Panduan Menu Makanan Bayi s/d Balita
Powered by MaxBlogPress 

[X]


8 Tanda Pria Punya Masa Depan Cerah

KOMPAS.com — Apa yang Anda lihat ketika memilih pasangan? Pria yang berasal dari keluarga kaya dan terpandang? Jika tujuan hubungan Anda hanya saat ini, mungkin itu cukup. Namun, bila yang Anda cari adalah hubungan yang serius hingga ke pernikahan, ada kriteria lain yang sebaiknya Anda lihat, yaitu potensi kesuksesan dia.

1. Punya tujuan hidup
Ketika Anda bertanya apa tujuan hidupnya, ia akan menjelaskan secara rinci kepada Anda rencana jangka pendek dan menengahnya, apa yang ingin ia lakukan setahun mendatang, lima tahun, dan seterusnya.

Bahkan, ia menyiapkan rencana cadangan untuk mengantisipasi kegagalan. Tidak hanya menjawab, “Kita lihat saja nanti, jalani saja hidup ini seperti air mengalir.”

2. Mandiri
Ia tidak bergantung pada orang lain dan mengandalkan kemampuan sendiri dalam hal apa pun. Misalnya, sejak awal mula bekerja, ia menanggung sendiri biaya hidupnya tanpa bantuan orangtuanya. Pria seperti ini menunjukkan bahwa ia bertanggung jawab atas hidupnya dan hidup orang yang ia sayangi. Si dia juga tak pernah mengeluh mengenai pekerjaannya. Karena ia sadar, untuk mencapai kesuksesan, tentu dibutuhkan usaha dan kerja keras.

3. Hobi menolong
Anda tentu pernah mendengar ungkapan semakin banyak memberi, akan semakin banyak menerima. Percaya atau tidak, ungkapan ini memang ada benarnya. Jadi, bila pasangan termasuk pria yang ringan tangan membantu orang lain, Anda perlu berbangga hati mendukungnya. Sebab, ini akan menjadi bekal atau tabungan untuk menuju kesuksesannya di masa depan. Siapa tahu seseorang yang ia bantu saat ini berperan penting dalam kariernya di kemudian hari.

4. Bersahabat dan berwawasan
Sikapnya yang bersahabat ditambah dengan wawasan luasnya biasanya akan mudah mengambil hati banyak orang, termasuk saat melobi orang-orang penting yang berkaitan dengan kariernya. Pengetahuannya tentang berbagai hal termasuk berita-berita terkini akan membuat orang lain merasa nyaman berdiskusi dengannya. Semakin banyak orang tertarik padanya, semakin luas juga networking-nya. Kalau sudah begini, Anda tak perlu khawatir dengan kualitas diri yang dimiliki si dia, kesuksesan pun akan segera menghampiri.

5. “Family man
Pria yang bertanggung jawab dan menyayangi keluarganya biasanya adalah pria yang juga memerhatikan perkembangan kariernya. Ia akan selalu termotivasi meningkatkan karier lebih baik lagi untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Selain itu, pria tipe ini cenderung setia pada pasangannya sehingga ia bisa menyeimbangkan waktu dan pikirannya untuk Anda dan pekerjaannya.

6. Memiliki investasi
Saat ini gaji si dia tak bisa dibilang besar? Tak perlu khawatir selama ia bisa mengatur pendapatannya dan tak selalu kehabisan uang di tengah bulan. Apalagi bila ia termasuk orang yang jeli melihat peluang bisnis. Tak perlu terlalu besar, berangkat dari bisnis kecil-kecilan pun bisa mengantarkannya menjadi pengusaha sukses. Dukung sepenuhnya ketika dia memiliki keinginan untuk mencicil rumah atau berinvestasi dalam bentuk lain, seperti saham atau reksa dana. Karena ini menunjukkan si dia sangat memikirkan masa depan.

7. Realistis dan lurus
Meskipun si dia bersemangat meraih mimpinya, tetap amati bagaimana usahanya meraih impian, jangan sampai si dia menghalalkan berbagai cara yang justru bisa menghancurkan masa depannya. Ingatkan untuk tetap realistis dengan kemampuan  yang dimilikinya. Bila si dia ahli dalam bidang teknologi informatika, ia tak perlu memaksakan diri untuk menjadi seorang public relations karena tertarik melihat temannya yang sukses di bidang tersebut. Masing-masing orang kan memiliki kelebihan yang berbeda-beda.

8. Optimistis dan positif
Ia sangat tahu apa yang menjadi kelebihan dan kekurangannya sehingga ia selalu percaya diri saat berinteraksi dengan orang lain ataupun ketika diberikan tanggung jawab baru. Ia hampir tak pernah berkata “tidak bisa” atau “malas deh melakukannya”. Ia selalu berpikir positif dan optimistis bahwa setiap tantangan yang datang pasti ada solusinya. Selain itu, ia juga terbiasa fokus dalam melakukan sesuatu sehingga tak cepat menyerah saat mengalami kegagalan.

(Majalah Chic/Bestari Kumala Dewi)

Editor: NF


Menjadi Trendsetter dengan Jeli Melihat Perubahan

KOMPAS.com – Mengembangkan bisnis tak melulu harus berpatokan pada tren yang sudah ada, termasuk tren desain produk. Bahkan pebisnis harus lebih kreatif melihat peluang dan memprediksi masa depan dengan lebih jeli mengenali perubahan. Perubahan pola pikir dan gaya hidup masyarakat menjadi tolok ukurnya.

Irvan A. Noe’man, Executive Director Yayasan Sentra Kreatif memaparkan prediksi tren desain pada 2011, dengan melihat empat karakter gaya hidup di masa mendatang. Dengan mengenali karakter ini, pebisnis bisa lebih cermat menyasar pasar dengan berbagai produknya.

“Selera masyarakat mulai berubah dengan kembali ke alam, back to healthy food misalnya, beralih dari fast food ke organik. Produk recycle juga digemari, mengubah kotak sabun menjadi barang layak guna, atau memanfaatkan sampah menjadi barang mahal. Warna yang tabrakan juga mulai menjadi tren. Motif dengan berbagai latar belakang budaya digemari. Sumber daya alam yang semakin terbatas menjadikan sejumlah barang menjadi langka, produk dari kayu tua misalnya, semakin dicari meski harganya tinggi,” Irvan menjelaskan latar belakang dari prediksi tren desain yang dibaginya menjadi empat kategori konsep.     

Konsep tren desain, kata Irvan, akan menyasar kepada pola pikir masyarakat yang mulai berubah. Lebih sadar lingkungan, salah satunya. Artinya, pasar menyenangi produk atau desain yang terinspirasi dari alam dan ramah lingkungan.

Selain itu, gaya hidup masyarakat terutama di perkotaan yang hiruk-pikuk, berdampak pada perubahan pola pikir. Pasar mulai tertarik dengan berbagai hal yang santai, menyenangkan, dan alami. Suasana alami dan simpel menjadi lebih menarik.

“Kedai kopi yang simpel tanpa brand menjadi lebih menarik karena lebih memberikan suasana santai, daripada kedai dengan merek ternama. Pasar menginginkan kesan santai dan tidak formal, serta tidak lagi melihat brand dalam memilih produk,” papar Irvan.

Bahkan kekisruhan maupun kondisi sosial politik bisa menjadi inpirasi tren desain dan produk. Irvan merujuk sebuah kafe di Paris, yang mengambil konsep chaos. Kemarahan masyarakat atas sesuatu peristiwa juga bisa menjadi ide bisnis menarik, dibuatkan dalam kaos misalnya.

“Ada cerita menarik di balik kondisi kekinian, dan orang mulai sadar dengan berbagai masalah di sekitarnya,” kata Irvan.

Anda tentu banyak melihat produksi kaos yang mengedepankan kecintaan terhadap budaya, atau kampanye sosial yang membangun semangat nasionalisme, bukan? Kondisi ini bisa menjadi inspirasi berbagai produk bisnis Anda saat ini, dengan cara kreatif dan unik.

WAF

Editor: din


Kemesraan Luntur Akibat Mendengkur

VIVAnews - Mendengkur tidak boleh diremehkan. Bukan saja membahayakan kesehatan, gangguan tidur itu juga bisa mengancam keharmonisan hubungan rumah tangga.

Kasus biasanya bermula dari rasa tidak nyaman atas dengkuran pasangan. Akumulasi rasa tidak nyaman rentan membuat pasangan yang merasa terganggu memilih menjauh saat tidur. Pasangan menjadi sering pisah ranjang. Tanpa sadar, kondisi ini akan berpengaruh terhadap kehidupan seks.

Seperti dikutip dari laman Modernmom, data statistik National Sleep Foundation menunjukkan, 90 juta orang Amerika mendengkur saat tidur. Sebanyak 24 persen di antaranya ditinggalkan pasangannya saat tidur. Mereka terpaksa tidur pisang kamar dengan pasangannya yang tak tahan mendengar dengkuran.

National Sleep Foundation menemukan, lebih dari sepertiga responden mengakui bahwa dengkurannya sangat mengganggu tidur pasangan dan memengaruhi kualitas hubungan mereka. Sebanyak 17-23 persen responden menyatakan hubungan seksual mereka ikut terganggu. Sementara 51-62 persen menyatakan tak mengalami masalah akibat dengkuran.

Sebuat klinik kesehatan juga mengemukakan bahwa, mayoritas pasien mencoba mencari pengobatan untuk mengatakan dengkuran karena pasangan mereka mengeluh dan tidak bisa tidur di ranjang yang sama.

Mereka yang mengalami masalah dengan suara dengkuran pasangan, diharapkan tetap mempertahankan kebiasaan tidur seranjang. Sebab, tidur terpisah akan memberi efek buruk pada hubungan emosional dan seksual. Kebiasaan tidur terpisah juga akan memberi kesan tak baik di mata anak-anak atau lingkungan sekitar. (pet)

Baca juga: Bahaya Mendengkur Bagi Kesehatan

• VIVAnews


Mengapa Pria Kaya Cenderung Berperut Buncit

VIVAnews - Uang memang bukan segalanya. Tapi, kekayaan melimpah membuat seseorang lebih mudah mewujudkan keinginannya. Mulai dari kebutuhan primer hingga tersier.

Bagi mereka yang kaya, pemenuhan kebutuhan pangan seringkali bukan sekedar menghilangkan lapar, tapi juga meningkatkan gaya hidup. Tak jarang makanan mewah, yang identik dengan kalori tinggi, menjadi santapan harian.

Studi terbaru Departemen Sosiologi Universitas Montreal Kanada mengungkap bahwa pria kaya cenderung berperut buncit. Pria cenderung tak peduli menyantap makanan berkalori tinggi setiap hari. Sedangkan wanita masih memiliki kontrol untuk menyantap makanan berkalori tinggi. 

Studi yang dipimpin Nathalie Dumas itu menganalisa data dari Canadian Community Health Survey (CCHS) tahun 2004. Data ini berisi informasi milik 7.000 orang usia 25-65 tahun. Hasil analisa menyimpulkan bahwa status sosial ekonomi berpengaruh kuat terhadap ukuran tubuh.

“Sejak tahun 1980-an, terjadi peningkatan penderita obesitas yang cukup mencolok di kalangan pria kaya di Kanada dan Korea,” kata Dumas. “Orang Kanada sangat suka makan di restoran. Dan, mayoritas dari mereka tidak peduli dengan apa yang mereka makan, yang penting enak. Mereka tak sadar makan banyak kalori dan alkohol.” (umi)

• VIVAnews


Apa Yang Dipikirkan Pria Saat Kencan?

KOMPAS.com – Tahap penjajakan, kencan, saling kenal, merupakan proses penting pembentukan sebuah hubungan. Nah, untuk menghindari gagalnya proses ini, tidak salah untuk mencuri start dengan mengetahui isi pikirannya.

1. “Saya takut tak bisa memenuhi impian kamu”
Saat mulai berkencan biasanya Anda dan dia saling membuka diri dan saling bercerita. Baik cerita tentang masa lalu maupun harapan di masa depan. Kaum Hawa tanpa sadar suka mengungkapkan harapan tinggi bagi masa depannya. Bagi sebagian pria, harapan tersebut bisa menjadi sebuah hal yang menyenangkan dan dia dengan senang hati menawarkan dirinya untuk membantu Anda mewujudkan harapan tersebut.

Tetapi tidak semua berpikiran demikian. Ada juga yang merasa takut karena tidak bisa memenuhi harapan tinggi Anda. Itu sebabnya, ketika Anda sibuk bercerita tentang rumah impian, masa depan impian, dan sebagainya, dia hanya memandangi Anda tanpa ekspresi. Sebelum dia kehilangan selera, jika Anda memiilki harapan yang muluk, ada baiknya pikirkan kembali sebelum diutarakan kepadanya. Cobalah untuk memiliki harapan yang lebih realistis, karena tidak hanya baik bagi hubungan Anda dengan si dia, tetapi juga bagi diri sendiri.

2. “Apakah dia merasa nyaman?”
Saat memiliki ketertarikan pada seorang perempuan, pria cenderung akan menunjukkan perasaannya. Jika Anda peka dan bisa membacanya, pasti bisa merasakannya. Tetapi banyak perempuan yang tidak bisa membaca perasaan pria. Hal itu karena cara pria mengungkapkan perasaan berbeda dengan Anda. Di mata Anda, dia mungkin cuek. Tetapi coba simak lebih jeli lagi, apakah dia seringkali salah tingkah di depan Anda? Apakah dia berusaha membuat Anda tertawa? Jika ya, dia sebenarnya sedang berusaha membuat Anda senyaman mungkin.

Bagi dia, kenyamanan Anda bersamanya adalah yang utama. Jika Anda menyadarinya dan bersikap manis seperti yang diharapkan, dia akan melanjutkan hubungan dengan Anda. Namun, bila Anda tidak menyadarinya dan bersikap seperti tidak ada apa-apa, pria cenderung akan mempertimbangkan kembali untuk meneruskan hubungan dengan Anda.

3. “Rasa cinta saja tidak cukup”

Pria terkadang lebih rasional dalam melihat sebuah hubungan. Dan untuk membuat sebuah hubungan berhasil, pria cenderung lebih banyak pertimbangan dibandingkan perempuan. Itu sebabnya dia akan selalu berpikir bahwa cinta tidak akan pernah cukup untuk membuat sebuah hubungan.

Meskipun ia mengungkapkan kalau ia mencintai Anda, banyak pertimbangan lain sebelum ia berani mengungkapkannya pada Anda. Konsekuensi sebuah hubungan juga telah dipikirkannya, baik bagi hidupnya sendiri maupun orang-orang di sekitarnya. Jadi, jangan heran kalau si dia membutuhkan waktu lama untuk mengungkapkan perasaannya secara langsung pada Anda.

4. “Cantik, sih, tapi kok kurang feminin, ya?”
Banyak perempuan berpikiran kalau pria sudah terlanjur suka, ia akan menerima perempuan apa adanya. Hal itu tidak selalu benar karena banyak juga pria yang mendambakan memiliki pasangan yang feminin dan lembut. Mungkin stereotiplah yang banyak membuat pria berpikiran demikian.

Padahal sebenarnya, bukan kemasan feminin itu yang mereka cari. Mereka mencari perempuan yang bisa membuatnya merasa dibutuhkan. Pria mencari sesuatu pada perempuan yang tidak didapatkan saat bersama teman-temannya. Jadi, meski gaya Anda sedikit maskulin, cobalah usahakan saat dalam proses pendekatan Anda membuat suasana menyenangkan dengan sikap yang sedikit berbeda dengan teman-temannya. Agar ia merasa ada yang berbeda dan spesial pada diri Anda.

5. “Saya ingin dipercaya”
Tidak hanya Anda yang ingin dipercaya, pria pun sama. Ia ingin mendapatkan kepercayaan sepenuhnya dari perempuan yang sedang dekat dengannya. Inti dari hubungan sempurna menurut banyak pria adalah saling percaya. Pria akan mendapatkan rasa nyaman saat seseorang percaya dengannya. Kepercayaan itu akan memicunya untuk semakin mendekati Anda.

6. “Saya ingin menyenangkan kamu”
Saat kencan pertama, perempuan cenderung sibuk dengan penampilan. Kita bisa mempersiapkan berhari-hari, baju, riasan, hingga topik yang ingin dilontarkan saat berkencan. Tentunya untuk membuat si dia terkesan. Berbeda dengan kita, saat pria berkencan, niat mereka hanya ingin menyenangkan kita. Fokus atau target utama  para pria dalam berkencan adalah membuat suasana menjadi menyenangkan. Jadi, lupakan bulu mata palsu Anda, penuhilah keinginannya untuk bersenang-senang bersama Anda.

(Fatima Roeslan/Majalah Chic)

Editor: NF


Gaya Carrie yang Sebaiknya Tidak Ditiru


KOMPAS.com – Sudah menonton Sex and the City 2? Dari sisi alur cerita, film ini mungkin tak terlalu istimewa. Yang istimewa adalah menyaksikan koleksi busana Carrie Bradshaw (Sarah Jessica Parker), yang kadang-kadang memang hanya menyenangkan untuk dilihat. Artinya, tak perlu terlalu serius ingin meniru gayanya yang kerap disebut fashion-forward tersebut.

Yup, tak semua gaya busana Carrie memang bisa dikenakan oleh orang biasa, bahkan orang New York sekalipun. Perempuan ini memang dikisahkan selalu berani mengambil risiko dengan pilihan busananya. Dengan kata lain, penampilannya bisa saja berhasil, bisa pula gagal total. Ia bisa saja memadukan pakaian rancangan desainer dengan pakaian murah yang didapat dari pasar loak. Dia bisa terlihat chic, seksi, atau malah nyeleneh.

Berikut adalah gaya Carrie yang sebaiknya tak perlu Anda ikuti:

 

1. Pamer perut
Kecuali Anda punya perut seramping milik Carrie, boleh sajalah menjajal gayanya yang satu ini. Meskipun begitu, bila mungkin, janganlah nekad meniru cara berpakaiannya ini saat Anda ke mal atau reuni dengan teman-teman SMA. Pakailah ketika Anda sedang traveling ke Pulau Palau atau Mauritius, ketika tak ada orang yang peduli dengan apa yang Anda kenakan. Bagaimanapun juga, memamerkan perut hanya pantas dilakukan remaja ABG, atau mereka yang tak sadar era 90-an sudah lewat.

2. Pamer bra
Pamer bra, entah itu hanya tali bra, pengait bra, atau bagian cup-nya, sungguh suatu penampakan yang tak layak ditunjukkan perempuan dewasa. Ini memang gaya klasik Carrie, tetapi Anda hanya boleh menirunya ketika Anda mengenakan pakaian senam atau aerobik, dimana kebanyakan kostumnya berupa tank top. Lebih baik, alihkan perhatian orang pada sepatu atau aksesori Anda.

3. Celana pendek
Memakai celana pendek memang kerap dikenakan para perempuan saat ke mal atau ke tempat-tempat wisata. Namun celana pendek dengan pinggang tinggi, hanya Carrie yang bisa memakainya. Dalam kehidupan nyata, SJP pun tak senekad itu (mengenakan high-waisted shorts). Celana seperti ini tak akan melindungi bagian tubuh Anda yang kurang sempurna, dan justru menonjolkannya.

4. Aksesori kepala
Memakai aksesori rambut memang biasa kita lakukan. Sebut saja bando, bandana, jepit rambut, atau ikat rambut. Tetapi aksesori semacam itu tampaknya kurang menantang untuk Carrie. Tokoh ini sering menampilkan aksesori untuk rambut dalam Sex and the City, entah hiasan bunga-bungaan, topi, ikat kepala, dan lain sebagainya.

5. Stiletto dan pakaian olahraga
Kenyamanan memang bukan tujuan utama Carrie dalam memilih sepatu, melainkan bagaimana cara membuat kakinya terlihat lebih jenjang. Hal tersebut tentu bisa ditoleransi, tetapi tidak ketika ia mengenakannya dengan sweater atau pakaian olahraga. Kedua item ini tidak bakal matching dikenakan untuk acara atau situasi apa pun.

6. Warna-warni
Mengenakan pakaian yang berwarna-warni memang perlu, tetapi memadukan lebih dari dua warna rasanya sedikit berlebihan. Tak peduli meskipun pakaian tersebut merupakan keluaran koleksi Chanel atau desainer lain, tak perlu ambil risiko mengenakannya. Apalagi mengenakan kaus kaki selutut yang berwarna-warni.

DIN

Editor: din

Sumber: SheKnows


Menjaga Tubuh Tetap Ramping Selama Travelling


KOMPAS.com – Bulan Juni-Juli biasa diidentikkan dengan masa berlibur. Pasalnya, di bulan-bulan ini, anak-anak sudah mulai memasuki masa kenaikan kelas. Tak sedikit yang menggunakan masa-masa ini sebagai ajang berlibur. Namun, satu hal yang penting untuk diwaspadai adalah kenaikan berat badan saat berlibur.

Seringkali, saat berlibur ke tempat-tempat baru, atau malah ke kampung halaman, kita seringkali lupa diri dan mencoba kuliner-kuliner di tempat tersebut. Tapi tanpa sadar, kita malah memasukkan terlalu banyak kalori dan sepulangnya dari liburan, bobot tersebut tak pernah hilang. Berikut tips untuk mencegah supaya berat tubuh tak menanjak saat sedang berlibur.

1. Bawa makanan ringan sendiri
Kebanyakan dari kita ketika berada di tempat baru dan asing, seringkali mengalami rasa takut sulit mendapatkan makanan. “Ke tempat liburan kan pasti ada banyak yang berjualan di sana,” mungkin itu pikir Anda. Tetapi, perlu diingat, makanan yang banyak dijual di tempat liburan biasanya adalah makanan-makanan ringan atau junk food. Atau, karena terpikir kita tak kenal daerah sekitar, kita takut mengambil risiko perut kosong, sehingga memaksa diri untuk makan setiap kali ada tempat makan yang terlihat cukup aman, seperti restoran-restoran cepat saji. Karenanya, supaya Anda tidak selalu tergoda untuk makan setiap kali Anda melihat ada restoran, cobalah untuk menyimpan makanan ringan yang sehat di tas bawaan. Seperti buah, makanan ringan dengan indeks glikemik rendah, atau bahkan, jika suka, telur rebus.

2. Bawa makanan untuk dimakan di dalam pesawat
Maskapai penerbangan sudah amat jarang menghidangkan makanan nikmat dan gratis di dalam pesawat. Jika pun ada, biasanya bukan makanan yang ingin Anda nikmati. Jika pun di menu ada yang diinginkan, biasanya harganya pun setinggi langit. Jadi, coba upayakan untuk membawa makanan ringan yang sehat sebisa Anda.

3. Pesan paket resto cepat saji
Kebanyakan porsi tempat-tempat makan cepat saji saat ini sebenarnya melebihi kapasitas rata-rata kebutuhan secara umum. Jadi, jika Anda sedang berwisata dengan seseorang, cobalah pesan satu menu yang bisa dibagi dua. Jika masih terasa lapar, masih bisa pesan makanan tambahan. Tapi tunggu hingga Anda merasa lapar, jangan lapar mata, karena tubuh kita butuh waktu untuk mengirim sinyal kepada otak bahwa kita sudah lapar. Kunyahlah perlahan, nikmati fakta bahwa Anda sedang berlibur, dan dengarkan sinyal tubuh Anda.

4. Jangan terbuai saus, minyak, atau dressing lain
Demi rasa, tanpa sadar kita seringkali menambahkan saus dalam jumlah banyak pada makanan kita. Ketimbang mencelupkan makanan ke dalam saus, lebih baik gunakan garpu. Caranya, celupkan garpu ke dalam saus, lalu kemudian, tusukkan pada makanan Anda, lalu nikmati. Dengan cara ini, Anda akan mengurangi asupan kalori dari saus tanpa mengurangi rasa enak saus. Jangan lupa, usahakan sebisa mungkin hindari makanan yang digoreng.

5. Ingatlah, bahwa berliburnya itu sendiri merupakan sebuah pemanjaan diri
Berlibur bukan berarti sebuah kesempatan untuk melepaskan diri dan memanjakan diri dengan makanan, seperti cokelat, es krim, dan makanan enak tapi tak baik untuk ukuran tubuh. Tentu, boleh memanjakan diri sekali-kali. Tapi bukan berarti bisa berlebihan.

6. Cari aktivitas fisik yang menyenangkan saat berlibur
Ketimbang mengikuti tur bus, mengapa tidak mencoba mengikuti naluri dan riset mengenai tempat-tempat menyenangkan di kota tujuan? Carilah obyek-obyek yang Anda ingin kunjungi, lalu rencanakan cara menggapainya dengan cara berjalan kaki atau setidaknya dengan cara yang mengharuskan Anda mencapai tempat tersebut dengan upaya lebih, seperti naik angkutan umum. Jika tempat yang ingin Anda kunjungi memiliki lokasi yang bisa didaki, seperti bukit, cobalah mendaki bukit tersebut, atau bersepeda jika ada sepeda yang bisa disewa, atau mendayung, jika memang ada fasilitasnya.

Atau, karena namanya liburan, yang artinya melepaskan diri dari rutinitas, Anda bisa pergi ke club dekat tempat Anda menginap, meski sebenarnya Anda bukan tipe yang senang pergi clubbing.

7. Bawa baju pas badan

Melihat pantulan diri Anda di cermin, atau mengenakan pakaian yang sebelum berangkat berlibur sudah sangat pas di tubuh akan mengingatkan Anda untuk mengerem diri dan mengingatkan Anda bahwa tujuan utama Anda adalah untuk menjadi orang yang sehat dan fit.

NAD

Editor: NF

Sumber: bing


Topik ‘Haram’ Saat Kencan Pertama

VIVAnews - Saat kencan pertama, Anda pasti berusaha menunjukkan kesan terbaik di hadapan si dia. Hanya, tanpa sadar, Anda seringkali membuat kesalahan yang dapat membuat pasangan kencan hilang rasa, dan memutuskan menghentikan pendekatan.

Kesalahan yang paling sering dilakukan wanita adalah membicarakan topik tertentu yang sangat sensitif.

Apa saja topik-topik ‘haram’ yang sebaiknya tidak menjadi bahan pembicaraan pada kencan pertama?
 
1. Mantan pacar
Jangan coba-coba untuk membicarakan hubungan Anda dengan mantan pacar pada kencan pertama. Mungkin bagi Anda cerita cinta dengan mantan pacar penuh drama dan menggugah perasaannya sehingga cukup seru untuk diceritakan. Tetapi bagi pria, hal itu justru menandakan Anda belum bisa berhenti memikirkannya.

Mungkin Anda ingin mencoba terbuka, tetapi tidak pada kencan pertama, akan ada saat yang tepat. Jangan pula bertanya tentang hubungannya dengan sang mantan pacar pada kencan pertama.

2. Masa depan
Anda mungkin sudah membayangkan membina masa depan dengannya. Tetapi pada kencan pertama, sebaiknya jangan langsung membicarakan masa depan dengannya. Apalagi mengungkapkan pesta pernikahan impian, anak, atau tempat bulan madu.

Nikmatilah tiap proses, jangan terburu-buru. Jika memang Anda sudah memimpikannya, simpan dulu untuk sementara waktu. Ungkapkan impian Anda jika sudah benar-benar yakin bahwa dia adalah masa depan Anda.

3. Uang
Uang adalah hal yang sangat sensitif. Membicarakan keuangan, misalnya menanyakan penghasilan pada kencan pertama adalah kesalahan fatal. Si dia bisa menganggap Anda menilai sesuatu berdasarkan uang dan ingin mengincar pria kaya. Hindari topik ini, hingga hubungan benar-benar serius dan stabil.

(umi)

• VIVAnews


Stres di Kantor Picu Asma

VIVAnews - Memiliki pekerjaan yang kompleks dengan setumpuk tugas rentan memicu stres. Tanpa sadar, mereka yang sulit meninggalkan beban pekerjaan di kantor semakin berisiko mengidap asma.

Seperti dikutip laman Dailymail, studi menunjukkan bahwa tekanan pekerjaan dapat memicu pengembangan asma di usia dewasa. Meskipun kebanyakan berkembang pada anak usia pertumbuhan, namun jumlah yang signifikan terdiagnosis pada orang dewasa.

Penelitian dari Universitas Heidelberg di Jerman menunjukkan, stres di tempat kerja menjadi salah satu jawabannya. Penelitian dilakukan terhadap 5.000 pria dan wanita usia antara 40 dan 65 tahun selama delapan tahun.

Seluruh responden bebas dari penyakit asma pada awal penelitian. Namun, setelah delapan tahun penelitian, sebanyak 40 persen responden dengan beban kerja yang berat mengalami asma. Responden yang terdeteksi asma umumnya memiliki jam kerja yang panjang, tertekan dengan pekerjaan, kondisi kerja yang tidak nyaman, dan tidak memiliki kemampuan santai selepas pulang kerja pada malam hari.

“Studi kami menunjukkan stres kerja dan ketidakmampuan untuk bersantai bekerja setelah berhubungan dengan peningkatan risiko asma.” Demikian kesimpulan penelitian yang termuat dalam Jurnal Alergi.

Penelitian sebelumnya menunjukkan, stres menyebabkan pelepasan bahan kimia yang mendorong alergi dan mengganggu cara tubuh menghentikan radang pada saluran udara. (umi)

• VIVAnews


47 queries