafe di Bandung.
Pilihan campuran nasi, kata Wari, sebenarnya tidak hanya teri medan yang disediakan. “Untuk paket Nasi Bambu pesanan – semacam katering – ada juga yang pakai campuran ati-ampela,” tuturnya sambil melanjutkan, “Biasanya yang pesan pilihan ini karyawan atau ibu-ibu yang mengadakan pertemuan. Rata-rata setiap pesan sampai 50 paket.”
Nasi Bambu dan kawan-kawan disantap dengan sambal terasi. Sambal terasi di kedai ini tidak menonjolkan cita rasa pedas gila-gilaan. “Kalau sambal paket biasa yang disediakan memang tidak dibikin terlalu pedas, kecuali ada pesanan,” kata ibu kelahiran Bandung, 15 Desember 1968 ini.
Satu paket Nasi Bambu ditarif sekitar Rp 10.000 sampai Rp 11.000-an saja. Tergantung teman nasi. Teman nasi bisa dipilih lauknya, lauk pertama dan lauk kedua. Lauk pertama seperti gepuk, soto, pepes ayam, ayam goreng, ayam goreng bumbu balado kacang (bumbu Bali), dan ayam balado cabai hijau. Lauk kedua di antaranya tempe goreng, tahu goreng, perkedel jagung, dan perkedel cabai. “Yang paling banyak dipesan itu yang lauk ayam goreng,” kata Wari.
Kalau perkedel cabai ternyata baru meluncur tampil meramaikan menu di Doremiebaksol. Menu ini semacam kentang yang dihancurkan diberi bumbu perkedel dan daun bawang kemudian disisipkan di dalam cabai merah geluntungan. Lantas digoreng.
Syahdan yang mencicipi Nasi Bambu dengan teman pepes ayam dan perkedel cabai berkomentar, “Menu ini sebenarnya gaya desa sekali, tapi jadi menarik dikemas begini.” Jadi yang terlanjur terjebak rutinitas kota, tiba-tiba ingin masakan desa mending langsung meluncur ke kedai di Dago ini ya.
Doremiebaksol yang berdiri sejak 1 Februari 2010 ini buka setiap hari. Minggu sampai Kamis buka pukul 10.00-21.00 WIB, sedangkan Jumat dan Sabtu dimulai pukul 10.00-22.00 WIB. Aneka modifikasi bakso juga tersedia di sini, seperti Bakso Cabe di antaranya.
GILANG MUSTIKA RAMDANI
Mengolah Ikan Tanpa Mengurangi Nutrisinya
KOMPAS.com – Kandungan protein dalam ikan segar seperti salmon dibutuhkan tubuh, terutama untuk anak agar tumbuh berkembang lebih optimal. Asupan protein dibutuhkan 15-20 persen per harinya, dan komposisi ini juga berlaku untuk orang dewasa.
Mengenali sumber makanan, manfaat dan variasinya, bagi juru masak dan pakar kuliner sehat Chef Edwin Lau bahkan ada di urutan pertama dalam hal masak-memasak. Setelahnya, lakukan teknik memasak yang sehat tanpa tanpa digoreng dan dibakar. Lalu kreativitas akan membuat variasi makanan makin kaya.
Sayangnya, pengolahan sumber makanan dengan cara tertentu bisa menghilangkan kandungan gizinya. Untuk itu Edwin berbagi resep bagaimana mengolah ikan, agar kandungan gizi di dalamnya tidak hilang karena keliru memasaknya.
1. Makan mentah
Memakan ikan segar mentah lebih bernutrisi daripada dimasak, apalagi digoreng kering. Namun jangan sembarangan memilih ikan segar. Sebaiknya lengkapi pengetahuan memasak dengan berbagai informasi seputar bahan makanan. Termasuk cara beternaknya, dalam hal ini ikan misalnya. Lebih baik pilih ikan yang diternak secara organik.
2. Baiknya dipepes daripada digoreng
Menggoreng ikan dalam suhu tinggi atau membakar/memanggangnya di atas arang membuat nilai gizi pada ikan berkurang, bahkan hilang. Asap pada ikan bakar misalnya, berpengaruh terhadap penyerapan gizi atau nutrisi ikan itu sendiri. Sebaiknya pepes ikan agar kandungan protein terserap tubuh lebih optimal.
3. Daripada digoreng kering, lebih baik ditumis
Menggoreng kering akan menghilangkan nutrisi pada ikan. Selain itu, menggoreng dengan minyak dengan suhu tinggi akan mengubah lemak PUFA (yang juga terkandung dalam ikan) menjadi lemak SAFA (lemak jenuh) yang berbahaya bagi tubuh dan sumber berbagai penyakit. Sebaiknya memasak ikan sebagai tumisan dengan api kecil dan tidak direndam minyak.
4. Jangan langsung bersentuhan dengan alat masak
Jikapun ingin menggoreng ikan, lapisi ikan dengan tepung roti untuk menyerap minyak. Dengan demikian ikan tidak langsung bersentuhan dengan alat masak ataupun minyak goreng.
C1-10
Editor: din
Gairah Tetap Menggebu Bagi Pasangan Sibuk
VIVAnews – Setelah seharian aktif bekerja di kantor seringkali membuat kita merasa sudah tak lagi punya daya maupun kemauan untuk berhubungan intim dengan pasangan. Akibatnya, suami atau istri tercinta bisa merasa tersinggung.
Bisa jadi tidur bersama tak lagi hangat oleh pelukan mesra, melainkan saling beradu punggung atau bahkan bisa berakhir dengan pisah ranjang.
Tak mau kan merasakan situasi demikian? Kuncinya adalah mengatur jadwal bercinta. Menurut pakar seks dan penulis buku “Sex in Marriage: Better Sex in Marriage.”, Christopher J. Gearon, membuat jadwal hubungan intim dengan suami atau istri merupakan elemen penting bagi kelanggengan perkawinan.
Praktekkan resep bercinta berikut ini agar hasrat bercinta Anda dan pasangan terus menyala, seperti dikutip About.com.
- Jangan sungkan-sungkan ungkapkan perasaan dan ide-ide Anda mengenai hubungan seks secara mesra, termasuk mengusulkan variasi jam untuk memulai bercinta. Tentu harus disesuaikan dengan jam pulang kerja agar kondisi fisik bisa siap.
- Jangan terjebak ke dalam perangkap pemikiran bahwa membuat jadwal hubungan intim lama-lama bisa bikin bosan.
- Jangan egois! Hargai juga jadwal kerja atau keseharian pasangan. Namun, pastikan jadwal beraksi ‘nakal’ bisa pas satu sama lain sedikitnya dua kali sepekan.
- Kalau sudah punya anak, lihat juga jadwal kegiatan Anda dan atau pasangan dengan si buah hati.
- Jangan sengaja buat jadwal yang Anda atau pasangan tahu bakal tidak bisa dipenuhi karena ada kegiatan penting.
- Kalau bisa, cobalah sebulan sekali berduaan di rumah atau di tempat lain tanpa anak-anak. Metode ‘one-night stand‘ ini baik bagi kelangsungan perkawinan Anda dengan pasangan.
• VIVAnews
Sensasi Tujuh Rasa Sukiyaki
TEMPO Interaktif, Irisan tipis daging sapi mentah dari Australia tersaji dalam tumpukan piring-piring putih bersama jamur enoki, udon, soba, dan sayuran segar. Tujuh buah mangkuk bumbu berisi telur ayam kampung mentah, kimchi, bawang bombay, cuka, keju mozzarella, garam dan merica, serta bir hitam memenuhi meja. Ada juga semangkuk nasi plus mangkuk kosong untuk menikmati hidangan nantinya.
Sebuah panci berisi kuah kaldu dan cuka sedang dipanaskan di kompor kecil di tengah meja. Sembari menunggu panci mendidih, si pelayan menjelaskan cara menikmati Sukiyaki Tujuh Rasa, menu andalan rumah makan Ski Ya di lantai tiga Mal Taman Anggrek, Jakarta. Tempo mencoba menikmati setiap rasa dari sukiyaki ini, beberapa waktu yang lalu.
Rasa pertama adalah sukiyaki rasa telur mentah. Mulanya, daging iris mentah dicelupkan pada kuah di panci yang sedang dipanaskan. Dalam sekejap, daging itu matang. Si pelayan mengangkatnya, lalu mencelupkannya dalam mangkuk berisi telur ayam kampung mentah yang dikocok merata. Ia mengangkatnya kembali dan menghidangkannya di mangkuk kosong.
Awalnya, Tempo ragu untuk mencicipinya karena tak pernah makan telur mentah sebelumnya. Hmmm, ternyata tidak seseram yang dibayangkan. Daging tipis dan empuk itu terasa lezat. Telur ayam kampung mentah itu tidak amis dan terasa setengah matang. Padanan daging berkuah kaldu dengan kocokan telur ayam tersebut terasa pas.
Ini adalah resep dan rasa asli sukiyaki asal Negeri Sakura. Selanjutnya, si pelayan mengajarkan cara menikmati sukiyaki dengan enam rasa lainnya: rasa lemon, bir hitam, garam merica, kimchi, bawang bombay, dan rasa keju mozzarella.
Untuk menikmati sukiyaki rasa cuka lemon, bir hitam, dan garam merica, caranya sama. Kita hanya perlu mencelupkan daging sapi ke panci berisi kuah panas hingga matang, lalu mengangkatnya. Mencelupkan daging itu ke dalam bir hitam, cuka lemon, atau garam dan merica sebelum mencicipinya. Rasanya unik, namun tak selezat sukiyaki asli rasa telur itu.
Untuk sukiyaki rasa kimchi dan bawang bombay, cara memasaknya sedikit berbeda. Setelah daging sapi matang dalam panci, kemudian diletakkan di atas mangkuk hidang. Potongan kimchi atau bawang bombay dibubuhkan di atasnya dan digulung seperti roll sebelum dimakan. Kimchi adalah masakan tradisional Korea berupa sawi dan lobak hasil fermentasi yang diberi bumbu asam pedas.
Yang paling menarik adalah sukiyaki rasa keju mozzarella. Cara memasaknya berbeda. Keju mozzarella digulung dalam irisan daging sapi, lalu dicelupkan ke dalam panci berair panas. Setelah matang, bisa dicicipi. Daging empuk dengan lelehan keju mozzarella itu enak sekali. “Sukiyaki rasa keju dan telur adalah yang paling digemari pelanggan,” kata Untung Widjaja, Manajer Rumah Makan Ski Ya.
Rumah makan yang dibuka pada April lalu itu menambah panjang jajaran rumah makan Jepang fusion di Jakarta. Disebut Japan fusion karena rumah makan ini tak menyediakan masakan asli Negeri Sakura, melainkan mengembangkan menu Jepang dengan cita rasa khas negara Asia lainnya. Contohnya ada kimchi asal Korea dalam sajiannya.
Cara menikmati sukiyaki tujuh rasa itu juga berbeda. “Karena menggabungkan cara masak sukiyaki dan shabu-shabu,” kata Untung. Dalam menikmatinya, pelanggan juga bisa mengganti irisan daging sapi dengan daging domba premium asal Australia atau ayam fillet. Ia mengaku akan mengembangkan rasa sukiyakinya dengan lebih banyak rasa.
Ski Ya—dari kata ski yang diambil dari kata sukiyaki (rasa senang) dan ya (rumah)–juga menawarkan konsep buffet (all you can eat). Untuk hidangan pembuka, ada kacang-kacangan, sumpia atau ginseng, dan menu utama Sukiyaki Tujuh Rasa. Adapun hidangan penutup berupa buah, puding, dan es krim, hingga minuman blackcurrant atau ocha (teh jepang).
Untung menjelaskan pula bahwa jamur enoki, udon, soba, dan sayuran segar yang digunakan dalam masakan ini mengimbangi protein hewani dalam daging sukiyaki. Selain itu, “Kami menggunakan kuah kaldu herbal yang dapat melarutkan lemak dalam daging.” Tapi Untung menolak menjelaskan kandungan kaldu herbal itu. “Itu rahasia.”
Namun, bila Anda warga negara Indonesia, yang terbiasa menggunakan sendok-garpu, datang dalam keadaan sangat lapar, Anda mungkin akan merasa direpotkan oleh keseluruhan proses mengolah daging sukiyaki. Mencelupkan, menggulung, mencelupkan lagi ke berbagai mangkuk dengan sumpit kayu sebelum menyantap sajian ini.
Perlu diingat bahwa pelayan hanya mengajarkan cara memasak dan menikmati hidangan satu kali saja. Jadi, bila Anda tak terampil menggunakan sumpit kayu, dan perut keroncongan, akan memakan waktu lama sampai Anda merasa kenyang.
l AMANDRA MUSTIKA MEGARANI







