Menikmati Masakan Koki Kerajaan
TEMPO Interaktif, Makassar – Menikmati akhir pekan, banyak cara yang bisa dilakukan untuk melepaskan kepenatan rutinitas kerja. Rina Kartini, 33 tahun, karyawati bank ini memilih mengikuti kelas memasak di Hotel Aryaduta Makassar, Sabtu, 31 Juli lalu.
Ini kali kedua Rina mengikuti kelas memasak, sebelumnya dia mengikuti kelas sesi ke-3, akhir Mei lalu. “Saya sekadar ingin mengisi waktu, sekalian belajar masak terutama masakan luar. Kalau kemampuan basic memasak sih sudah ada,” katanya tersenyum ramah, sambil memperlihatkan hasil masakannya ‘Beef Tenderloin dan King Crab’.
Hmmm…aroma daging dan kepitingnya menyatu, menyengat hidung. Tidak hanya aromanya yang mengundang selera makan, tetapi tampilannya yang begitu segar dengan paduan sayuran seperti brokoli hijau, sawi hijau dan putih serta jamur putih. Makin menarik setelah ditata dalam nampan kaca bening, berhias taburan wijen.
Asin, asem, dan pedas jahe menyatu begitu legit di mulut. Daging has yang empuk dan cangkang kepiting Alaska raksasa yang menjadi bahan utama tak membuat saya repot menggunakan garpu dan pisau. Selera Rina relatif umum, paduan asin, asem dan pedasnya imbang. Berbeda dengan masakan Tika yang rasa asinnya lebih dominan, sementara Nisfha memperkuat rasa asemnya.
Usai menikmati menu utama ‘Beef Tenderloin dan King Crab’. Lidah kami kembali dimanjakan dengan sajian dessert ‘Vanilla Cheese Cake With Marinated Fruit’, yang begitu segar setelah proses pembekuan selama 30 menit. Menu pencuci mulut ini memang sengaja dibuat lebih awal.
Rasa nano-nano mendominasi dessert ini, terasa mewah oleh krim keju dan cake cokelat. Ditambah garnisnya yang begitu segar dengan paduan potongan buah seperti semangka, melon, pepaya, jeruk nipis, daun mint dan siraman santan. Makin cantik dengan topping parutan kelapa muda.
Kelas memasak ini dibimbing langsung Executive Chef Hotel Aryaduta, Hannes Wagner. Koki asal Austria ini sebelumnya bekerja di Kerajaan Jordania , dan memasak untuk anggota kerajaan. Ia mengawali karirnya di Indonesia, sejak 5 bulan lalu sebagai executive chef di Makassar.
Kali ini ia mencoba menyajikan style masakan yang merupakan perpaduan masakan Asia dan Barat yang dikombinasi sedemikian rupa. ‘Beef Tenderloin dan King Crab’ ini bisa disajikan saat makan siang ataupun makan malam. Sementara dessert-nya, Hannes mencoba mengaplikasikan cheese cake secara etnik, dan sangat cocok disajikan saat makan malam.
Pada kelas sesi ke-4 ini, Hannes tidak sendiri. Ia didampingi Executive Saos Chef Aryaduta, Faisal. Setelah praktek pengolahan masakan usai, tiap-tiap peserta akan mencicipi makanan yang dibuat.
Publik Relation Manager Hotel Aryaduta Makassar, Nisfatul Khairah, mengatakan pihaknya sengaja membatasi peserta kelas hanya untuk 20 orang, agar memaksimalkan interaksi dan proses belajar mengolah masakan. Kelas ini dibuka sebulan sekali. Biaya pendaftaran sebesar Rp. 250 ribu per orang yang sudah termasuk bahan–bahan masakan, apron, topi chef dan sertifikat.
IRMAWATI
Mengadopsi Metode Pengolahan, Menghasilkan 25 Kreasi Menu
Executive Chef Hotel Aryaduta, Hannes Wagner, sengaja memilih menu yang dapat diterapkan di rumah, dengan metode pengolahan yang bisa dikreasikan. “Cukup mengadopsi metode pengolahan ‘Beef Tenderloin dan King Crab’, maka bisa menghasilkan 25 kreasi menu,” katanya.
Menu masakan ‘Beef Tenderloin dan King Crab’, yang dipraktekkan kali ini asli masakan luar karena semua bahannya impor, seperti daging has dari Amerika Serikat yang hanya butuh proses pematangan 5 menit sudah sangat empuk. Sementara kepiting Alaska ini hanya bisa ditangkap pada waktu tertentu yang berlokasi di laut dasar. “Rasa kepiting ini sangat istimewa, sangat besar, cangkangnya saja sebesar lengan anak kecil,” kata Hannes menjelaskan dalam bahasa Inggris.
Menurut Hannes, bahan utama ini bisa diaplikasikan yakni diganti dengan bahan-bahan lokal hanya saja proses pengolahan pasti membutuhkan waktu lebih lama. Daging has bisa diganti daging lokal atau ayam. Kepiting Alaska bisa diganti kepiting lokal, cumi dan udang.
Dessert ‘Vanilla Cheese Cake With Marinated Fruit’ juga dapat diaplikasi dalam jumlah yang tak terbatas. Cakenya bisa diganti biskuit atau wafer. Kuah santanya bisa diganti capucino. Pilihan buahnya juga bisa disesuikan selera. Penyajian tidak mesti menggunakan plat tetapi bisa juga memilih gelas.
IRMAWATI
Menjadi Trendsetter dengan Jeli Melihat Perubahan
KOMPAS.com – Mengembangkan bisnis tak melulu harus berpatokan pada tren yang sudah ada, termasuk tren desain produk. Bahkan pebisnis harus lebih kreatif melihat peluang dan memprediksi masa depan dengan lebih jeli mengenali perubahan. Perubahan pola pikir dan gaya hidup masyarakat menjadi tolok ukurnya.
Irvan A. Noe’man, Executive Director Yayasan Sentra Kreatif memaparkan prediksi tren desain pada 2011, dengan melihat empat karakter gaya hidup di masa mendatang. Dengan mengenali karakter ini, pebisnis bisa lebih cermat menyasar pasar dengan berbagai produknya.
“Selera masyarakat mulai berubah dengan kembali ke alam, back to healthy food misalnya, beralih dari fast food ke organik. Produk recycle juga digemari, mengubah kotak sabun menjadi barang layak guna, atau memanfaatkan sampah menjadi barang mahal. Warna yang tabrakan juga mulai menjadi tren. Motif dengan berbagai latar belakang budaya digemari. Sumber daya alam yang semakin terbatas menjadikan sejumlah barang menjadi langka, produk dari kayu tua misalnya, semakin dicari meski harganya tinggi,” Irvan menjelaskan latar belakang dari prediksi tren desain yang dibaginya menjadi empat kategori konsep.
Konsep tren desain, kata Irvan, akan menyasar kepada pola pikir masyarakat yang mulai berubah. Lebih sadar lingkungan, salah satunya. Artinya, pasar menyenangi produk atau desain yang terinspirasi dari alam dan ramah lingkungan.
Selain itu, gaya hidup masyarakat terutama di perkotaan yang hiruk-pikuk, berdampak pada perubahan pola pikir. Pasar mulai tertarik dengan berbagai hal yang santai, menyenangkan, dan alami. Suasana alami dan simpel menjadi lebih menarik.
“Kedai kopi yang simpel tanpa brand menjadi lebih menarik karena lebih memberikan suasana santai, daripada kedai dengan merek ternama. Pasar menginginkan kesan santai dan tidak formal, serta tidak lagi melihat brand dalam memilih produk,” papar Irvan.
Bahkan kekisruhan maupun kondisi sosial politik bisa menjadi inpirasi tren desain dan produk. Irvan merujuk sebuah kafe di Paris, yang mengambil konsep chaos. Kemarahan masyarakat atas sesuatu peristiwa juga bisa menjadi ide bisnis menarik, dibuatkan dalam kaos misalnya.
“Ada cerita menarik di balik kondisi kekinian, dan orang mulai sadar dengan berbagai masalah di sekitarnya,” kata Irvan.
Anda tentu banyak melihat produksi kaos yang mengedepankan kecintaan terhadap budaya, atau kampanye sosial yang membangun semangat nasionalisme, bukan? Kondisi ini bisa menjadi inspirasi berbagai produk bisnis Anda saat ini, dengan cara kreatif dan unik.
WAF
Editor: din
Tokoh Kartun Pengaruhi Pilihan Makan Anak
TEMPO Interaktif, New Haven - Tokoh kartun yang populer mempengaruhi preferensi selera makan anak-anak tidak dengan cara yang positif, kata sebuah studi, seperti dilaporkan Pediatrics edisi online 21 Juni 2010.
Para peneliti menemukan bahwa merek produk makanan kemasan Amerika dengan tokoh kartun seperti Dora the Explorer mendorong anak prasekolah untuk memilih makanan tinggi-kalori, makanan yang kurang sehat, ketimbang pilihan yang lebih bergizi.
Penulis studi, Christina Roberto, dari Universitas Yale di New Haven, Amerika Serikat, mengatakan bahwa ketika anak-anak disajikan dengan pilihan biskuit, camilan buah, atau wortel, dan satu paket makanan yang memiliki cap tokoh kartun; mereka benar-benar berpikir bahwa makanan dengan tokoh tersebut memiliki rasa yang lebih baik.
Temuan ini mencerminkan preferensi makanan untuk anak laki-laki dan perempuan umur 4 sampai 6 tahun yang menemukan makanan lezat dengan kemasan seperti tokoh di televisi.
Para penulis mengamati 40 anak-anak prasekolah, di empat pusat penitipan anak di New Haven. Selama dua kunjungan, tim menyajikan anak-anak dengan sampel tiga jenis makanan yang berbeda. Semua makanan yang dikemas dengan warna, bentuk, dan desain sama, yang satu tanpa merek dan satu sampel bermerek yang memuat gambar tokoh kartun Scooby Doo baik, Dora, atau Shrek.
Semua anak memiliki sampel tiap jenis makanan, baik dengan merek maupun tanpa merek tokoh kartun.
Para peneliti menemukan, anak-anak menganggap makanan yang memiliki merek tokoh kartun lebih enak daripada yang tidak.
Berkaitan dengan temuan ini, Roberto dan rekan-rekannya berpandangan bahwa diperlukan pembatasan dalam menggunakan lisensi tokoh kartun pada makanan tidak sehat tertentu.
Rahil D. Briggs, direktur sebuah Pusat Layanan Kesehatan di New York, setuju bahwa penggabungan tokoh-tokoh rekaan yang populer dengan makanan tidak sehat diperkirakan berkontribusi terhadap mewabahnya obesitas.
HealthDay News/Ngarto Februana
Berita Terkait:
Atasi Obesitas, Iklan Makanan Cepat Saji Dilarang
‘Pernak-pernik’ Untuk Dekorasi Dapur Unik
VIVAnews - Dekorasi cantik di meja makan bisa menambah penampilan sajian makanan. Untuk menambah selera makan, Anda bisa menciptakan dekorasi dari bumbu rempah yang ada di dapur dan sekitar rumah.
Yani dari Sultan Florist memberi beberapa trik dekorasi meja makan dengan sayuran, bumbu dan buah yang diperoleh dari dapur atau kebun rumah. Ia menjelaskan, bumbu dapur seperti kayu manis, batang dan daun sereh, gelas bekas selai, daun sri gading dan daun merambat, serta piring bisa dikreasikan sebagai dekorasi minimalis yang menarik.
“Padu padan bahan dan bumbu dapur dengan memperhatikan segi estetika bisa mempercantik meja makan berbiaya murah,” ungkap Yani dalam acara Cooking Class di Sultan Hotel, Sabtu, 19 Juni 2010.
Sebagai pemanis, Anda tidak perlu membeli buah dan bunga yang mahal. Berbagai jenis buah dan sayuran yang ada di dapur dan kebun seperti sayuran hijau, buah jambu, jeruk,lemon, bunga soka dan melati bisa jadi pemanis tatanan dekorasi meja.
Yani turut memberi tips agar dekorasi bunga-buah-bumbu bisa tahan lebih lama. “Caranya perhatikan air dan ganti setiap hari agar gas yang dihasilkan tidak menimbulkan bau tidak sedap dan mencegah nyamuk,” katanya. (adi)
• VIVAnews
Cita Rasa Sajian Rumah
TEMPO Interaktif, Masakan rumah selalu membangkitkan rasa rindu. Bagi warga Jakarta yang punya kesibukan dan rutinitas tinggi, sajian pembangkit selera ini tidak selalu dapat dinikmati setiap saat. Di Plaza Indonesia, warga Jakarta dapat mencicipi kembali cita rasa menu masakan rumah di Pandan Village.
Ketika Tempo datang ke soft opening-nya beberapa pekan lalu, rumah makan ini sepintas tak jauh beda dengan rumah makan lain yang menawarkan menu sejenis. Kita bisa merasakan suasana kekeluargaan dengan pelayan yang ramah, pencahayaan hangat, musik dengan volume yang pas, hingga gantungan tas di bawah meja untuk memudahkan perempuan menaruh barang bawaan.
Namun, saat memesan, ada sesuatu yang berbeda dibanding kebanyakan resto serupa lainnya. Si pelayan mencatat pesanan makanan dengan iPod Touch. “Ini untuk mengurangi kesalahan pemesanan makanan,” kata si pelayan. Setelah dicatat pada perangkat digital layar sentuh itu, pesanan langsung terkirim ke bagian dapur. “Bagian dapur akan segera memasak untuk disajikan.”
Ternyata penggunaan teknologi pada rumah makan ini berkaitan dengan profesi sebelumnya Benedictus Tang, anggota direksi PT FG Resto, pemilik restoran ini. Tang telah lama berprofesi di bidang robotik sebelum banting setir ke bidang food and beverages.
Selain pencatatan pemesanan secara digital, bumbu masakan rumah makan ini adalah racikan pabrik. “Jadi, ketika pesanan datang, bagian dapur tinggal memasukkan racikan bumbu itu,” ujar Tang. Di sini juga tersedia fasilitas hot spot gratis dan sumber listrik di setiap meja.
Pandan Village adalah rumah makan franchise. Restoran ini buka pertama kali di Galaxy Mall, Surabaya, tiga tahun lalu. Dua tahun kemudian, mereka membuka dua cabang di kota itu, yakni di Supermall dan Tunjungan Mal. Beberapa pekan lalu, Pandan Village membuka cabang di Plaza Indonesia, Jakarta.
Ketika berkunjung, Tempo memesan asam-asam iga, gurame goreng, soto banjar, dan tumis kangkung. Di daftar menu, restoran ini juga menawarkan masakan khas Nusantara, seperti lumpia goreng, pisang goreng keju, karedok, gado-gado, hingga rujak cingur. Beberapa menu menggunakan label cabai untuk menunjukkan masakan dengan rasa pedas dan label pandan untuk menunjukkan menu istimewa khas Pandan Village.
Untuk soal rasa, menu berlabel pandan harus dicoba. Rasanya berbeda. Namun, untuk menu biasa, Anda dapat dengan mudah menemukannya di rumah makan lain. Untuk minuman dan hidangan penutup, Pandan Village menawarkan sesuatu yang berbeda. Es puter ala Pandan Village, es merah delima, dan es dawet khas resto ini tak bisa Anda temukan di tempat lain.
Rumah makan lain yang menyajikan masakan rumah dengan cara pelayanan tak jauh berbeda adalah Restoran Kemiri di Pejaten Village. Pemesanan di restoran ini juga menggunakan pencatatan digital. Ketika kita masuk dan memilih makanan yang ditawarkan di sejumlah saung, pesanan langsung dicatat oleh pelayan dengan perangkat digital berlayar sentuh.
Lalu pengunjung diberikan kartu magnetik sebagai bukti pemesanan. Kartu magnetik ini menjadi semacam bon yang harus dibayar ketika keluar dari restoran tersebut. Soal pilihan makanan, tak jauh berbeda. Hanya, restoran ini tak hanya menyajikan masakan rumah, tapi juga makanan khas tempo dulu yang dipengaruhi budaya Belanda, misalnya poffertjes.
Suasana restoran dibikin sangat Indonesia. Bangku-bangku dan meja terbuat dari kayu mirip bangku bakso. Desain ruangannya sangat unik. Kita bisa melihat aksesori seperti jemuran sarung, sepeda kumbang dengan isi hasil bumi pedesaan, dan layangan tersangkut di dahan pepohonan. Loket kasir pun layaknya gerobak bakso.
Selain itu, tentu ada sejumlah nama restoran lain yang menyajikan masakan rumah dengan keunikan masing-masing. Semuanya demi membuat pengunjung merasa menikmati menu makanan di rumah, juga suasana yang membangkitkan rasa rindu. l AMANDRA MUSTIKA MEGARANI | UTAMI WIDOWATI
Makanan Paling Ekstrem di Dunia (II)
VIVAnews - Pepatah berbunyi, sesuatu yang dianggap sampah adalah harta tak ternilai bagi orang lain, bisa saja benar. Makanan yang dianggap sangat lezat di suatu tempat boleh jadi menjadi mimpi buruk yang dianggap menjijikkan di belahan dunia lainnya.
Lidah sapi dan babi moncong ke kaki ayam, cacing goreng dan kaki katak hingga tumis siput adalah sebagian kecil makanan ‘ajaib’ yang bisa menghilangkan selera makan. Namun, di beberapa negara bisa menjadi makanan khas bagi penduduknya.
Berikut daftar sepuluh makanan teraneh dari seluruh dunia.
5. Hakarl

Anthony Bourdain, pelancong makanan teraneh di dunia mengklaim hakarl, makanan asal Islandia salah satu menu paling menjijikkan di muka bumi. Hakarl dibuat dari perut hiu Baskin Greenland yang difermentasi selama dua hingga empat bulan. Hakarl tersedia di toko makanan di Islandia memiliki bau tajam amoniak. Selama penyajiannya, hakarl dipotong kecil-kecil dengan tusuk gigi.
4. Fugu

Dalam bahasa Jepang, Fugu berarti ikan buntal beracun dengan kandungan tetrodotoxin yang mematikan. Hanya koki khusus dengan pengalaman dua-tiga tahun serta melewati tes resmi yang diizinkan mengolah ikan Fugu. Beberapa koki memilih membuang racun yang menimbulkan sensasi ‘setrum’ pada lidah dan bibir.
3. Casu Marzu

Menu asal kota Sardinia di Italia berupa keju yang merupakan rumah bagi larva hidup serangga. Larva sengaja ditambahkan untuk proses fermentasi yang mendekati titik dekomposisi, titik lemak keju telah rusak.
Seringkali saat menyantap Casu Marzu, seekor cacing kecil menembus lapisan keju atau melompat hingga puluhan sentimeter di atas meja. Sehingga, banyak yang memilih menyingkirkan serangga sebelum menikmati keju dengan rasa pedas tersebut.
2. Sannakji

Makanan laut mentah sudah tak asing lagi di seluruh dunia. Namun, dibandingkan dengan sashimi dan sushi, sannakji memberi petualangan makan yang berbeda. Makanan ini berupa bayi gurita hidup yang diiris dan dibumbui dengan minyak dan taburan wijen.
Saat disajikan, tentakel sannakji masih menggeliat-geliat. Bila tak dikunyah dengan baik, sannakji bisa saja menempel pada mulut dan tenggorokan.
1. Balut

Balut nampaknya menduduki peringkat teratas makanan aneh dari seluruh dunia. Walaupun tidak menggeliat seperti halnya gurita di Korea, balut berupa telur bebek atau telur ayam yang telah dibuahi dan telah berkembang menjadi embrio calon unggas.
Embrio kemudian direbus dan siap dimakan. Di Filipina, Kamboja dan Vietnam, balut adalah makanan umum dan dijajakan pedagang kaki lima. Makanan yang seringkali telah berbentuk unggas ini bisa sangat membingungkan, tetapi rasa yang paling dominan biasanya ayam atau bebek.
Lihat makanan paling ekstrem lainnya di sini!
• VIVAnews
Makanan Paling Ekstrem di Dunia
VIVAnews - Pepatah berbunyi, sesuatu yang dianggap sampah adalah harta tak ternilai bagi orang lain, bisa saja benar. Makanan yang dianggap sangat lezat di suatu tempat boleh jadi menjadi mimpi buruk yang dianggap menjijikkan di belahan dunia lainnya.
Lidah sapi dan babi moncong ke kaki ayam, cacing goreng dan kaki katak hingga tumis siput adalah sebagian kecil makanan ‘ajaib’ yang bisa menghilangkan selera makan. Namun, di beberapa negara bisa menjadi makanan khas bagi penduduknya.
Berikut daftar sepuluh makanan teraneh dari seluruh dunia.
10. Sandwich otak goreng

Sebelum meluasnya era penyakit sapi gila, salah satu menu yang digandrungi di St Louis Missouri Amerika Serikat adalah roti dengan irisan tipis otak sapi goreng. Kini, roti lapis dengan isian otak masih tersedia di Ohio River Valley, namun seringkali digantikan dengan roti hamburger.
Di Meksiko dan El Salvador, otak sapi dikenal dengan sebutan sesos dan digunakan sebagai bahan taco dan burrito. Otak memiliki tekstur lembek dan aroma yang sangat sedikit. Penambahan bumbu pedas sangat membantu menciptakan rasa.
9. Haggis

Hidangan tradisional Skotlandia, yang disebut Haggis berasal dari daging hati, jantung dan paru-paru domba dicampur dengan bawang, rempah-rempah, oatmeal, garam dan kaldu. Semua bahan direbus dalam perut domba selama beberapa jam.
Larousse Gastronomique, ensiklopedia gastronomi populer mengklaim Haggis memiliki tekstur lembut dengan rasa kacang yang gurih dan lezat. Makanan ini tersedia sepanjang tahun di supermarket Skotlandia dengan kemasan kaleng. Bahkan dengan alasan praktis, banyak yang tinggal dipanaskan sebelum dimakan. Menu serupa dapat ditemukan di beberapa negara Eropa lain dengan memanfaatkan daging sapi, kambing, atau babi sebagai pengganti domba.
8. Serangga

Memakan serangga atau entomophagy cukup umum di berbagai belahan dunia, kecuali Amerika Utara dan Eropa. Tak sulit menemukan pedagang yang menjual belalang goreng, jangkrik, kalajengking, laba-laba dan cacing di jalan-jalan di Bangkok, Thailand.
Serangga merupakan sumber makanan tinggi protein dengan asam lemak dan vitamin yang penting bagi tubuh. Bahkan, tepung serangga sering digunakan untuk membuat chocolate chips.
7. Tiram Rocky Mountain

Tiram yang satu ini bukan berasal dari laut, melainkan nama yang diberikan untuk testis goreng kerbau, sapi atau babi. Rocky Mountain tiram atau ‘Prairie Oysters’ adalah menu yang terkenal di wilayah tertentu AS dan Kanada. Biasanya, bahan makanan diperoleh dari peternakan. Testis dikupas, direbus, dan digiling dengan tepung lalu digoreng. Biasanya menu disajikan bersama saus koktail.
6.Unta Guling

Resep unik suku Badui Arab merupakan resep terbesar yang tercatat di museum rekor dunia. Hidangan terdiri dari satu ekor unta utuh dengan memasukkan isi satu ekor domba dan 20 ekor ayam. Perut domba diisi telur dan beras, kemudian dipanggang hingga matang.
• VIVAnews
Mi Ayam Bangka
Bahan:
500 gr mi kuning basah
150 gr sawi hijau, potong- potong, rebus sebentar
150 gr tauge besar, bersihkan
Tumis ayam:
2 sdm minyak sayur
1/2 sdt minyak wijen
2 siung bawang putih, cincang halus
250 gr daging ayam, potong kecil
100 gr jamur merang, potong kecil
2 sdm saus tiram
2 sdm kecap asin
1 sdm kecap manis
1/2 sdt merica bubuk
1 sdt garam
150 ml air kaldu
Pelengkap:
Air kaldu ayam
Bawang merah goreng
Daun bawang, iris halus
Cara membuat:
1. Tumis ayam: Panaskan minyak goreng dan minyak wijen, tumis bawang putih hingga harum. Masukkan ayam, aduk hingga kaku, masukkan jamur, bumbu lain, dan air kaldu. Masak hingga mendidih dan kering. Angkat.
2. Didihkan air secukupnya, rebus mi hingga mengapung. Angkat dan tiriskan.
Cara menyajikan: Taruh sedikit minyak sayur atau minyak ayam dan kecap asin dalam mangkuk. Masukkan mi panas, aduk-aduk hingga rata. Tambahkan tumis ayam, siram dengan air kaldu, tambahkan sawi rebus, tauge, dan taburi pelengkap sesuai selera. Sajikan panas-panas.
Untuk 6 porsi
Nilai gizi per porsi:
Energi: 274 Kkal
Protein: 18,6 gr
Lemak: 8,8 gr
Karbohidrat: 31,9 gr
Resep: Hindah Muaris, pemerhati kulinologi
Editor: din
Sebelum Memotong Pendek Rambut Anda
KOMPAS.com — Cuaca yang semakin panas menggiring kita untuk memiliki potongan rambut yang simpel dan pendek. Selain adem, potongan pendek juga akan memberikan kita kesan segar dan muda. Tetapi sayangnya, tren model ini belum tentu cocok bagi setiap orang jika salah penerapannya. Wujudkan tampilan rambut pendek baru yang fresh dan cocok dengan wajah kita dengan 5 tip di bawah ini:
1. Sebelum memangkas habis rambut. Coba ingat-ingat apakah ada hari penting (pernikahan atau hari penting lainnya) yang harus kita hadiri dan memerlukan penataan rambut tertentu. Sebab, membutuhkan waktu antara 6 bulan sampai 1 tahun untuk menumbuhkan kembali rambut kita yang “bondol”.
2. Perhatikan juga bentuk wajah, tekstur rambut, dan perawatan rambut yang dibutuhkan nantinya. Memutuskan untuk memotong rambut menjadi pendek bisa memberikan perubahan yang besar terhadap penampilan kita. Jadi, pilihlah model yang cocok dengan fitur wajah dan jenis rambut kita. Jangan hanya terbuai dengan tren yang ada, sebab tidak semua model rambut pendek bisa diaplikasikan pada tiap orang.
3. Untuk meminimalisasi kesalahan potong, kita bisa melakukan prediksi terlebih dahulu. Kita bisa melakukan “uji coba” secara virtual, seperti yang terdapat pada www.thehairstyler.com. Di sini kita bisa melihat kira-kira bagaimana model rambut yang kita pilih dengan bentuk wajah kita.
4. Jangan biarkan stylist menerka-nerka apa yang ada di kepala kita. Supaya tidak salah, berikan foto atau gambar dari model rambut pendek yang inginkan kepada stylist kita. Kuncinya, kita harus mau mendengarkan saran yang diberikan stylist, dan beranilah untuk berkata “tidak” jika memang tidak sesuai dengan selera.
5. Jangan lupa untuk berkonsultasi kepada stylist mengenai produk perawatan dan tatanan rambut seperti apa saja yang bisa kita aplikasikan pada “rambut baru” kita. Apakah perlu menggunakan catokan lurus, hairdryer, atau gel tertentu.
(Prevention Indonesia/Astrid Anastasia)
Editor: din







