ANAK ANDA SUSAH MAKAN? Klik Disini untuk Solusinya!
Powered by MaxBlogPress 

[X]


Makanan Terbaik Cegah Derita Menstruasi

VIVAnews - Menstruasi sering menjadi periode menyiksa bagi sebagian wanita. Perubahan hormon saat menstruasi mengubah kerja tubuh dan emosi wanita.

Untuk mengatasi keluhannya, simak beberapa jenis makanan yang dapat meringankan derita sindrom pra menstruasi (PMS) sekaligus mempertahankan tingkat energi, seperti dikutip dari Cosmopolitan.com.

Hari 1-5
Emosi mengalami periode yang sangat sensitif. Asupan makanan kaya magnesium seperti bayam dan berbagai biji-bijian akan memperbaiki emosi lebih baik. Dianjurkan juga makanan kaya asam lemak omega 3 seperti ikan salmon, sarden, dan kacang walnut yang menenangkan saraf.

Hari 6-13
Selama periode ini tubuh memproduksi hormon yang melindungi Anda dari stres hingga Anda lebih mudah makan makanan sehat. Perbanyak asupan buah dan sayur-sayuran.

Hari 14-17
Semua indra semakin peka, termasuk terhadap rasa makanan. Manjakan diri Anda dengan makanan mengandung protein seperti keju, lobster, daging sapi, dan wine.

Hari 18-23
Masa di mana jumlah hormon progesteron memuncak dalam tubuh serta kinerja usus melambat. Pada periode ini dianjurkan untuk mengasup makanan kaya serat seperti beras merah, barley, dan sayuran agar mengurangi sembelit sekaligus mempertahankan energi.

Hari 24-28
Merupakan puncak sindroma pra menstruasi (PMS) yang ditandai perubahan hormon dalam tubuh. Asup karbohidrat dan protein dengan porsi sesuai untuk menstabilkan gula darah. Kurangi konsumsi beras putih dan perbanyak buah dan sayur. Makanan yang bisa memperbaiki mood Anda saat ini adalah seporsi es krim.

Mayoritas wanita memiliki siklus menstruasi 28 hari. Namun, faktor lingkungan seringkali membuat siklus menstruasi bisa berubah dengan kisaran 22 sampai 36 hari. Siklus dihitung dari hari pertama menstruasi sampai hari terakhir sebelum menstruasi di bulan berikutnya. (pet)

• VIVAnews


Makan Jagung Agar Bebas Sembelit

VIVAnews - Makin beragamnya olahan jagung membuat banyak orang menjadikan penganan ini sebagai camilan favorit. Ternyata jagung dan olahannya tak hanya nikmat disantap tapi juga kaya nutrisi.

Seperti dikutip dari laman Times of India, diungkapkan jagung merupakan makanan bergizi tinggi. Nutrisinya antara lain, kaya vitamin B1, vitamin B5, asam folat, dan vitamin C. Dari kandungan nutrisi tersebut, jagung bisa membantu tubuh menghasilkan sel-sel baru, dan melawan penyakit.

Bagi ibu hamil, asam folat dalam jagung juga ampuh membentuk saraf janin saat dalam kandung. Para pakar kesehatan juga menyarankan, agar penderita anemia rutin mengonsumsi makanan yang kaya karbohidrat ini, karena kaya vitamin B1 dan B5.

Tak hanya itu, jagung juga memiliki serat yang tinggi. Sehingga, bisa dijadikan makanan mujarab untuk membantu memerangi masalah pencernaan, seperti sembelit atau sulit buang air besar.

Serat dalam jagung juga mampu menurunkan kadar kolesterol, mengurangi risiko kanker usus besar dan juga bermanfaat menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes. 

Jadi, mulailah mengonsumsi jagung  secara rutin. Jadikan jagung dan olahannya sebagai camilan favorit Anda. Dengan begitu, tubuh Anda bisa terpenuhi kebutuhan seratnya, dan terbebas dari masalah susah buang air besar.

• VIVAnews


Olahraga Sebagai Obat Depresi

VIVAnews – Olahraga tak hanya menyehatkan tubuh. Tapi, juga bisa menjadi obat ampuh untuk mengatasi masalah kegelisahan termasuk depresi.

Seperti dikutip VIVAnews dari laman shineyahoo.com, Time melaporkan bahwa pada penelitian di Dallas klinik, psikolog Jasper Smits melakukan percobaan dengan latihan olahraga sebagai pengobatan untuk mengatasi kegelisahan dan berbagai gangguan suasana hati, termasuk depresi.

Sejak tahun 1999, banyak studi menunjukkan latihan aerobik adalah sebanding dengan Zoloft yakni suatu treatment untuk pengobatan depresi. “Tapi,” laporan Laura Blue ” latihan atau olahraga percobaan secara keseluruhan sangat kecil, dan kebanyakan hanya berjalan selama beberapa minggu, beberapa terganggu oleh masalah metodologis.

Namun, meskipun data yang terbatas, semua uji coba tampaknya menunjukkan arah yang sama, yakni melakukan olahraga untuk meningkatkan mood. Dari penelitian ini diketahui bahwa olahraga tidak hanya mengurangi gejala depresi tetapi juga mencegah munculnya depresi secara berulang.

Dalam beberapa kasus, orang yang depresi hampir tidak bisa bangun dari tempat tidur. Tapi timbulnya gagasan melakukan latihan atau olahraga sebagai pengobatan untuk depresi dapat mendorong. Ketimbang mengonsumsi obat antidepresan, melakukan olahraga akan lebih baik dan tidak mengeluarkan biaya.

Belum lagi efek negatif dari efek samping obat antidepresan yang bisa menimbulkan gangguan tidur, atau perubahan gairah seks yang cenderung menurun dan bahkan bisa merusak proporsional berat badan.

Dengan melakukan olahraga, Smith salah seorang penliti menyatakan bahwa hasil dari latihan yang rutin bisa mempengaruhi regulasi otak dari neurotransmiter utama seperti serotonin, dan norepinephrine adalah evolusioner tertanam. “Olahraga bisa menjadikan kondisi tubuh lebih normal,” kata profesor ilmu saraf Universitas Georgia Philip Holmes menambahkan.

Namun ada hal yang paling menyulitkan, bagi mereka yang tak suka berolahraga mereka lebih memilih jalan pintas menggunakan obat antidepresi. Memang keberhasilannya sangat baik menyembuhkan masalah suasana hati , namun berolahraga secar rutin tetap obat yang paling ampuh dan tanpa efek samping.

• VIVAnews


Menabung Kalsium Sebelum Pensiun  

TEMPO Interaktif, Pada usia 26 tahun, Desti mulai merasakan sakit pada tulang belakangnya. Saat bangun tidur, dia butuh waktu lama untuk beranjak. “Punggung dan kaki linu,” kata karyawan sebuah swalayan ini. Bahkan Desti sudah dua kali jatuh saat berjalan. berdasarkan hasil roentgen dan pemeriksaan dokter, saraf di tulang belakang Desti tak bisa bekerja dengan baik. Tulang yang seharusnya berongga malah menyempit.

Tulang belakangnya juga mulai keropos. “Dokter juga heran, mosok usia belum kepala tiga sudah keropos,” kata dia. Desti mengaku jarang berolahraga dan tak menghiraukan zat gizi yang terkandung dalam makanannya.

Menurut dokter spesialis tulang, Dr dr Lukman Shebubakar SpOT (K), pengeroposan tulang (osteoporosis) yang terjadi pada Desti merupakan osteoporosis sekunder. “Penyebab osteoporosis ada dua, primer dan sekunder,” kata dokter dari Rumah Sakit Fatmawati itu saat media workshop “Pentingnya Asupan Kalsium pada Usia Sekolah” di Jakarta beberapa waktu yang lalu.

Osteoporosis primer terjadi karena kekurangan kalsium. Sedangkan osteoporosis sekunder disebabkan oleh faktor tertentu, misalnya penyakit atau yang lain. “Belum tentu pula apakah Desti terkena osteopenia (osteoporosis dini),” Lukman melanjutkan. Osteoponia merupakan fase sebelum osteoporosis datang.

Untuk menilai apakah seseorang terkena osteopenia, perlu dites dengan bone mineral density (BMD). Tes ini guna mengukur kepadatan tulang. Normalnya, angka hasil tes BMD di atas -1. Jika hasil tes BMD menunjukkan angka -1,0 hingga -2,5, itu menandakan osteopenia. Jika lebih dari – 2,5, artinya osteoporosis.

Lazimnya, penyakit pengeroposan tulang banyak menimpa perempuan yang mulai menopause. Sebab, saat menopause, produksi hormon estrogen–yang membantu penyerapan kalsium–berkurang. Menurut data Kementerian Kesehatan pada 2005, prevalensi osteoponia di Indonesia mencapai 41,7 persen atau dua dari lima orang Indonesia memiliki risiko terkena osteoporosis.

Bagaimana agar tak terkena osteopenia? Lagi-lagi kalsium berperan penting. Menurut Iip Syaiful, Kepala Seksi Standardisasi Konsumsi Makanan Kementerian Kesehatan, kalsium adalah zat yang dibutuhkan semua usia. Kalsium merupakan mineral yang paling banyak jumlahnya dalam tubuh, atau 1,5-2 persen dari berat badan orang dewasa.

Kalsium penting bagi pembentukan tulang, gigi, kontraksi otot, penggumpalan darah, dan transmisi saraf. Tulang berfungsi sebagai bank kalsium dan fosfat bagi tubuh. Hanya 1 persen kalsium yang beredar dalam darah. “Sisanya, 99 persen, ada di tulang,” ujar Iip dalam acara yang sama.

Masa kritis pembentukan tulang terjadi pada usia 0-10 tahun. “Sebanyak 45 persen kepadatan tulang dibentuk pada usia ini,” Lukman melanjutkan. Pembentukan tulang juga terjadi pada usia 10-18 tahun. “Empat puluh lima persen kepadatan tulang juga ditentukan pada usia ini.” Sisa pembentukan massa tulang–5 persen–terjadi usia 18 tahun ke atas.

Lukman menjelaskan, penyerapan kalsium maksimal terjadi sebelum usia menginjak 30 tahun. Pada usia tersebut, tulang mulai pensiun menyerap kalsium. Jika tak ada stok kalsium, kalsium diambil dari tulang. “Jadinya osteoporosis alias keropos,” katanya. “Maka, tabunglah kalsium sebelum usia pensiun.”

Menurut angka kecukupan gizi (AKG) sesuai dengan keputusan Menteri Kesehatan, AKG kalsium mencapai puncaknya pada usia 10-18 tahun sebesar 1.000 miligram. Pada usia dini, kekurangan kalsium susah diketahui. Pasalnya, jika kandungan kalsium pada tubuh dites, tubuh akan mengambil dari bank kalsium. “Sehingga tak tampak apakah seseorang kurang kalsium atau tidak,” kata Lukman.

Kekurangan kalsium, terutama pada anak, selain menyebabkan tulang rapuh dan keropos, dapat mengganggu pertumbuhan. Kekurangan kalsium bisa pula menyebabkan kejang, terutama terjadi pada ibu hamil. Begitu pula akibatnya jika ibu hamil kelebihan kalsium.

Kelebihan kalsium juga bisa menyebabkan batu ginjal, mengganggu fungsi ginjal, dan susah buang air besar. Umumnya, kelebihan itu terjadi karena mengkonsumsi kalsium dari suplemen, bukan pada sumber kalsium alami. Jadi, jangan mengkonsumsi kalsium lebih dari 2.500 miligram per hari.

Selain itu, perbanyak olahraga dan konsumsi vitamin D. “Kalsium, vitamin D, dan olahraga adalah satu kesatuan.” Lukman mengingatkan pula, “Osteoporosis secara tak langsung juga mengancam perokok dan peminum alkohol.” NUR ROCMI

Angka Kecukupan Kalsium

Anak
0-6 bulan | 200 mg/hari
7-11 bulan | 400 mg/hari
1-6 tahun | 500 mg/hari
7-9 tahun | 600 mg/hari
10-18 tahun | 1.000 mg/hari
19- … | 800 mg/hari

(Sumber: Keputusan Menkes 1593/Menkes/SK/XI/2005)

Sumber Kalsium (sajian per 100 gram)

Ikan Teri | 1.000
Ikan Wader/Bilis | 1.426
Tepung Susu | 904
Keju | 777
Bayam Merah | 520
Tempe | 517
Kacang Tanah | 456
Kacang Merah | 293
Tahu | 223
Sawi | 220

(Sumber : Persatuan Ahli Gizi Indonesia)


Si Dia Suka Mendengkur?

KOMPAS.com – Para pria yang telah mencapai usia 30 tahun umumnya mendengkur saat tidur. Hal ini dikatakan Michael Thorpy, MD, Direktur Sleep-Wake Disorder Center di Montefiore Medical Center di New York City. Banyak orang menganggap kebiasaan mendengkur sebagai sesuatu yang tak berbahaya. Padahal, sebagian orang mengalami henti nafas saat mendengkur, tanpa disadari. Hal ini tentu saja berbahaya. Sebab, jika seseorang mengalami henti nafas lebih dari 10 detik, ia bisa meninggal seketika.

“Namun, bukan berarti semua masalah mendengkur harus dikhawatirkan. Mendengkur bisa dianggap normal, apabila si pendengkur mengalami henti nafas kurang dari lima kali dalam sejam. Yang dianggap berat apabila pendengkur mengalami henti nafas lebih dari 30 kali dalam sejam. Masalah ini disebut obstructive sleep apnea (OSA),” papar dr Andreas Prasadja, RPSGT, sleep scientist dari RS Mitra Kemayoran, Jakarta.

Cara mengatasi dengkur:

Jaga berat badan. Coba ukur lingkar leher pasangan. Apabila lebih dari 43 cm, kemungkinan besar ia kelebihan berat badan. “Orang yang kelebihan berat badan berpeluang mengalami gangguan pernafasan saat tidur, termasuk mendengkur,” kata Charles Bae, MD, ahli saraf dan pakar tidur dari Cleveland Clinic di Ohio. Hal ini terjadi karena tekanan pada saluran nafas meningkat, sehingga laju oksigen kemudian ikut terhambat.

Ubah posisi tidur. Umumnya, orang mendengkur saat tidur terlentang. Pada sebagian orang, mengubah posisi tidur menjadi menyamping, kadang bisa membuatnya tidur tanpa mendengkur.

Periksakan diri. Perhatikan kondisi pasangan saat bangun pagi. Apabila suami sering mengaku merasa tak segar kala bangun di pagi hari, segera ajak dia memeriksakan diri ke sleep specialist. Atau, jika ia sering kedapatan tertidur saat menyetir mobil. Bisa jadi ia mengalami OSA. Hal ini yang menyebabkan tidurnya di malam hari tak berkualitas. Penderita OSA juga terkadang memiliki tekanan darah tinggi dan mengalami disfungsi ereksi.

(Alia An Nadhiva/Prevention Indonesia)

Editor: din


Efek Buruk Terlalu Banyak Tidur

VIVAnews – Anda pasti sudah mengetahui bahwa kurang tidur bisa berdampak buruk pada kesehatan fisik dan psikologis. Ternyata, terlalu banyak tidur juga bisa menimbulkan dampak yang sama.

Penelitian menunjukkan tidur lebih dari 6 hingga 8 jam dapat menurunkan harapan hidup orang dewasa sebesar 17 persen. Lalu, menurut ahli medis asal India, Dr. Prakash Lulla tidur terlalu banyak bisa menyebabkan diabetes, hipertensi, migrain, dan meningkatnya risiko penyakit jantung.

“Jika seseorang tiba-tiba tidur terlalu lama, itu juga bisa menjadi tanda adalah masalah pada sistem tiroid, kelainan pusat saraf atau kelainan metabolisme,” Dr. Prakash Lulla, ahli medis asal India, seperti dikutip dari Idiva.

Hal yang menjadi masalah bukan tidur itu sendiri, tetapi penyebab terlalu banyak tidur. Menurut dr. Dube sebanyak 15 persen pasien depresi tidur terlalu lama. Trauma dan syok juga bisa membuat seseorang tidur lebih lama.  

“Salah satu efek yang paling sering terjadi dari terlalu banyak tidur adalah obesitas. Kelelahan dan rasa nyeri juga efek yang sering muncul,” kata psikolog, Dr. Sunita Dube, seperti dikutip dari Idiva.com.

Kurang olahraga juga bisa mengurangi kualitas tidur dan kompensasinya adalah seseorang tidur lebih lama dari seharusnya. Untuk mengatasinya cobalah lakukan olahraga sederhana, seperti berjalan atau berlari di pagi hari sebelum memulai aktivitas.

Pola makan Anda juga sangat berpengaruh. Sebaiknya hindari atau kurangi konsumsi makanan-makan cepat saji. Pilihlah makanan yang dibuat dari bahan segar dan alami. Dengan begitu kualitas tidur menjadi lebih baik dan tubuh akan terasa fit. (mt)

• VIVAnews


Fakta dan Statistik Seputar Kepuasan Bercinta

VIVAnews – Hubungan seksual telah menjadi daya tarik penelitian selama bertahun-tahun dalam sejarah manusia. Berbagai studi bertujuan menelisik rahasia di balik pencapaian kenikmatan hubungan seksual.

Studi menemukan, sebagian orang dapat mencapai klimaks dalam situasi apapun dan tanpa rangsangan. Studi lainnya menemukan berapa banyak cairan mani yang bisa dihasilkan seorang pria selama hidupnya. Berikut beberapa fakta dan statistik mengenai klimaks seperti dikutip dari laman lemondrop.

1. Pada tahun 1950-an, Robert Kinsey, peneliti pertama yang meneliti seksualitas seks mendefinisikan klimaks sebagai puncak kenikmatan, melepaskan ketegangan, dan oskestra emosional. Singkatnya, peristiwa tersebut adalah sesuatu yang mengagumkan dan luar biasa.

2. Wanita bisa mencapai dua macam klimaks sekaligus, klitoral dan vaginal. Sensasi di dua area ini berbeda karena berhubungan dengan saraf-saraf yang berbeda. Sebanyak 24-37 persen wanita tidak dapat merasakan klimaks.

3. Ada beberapa area otak yang berperan dalam klimaks selama hubungan seksual. Nucleus Accumbens mengendalikan pelepasan hormon dopamin. Area Ventral Tegmental berfungsi melepaskan dopamin. Cerebellum  mengendalikan fungsi otot, Amygdala mempengaruhi emosi selama hubungan seks.

Kelenjar Pituari melepaskan hormon beta-endorfin yang mengurangi rasa sakit, hormon oksitosin yang meningkatkan rasa percaya diri, dan vasopression yang meningkatkan ikatan antarpasangan. Lateral Orbitofrontal Cortex mengatur otak dan perilaku

4. Tidak ada alasan jelas mengapa manusia dapat mencapai orgasme
Para ahli percaya dada pria yang dapat menstimulasi klimaks merupakan bagian dari evolusi. Beberapa bagian lain dilaporkan bisa mencapai klimaks melalui sentuhan seperti kaki, tangan yang termasuk klimaks non-genital.

5.Selama hidupnya, seorang pria menghasilkan sedikitnya 14 galon air mani. Bahkan, setelah meninggal pun beberapa pria masih tetap mengeluarkan sperma.

6. Seorang wanita bernama Sarah Carmen mengidap sebuah kelainan seksual yang disebut ‘Permanent Sexual Arousal Syndrome’. Kelainan ini meningkatkan aliran darah ke organ seks terus menerus yang memicu kenikmatan permanen. Carmen bisa mengalami 150-200 klimaks yang tidak terkontrol selama sehari.

7. Beberapa hewan juga memiliki perilaku seksual mirip manusia. Sejenis orang utan yang disebut Bonobo dan lumba-lumba melakukan hubungan seksual untuk memperoleh kenikmatan seperti layaknya manusia.

Seekor babi mengalami klimaks selama 30 menit. Saat konsepsi antara ratu lebah dan lebah pejantan terjadi, sengat genital pejantan memasuki organ genital lebah ratu. Organ genital pejantan membesar selama klimaks dan menutup organ genital ratu sehingga tidak dapat dimasuki pejantan lain. 

• VIVAnews


Lawan Lupa dengan Membaca

TEMPO Interaktif, Jakarta – Steve Haryanto, 34 tahun, tersentak dari tidur siangnya. Mendadak ia ingat harus mendatangi resepsi pernikahan seorang karibnya. Tapi jam sudah menunjukkan pukul 14.00, acara resepsi sudah berakhir. Ia pun lemas.

Padahal baju batik andalan sudah rapi ia siapkan sejak dua hari sebelumnya. Terpaksa karyawan di sebuah bank swasta di Jakarta Selatan ini mengirimkan pesan pendek kepada sang karib, memohon maklum tak bisa memenuhi undangan. “Saya sangat merasa tidak enak kepada sobat itu,” katanya.

Bukan kali itu saja timbul masalah akibat kebiasaan lupanya tersebut. Steve pernah begitu panik karena merasa kehilangan kunci sepeda motor. Padahal kunci itu cuma tak diletakkan di tempat biasanya. Ia juga berkali-kali mencari kacamata yang ternyata nangkring di keningnya. “Pelupa saya ini tidak parah, tapi sering bikin suasana berantakan,” katanya.

Meski masih tergolong muda, Steve sudah memasuki fase pikun dini. Dokter spesialis saraf dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Samino, menyebutkan gejala yang diderita Steve adalah pikun ringan atau mild cognitive impairment. “Penyakit ini bisa diderita oleh mereka yang masih muda,” katanya pada Kamis lalu.

Menjadi pikun dan renta memang proses alamiah tubuh yang semakin tua. Pikun, atau dalam bahasa kedokteran disebut demensia, dalam kondisi normal kebanyakan diderita saat manusia berusia 60 tahun ke atas. Saat demensia sudah diderita, terjadi penurunan daya ingat secara drastis. Bila terjadi pada orang berusia 40 tahun ke bawah, demensia masih dikategorikan ringan. “Tapi kalau dibiarkan bisa menyebabkan pikun permanen,” kata Samino.

Ada dua tipe demensia, yaitu pikun total (demensia primer) yang diderita para manula. Umumnya disebabkan oleh faktor saraf yang melapuk karena usia atau alzheimer akut. Tipe kedua adalah demensia sekunder, yakni penurunan daya ingat ringan. Bentuknya seperti yang disebutkan tadi, sering lupa-lupa ingat.

Ada banyak hal penyebab pikun ringan, antara lain faktor internal, seperti genetika. Samino bahkan menyebutkan, bila gen yang sudah berbicara, di usia belasan tahun pun bisa menderita pikun. Untuk kasus ini, memang pasien harus melewati analisis yang mendalam oleh tim dokter.

Penyakit stroke, radang otak, HIV/AIDS, tumor, diabetes, dan hipertensi juga bisa menyebabkan daya ingat menurun. Ada juga faktor psikologis, seperti stres, workaholic, dan perfeksionis. Tekanan-tekanan jiwa seperti ini, kata Samino, membuat otak selalu tegang dan lelah.

Untuk faktor eksternal, misalnya, cedera kepala, yaitu benturan dengan benda-benda tumpul. Cedera ini bisa disebabkan oleh kecelakaan atau karena olahraga. Misalnya olahraga tinju dan bela diri lain yang banyak berakibat pada kontak fisik di bagian kepala. “Karena benturan ini, otak cedera dan mengganggu sel saraf di dalamnya,” kata Samino.

Selain itu, bisa karena keracunan zat kimia, seperti logam berat dan air raksa. Cairan ini masuk ke otak dan bisa berakibat fatal bila dibiarkan berlangsung terus-menerus. Merokok dan mengkonsumsi minuman beralkohol yang berlebihan juga bisa menyebabkan pikun ringan. Keduanya secara perlahan mampu menurunkan kinerja otak. Penyebab lain adalah kekurangan vitamin golongan B.

Untuk pikun ringan seperti yang dialami Steve, menurut Samino, penanggulangannya bisa dilakukan secara ringan. Salah satu jurus paling ampuh adalah dengan membaca dan menulis. Kenapa? “Karena dengan banyak membaca dan menulis membuat otak kita bekerja maksimal,” katanya.

Jenis bacaan juga tidak mesti yang berat, seperti buku filsafat. Bacaan sekelas komik mampu membantu kerja otak. Begitu juga menulis. Bisa menulis apa saja, seperti artikel, mengarang, bahkan mengisi buku harian. “Budaya ini yang dilakukan masyarakat Jepang sehingga saat tua mereka masih bisa menggunakan otak secara maksimal,” kata Samino. l

 Mustafa Silalahi

TIP

Biar Tak Lupa-lupa Ingat

Selain membaca dan menulis, aktivitas berikut ini sangat dianjurkan untuk menghindari terserang pikun di usia dini.

l Mendengarkan musik. Musik yang disarankan adalah musik klasik, seperti karya Beethoven. Tapi musik jazz dan keroncong juga bisa.
l Memainkan alat musik membuat otak tetap prima.
l Berolahraga secara teratur atau melakukan gerakan-gerakan menyilang garis tengah, seperti menari.
l Sering melakukan senam otak, seperti bermain catur.

l mustafa silalahi | sumber dr samino


Agar Tak Takut Periksa ke Dokter Gigi

VIVAnews - Sejumlah orang menganggap klinik gigi adalah tempat yang sangat menakutkan. Jantung pun berdebar-debar menjelang kunjungan ke dokter gigi. Demi meredam stres yang jamak dialami pasien, sejumlah dokter gigi di Inggris memanfaatkan teknologi penenang otak.

Dengan teknologi NuCalm yang dikembangkan tim ahli saraf asal Amerika, sejumlah dokter di Inggris bisa membuat para pasiennya merasa tenang saat menjalani pemeriksaan gigi. Bahkan untuk pasien yang mengalami ketakutan akut sekalipun.

NuCalm terdiri dari generator yang terhubung dengan headset untuk mentransmisikan frekuensi listrik dan suara ke otak. Lewat sistem cranial electrotherapy stimulation (CES), hantaran suara dan gelombang listrik yang dihasilkan akan melakukan stimulasi elektroterapi ke area tengkorak.

Selain pemasangan alat-alat itu, pasien juga akan diminta mengenakan kaca mata hitam dan mengonsumsi tablet nutrisi untuk mendukung terciptanya efek relaksasi yang sempurna. Dalam lima menit pertama, efek relaksasi pun mulai terasa seiring ketegangan di otak yang mereda.

Lewat uji klinis, CES terbukti efektif mengatasi berbagai gangguan psikologis seperti stres, kecemasan kronis,  trauma, dan insomnia. Terapi itu diyakini mendorong pelepasan senyawa kimia di otak serorotin dan dopamin, yang dapat memicu relaksasi dan perasahaan bahagia.

“Pasien terjaga dan dapat menanggapi suara saya, tetapi mereka tidak merasa cemas atau tegang. Efek relaksasinya sangat kuat. Saya melihat pasien yang awalnya gugup bisa sepenuhnya rileks,” kata Dr Mervyn Druian, dokter gigi di Inggris yang pertama kali menggunakan terapi anticemas ini. (sj)

• VIVAnews


Cegah Alzheimer dengan Bir

VIVAnews - Para peneliti mengklaim bahwa mengasup minuman beralkohol dalam porsi wajar dapat menjauhkan penyakit Alzheimer, terutama pada wanita nonperokok.

Seperti dikutip dari laman Telegraph, Dr Ana Garcia dari Universitas Valencia, mengatakan, “Hasil penelitian menunjukkan efek perlindungan dari konsumsi alkohol pada nonperokok untuk mencegah Alzheimer.”

Tim peneliti asal Spanyol membandingkan kesehatan pribadi dan latar belakang 176 pasien Alzheimer dengan 246 orang sehat pada usia yang sama. Penelitian menunjukkan, alkohol dan rokok mempengaruhi kinerja saraf otak.

Meski demikian, paparan rokok tidak menunjukkan pengaruh langsung yang dapat meningkatkan risiko Alzheimer. Sedangkan konsumsi alkohol dalam porsi wajar berpengaruh signifikan untuk meningkatkan kerja otak.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Alzheimer’s Disease itu menjelaskan, hanya sedikit faktor lingkungan yang memengaruhi terjadinya penyakit ini.

Rebecca Wood, Chief Executive dari Alzheimer’s Research Trust, mengungkap, meski ada peluang bahwa mengonsumsi alkohol mampu melindungi dari penyakit pikun atau demensia dan Alzheimer, perlu penelitian lebih lanjut mengenai hal tersebut. Menurutnya, gaya hidup sehat yang paling memengaruhi risiko Alzheimer.

“Yang paling terbukti mengurangi risiko demensia adalah dengan makan makanan sehat, berolahraga, menjaga tekanan darah dan kadar kolesterol terutama pada usia setengah baya.” Lebih dari 800ribu orang di Inggris mengidap Alzheimer dan demensia. (jn)

Baca juga:

Minum Bir Perkuat Tulang & Minum Wine Bikin Langsing

 

• VIVAnews


47 queries