Lakukan Lima Hal Ini Agar Panjang Umur
VIVAnews – Awet muda dan berumur panjang adalah sesuatu yang diinginkan banyak orang. Untuk bisa berumur panjang tentunya Anda harus memiliki gaya hidup yang sehat.
Jika ingin menunda munculnya keriput atau menangkal penyakit, coba lakukan lima kebiasaan ini di tengah kesibukan Anda, seperti dikutip dari Times of India.
Perawatan kulit alami
Ketika usia bertambah, tanda pertama yang paling jelas adalah munculnya keriput. Jika perawatan kulit yang dijalani kurang tepat, kulit akan terlihat kusam, kering dan kasar. Akibatnya, keriput akan muncul lebih cepat.
Untuk menunda proses penuaan kulit, ikuti tiga langkah rutin ini. Yaitu, membersihkan, melembabkan dan mengoleskan tabir suya tiap kali ke luar rumah di pagi dan siang hari. Jika Anda ingin menjaga kecantikan kulit dari dalam tubuh, saat mengolah makanan, ganti minyak goreng dengan minyak zaitun.
Jaga berat badan ideal
Untuk melawan timbulnya efek dari proses penuaan salah satunya dengan menjaga berat badan ideal. Para ahli mengatakan minimal 30 menit aktivitas olahraga per hari bisa mengurangi dan mempertahankan berat badan ideal. Kondisi ini bisa bisa berefek pada kesehatan kulit.
Olahraga atau latihan yang bisa dilakukan, antara lain yoga, aerobik, berenang, atau pilates. Leena Mogre, ahli kebugaran, mengatakan, “Saat memasuki usia 30, olahraga merupakan hal penting. Terutama, saat Anda mulai merasa kulit mulai banyak yang kendur. Hal itu mungkin karena Anda tidak pernah melakukan gerakan angkat beban atau olahraga lainnya.”
Kunci untuk memetik manfaat aktivitas fisik yang dilakukan adalah dengan memilih olahraga yang Anda senangi. Dan, jangan lupa latihan wajah untuk mengencangkan otot-otot wajah Anda.
Rencana diet berbasis sayuran
Pola diet sebaiknya memiliki campuran baik dari sayuran hijau, buah-buahan, biji-bijian dan kacang-kacangan. “Anda harus mencoba untuk memilih makanan yang mewakili warna pelangi, seperti bayam, jagung, tomat, paprika, stroberi, blueberry dan anggur.
Piring makanan Anda sebaiknya memiliki 75 persen pangan berbasis sayuran, buah, dan kacang-kacangan dan sisanya makanan lebih rendah lemak, mengandung sumber protein seperti telur, ikan atau daging. Diet ini akan membantu Anda melawan penyakit akibat penuaan, seperti osteoporosis, diabetes dan penyakit jantung, “kata ahli gizi Aishwarya Rajan.
Asupan kalsium yang cukup
Mendapatkan cukup kalsium dan vitamin D, membantu mencegah tulang keropos atau osteoporosis. penyakit ini merupakan penyebab utama patah tulang pada wanita. Terutama jika Anda sudah melewati usia 50, dosis harian 1200 mg kalsium diperlukan. Sumber kalsium terbaik antara lain, produk susu rendah lemak, susu kedelai, jus jeruk, dan ikan.
Cukup tidur
Tidur sangat penting agar tubuh bisa befungsi dengan baik. Jumlah rata-rata tidur yang dibutuhkan adalah 7-8 jam per malam. Namun, jika tidur malam hari Anda terganggu, cobalah meluangkan waktu untuk tidur siang. Kekuatan tidur siang singkat 10-15 menit juga akan membuat Anda merasa beristirahat.
• VIVAnews
Langsing Seksi ala Feng Shui
VIVAnews - Feng Shui memiliki pengaruh kuat terhadap alam bawah sadar. Itulah sebabnya banyak orang memanfaatkannya memperlancar program diet.
Diet feng shui tidak membuat Anda pusing dengan perhitungan kalori. Pembatasan menu dilakukan melalui bentuk, warna, dan bahan makanan yang Anda konsumsi sehari-hari.
Jika penasaran, coba buktikan mengikuti beberapa tips diet feng shui untuk menciptakan tubuh ideal seksi dan sehat, seperti yang dipaparkan di laman Times of India berikut ini.
Makan di piring persegi
Piring hidangan berbentuk persegi lebih baik daripada piring bundar ketika Anda mencoba untuk menurunkan berat badan. Bentuk kotak dipercaya memancarkan kepuasan, sementara bentuk bundar mengundang rasa ingin tahu.
Ruang makan kalem
Warna-warna kalem dipercaya bisa meredam nafsu makan. Sedangkan warna-warna cerah dianggap merangsang nafsu makan. Jika Anda serius ingin menjalani diet ketat, ciptakan dapur atau ruang makan dengan warna-warna natural seperti coklat atau krem. Tapi jika Anda ingin meningkatkan nafsu makan, cobalah menghias dapur dan meja makan dengan dekorasi warna cerah.
Cermin di ruang makan
Cermin bisa membantu Anda tetap fokus. Menggantung cermin di sekitar ruang makan yang bisa terlihat jelas dari tempat duduk akan membuat Anda menyadari apa dan berapa banyak makanan yang akan Anda konsumsi.
Jam di meja makan
Pasang jam berdetik di area ruang makan. Ini akan mengingatkan Anda untuk memperlambat aktivitas makan dan membuat Anda lebih menikmati makanan, bukan sekedar nafsu terhadap makanan.
Piring lebih kecil
Untuk mengurangi ukuran makanan tanpa merasa kekurangan, gunakan piring yang lebih kecil.
Masak makanan sendiri
Ketika Anda meracik makanan sendiri, Anda bisa mengetahui ukuran yang pas untuk keluarga Anda. Praktisi feng shui bahkan percaya bahwa memasak mempromosikan kemakmuran keuangan.
Makanan penuh warna
Seperti apa makanan dengan nutrisi seimbang? Semakin banyak variasi warna makanan di piring Anda, semakin bergizi. Itu adalah kunci makanan seimbang. (pet)
• VIVAnews
‘+
‘‘+
‘‘+
”+
‘Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas.‘+
‘
‘+
”+
‘
‘+
”
);
clicked++;
$(“[id^=replyButton_]*”).click(function(){
var captchaCode = $(“[id^=captcha_code_]*”).val();
var textReply = $(“[id^=comment_2_]*”).val();
$.ajax({
type: “POST”,
url: “/comment/insertReply/”,
data: “captcha_code=” + captchaCode + “&comment_reply=” + textReply + “&parent_id=” + divId +
“&article_id=” + articleId,
success: function(msg){
$(‘#replyBox_’ + divId).remove();
$(‘#replyAlert_’ + divId).html(msg);
}
});
});
if(clicked==1){
$(“[id^=replyLink_]*”).click(function(){
$(‘#replyBox_’ + divId).hide();
});
}
});
});
$(“[id^=moreLink_]*”).click(function(){
var currentId = $(this).attr(‘id’);
var divIds = currentId.split(“_”, 3);
var divId = divIds[1];
var clicked = 0;
$(‘#moreBox_’ + divId).show(function(){
clicked++;
$.ajax({
type: “POST”,
url: “/comment/moreComment/”,
data: “parent_id=” + divId + “&article_id=” + articleId,
success: function(msg){
//$(‘#moreBox_’ + divId).html(msg);
$(‘#replyContent_’ + divId).html(msg);
//alert(msg + ‘-’ +articleId + ‘a’);
}
});
});
if(clicked==1){
$(“[id^=moreLink_]*”).click(function(){
//$(‘#moreBox_’ + divId).hide();
$(‘#replyContent_’ + divId).hide();
});
}
});
});
Hidup Sehat di Kantor, Tiket Karier Melesat
KOMPAS.com – Aktivitas yang padat dan tekanan di kantor, bisa menyebabkan Anda terjerumus pada pola hidup yang tak sehat. Ketika pola hidup tak sehat yang dijalani, berbagai penyakit pun siap menghadang. Tak ingin proyek besar lepas gara-gara Anda sakit-sakitan, kan? Makanya, lindungi tubuh dan jiwa dengan kebiasaan sehat ini.
Camilan Sehat
Pekerjaan yang menumpuk, deadline, dan menghadapi bos yang sedang marah seharian memang membuat kita butuh energi ekstra. Itulah mengapa camilan menjadi kian populer di lingkungan kerja. Alhasil, banyak yang asal memilih camilan, yang penting dapat memenuhi keinginan perut. Rasa camilan ini gurih dan menggoyang lidah tapi bisa jadi tak punya gizi dan malah bikin gemuk.
Do’s: Jadikan camilan lezat rendah kalori dan tinggi serat sebagai rekan kerja baru Anda di kantor. Apel, pisang, atau anggur dijamin mampu membuat perut Anda kenyang. Jika bosan dengan buah, makanlah dua biskuit dan satu sendok selai kacang yang kaya gizi. Kombinasi karbohidrat dan protein akan membantu Anda kenyang lebih lama. Dapatkan juga dalam oatmeal instan yang mampu menurunkan kolesterol.
Minum Delapan Gelas Air
Kekurangan air tak hanya menyebabkan kulit kering, namun juga bau mulut tak sedap, kehilangan gairah kerja, dan menurunkan tekanan darah. Jika Anda merasa lesu, bisa jadi karena Anda kurang minum. Pekerjaan kantor seringkali membuat kita lupa untuk minum. Rata-rata para pekerja kantor hanya mengonsumsi 4 gelas air selama berada di kantor. Padahal, penggunaan pendingin ruangan membuat cadangan air dalam tubuh lebih banyak menguap.
Do’s: Jadwalkan kegiatan minum Anda mulai dari sekarang. Minumlah 3 gelas air sebelum jam makan siang, dan tiga gelas terakhir menjelang Anda pulang kantor. Aturlah jeda setengah jam untuk sdetiap gelasnya.
Bersih-bersih
Sebuah penelitian membuktikan bahwa tata letak dan kerapihan ruang kerja secara tak langsung memengaruhi psikologis Anda untuk bekerja lebih semangat dan teratur. Debu yang tersembunyi di keyboard, buku-buku, atau gagang telepon bisa menjadi sumber beragam penyakit pernapasan seperti flu, batuk, dan asma.
Do’s: Sikat halus pembersih debu atau kain halus bisa digunakan untuk membersihkan monitor atau layar notebook Anda. Baiknya lakukan hal ini tiga hari sekali. Gunakan kain sedikit basah untuk membersihkan gagang dan tombol telepon. Anda juga bisa mulai mengatur tata letak buku, file-file, kalender, atau CD kesayangan sesuai dengan jenisnya. Terakhir, ucapkan selamat tinggal untuk meja berantaskan dan berdebu.
Bersihkan Tangan
Tahukah Anda bahwa tangan kotor bisa membuat gemuk? Beragam bakteri hingga virus akan jadi makanan tambahan jika kita lupa membersihkan tangan. Leah D. Whigham peneliti dari Universitas Wisconsin menyatakan bahwa kegemukan bisa disebabkan oleh adenoviruses yang menyebabkan penumpukan lemak dalam tubuh. Virus lemak tersebut bisa masuk ke dalam tubuh melalui makanan yang dimakan menggunakan tangan yang kotor.
Do’s: Cucilah tangan Anda dengan menggunakan sabun, sebelum memasukkan makanan apa pun ke dalam mulut. Sedikitnya, bersihkan tangan setelah bepergian ke luar kantor atau pada saat Anda tiba di kantor. Jika tak memungkinkan, simpanlah sebungkus tisu basah di dalam tas. Agar lebih praktis, satu botol kecil cairan pembersih tangan dapat menjadi pilihan.
Letakkan Dengan Tepat
Hal sepele ternyata mampu menyebabkan efek yang berarti. Cidera otot pada lengan dan kelelahan mata tak semata-mata disebabkan karena pekerjaan yang terlalu banyak. Perhatikan apakah letak komputer atau notebook Anda sudah ideal dengan posisi tubuh. Keluhan pegal-pegal pada otot bahu dan kelelahan mata sering dialami oleh banyak pekerja kantor. Sebanyak 65 persen kejadian tersebut disebabkan karena posisi mengetik dan jarak pandang yang salah.
Do’s: Jarak aman untuk menghindari mata lelah adalah memberi jarak sekitar 30 cm antara mata dengan layar. Sedikit mengecilkan tingkat cahaya monitor atau menggunakan layar antiradiasi akan cukup membantu. Perbesar ukuran tulisan jika Anda tak mampu melihatnya. Posisi keyboard usahakan berada di bawah bahu, sehingga lengan Anda membentuk siku 45-90 derajat. Bantal penyangga punggung atau leher bisa menjadi teman baik bagi tulang Anda.
Istirahat 10 Menit
Rasa jenuh terhadap pekerjaan, mengantuk, dan hilangnya inspirasi merupakan sinyal tubuh bahwa Anda membutuhkan waktu untuk istirahat walau sejenak. Pekerjaan yang menumpuk dapat menjadi alasan pemicu rasa lelah. Jika dibiarkan, hal ini bisa berpengaruh terhadap menurunnya fungsi kekebalan tubuh, kemampuan berkonsentrasi, penyakit otot, hingga susah tidur.
Do’s: Tarik napas panjang dan teratur seraya memejamkan mata sejenak. Lakukan gerakan memutar bahu tiga kali ke belakang dan ke depan. Lakukan juga untuk otot leher. Putar leher Anda tiga kali ke kiri dan ke kanan. Jika memungkinkan, berjalanlah dan keluarlah dari ruangan kantor selama 10 menit sambil melakukan peregangan otot.
(Ayunda Pininta Kasih/Majalah Chic)
Editor: NF
Ciri Lingkungan Kerja Tidak Sehat
VIVAnews – Bagaimana lingkungan kerja saat ini? Setiap orang tentu ingin memiliki lingkungan kerja yang sehat dan menyenangkan, sehingga karier tumbuh dan berkembang dengan baik.
Namun, tak jarang keinginan tinggal keinginan, sementara jika ingin pindah kerja, belum ada perusahaan bisa menerima dalam waktu dekat. Akibatnya, Anda jadi stres.
Sebelum Anda mengalami ‘mimpi buruk’ seperti ini, berikut merupakan ciri-ciri lingkungan kerja yang tidak sehat. Jika apa yang dipaparkan di bawah ini ada dalam lingkungan kerja Anda, Anda dapat mengantisipasinya sejak dini.
1. Dilarang multitasking
Biasanya perusahaan sehat sangat senang jika karyawannya produktif dan mau berbuat lebih dari sekadar yang menjadi tugas dan tanggung jawabnya. Perusahaan tidak sehat sebaliknya, tak suka pada karyawan ‘serba bisa’. Biasanya hal ini terjadi, karena khawatir karyawan itu mengetahui hal-hal yang tidak seharusnya diketahui. Jadi, perusahaan memberikan tugas-tugas bersifat khusus dan terpisah-pisah bagi karyawannya agar mudah dikontrol.
2. Rapat tidak efektif
Rapat semestinya merupakan ajang untuk saling berbagi ide, data, dan tujuan yang jelas untuk kemajuan perusahaan. Namun, dalam lingkungan kerja tidak sehat, rapat hanya menjadi ajang untuk saling menyalahkan, memojokkan, dengan disertai hitungan-hitungan matematika memusingkan, dan metafora-metafora klise.
3. Beban kerja tak menentu
Di lingkungan kerja sehat, antara beban kerja dan hasil yang didapat biasanya seimbang. Namun, di lingkungan kerja tidak sehat, ada karyawan yang dibebani pekerjaan yang menumpuk, tapi ada juga yang dibiarkan lebih banyak ongkang-ongkang kaki.
Namun, bisa juga pada suatu ketika pekerjaan begitu melimpah sehingga tidak tertangani, tapi di saat lain justru tak ada sama sekali, sehingga karyawan mengalami disfungsional. Ini mungkin terjadi karena atasan tidak mampu mengelola manajemen dengan baik, tidak tahu tugas dan fungsi Anda, atau mereka memang tidak peduli.
4. Kebijakan overlaping
Penanganan pekerjaan yang baik adalah jika antara tugas dengan instruksi yang diberikan paralel dan dapat diselesaikan satu per satu. Namun, di lingkungan kerja tidak sehat, seringkali terjadi ketika satu pekerjaan belum selesai, sudah ada instruksi baru, memo baru, kebijakan baru, yang ada kalanya saling bertentangan. Namun, Anda dilarang bertanya atau mengeluh.
5. Target tidak realistis
Penetapan target yang baik adalah yang sesuai dengan kapasitas dan kondisi terkini, namun di lingkungan kerja yang tidak sehat, target dibuat bertentangan dengan prinsip tersebut sehingga terkesan terlalu di awang-awang dan tidak realistis.
Selamat mencoba, karena hasil akhir yang berkualitas dimulai dengan implementasi yang berkualitas (Quality Implementation /QI).
Diasuh oleh:
Kevin Wu, Managing Director CoreAction Result Consulting, telah membantu beberapa perusahaan di tanah air melipatgandakan hasil hanya dalam waktu yang relatif singkat dengan metode management yang simple dan aplikatif. Tidak berlebihan jika banyak pihak yang menyebutnya sebagai “Result Consultant”.
Info lebih lengkap silahkan klik www.thecoreaction.com, www.qi-leadership.com atau email info@thecoreaction.com
Baca juga: Profesi Teraneh di Dunia
• VIVAnews
Makanan Terbaik buat Kulit
TEMPO Interaktif, Jakarta -Penelitian tentang makanan yang terbaik untuk kulit sehat masih terbatas. Namun, makanan kaya antioksidan tampaknya memiliki efek perlindungan bagi kulit. Makanan kaya antioksidan biasanya terdapat pada buah dan sayuran.
Menurut Lawrence E. Gibson, M.D., dermatolog dari MayoClinic, beberapa sayuran dan buah baik untuk kesehatan kulit, di antaranya eortel, aprikot, jeruk, blueberry, bayam dan sayuran berdaun hijau lainnya, tomat, kacang, kacang polong, dan kacang-kacangan lainnya, serta ikan, terutama ikan salmon.
Di sisi lain, ada makanan yang tampaknya terkait dengan kerusakan kulit. Sebagai contoh, beberapa penelitian menunjukkan makanan tinggi lemak dan karbohidrat mendorong penuaan kulit.
Banyak makanan yang baik untuk kulit juga baik bagi kesehatan secara keseluruhan. Misal, banyak minum air putih, perbanyak buah-buahan dan sayuran, ikan daging merah, susu rendah lemak atau bebas lemak. Sertakan kacang-kacangan, biji-bijian, kacang-kacangan, roti gandum dan pasta, serta kurangi permen.
Mayoclinic | Nur Rochmi
Kikis Lemak di Perut dengan Avokad
VIVAnews – Menghindari makan avokad karena takut gemuk? Jangan salah kaprah, avokad justru bisa meluruhkan lemak di perut buncit Anda.
Seperti dikutip dari laman self.com, lemak tak jenuh tunggal dalam avokad bisa menjadi nutrisi baik untuk tubuh. Sebuah studi yang dimuat dalam jurnal ‘Diabetes Care’ menemukan, orang yang melakukan diet dengan mengonsumsi lemak tak jenuh tunggal bisa membakar lemak tubuh, khususnya di bagian perut. Pasalnya, setengah avocad mengandung 10 gram lemak sehat.
Bagaimana cara kerjanya? Kadar gula darah yang tinggi memberikan sinyal dari tubuh untuk menyimpan lemak di sekitar bagian perut dan pinggul Anda. Namun, dengan adanya lemak tak jenuh tunggal dalam tubuh bisa menggagalkan timbunan lemak di bagian tengah tubuh.
Namun, ketika jika salah mengolah avokad justru bisa menjadi bumerang bagi Anda. Jika Anda mengonsumsi jus avokad dengan tambahan gula dan susu kental, tentunya bukan melangsingkan, tapi justru bisa membuat bobot tubuh melonjak. Lemak jahat bukan didapat dari avokad tapi dari gula dan susu.
Untuk itu, tak perlu takut mengonsumsi banyak advocad, asalkan Anda mengolahnya dengan tepat. Buah yang satu ini memiliki rasa yang unik dan sedikit gurih. Anda bisa menjadikan avokad sebagai campuran salad. Menjadikannya sebagai sarapan atau camilan saat malam hari adalah hal yang tepat.
Jika bosan dengan jus avokad tanpa gula, campur saja dengan sedikit madu atau kopi lalu aduk hingga merata. Rasanya avokad menjadi lebih berbeda dan istimewa.
• VIVAnews
Tokoh Kartun Pengaruhi Pilihan Makan Anak
TEMPO Interaktif, New Haven - Tokoh kartun yang populer mempengaruhi preferensi selera makan anak-anak tidak dengan cara yang positif, kata sebuah studi, seperti dilaporkan Pediatrics edisi online 21 Juni 2010.
Para peneliti menemukan bahwa merek produk makanan kemasan Amerika dengan tokoh kartun seperti Dora the Explorer mendorong anak prasekolah untuk memilih makanan tinggi-kalori, makanan yang kurang sehat, ketimbang pilihan yang lebih bergizi.
Penulis studi, Christina Roberto, dari Universitas Yale di New Haven, Amerika Serikat, mengatakan bahwa ketika anak-anak disajikan dengan pilihan biskuit, camilan buah, atau wortel, dan satu paket makanan yang memiliki cap tokoh kartun; mereka benar-benar berpikir bahwa makanan dengan tokoh tersebut memiliki rasa yang lebih baik.
Temuan ini mencerminkan preferensi makanan untuk anak laki-laki dan perempuan umur 4 sampai 6 tahun yang menemukan makanan lezat dengan kemasan seperti tokoh di televisi.
Para penulis mengamati 40 anak-anak prasekolah, di empat pusat penitipan anak di New Haven. Selama dua kunjungan, tim menyajikan anak-anak dengan sampel tiga jenis makanan yang berbeda. Semua makanan yang dikemas dengan warna, bentuk, dan desain sama, yang satu tanpa merek dan satu sampel bermerek yang memuat gambar tokoh kartun Scooby Doo baik, Dora, atau Shrek.
Semua anak memiliki sampel tiap jenis makanan, baik dengan merek maupun tanpa merek tokoh kartun.
Para peneliti menemukan, anak-anak menganggap makanan yang memiliki merek tokoh kartun lebih enak daripada yang tidak.
Berkaitan dengan temuan ini, Roberto dan rekan-rekannya berpandangan bahwa diperlukan pembatasan dalam menggunakan lisensi tokoh kartun pada makanan tidak sehat tertentu.
Rahil D. Briggs, direktur sebuah Pusat Layanan Kesehatan di New York, setuju bahwa penggabungan tokoh-tokoh rekaan yang populer dengan makanan tidak sehat diperkirakan berkontribusi terhadap mewabahnya obesitas.
HealthDay News/Ngarto Februana
Berita Terkait:
Atasi Obesitas, Iklan Makanan Cepat Saji Dilarang
Banyak Jalan Menuju Langsing
VIVAnews - Senam dan olahraga di pusat kebugaran dapat membakar kalori dan melangsingkan tubuh. Demikian halnya dengan aktivitas yang meningkatkan metabolisme tubuh seperti bekerja dan melakukan hubungan seks dengan pasangan. Tetapi adakah cara lain menurunkan berat badan?
Tenang, masih banyak cara menuju langsing. Anda bisa melakukan lima hal mudah berikut untuk memiliki tubuh idaman.
1. Minum kopi
Minum kopi panas atau dingin mempercepat laju pembakaran kalori.
2. Sarapan rutin
Sarapan lebih sehat dibandingkan dengan makan malam. Selain makanan kaya serat, dianjurkan untuk makan sarapan hangat. Pasalnya, sarapan hangat membantu membakar lemak lebih banyak. Karena sinyal yang masuk ke otak menyatakan pada pagi hari tubuh tidak terlalu lapar sehingga tidak menyimpan kelebihan lemak.
3. Tertawa
Tertawa selama 10-15 menit tiap hari akan membakar sekitar 50 kalori. Jika Anda ingin merasa efek tertawa seperti olahraga, bersenang-senang dan tertawalah lebih banyak.
4. Marah
Seperti tertawa, marah memberi pengaruh sama halnya saat berada di pusat kebugaran atau jogging. Studi menunjukkan marah dapat meningkatkan metabolisme dan aktivitas fisik.
5. Berjalan kaki
Walaupun sangat sederhana, berjalan sangat membantu membentuk tubuh ideal. Bersejalan kaki beberap blok dari kantor tanpa hak tinggi cukup untuk membakar kalori berlebihan. Dan, jangan malas menggunakan tangga.
Baja juga: 15 Diet Terunik Sepanjang Sejarah & Diet Unik Selebriti Hollywood
• VIVAnews
Audisi The Biggest Loser Asia: Supaya Dapat Pekerjaan dan Jodoh
KOMPAS.com – David Gurnani, asal Indonesia keluar menjadi pemenang dalam acara The Biggest Loser Asia pertama yang diadakan tahun lalu di Malaysia. Dalam upayanya tahun lalu, ia berhasil menurunkan bobot tubuhnya dari 157 kg menjadi 83 kg. Kondisi obesitas bukanlah kondisi yang bisa dibiarkan begitu saja. Banyak ketidaknyamanan yang dirasa oleh mereka yang memiliki kondisi ini. Kompas Female sempat berbincang dengan 3 wanita yang mengikuti audisi The Biggest Loser Asia (TBLA) kedua di Fitness First, Pacific Place, beberapa waktu lalu.
Motivasi
Menjelang sore, Kompas Female bertandang ke lokasi audisi TBLA. Di sana, sudah ada Mira Maryani Sembiring (28), salah seorang peserta yang sedang duduk dan bercengkrama bersama beberapa wanita lain. Ia baru beberapa jam menunggu di sana. Ketika ditanya apa motivasi wanita yang bekerja sebagai pekerja di gereja, bagian kepemudaan, ia menjawab lantang, “Saya ingin punya body yang efisien. Efisien supaya bisa mudah bergerak ke sana ke mari.”
Di sebelah Mira, ada Kiki (24), yang sehari-hari bekerja di sebuah konsultan arsitektur. Sama seperti Mira, tentu, Kiki ingin melawan obesitas yang dirasanya sejak ia masih kecil. Menurutnya, bobot ini ia rasa sejak sekolah dasar, sejak selesai operasi amandel, bobotnya terus naik. Kebiasaan dan gaya hidup yang tidak sehat membuat Kiki merasa harus berbuat sesuatu. “Setiap hari saya kerja di depan komputer dari pagi hingga malam. Lalu malam pun pulang, makan, lalu tidur lagi, besok begitu lagi.” Tak hanya itu, ia pun merasa kesulitan saat berada di lingkungan umum, “Saya suka merasa kesulitan kalau berada di luar dan harus naik angkutan umum. Kebanyakan angkutan umum tidak mau berhenti untuk saya, kadang saya malah takut naik ojek, takut mereka tidak mau angkut. Beda kalau di Singapura, misalnya, yang sudah jelas angkutan umumnya, seperti MRT yang lebih mudah untuk siapa saja dengan kondisi apa pun.”
Lain lagi dengan Dede (26), yang tinggal di sekitar Rawamangun, pekerjaannya adalah membantu orang tua di toko kelontong milik mereka. Bobot tubuhnya yang melebihi batas BMI 25, ditengarainya pun karena ada keturunan dari keluarga yang berasal dari Padang. Kegemaran di rumahnya adalah memasak makanan bersantan dan pedas, plus pekerjaannya sekarang dikelilingi dengan makanan ringan, membuatnya mudah tergoda. Bobot tubuhnya sekarang membuatnya merasa tidak nyaman, ia sering mengalami rasa sakit di sekitar leher, tulang punggung, dan sendi lutut, juga pergelangan kaki. Kesulitan untuk bergerak ini pun membuatnya sulit untuk mendapatkan pekerjaan. “Saya pernah mencoba melamar pekerjaan ke suatu rumah sakit, jadi koki, bareng teman saya. Setelah dites, teman saya yang diterima, saya tidak. Kata teman saya, mereka bilang karena tubuh saya membuat saya tidak gesit bergerak. Ternyata sulit dapat pekerjaan dengan ukuran tubuh seperti ini,” terang Dede ditutup dengan tawa kecil.
Tantangan
Mira mengaku pernah menonton acara yang dari Amerika dan Asia, tapi cuma sekilas saja. “Pernah nonton, tapi enggak ngikutin. Pernah lihat yang Amerika, pesertanya diforsir untuk olahraga dan mengatur makanan. Meski berat tantangannya, tapi, dengan mengendalikan diri dan pikiran saya yakin bisa. Seberat apa pun tantangan di depan, tergantung pikiran kita. Kalau kita pikir itu mudah, pasti mudah. Kita harus mengubah mindset. Kalau mau perubahan, harus mau berubah. Di sana juga kita harus kurus untuk kepentingan diri dan kepentingan tim. Kita pun akan dikarantina, dan tak boleh memakan apa pun yang kita suka. Nah, itu tuh yang susah,” canda Mira dengan tawa renyah. Senada dengan Mira, Kiki dan Dede pun merasa latihan yang akan diikuti pasti tak akan mudah, karena tak biasa untuk memaksa diri berolahraga dan harus mengurangi asupan makanan yang mereka sukai selama kurang lebih 3-5 minggu di lokasi yang akan ditentukan nanti.
Upaya yang pernah dilakukan selama ini
Jangan mengira mereka yang bertubuh tambun ini pasrah dan tidak berusaha. Mira, misalnya, “Saya sudah pernah coba berbagai macam obat-obatan, totok kuping, akupunktur, bahkan program pelangsingan ternama sekalipun. Tapi karena motivasi dan mindset kurang bagus, jadinya balik lagi. Saya rasa di situ kelemahan orang-orang gemuk, tidak punya mindset yang kuat. Harus mengubah lifestyle. Sebulan ini saya coba olahraga terus, tetapi makan enggak ditahan, sekarang sudah turun 6 kg.”
Sementara Kiki, “Upaya sudah banyak dicoba, seperti akupunktur di beberapa dokter, coba minum berbagai macam obat, sampai totok perut. Pernah sih, turun 12 kg, tapi naiknya malah lebih banyak lagi. Saya kurang tahu juga kenapa bisa begitu, mungkin kondisi badan dan gaya hidup saya saja yang seperti itu.”
Target
Bagi Kiki, yang ia inginkan adalah kenyamanan untuk menjalani hari di mana pun, seperti diutarakan kesulitan yang ia hadapi sehari-hari. “Saya sih jarang sakit, paling waktu operasi amandel dulu. Pernah juga kena tifus, tapi selebihnya sehat-sehat saja. Saya sekarang 125 kg, ingin mengurangi 80 kg. Niat awal saya memang ingin kurus.”
Mira mengakui, “Bulan lalu berat saya 132 kg, setelah program olahraga saya sebulan ini, barusan saya timbang lagi, sudah 129 kg. Saya ingin menjadi 60 kg, kata yang mengukur saya tadi sih sebaiknya segitu. Kalau David Gurnani bisa, saya juga pasti bisa. Target lainnya untuk ikut acara ini karena saya ingin membentuk karakter dan body. Saya baru dengar hadiahnya beberapa ribu dolar. Kalau keluar dari sini, saya ingin jadi berkat untuk semua orang. Yang jelas, persembahan buat gereja dan keluarga. Ada beban di diri saya, sudah usia segini, belum bisa membiayai diri sendiri maupun keluarga.”
Sementara Dede, “Targetnya yang penting kurangin berat badan. Lagipula usia saya sudah segini, saya ingin dapat pekerjaan, dan jodoh,” ujarnya sambil diiringi tawa kecil dan malu-malu.
Menjelang sore penutupan audisi di Fitness First yang merupakan kesempatan langsung para calon peserta untuk langsung diwawancara oleh para juri dan David Gurnani, baru didatangi sekitar 150-an peserta, sedikit berkurang dari jumlah peserta yang datang pada audisi tahun lalu, yakni sekitar 200 peserta. Menurutnya, karena cara mengikuti TBLA tahun ini dibuat lebih fleksibel, yakni dengan mendaftar lewat online, di situs www.biggestloserasia.com hingga tanggal 5 Juli 2010. Di situs itu, peserta diminta mengisi formulir pendaftaran dan memberikan presentasi atau motivasinya.
Acara yang dirancang untuk memerangi obesitas ini bisa diikuti dengan syarat; pendaftar warga asli Asia berusia 18-55 tahun, memiliki obesitas (Indeks Massa Tubuh di atas 25), berbicara bahasa Inggris dengan lancar, memiliki keinginan dan komitmen menurunkan berat tubuh untuk mencapai kesempatan yang lebih baik. Hadiah untuk kontestan yang berhasil menurunkan berat dan lemak tubuh terbanyak adalah USD 100.000. Namun, dalam kesempatan dan tantangan mingguan pun akan ada hadiah-hadiah lainnya.
NAD
Editor: NF
Sehat dengan Makanan Organik
VIVAnews - Makanan berbahan dasar organik sedang tren di dunia kuliner saat ini. Sejumlah restoran seolah berlomba menawarkan masakan berbahan dasar organik.
Seperti dikutip dari laman Modernmom, makanan organik ditanam tanpa menggunakan pupuk kimia sintetik, pestisida, hormon pertumbuhan, dan modifikasi genetik. Tidak seperti makanan yang diproduksi secara konvensional.
Tak heran jika harga makanan organik jauh lebih mahal, karena proses alami membutuhkan waktu tumbuh relatif lebih lama. Terlepas dari harga, makanan berbahan organik menawarkan sejuta manfaat untuk kesehatan tubuh.
Makanan organik lebih aman
Produk konvensional mengandung residu bahan kimia, apalagi jika pengolahannya sembarangan. Sedangkan makanan berbahan organik tidak mengandung residu bahan kimia karena melalui proses alami, tidak ada racun yang digunakan dalam proses pertumbuhan.
Ada lebih dari 850 bahan aktif pestisida yang terdaftar di Environmental Protection Agency (EPA) yang secara rutin disemprotkan sendiri atau dalam kombinasi kimia ke dalam produk konvensional yang tersedia di supermarket. Banyak bahan kimia ini dituding sebagai pemicu kanker pada manusia dan implikasi negatif lainnya terhadap kesehaatan manusia.
Makanan organik lebih sehat
Meski masih ada perdebatan, sebuah penelitian menunjukkan bahwa makanan organik adalah pilihan sehat. Studi yang diterbitkan dalam “Jurnal Pertanian dan Kimia Pangan” menunjukkan bahwa sayuran dan buah organik mengandung antioksidan lebih tinggi daripada produk konvensional.
Jagung Organik memiliki kadar antioksidan 58,5 persen lebih tinggi dibandingkan jagung konvensional. Stroberi organik mengandung antioksidan 19 persen lebih tinggi daripada varietas non-organik. Makanan organik juga terbukti mengandung flavanoids tiga sampai empat kali lebih banyak dibandingkan makanan konvensional.
Davis dari peneliti dari Universitas California, mengatakan, flavanoids memainkan peran penting dalam mencegah kanker dan penyakit jantung. Flavanoids juga bertindak sebagai pestisida alami yang melindungi tanaman dari serangga. Selain memiliki rasa lebih enak, daging organik tidak mengandung antibiotik, penyebab meningkatnya bakteri resisten antibiotik.
Baca juga: Konsumsi Makanan Organik Tanpa Mahal
• VIVAnews






