Kebohongan yang Sering Diungkapkan Teman
VIVAnews – Hati-hati jika meminta pendapat teman saat memilih pakaian. Ia bisa memilihkan pakaian yang tidak cocok untuk Anda, agar penampilannya tidak tersaingi. Menurut survei yang dilakukan oleh MyCelebrityFashion.co.uk, satu dari empat wanita akan berbohong pada temannya soal berpakaian untuk membuat dirinya tampak lebih baik.
Beberapa bahkan mengungkap sengaja mennyiram minuman pada pakaian teman yang dianggap menyaingi penampilannya. Para ahli mengatakan temuan ini menunjukkan wanita jauh lebih kompetitif dan itu sifat alami wanita.
“Dalam terminologi biologi, hal ini memang sangat benar. Ini adalah tentang bertahan hidup dan menarik pasangan terbaik untuk diri sendiri. Tentunya wanita tidak ingin merusak peluang sendiri,” kata Phillip Hodson, dari ‘British Association for Counselling and Psychotherapy’, seperti dikutip dari Daily Mail.
“Wanita sering tidak rasional dan lebih emosional. Terkadang ada keinginan untuk membuat orang lain terlihat bodoh atau konyol,” tambahnya.
Penelitian ini melibatkan 1.629 wanita dan sebanyak 38 persen wanita mengatakan kebohongan soal penampilan temannya saat memberikan pendapat, untuk meningkatkan kepercayaan diri.
Dari jumlah tersebut, dua pertiga mengatakan pada temannya, ia tampak bagus menggunakan pakaian tertentu padahal tidak. Sisanya mengatakan pakaian yang dikenakan temannya terlihat buruk padahal sebenarnya bagus. Dan, hal itu hampir selalu dilakukan karena ingin tampil lebih baik dibandingkan yang lain.
Satu dari sepuluh wanita merasa ‘terintimidasi’, karena pakaian bagus yang dikenakan temannya. Lalu, satu dari lima wanita mengaku tidak memberitahu temannya saat mengalami kesalahan pada penampilan, seperti rok terselip atau kertas toilet yang menempel di sepatu. Alasannya, karena mereka pikir itu lucu. Untungnya, banyak juga wanita yang memberikan pendapat jujur kepada teman soal pakaian sebesar 36 persen.
“Hasil penelitian menunjukkan bagaimana pakaian bisa memicu rasa cemburu. Ini tren yang mengkhawatirkan karena bisa berpengaruh negatif pada hubungan pertemanan,” kata Andy Barr dari MyCelebrityFashion.co.uk. (umi)
• VIVAnews
Apa Ruginya bila Kartu Kredit Dibiarkan Kosong?
KOMPAS.com — “Saya punya tiga kartu kredit. Yang satu untuk keperluan pribadi, satu untuk keperluan keluarga, dan satu lagi yang saya biarkan kosong. Yang satu ini memang tidak pernah saya gunakan, hanya untuk jaga-jaga saja. Apakah ini tindakan yang bijak? Apakah kartu kosong ini bisa memengaruhi credit score saya?” (Elizabeth, via e-mail).
Menurut Jeremy M Simon, pengamat keuangan dari Creditcards.com, memiliki kartu kredit untuk “jaga-jaga” memang tindakan yang cerdas. Kartu ini bisa bermanfaat ketika Anda mendadak harus membayarkan sesuatu, sementara Anda tidak memiliki cukup uang tunai. Maka, jika kartu tambahan ini tidak menyebabkan masalah untuk Anda, seperti mendorong Anda untuk makin sering berbelanja atau menyebabkan pencurian identitas, Anda tidak perlu menutup kartu kredit ini.
Kartu dengan status idle baru akan dinonaktifkan atau di-block oleh bank penerbit kartu kredit jika ada transaksi yang tidak Anda lunasi selama berbulan-bulan. Yang termasuk transaksi bukan hanya pembelanjaan, tetapi juga iuran keanggotaan yang harus Anda bayar setiap tahun. Biasanya, akan ada reminder pada tagihan bahwa ada tagihan yang harus diselesaikan. Jika Anda segera membayarnya, tentu kartu Anda tetap dalam kondisi aktif. Bila Anda tetap tidak melunasinya meskipun sudah ada reminder, akan ada pemberitahuan bahwa kartu kredit sudah tidak dapat dipakai. Saat itu, bank otomatis akan menonaktifkan kartu Anda.
Meskipun demikian, membiarkan kartu kredit kosong sebenarnya hanya merugikan Anda. Anda akan dikenai annual fee setiap tahun, yang harus tetap Anda bayar agar kartu tetap aktif. Selain itu, Anda juga tidak dianggap sebagai nasabah yang menguntungkan, ketika kartu Anda “sepi-sepi” saja. Akibatnya, bagian marketing kartu kredit akan rajin membombardir Anda dengan berbagai program. Ketika Anda tidak berniat mengambil program tertentu, telepon seperti ini terasa mengganggu, bukan?
Jika Anda memang ingin memiliki kartu tambahan untuk jaga-jaga, paling aman sih menggunakannya untuk membayar tagihan seperti telepon, listrik, atau asuransi.
“Dengan memasukkan tagihan rutin ke kartu kredit, Anda tidak menimbulkan utang tambahan, tetapi menjaga kartu tetap aktif,” ujar Gail Cunningham, Wakil Presiden Public Relations di National Foundation for Credit Counseling.
Pastikan Anda selalu membayar tagihan pada waktunya dan langsung lunas. Menurut Rod Griffin, direktur pendidikan publik dari biro kredit Experian, dua hal inilah yang akan menentukan credit score Anda. “Menjaga account tetap aktif, menggunakannya untuk pembelanjaan ringan, dan membayarnya lunas setiap bulan adalah cara yang baik untuk memelihara credit score,” katanya.
Namun, bila Anda bukan tergolong nasabah yang “menguntungkan”, ada kemungkinan bank penerbit juga tidak akan menawarkan limit yang tinggi. Jika dengan limit terbatas saja kartu kredit tidak digunakan, untuk apa diberi limit lebih besar?
DIN
Editor: din
Sumber: CreditCards
Tips Mengurangi Konsumsi Garam
TEMPO Interaktif, Jakarta – Konsumsi garam berlebih menyebabkan hipertensi, kerusakan ginjal dan pembuluh darah. Tiap satu sendok teh garam mengandung 2.325 miligram natrium/sodium. Jika Anda dewasa yang sehat, batas aman konsumsi garam 2.300 mg per hari. Jangan melebihi 1.500 mg per hari jika Anda mengalami hipertensi, menderita penyakit ginjal atau diabetes. Berikut tips mengurangi konsumsi garam.
- Konsumsilah lebih banyak makanan segar dibanding makanan olahan. Makanan olahan mengadung lebih banyak natrium.
- Pilih produk rendah natrium. Jika membeli makanan olahan, cermati label makanan.
- Jika memungkinkan, hapus garam dari resep.
- Batasi konsumsi bumbu sarat natrium. Kecap, saus salad, saus, dan mustard mengandung natrium.
- Gunakan bumbu alami atau rempah-rempah untuk masakan.
- Gunakan garam pengganti dengan sesuai.
Mayoclinic | Nur Rochmi






