Gaul Bersama Teman Berpotensi Bikin Gemuk
VIVAnews - Apakah jadwal Anda sepulang kantor dipenuhi dengan acara kumpul bersama teman? Hati-hati, aktivitas semacam itu bisa membuat tubuh menjadi gemuk. Sebab, setiap acara santai sudah pasti tidak lepas dari aktivitas makan.
Kondisi itu memang membuat dilematis. Di samping sisi negatif yang mengancam, acara bertemu dengan teman atau pergaulan sosial penting untuk mengembangkan diri dan meredam stres.
Agar tetap bisa bergaul tanpa teramcam gemuk, simak trik berikut.
1. Fokus pada makanan penutup
Saat kumpul dan teman Anda memilih makanan berat, sebaiknya Anda langsung tengok makanan penutup dalam daftar menu. Jika ingin yang gurih pilih menu yang dipanggang atau dibakar. Tetapi sebaiknya pilih buah segar atau salad. Untuk minuman hindari coffee blended dengan banyak krim. Pilih saja teh mint atau es teh hijau.
2. Pilih tempat spa untuk berkumpul
Banyak salon dan spa yang buka hingga malam. Sepulang kantor pasti Anda lelah dan bersantai memanjakan diri adalah pilihan yang tepat. Sesekali jadikan salon atau spa sebagai tempat tujuan untuk berkumpul. Bukan hanya lebih rileks tetapi juga lebih sehat dibandingkan makan-makan.
3. Kumpul di rumah
Sesekali berkumpulan di rumah. Tidak perlu menyediakan menu berat. Cukup cemilan saja tetapi pilih yang sehat. Membuat acara potluck pasti lebih seru tentukan tema makanan dengan “Jumat Sehat”. Selain lebih hemat, Anda tetap bersosialiasi dan makan makanan sehat. (pet)
• VIVAnews
Makanan Terbaik Cegah Derita Menstruasi
VIVAnews - Menstruasi sering menjadi periode menyiksa bagi sebagian wanita. Perubahan hormon saat menstruasi mengubah kerja tubuh dan emosi wanita.
Untuk mengatasi keluhannya, simak beberapa jenis makanan yang dapat meringankan derita sindrom pra menstruasi (PMS) sekaligus mempertahankan tingkat energi, seperti dikutip dari Cosmopolitan.com.
Hari 1-5
Emosi mengalami periode yang sangat sensitif. Asupan makanan kaya magnesium seperti bayam dan berbagai biji-bijian akan memperbaiki emosi lebih baik. Dianjurkan juga makanan kaya asam lemak omega 3 seperti ikan salmon, sarden, dan kacang walnut yang menenangkan saraf.
Hari 6-13
Selama periode ini tubuh memproduksi hormon yang melindungi Anda dari stres hingga Anda lebih mudah makan makanan sehat. Perbanyak asupan buah dan sayur-sayuran.
Hari 14-17
Semua indra semakin peka, termasuk terhadap rasa makanan. Manjakan diri Anda dengan makanan mengandung protein seperti keju, lobster, daging sapi, dan wine.
Hari 18-23
Masa di mana jumlah hormon progesteron memuncak dalam tubuh serta kinerja usus melambat. Pada periode ini dianjurkan untuk mengasup makanan kaya serat seperti beras merah, barley, dan sayuran agar mengurangi sembelit sekaligus mempertahankan energi.
Hari 24-28
Merupakan puncak sindroma pra menstruasi (PMS) yang ditandai perubahan hormon dalam tubuh. Asup karbohidrat dan protein dengan porsi sesuai untuk menstabilkan gula darah. Kurangi konsumsi beras putih dan perbanyak buah dan sayur. Makanan yang bisa memperbaiki mood Anda saat ini adalah seporsi es krim.
Mayoritas wanita memiliki siklus menstruasi 28 hari. Namun, faktor lingkungan seringkali membuat siklus menstruasi bisa berubah dengan kisaran 22 sampai 36 hari. Siklus dihitung dari hari pertama menstruasi sampai hari terakhir sebelum menstruasi di bulan berikutnya. (pet)
• VIVAnews
Wanita Masih Butuh Kehangatan Usai Bercinta
VIVAnews - Banyak pria tidak menyadari pentingnya afterplay. Mereka biasanya langsung tidur usai bercinta atau melakukan aktivitas pribadi seperti merokok atau menonton teve. Mereka tak sadar wanita masih butuh kehangatan usai bercinta.
Menurut psikolog dan ahli terapi seks, Joel. D. Block, Ph.D, dalam bukunya ‘Secrets of Better Sex’, wanita diibaratkan air, pelan untuk mendidih dan lama untuk menjadi dingin.
Sebaliknya, pria sering diibaratkan api, cepat panas, cepat padam pula. Wanita, secara psikologis membutuhkan waktu relaksasi lebih lama setelah berhubungan seks dibandingkan pria.
Jadi, jangan biarkan suami langsung tidur usai bercinta. Simak sejumlah trik berikut untuk menciptakan suasana afterplay yang hangat.
Pelukan manja
Anda dan suami bisa berpelukan dan bermanja-manja, setidaknya selama 5-10 menit. Tak ada salahnya diselingi canda dan cerita lucu. Obrolan ringan diselingi sikap intim tentu akan menjadikan suasana lebih hangat.
Hindari membicarakan masalah
Hindari membawa masalah ke tempat tidur. Persoalan seperti tagihan listrik, atau cicilan rumah. Masalahnya, tanpa sadar seringkali masalah ini muncul dalam suasana seperti ini. Jadi, sebelum persoalan ini terucap dari mulut Anda atau suami, alihkan pembicaraan dengan memulai topik soal anak atau topik ringan lainnya.
Obrolan mesra
Gunakan waktu istimewa ini untuk mengekspresikan perasaan sayang, impian atau gairah yang mungkin belum terungkap. Lakukan gerakan mengusap, memijat, mencium atau apa pun yang mejadi pilihan Anda berdua.
Camilan pembangkit mood
Saling menyuapi potongan buah-buahan, seperti mangga, jeruk atau stroberi juga dapat menjadi obat mujarab meningkatkan endorfin, hormon yang membangkitkan mood. Tak ada salahnya, Anda sudah menyiapkan camilan ini di samping tempat tidur sebelum bercinta. Dengan begitu Anda tidak perlu bangkit dari tempat tidur.
Mandi bersama
Ajak si dia mandi bersama. Siraman air hangat yang membasahi tubuh Anda berdua manjur membuat tubuh menjadi lebih relaks. Anda berdua juga bisa saling memijat. Dijamin tubuh akan segar kembali. Bahkan, siapa tahu, Anda dan siap malah siap untuk beraksi pada ‘ronde’ berikutnya!
• VIVAnews
Tetap Romantis Usai Punya Anak
VIVAnews - Sejumlah pasangan kerap kehilangan suasana romantis setelah kehadiran anak. Mereka terlalu larut dengan kesibukan mengurus anak. Apalagi, jika mereka tak memanfaatkan tenaga pengasuh anak.
Padahal dengan manajemen rumah tangga yang baik, semua itu tak perlu terjadi. Setiap pasangan tetap bisa bermesraan tanpa mengabaikan kebutuhan buah hati. Simak beberapa tips yang dipaparkan di laman Your Tango berikut.
1. Menikmati pagi bersama
Pergunakan waktu luang saat anak belum terbangun di pagi hari. Luangkan waktu untuk menikmati kopi atau teh bersama pasangan. Anda juga dapat mengobrol sambil menyiapkan sarapan selagi buah hati belum bangun.
Waktu kebersamaan seperti ini dapat mendekatkan hubungan, selain keintiman di ruang tidur. Mengobrol dari hati ke hati dapat meredakan stres akibat pekerjaan di kantor dan permasalahan mengurus anak.
2. Asuh anak dengan rileks
Jangan merasa segala kerumitan mengurus anak berlangsung selamanya. Yakinkan diri bahwa anak pada saatnya akan semakin mandiri dan tak terlalu tergantung pada orangtua. Pikiran semacam ini akan membuat kehidupan lebih rileks. Jangan terlampau tenggelam dengan aktivitas mengurus anak.
3. Pikirkan hal berbeda
Sesekali, manjakan diri Anda dengan menginap di hotel. Anda pun terbebas dari pekerjaan rumah tangga dan memasak. Malam hari setelah anak tidur bisa Anda gunakan berdua untuk saling bermesraan.
Sesekali, rencanakan liburan romantis berdua seperti sebelum memiliki anak. Sempitnya waktu bermesraan justru akan membuat liburan lebih berkesan, karena masing-masing lebih menghargai dan menikmati waktu kebersamaan. Titipkan anak pada orang tua atau penitipan agar kalian memiliki waktu berdua. (umi)
• VIVAnews







