ANAK ANDA SUSAH MAKAN? Klik Disini untuk Solusinya!
Powered by MaxBlogPress 


Pendidikan Sejak dalam Kandungan

Setiap orang tua—lazimnya—mengharapkan anak-anaknya kelak dapat meraih keberhasilan dalam hidup dengan masa depan yang begitu cemerlang, kesuksesan itu, bisa dipastikan sejak awal dengan mengoptimalkan pendidikan sejak dalam kandungan. Sesuai degan hasil penelitian ilmiah, mendidik anak dalam hal rasio dan rohanisejak masih dalam kandungan terbukti memberikan hasil yang positif bagi perkembangan anak setelah lahir kelak.

Semata demi cerahnya masa depan anak, ibu bisa memberikan pendidikan sejak dalam kandungan yang bisa dilakukan secara langsung maupun tidak langsung yaitu melalui makanan, belajar berbagai hal pada berbagai bidang, memperdengarkan musik, dan membacakan cerita. Menyantap makanan yang kaya gizi, protein, dan vitamin, contohnya mengonsumsi ikan salmon dan kurma secara teratur. Ibu yang belajar—layaknya anak sekolah—secara mandiri atau mengikuti kursus beragam bidang juga secara tidak langsung mendidik janin, secara khusus lebih mantab bila ibu mendidik calon bayi dengan memecahkan soal-soal ilmu eksakta seperti matematika, atau mempelajari bahasa asing saat kehamilan, maupun berbagai bidang lain. Poin selanjutnya adalah memperdengarkan musik klasik seperti karya Beethoven, Mozart, Bach, dan lain-lain, serta membacakan cerita dan “membahas” cerita tersebut bersama bayi yang masih dalam kandungan, dapat memberikan efek positif bagi bayi.

Selain itu, kesehatan emosi dan jiwa sang ibu harus dijaga, terutama dengan menghindari stres dan pemicunya karena tekanan jiwa pun memengaruhi kondisi janin dan kecerdasan mental anak, sehingga disarankan agar sang ibu selalu berpikir positif. Nah, bila memiliki harapan agar anak dapat meraih keberhasilan, menerapkan hal-hal yang merupakan proses pendidikan sejak dalam kandungan tentu dapat mendukung tercapainya harapan itu.

Tanda dan Gejala Stres Pada Anak

Gejala stres pada anak sangatlah tidak mudah untuk dikenali. Secara umum tanda-tanda atau gejala stres pada anak dikelompokkan dalam beberapa kategori :

1. Gejala fisik
Seperti mengompol, susah tidur, napsu makan menurun, sakit perut, gagap, mimpi buruk dan sakit kepala.

2. Gejala emosi
Ditandai dengan rasa bosan, takut, menangis, tidak adanya keinginan untuk berpartisivasi pada kegiatan di sekolah atau di rumah, marah, kebiasaan berbohog, mengasari teman, bereaksi secara berlebihan terhadap hal-hal yang kecil, dan perubahan yang drastis terhadap penampilan akademik.

3. Gejala kognitif
Tunjukkan melalui ketidakmampuan berkonsentrasi atau menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan sekolah, dan suka menyendiri dalam waktu yang lama.

4. Gejala tingkah laku
Ditunjukkan dengan ketidakmampuan mengontrol emosi, menunjukan sikap brutal dan keras kepala, tempramen yang berubah-ubah dan perubahan dalam pola tidur, munculnya kebisaan baru seperti menghisap jempol, memutar-mutar rambutnya, dan mencubit-cubit hidung.

Kenali Penurun Gairah Seks  

TEMPO Interaktif, Jakarta – Gairah seks bisa turun. Tak hanya masalah ejakulasi dini bagi lelaki, namun pengaruh alkohol, stres atau konsumsi obat-obatan juga turut melemahkan dorongan seks. Kenali penyebab turunnya gairah seks. Berikut hal-hal yang bisa meluruhkan gairah seks Anda.

– Stres
Stres akut, karena masalah uang, merawat anggota keluarga yang sakit dan stres lainnya dapat menurunkan libido. Jagalah tingkat stres Anda, pelajarilah teknik manajemen stres atau cari nasihat dari seorang konselor atau dokter.

– Masalah Hubungan
Masalah hubungan yang tidak selesai adalah salah satu pembunuh paling umum dorongan seks. Bagi wanita, kedekatan emosional merupakan unsur utama dalam hubungan seksual. Perbedaan argumen, komunikasi yang buruk, pengkhianatan kepercayaan, dan hambatan lain untuk keintiman dapat mempengaruhi seks Anda.

– Alkohol
Alkohol tak hanya menghambat gairah seks. Tapi juga bisa membunuh dorongan seks. Jika konsumsi alkohol tak terkontrol, bisa mati rasa seks. Ini juga berlaku bagi pengguna narkoba.

– Kurang Tidur
Jika gairah seksual Anda hilang, mungkin karena istirahat tak cukup. Kurang tidur, bangun terlalu dini, telat berangkat tidur, insomnia atau apa pun gangguan tidur juga mengganggu dorongan seksual Anda.

– Kehadiran Bayi

Bayi sendiri tidak membunuh gairah seks. Tetapi akan sulit untuk mencari waktu untuk menjadi intim. Salah satu solusi adalah menyewa baby sitter untuk beberapa waktu. Atau cobalah penjadwalan seks selama waktu tidur bayi.

– Obat

Beberapa obat umum bisa menurunkan libido. Tapi jangan berhenti mengonsumsi obat. Konsultasilah dengan dokter jika obat jenis tertentu menurunkan libido Anda. Berikut beberapa obat yang bisa menurunkan lobido: antidepresan, obat tekanan darah, antihistamin, kontrasepsi oral (beberapa studi menunjukkan kaitan ini, yang lain tidak), kemoterapi, obat anti-HIV, finasteride.

– Merasa tak Seksi

Sulit untuk merasa seksi jika harga diri merasa tubuh jasmani tak sesuai. Misalnya, merasa malu karena terlalu gemuk/obesitas (walau sebetulnya tidak) akan memadamkan gairah seks. Jika pasangan Anda memiliki perasaan ini, yakinkan bahwa dia masih menarik.

– Kegemukan
Kelebihan berat badan atau obesitas ini mengurangi kenikmatan seksual secara umum. Karena kegemukan melahirkan kesulitan dengan kinerja seksual. Selain itu, kegemukan berhubungan dengan harga diri, hubungan tidak memuaskan, stigma sosial, dan masalah psikologis lainnya.

– Disfungsi Ereksi

Disfungsi ereksi (ED) adalah jenis gangguan seksual yang berbeda dari kehilangan libido (istilah medis untuk hilangnya gairah seksual). Tetapi laki-laki dengan ED khawatir tentang bagaimana mereka akan dapat melakukan hubungan seksual. Rasa khawatir ini ikut memadamkan gairah seks mereka.

– Testosteron rendah
Testosteron adalah hormon utama yang mendorong seks. Bagi manula, kadar testosteron mereka akan menurun sedikit. Testosteron dihubungkan dengan dorongan seksual pada wanita juga. Tapi keseimbangan hormon wanita lebih kompleks daripada pria dan banyak faktor yang berperan.

– Depresi

Depresi biasa dilawan dengan obat. Namun, banyak antidepresan dapat menurunkan gairah seks anda hingga dorongan seksual layu. Ini mungkin menjadi tanda tak cuma depresi yang menyerang tapi tertekan dengan depresi klinis. Ini kondisi yang serius, tapi bisa diobati.

– Menopause

Satu dari dua wanita melaporkan penurunan dorongan seksual usai menopause, meskipun mereka percaya itu penting untuk mempertahankan kehidupan seks yang aktif. Gejala menopause, seperti kekeringan vagina dan nyeri saat berhubungan seks, dapat membuat seks kurang nyaman.

– Kurang Intim
Keintiman bukan hanya sebuah kata kode untuk seks. Tapi mempengaruhi hubungan seks. Jika kehidupan seks Anda netral, habiskan waktu guna belajar mengungkapkan kasih sayang tanpa harus melakukan hubungan seks.

Webmb / Nur Rochmi

Gaul Bersama Teman Berpotensi Bikin Gemuk

VIVAnews – Apakah jadwal Anda sepulang kantor dipenuhi dengan acara kumpul bersama teman? Hati-hati, aktivitas semacam itu bisa membuat tubuh menjadi gemuk. Sebab, setiap acara santai sudah pasti tidak lepas dari aktivitas makan.

Kondisi itu memang membuat dilematis. Di samping sisi negatif yang mengancam, acara bertemu dengan teman atau pergaulan sosial penting untuk mengembangkan diri dan meredam stres.

Agar tetap bisa bergaul tanpa teramcam gemuk, simak trik berikut.

1. Fokus pada makanan penutup
Saat kumpul dan teman Anda memilih makanan berat, sebaiknya Anda langsung tengok makanan penutup dalam daftar menu. Jika ingin yang gurih pilih menu yang dipanggang atau dibakar. Tetapi sebaiknya pilih buah segar atau salad. Untuk minuman hindari coffee blended dengan banyak krim. Pilih saja teh mint atau es teh hijau.

2. Pilih tempat spa untuk berkumpul
Banyak salon dan spa yang buka hingga malam. Sepulang kantor pasti Anda lelah dan bersantai memanjakan diri adalah pilihan yang tepat. Sesekali jadikan salon atau spa sebagai tempat tujuan untuk berkumpul. Bukan hanya lebih rileks tetapi juga lebih sehat dibandingkan makan-makan.

3. Kumpul di rumah
Sesekali berkumpulan di rumah. Tidak perlu menyediakan menu berat. Cukup cemilan saja tetapi pilih yang sehat. Membuat acara potluck pasti lebih seru tentukan tema makanan dengan “Jumat Sehat”. Selain lebih hemat, Anda tetap bersosialiasi dan makan makanan sehat. (pet)

• VIVAnews

Stres pada Perempuan Lebih Tinggi

KOMPAS.com – Perempuan menghadapi stres lebih tinggi, baik secara biologis, psikologis, dan emosi. Penyebabnya perempuan lebih memiliki kontrol eksternal dalam dirinya dengan lebih banyak menggunakan emosi daripada logika. Kebahagiaan perempuan pun cenderung ditentukan oleh orang lain, bukan oleh dirinya, terutama dalam hubungan berpasangan.

Sementara problem perempuan jauh lebih kompleks. Misalnya, perempuan harus menyesuaikan diri ketika menghadapi pubertas, menstruasi, kehamilan, dan melahirkan. Dengan masalah yang kompleks, perempuan lebih stres karena kecenderungannya otak perempuan lebih banyak mengandalkan kerja emosi daripada logika.

Psikolog klinis Zoya Amirin, MPsi, menjelaskan bahwa setiap individu berusia dewasa, secara psikologis harus memenuhi tugas perkembangan diri. Jika tugas ini tidak terpenuhi, akan muncul stres karena tekanan dalam diri maupun dari lingkungan.

Zoya menerangkan tugas itu antara lain berkaitan dengan hubungan berpasangan yang lebih serius, jenjang pernikahan, masa pacaran, membangun keluarga muda, menjadi orangtua muda, menanggung kehidupan orangtua, dan mengejar karier. Belum lagi pilihan antara melanjutkan pendidikan dengan mengurus anak dan keluarga.

“Sukses secara usia adalah dengan bertumbuh sebagai manusia dewasa secara normal, dengan pemenuhan semua tugas tersebut. Jadi wajar jika ada perempuan yang merasa tertekan ketika saat usia dewasa belum juga menikah, misalnya. Perasaan ini normal, karena memang menjadi tugas perkembangan yang perlu dipenuhi dan tidak bisa dihindari,” papar Zoya, usai bincang-bincang bertema “How to Manage Our Stress” bersama majalah Intisari di Jakarta, Jumat (11/6/2010) lalu.

Alhasil, masalah perempuan yang kompleks ini membuat stres pada perempuan lebih tinggi. Ditambah lagi perempuan cenderung diposisikan secara sosial (peran gender), lebih subordinan, sehingga perempuan cenderung sulit mengontrol dirinya dan selalu mengandalkan orang lain.

“Perempuan cenderung melihat dirinya seperti seakan mengatakan bahwa I don’t deserve to be happy. Perempuan lebih melihat apa yang membahagiakan orang lain,” kata Zoya.

Penting dimengerti bagi perempuan, bahwa dia harus memiliki kontrol atas hidupnya. Mengontrol segala sesuatu yang bisa dikontrol, setidaknya dengan mengatakan bahwa ia juga berhak bahagia dengan pilihan-pilihannya.

“Kesadaran ini harus dibangun, dan jika sudah sadar harus bisa keluar dari keadaan. Berapa banyak perempuan yang menyadari ini namun tak berani keluar karena khawatir tidak ada lagi yang mau menyayanginya. Akhirnya bertahan dalam hubungan yang tidak sehat, seperti kekerasan dalam rumah tangga misalnya, atau dating violence, yang kemudian tetap saja berujung pada pernikahan,” tandas Zoya.

Anda pun bisa mengatasi stres dengan mengambil alih kontrol diri. Berani mencoba?

C1-10

Editor: din

Stres Bisa Bikin Usus Kejang

KOMPAS.com – Pernah mengalami rasa sakit pada perut, tapi bukan di lambung? Biasanya di sekitar wilayah usus. Entah mengapa, tak ada alasan, sering terasa keram atau kejang di wilayah tersebut, dan tubuh pun terasa letih dan lesu. Setelah pergi ke dokter, tak ada diagnosis yang jelas. Yang ada, diagnosisnya membuat Anda sempat merasa takut dan rasanya sih bukan seperti yang “divonis” oleh dokter tersebut. Jangan panik dulu, mungkin itu karena rasa panik dan…stres.

Gangguan usus ini sering terjadi pada hampir seperempat anggota masyarakat. Sebagian besar penderita berusia antara 20 hingga 40 tahun, dan 2 dari 3 penderita terdiri dari wanita.

Gangguan ini, menurut Anita Naik, dalam buku Lazy Girl’s Guide to Healthy Living menyebutkan, disebabkan oleh gangguan pada saluran usus. Dalam keadaan biasa, saluran usus mendorong ampas makanan dengan gerakan kontraksi secara bertahap menuju lubang pelepasan. Tetapi kalau kontraksi usus tidak teratur, akan timbul kejang yang menyakitkan, kembung, gas, sembelit, dan diare.

Dokter tak tahu sebab tepat yang mencetus rasa sakit ini. Meski diduga, stres adalah salah satu penyebabnya. Demikian pula jika usus lebih peka, yang menyebabkan otot perut kejang dengan sendirinya. Kita dapat menolong diri sendiri dengan cara:

– Belajar mengendalikan tingkat stres. Hubungan antara gangguan usus dan stres cukup jelas, oleh sebab itu tindakan ini harus dijadikan langkah pertama. PAra ahli berpendapat bahwa istirahat sendirian selama 20 menit setiap hari, berolahraga secara teratur (20 menit, tiga kali seminggu), dan belajar mengenali batas kemampuan diri sendiri dapat membantu menciptakan hidup yang lebih terbebas dari stres.

– Menyusun catatan makanan setiap hari. Tidak tahan terhadap makanan tertentu dapat juga mengakibatkan gangguan usus, seperti gandum dan produk susu yang paling sering menjadi penyebab gangguan ini. Sebabnya, karenat perut kita tak dapat memecah makanan yang tidak dapat diterimanya, yang menyebabkan kembung, kejang, dan terlalu banyak gas.

Seandainya kita menduga munculnya masalah seperti ini, cobalah berhenti makan makanan jenis ini selama 2 minggu, sambil memeriksa reaksi tubuh dan mulai memasukkan jenis makanan ini secara bertahap ke dalam susunan makanan sehari-hari.

Cara terbaik untuk melakukan hal ini adalah dengan membuat catatan harian berisi makanan kita, dan mencatat makanan apa saja yang nampaknya paling sering menyebabkan gangguan perut, dan kapan terjadinya. Dengan catatan ini, kita dapat berkonsultasi dengan ahli gizi atau dokter, yang akan membantu kita melakukan perubahan yang diperlukan.

– Minta resep dokter. Meskipun gangguan usus tidak dapat hilang dengan obat saja, dokter dapat memberikan resep untuk obat antikejang, yakni alevrine atau mebeverine, yang menenangkan usus dan meredakan kejang; kapsul pepermin dapat membantu mencegah kembung dan gas dalam perut; tablet antidiare untuk mengatasi buang air encer.

– Menyantap makanan dalam porsi lebih kecil dan lebih sering. Dengan cara ini kita dapat mencegah lambung menjadi terlalu penuh. Usahakan makan makanan yang rendah lemak dan rendah tepung, tetapi yang berkarbohidrat tinggi.

– Berolahraga secara teratur. Dengan meningkatkan jumlah latihan olahraga, kita dapat membantu usus bergerak lebih teratur dan mengatasi perut kembung.

NAD

Editor: NF

Kerja Kreatif Bikin Stress?

TEMPO Interaktif, Toronto – Tuntutan yang terkait dengan aktivitas kerja kreatif merupakan tantangan utama bagi pekerja. Menurut penelitian baru dari Universitas Toronto, Kanada, ini stres yang terkait dengan beberapa aspek pekerjaan berdampak terhadap batas antara kerja dan kehidupan keluarga.

Peneliti mengukur sejauh mana mereka yang terlibat dalam aktivitas kerja kreatif dengan menggunakan data dari survei secara nasional terhadap lebih dari 1.200 pekerja di Amerika. Profesor sosiologi Scott Schieman dan rekannya mengajukan pertanyaan kepada responden, antara lain: “Seberapa sering Anda memiliki kesempatan untuk mempelajari hal baru?”; “Seberapa sering Anda memiliki kesempatan untuk memecahkan masalah? “;” Seberapa sering Anda melakukan pekerjaan yang memungkinkan Anda untuk mengembangkan keterampilan atau kemampuan?”

Para penulis menjelaskan tiga inti temuan:

Pertama: Orang yang memiliki skor lebih tinggi pada indeks kerja kreatif lebih mungkin mengalami tekanan pekerjaan yang berlebihan, dan mereka merasa kewalahan oleh beban kerja, serta lebih sering menerima pekerjaan yang berhubungan dengan kontak (email, teks, panggilan) di luar jam kerja normal;

Kedua: Pada gilirannya, orang-orang yang mengalami tekanan-tekanan yang berhubungan dengan pekerjaan, dan lebih sering melakukan tugas ganda antara pekerjaan dan keluarga, mereka mencoba untuk menyulap pekerjaan dan tugas-tugas rumah pada waktu yang sama saat mereka berada di rumah.

Ketiga: Secara bersamaan, tuntutan pekerjaan ini dan peran ganda kerja-keluarga kerap menimbulkan konflik antara pekerjaan dan peran keluarga, yang merupakan penyebab utama timbulnya masalah peran dalam domain rumah tangga.

Menurut Schieman, unsur-unsur stres terkait kerja kreatif ini, yang oleh kebanyakan orang dilihat sebagai sisi positif dari kondisi pekerjaan kreatif, merugikan. Lebih dari itu, ini juga dapat menyebabkan stres dalam kehidupan kita.

Penelitian ini juga menemukan bahwa orang yang memiliki skor lebih tinggi pada indeks kerja kreatif lebih cenderung memikirkan pekerjaan mereka di luar jam kerja normal. Namun, ketika ini terjadi, banyak orang berkata bahwa mereka tidak merasa “tertekan” oleh pikiran-pikiran itu. Schieman menambahkan: “Ada aspek kerja kreatif yang dinikmati banyak orang karena mereka mendapat kepuasan dalam hidupnya. Hal ini sangat berbeda dengan stres pikiran yang bikin orang terjaga di malam hari, yang disebabkan oleh tenggat yang tidak dapat dikontrol, orang lain bekerja tidak kompeten yang membuat Anda harus menanganinya esok hari, atau pekerjaan rutin yang kurang menantang atau terasa seperti sebuah penindasan.”

ScienceDaily/Ngarto Februana

Mengenali Kelemahan Diri Lewat Zodiak

VIVAnews – Analisis astrologi sebenarnya bukan hanya untuk mengetahui kondisi percintaan, kesehatan atau keuangan. Waktu lahir Anda sebenarnya juga bisa menunjukkan kondisi emosi dan kelemahan diri.

Kelemahan berupa sifat dan emosi negatif yang Anda miliki bisa sangat menggangu dalam menjalani kehidupan dan menyelesaikan masalah. Ketahui kondisi emosi Anda berdasarkan zodiak dan bagaimana mengatasinya seperti dikutip dari Californiapsychics.com.

– Taurus
Taurus cenderung keras kepala dan sulit berkompromi. Dalam hubungan, kemungkinan besar mereka terjebak dalam ide-ide, kebutuhan, dan penilaian sendiri serta melupakan pasangannya. Jadi, lihatlah sekeliling dan belajarlah untuk lebih mendengarkan dan melakukan kompromi.

– Gemini
Gemini mungkin berpikir secepat cahaya, tetapi mereka sering lupa bahwa orang lain tidak bisa melakukan hal yang sama. Konsekuensinya adalah mereka sering mengalami kesulitan mengekspresikan diri ketika datang kebutuhan emosionalnya. Kecuali Anda bisa membaca pikiran orang, pertimbangkan untuk berbicara secara lantang dan terbuka untuk meminta apa yang Anda butuhkan.

– Cancer
Cancer kerap memiliki rasa cemas berlebihan. Namun, pemilik zodiak ini juga sangat pintar, dan tahu bagaimana menyimpan dendam. Jika Cancer bisa mengurangi hal ini, maka hubungan dengan orang lain bisa menjadi lebih hangat dan menguntungkan satu sama lain.

Memaafkan akan jauh lebih mudah bila Anda menyadari bahwa orang-orang yang mencintai Anda sebenarnya tidak ingin menyakiti Anda.

– Leo
Leo bisa bersinar seterang matahari, tetapi kadang-kadang harus menerima bahwa mereka sebenarnya bukan pusat segalanya. Ketahuilah bahwa ketika ego Anda tumbuh, ini dapat menjadi kekuatan besar yang bisa membuat orang-orang menjauhi Anda. Untuk itu kontrol ego Anda yang begitu besar.

– Virgo
Virgo adalah orang-orang memiliki kekhawatiran tinggi pada diri sendiri. Hal yang mungkin Anda tidak sadari adalah ketika dalam kondisi stres, Anda cenderung menunjukkan kekuatan dan menyampaikan kritik sangat pedas. Virgo sering tidak mengenali kekuatan mereka sendiri, yang sangat suka mengobservasi dirinya sendiri dan menahan diri ketika diremehkan. Cobalah lebih relaks dalam menghadapi segala masalah.

– Libra
Libra percaya semuanya bisa diseimbangkan, tetapi selama proses tersebut pemilik bintang ini cenderung narsistis. Saat emosi muncul Anda akan terlalu menuntut. Akan lebih bijaksana untuk melihat situasi dengan kacamata ‘kita’ daripada ‘aku’, terutama dalam hal percintaan. Dengan melakukan hal ini emosi Anda menjadi lebih seimbang.

Bila zodiak Anda: Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, Pisces, atau Aries klik di sini!

• VIVAnews

Mengapa Marah Baik Bagi Kesehatan

VIVAnews – Melepaskan amarah ternyata lebih baik untuk kesehatan mental dibanding hanya memendam emosi dalam hati saja. Sebab, ekspresi kemarahan mampu meningkatkan aliran darah ke bagian otak yang berkaitan dengan perasaan bahagia.

Sebuah penelitian telah menguji 30 orang untuk menemukan apa yang terjadi selama proses luapan emosi terjadi. Mereka diminta menulis perasaan masing-masing yang menimbulkan kemarahan. Kalimat amarah yang ditulis responden makin lama makin intens. Kemarahan dimulai dari penyesalan karena tidak ada perubahan yang lebih baik hingga diri yang dikuasai kebencian.

Kemudian, laboratorium menguji denyut jantung, tekanan darah dan tingkat dua hormon stres yakni testosteron dan kortisol. Di awal dan akhir percobaan, otak peserta diperiksa.
 
Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal ‘Hormones and Behaviour’, menunjukkan otak kiri berpengaruh saat orang marah. Dr Neus Herrero, dari Universitas Valencia Spanyol mengatakan bahwa wilayah frontal otak kiri terlibat dalam mengalami emosi positif, sedangkan kanan lebih berkaitan dengan emosi negatif.

“Amarah mendorong perubahan besar dalam tubuh manusia yang dikendalikan jantung dan hormon,” katanya seperti dikutip dari laman Telegraph.

“Saat kita marah, akan terjadi perubahan dalam aktivitas otak terutama di lobus frontal dan temporal. Hormon stres kortisol juga menurun,” ujarnya menambahkan.

Akan tetapi, studi tersebut juga menemukan bahwa rasa marah memiliki efek negatif yang bisa menimbulkan kerusakan serius pada tubuh. Degup jantung dan tekanan darah meningkat saat marah. Walaupun homon stres kortisol menurun selama marah, namun hormon testosteron justru meningkat.

• VIVAnews

5 Cara Mudah Bakar Kalori Tubuh

VIVAnews – Bukan hanya saat berolahraga, tumpukan kalori dalam tubuh ternyata juga bisa Anda bakar kapan saja. Saat bekerja atau berkumpul dengan teman-teman, tanpa disadari kalori dalam tubuh juga cukup banyak terbuang.

Ketahui lima hal mudah untuk membakar kalori, yang bisa dilakukan kapan saja, agar tumpukan kalori dalam tubuh bisa dikurangi. 

1. Minum kopi : Penelitian menunjukkan kadar kafein yang terkandung dalam kopi meningkatkan jumlah pembakaran kalori. Anda bisa minum kopi hangat pada pagi hari atau kopi dingin pada sore hari.

2. Sarapan : Hal ini adalah cara paling mudah untuk memicu tubuh mulai membakar lemak. Hal itu karena otak tidak mengirimkan sinyal lapar hingga menjelang siang.

3. Tertawa : Buatlah diri Anda tertawa, dengan membaca cerita lucu. Tidak hanya membuat suasana hati menjadi lebih baik, kalori dalam tubuh pun ikut terbakar dengan tertawa. Karena, tertawa selama 10 hingga 15 menit per hari bisa membakar 50 kalori.

4. Tekanan : Stres atau tekanan yang Anda alami saat bekerja juga membakar kalori dalam tubuh. Jadi, jangan selalu anggap negatif tumpukan pekerjaan, karena itu membuat kalori terbakar.

5. Jalan-jalan : Saat makan siang, pilihlah tempat yang agak jauh dari kantor atau datangi pusat perbelanjaan. Hal ini membuat Anda berjalan lebih lama, dan sambil cuci mata kalori pun terbakar. (mt)

• VIVAnews

Next Page »

24 queries