Panduan Menu Makanan Bayi s/d Balita
Powered by MaxBlogPress 


Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir

Bagi ibu yang baru melahirkan untuk pertama kalinya, proses persalinan merupakan sebuah proses yang amat sangat “fantastis”. Berbagai perasaan membuncah di dada. Baik dari rasa lelah, senang, khawatir, takut, bahkan ada yang sedih. Di sisi lain, bayi yang baru lahir tentu memerlukan perawatan ibunya. Oleh karenanya, penting bagi ibu untuk segera memulihkan perasaan dan kesehatannya agar kesehatan bayi pun ikut terjaga. Bagi ibu, berikut ini ada beberapa hal yang bisa ibu lakukan untuk menjaga kesehatan ibu dan bayi baru lahir.

Kesehatan ibu yang baru melahirkan bisa dipengaruhi oleh perubahan hormon, kelelahan secara fisik, perubahan psikologi, hingga perubahan peran. Bila tidak diatasi, ibu bisa saja mengalami baby blues syndrome. Hal ini tentu tidak baik bagi ibu dan bayi. Untuk mengatasi sindrom ini, ada baiknya ibu mengetahui terlebih dahulu gejala-gejala dan cara mencegah serta cara mengatasinya. Konsultasikan dengan suami mengenai peran baru ibu dan suami. Berikan waktu untuk ibu istirahat yang cukup agar tenaga pulih kembali. Dengan demikian, ibu dapat segera merawat dan menerima buah hati yang baru lahir.

Bagi ibu yang baru pertama melahirkan, kebingungan bisa saja terjadi mengenai apa yang harus dilakukan untuk merawat kesehatan bayi yang baru lahir. Bayi yang baru lahir memang nampak sangat rentan, namun sebenarnya yang bayi ini butuhkan hanyalah keberadaan sang ibu. Untuk langkah awal, saat bayi baru lahir, ibu bisa mengenali bayi secara mendalam. Jangan takut bila bayi menangis saat lahir, itu adalah hal yang justru sangat normal. Bila memungkinkan, lakukanlah IMD (Inisiasi menyusui Dini). Program ini sangat baik bagi kesehatan ibu dan bayi baru lahir. Bayi dapat terhindar dari berbagai alergi, sedangkan ibu dapat merasa rileks dan santai dengan adanya bayi dalam pelukannya sesaat setelah ia melahirkan.

Untuk selanjutnya, yang dibutuhkan bayi adalah rasa nyaman dan kasih. Untuknya, ibu harus lebih banyak menyentuh bayi. Hal ini dapat membuat merasa bayi nyaman dan aman. Ibu juga bisa menggendong bayi dalam kadar yang secukupnya. Hal ini bisa membuat bayi merasakan kasih ibu. Bila ibu bingung cara menggendong yang benar, ibu dapat belajar dari suster atau nenek dari si bayi. Selain kenyamanan, ASI dan tidur adalah hal penting yang juga dibutuhkan oleh bayi. Untuk ASI yang menyehatkan, secara tidak langsung, ibu juga harus sehat. Sedangkan untuk tidur, ibu harus bisa memilih tempat yang nyaman dan aman untuk tidur si bayi.

Kesehatan ibu dan bayi baru lahir sangat penting, namun bukan berarti susah untuk didapatkan. Kunci utamanya adalah rasa percaya diri dari sang ibu. Bila sang ibu tidak takut dan tetap merasa positif, kelak, bayi dan ibu dapat menjalani hari-hari kebersamaan mereka dengan bahagia dan menyenangkan.

6 Alasan Terjadi Perceraian

KOMPAS.com – Ada begitu banyak alasan bercerati, tetapi banyak pula jalan untuk menghindari alasan-alasan ini. Mungkin saja alasan-alasan perceraian yang dikemukakan di sini sedang terjadi dalam pernikahan Anda.

Untuk mencegah terjadinya mimpi buruk dalam setiap kehidupan rumah tangga, mari pahami apa saja penyebab dalam perceraian.

1. Macetnya Komunikasi
Tak ada hubungan harmonis tanpa komunikasi yang baik. Misalnya karena secara intelektual tak seimbang, pribadi terbuka yang berhadapan dengan pribadi tertutup, dan lain-lain.

2. Kurang Komitmen
Jangan berpikir kendurnya komitmen hanya terjadi pada mereka yang menikah tanpa cinta. Yang sebelumnya berpacaran bertahun-tahun pun bisa mengalami hal ini.

Biasanya ini terjadi karena salah satu pasangan atau bahkan keduanya tidak siap dengan kenyataan yang diperoleh ketika sudah menikah. Dari mulai kebiasaan, sifat asli, hingga tanggung jawab yang membesar. Jika salah satu tak dewasa, bukan tak mungkin perselingkuhan terjadi.

3. Uang yang Timpang
Uang memang masalah sensitif tapi tak membicarakannya hanya memperburuk keadaan. Jika suami tak memberi nafkah atau istri hidup tak imbang dengan penghasilan, sering juga memicur perceraian. Akibatnya, keduanya merasa tak nyaman dan tak adil membagi kewajiban, juga hak.

4. Kekerasan
Apa pun itu, kekerasan secara fisik, seksual, atau mental tidak bisa ditoleransi meski dilakukan oleh orang yang katanya mencintai kita. Jika benar cinta, mustahil ia mau menyakiti pasangannya.

5. Hasrat Seksual Tak Imbang
Hubungan intim tak sekadar perkara kewajiban dalam rumah tangga, melainkan perekat pernikahan. Pasangan yang memiliki libido seks tinggi, sementara istri atau suaminya tak bisa memenuhi keinginannya, cenderung tidak puas dan bahagia dengan pernikahannya. Ketidaksetiaan pun muncul dari sini, dan tak jarang bercerai adalah keputusan yang diambil.

6. Intervensi Orang Dekat
Pernikahan sudah ramai dengan dua orang, apalagi jika keluarga besar hingga teman ikut mencampuri. Seringnya masalah ini memicu perceraian karena salah satu pasangan tak merasa nyaamn dan tak mandiri dalam hubungannya.

Masalah-masalah ini memang hanya gambaran tapi patut diwaspadai untuk mencegah perceraian terjadi. Apalagi jika 6 masalah ini sedang terjadi pada rumah tangga Anda.

Ingat, pernikahan tak hanya butuh cinta, ia butuh kerja keras berkali-kali lipat dan kompromi luar biasa.

(Astrid Isnawati/Tabloid Nova)

Editor: NF

Pria Tak Setia Saat Pasangannya Sakit?

VIVAnews – Kesetiaan pasangan Anda ternyata bisa di tes. Apalagi saat salah satu dari Anda sedang diuji dengan salah satu penyakit. Dari sini kesetiaan pasangan bisa diketahui.

Seperti dikutip dari laman shineyahoo.com, sebuah survei mengungkap bahwa hampir 25 persen dari suami meninggalkan istri mereka setelah mengetahui pasangnnya didiagnosis dengan penyakit mematikan seperti kanker. Dari statistik ini juga diketahui, biasanya mereka yang mengalami cobaan berat dalam hidup seperti ini, akan mengalami gonjang ganjing kesetiaan.

Namun, dari survei juga diketahui dibanding dengan pria, wanita sebagai istri diketahui lebih setia, hanya 3 persen wanita meninggalkan suami mereka dalam keadaan sakit.

Kebanyakan pria pun diketahui tidak telaten saat memberikan perawatan pada pasangannya yang dalam keadaan sakit. Bukan saja kepada pasangan, termasuk pada anak dan orangtuanya sendiri.

Dari penelitian ini pun terungkap bahwa kebanyakan pria tidak dibesarkan untuk menjadi perawat. Rata-rata pria lebih mengutamakan kepentingan seksnya.

Sebagai tambahan mereka mungkin takut mengakui kematian mereka dan Anda, dan mereka mungkin takut bagaimana suatu penyakit mematikan seperti kanker akan mempengaruhi kehidupan seksnya. Maka tak heran jika banyak pria yang memutuskan untuk menikah lagi setelah ditinggal sang istri.

Seperti diketahui, banyak anak laki-laki yang ingin selalu bercita-cita menjadi pahlawan. Dan disaat menghadapi cobaan sang istri tengah berjuang melawan penyakit, sesungguhnya disitulah perannya sangat dibutuhkan sekaligus untuk mewujudkan cita-citanya menjadi seorang pahlawan keluarga.

Adanya cobaan dan ujian pernikahan dari suatu penyakit bisa bisa menguji kesetiaan cinta manusia. Dan tak jarang dari mereka yang mengalaminya mengalami krisis cinta yang butuh banyak dukungan dan pikiran optimis.

Suami yang paling baik akan menunjukkan dan mengatakan istri mereka betapa istimewanya , betapa mereka dihargai dan dicintai. Merawatnya dengan baik dikala sakit adalah kesempatan untuk menunjukkan cintanya pada Anda, bahkan bisa menjadi obat mujarab bagi si penderita penyakit untuk tetap semangat dan sembuh dari penyakit.

“Tidak ada yang mengatakan ini akan mudah, tetapi suatu kekuatan akan timbul dari semangat yang diberikan seseorang dengan tulus.” kata penulis Brenda yang juga sebagai survivor penderita kanker.

• VIVAnews

Alasan Cindy Crawford Betah di Rumah

VIVAnews – Di usianya yang ke 43, mantan supermodel Cindy Crawford tahu bahwa rumah adalah sebagai tempat berlabuh yang harus memiliki kenyamanan.

Semua rasa nyaman ini pun bisa dirasakan jika Anda memiliki segalanya seperti di rumah baru Cindy. Tak hanya kenyamanan, rumah menurut Cindy juga harus menunjukkan kesan fashion serbaguna.

Tempat tinggal bagi Crawford yang paling penting adalah kenyamanannya. “Aku ingin rumah saya selalu terlihat bagus,tidak bau dan tertata dengan baik,” katanya.

Jika Anda penasaran ingin mengintip isi koleksi rumah baru Crawford, berikut beberapa isi rumahnya seperti dikutip dari laman shineyahoo.com. Cindy pun tak sungkan-sungkan berbagi cerita soal beberapa alasan yang membuat dirinya merasa nyaman di kediamannya tersebut.

– Banyak Kisah Lewat Bingkai Foto

Setiap tahun saya bingkai salah satu gambar anak-anak ‘atau lukisan. Sangat menakjubkan bahwa ketika Anda memasukkannya ke dalam bingkai, tidak harus mahal namun satu bingkai saja bisa menimbulkan nilai seni.

Dalam ruang bermain anak-anak, saya memiliki banyak bingkai, setiap tahun selalu ada momen baru yang saya pajang dalam bingkai. Jika dilihat mulai dari pintu masuk setiap gambar dalam bingkai bisa menggambarkan suatu perjalanan hidup yang panjang, mereka bisa menceritakan sebuah kisah.

– Masakan Yang Lezat untuk Keluarga

Saya bukan koki yang baik, tapi pasti bisa mendapatkan makan malam di meja untuk 14 orang. Saya selaku mencoba memberikan masakan yang lezat buat keluarga. Bahan yang biasa digunaka mulai dari salmon, pure kentang, bayam tumis, dan salad.

Untuk memastikan kelezatan masakannya, wanita yang masih terlihat cantik ini selalu menyempatkan diri membuat kue. “Saya membuat kue kelapa, yang sebenarnya mudah, dan kue wortel yang sangat disukai suami saya,” ucapnya.

– Ada Hal Yang Membuatnya Bahagia

Akhirnya aku memiliki lemari impianku. Memiliki pintu dan jendela Prancis, sehingga saya bisa melihat anak-anak di halaman, dan ada begitu banyak cahaya alami yang bisa terlihat dari dalam rumahnya. Saya memiliki area make-up, ruang telepon, dan ruang TV.

• VIVAnews

Bercinta Tiap Hari, Normalkah?

Tanya:
Saya dan suami baru menikah tiga bulan lamanya. Setiap hari kami berhubungan intim. Apakah hal ini akan mengganggu kesehatan kami berdua? Atau, apakah secara psikologis hal ini dapat menyebabkan kebosanan nantinya?

jmxxx@yahoo.co.id

Jawab:
Anda memang masih termasuk pengantin baru. Bercinta, memang masih merupakan hal baru bagi sepasang pengantin baru. Biasanya,  pada masa ini aktivitas intim berada pada frekuensi yang sedang tinggi-tingginya.

Selama ini, belum ada penelitian yang menyebutkan, bercinta setiap hari akan mengganggu kesehatan. Karena itu, nikmatilah masa mesra ini sepuasnya. Tidak beralasan jika Anda merasa khawatir hubungan seks yang sering dilakukan ini akan menimbulkan kebosanan.

Hubungan seks yang diikat oleh rasa cinta yang mendalam bukanlah hubungan yang bersifat mekanis. Ikatan Anda berdua tidak hanya murni jasmaniah, tetapi punya ikatan yang bernilai emosional juga.

Kebosanan mungkin saja terjadi nantinya, tetapi ingatlah bahwa seks merupakan suatu dunia sendiri, yang penuh hal-hal baru dan dapat dinikmati berdua serta penuh dengan eksplorasi. Hal ini merupakan tugas Anda berdua, untuk membuat hubungan seks sebagai kegiatan yang menarik, penuh dengan hal-hal baru sehingga dapat memberikan kenikmatan, tak saja jasmani tetapi juga emosional.

Konsultan: Wira Pramudya (konsultasi seks)

Baca juga: Tantangan Bercinta 30 Hari

• VIVAnews

Dilema Ayah Modern, Pekerjaan atau Anak

VIVAnews – Berbeda dengan beberapa dekade sebelumnya, pria masa kini lebih memprioritaskan pekerjaan daripada menjalani perannya sebagai ayah. Pria generasi sekarang menghabiskan waktu di tempat kerja lebih banyak daripada bersama istri dan anaknya.

Jajak pendapat terhadap 2.500 pria mengenai peran mereka menemukan, tiga perempat pria memilih pekerjaan sebagai prioritas utama. Sisanya memberikan prioritas terhadap peran lain, termasuk sebagai suami dan ayah di keluarganya.

Meski mayoritas memprioritaskan perannya sebagai pencari nafkah, bukan berarti para ayah melupakan keluarganya. Survei yang digelar situs online Savoo.co.uk juga menemukan tujuh dari sepuluh pria ingin menghabiskan lebih banyak waktu bersama anak-anak mereka.

“Sayangnya, banyak pria masa kini melihat peran mereka di keluarga secara berbeda. Kehadiran mereka hanya untuk bersama saat makan malam, bukan sebagai figur ayah sepenuhnya,” kata jurubicara situs seperti dikutip dari laman Idiva.

Para ayah masa kini cenderung merasa tertekan untuk memberikan standar hidup yang layak bagi keluarga mereka. Tetapi, hal ini juga berpotensi merusak hubungan mereka dengan anak-anak. “Akibatnya, semua pekerjaan rumah tangga dan mengurus anak diserahkan kepada para ibu atau istri.”

• VIVAnews

Menghadapi Sifat Suami yang Menyebalkan

KOMPAS.com – Menghadapi sifat suami yang “sulit” memang tak mudah. Apa saja tipe suami yang bikin gemas dan bagaimana menghadapinya?

Si Workaholic
Tipe suami yang hobinya memang bekerja. Seringkali ia lebih mengutamakan pekerjaan daripada keluarga dan lingkungannya. Biasanya, ia juga egois, namun untungnya, ia pekerja keras dan melakuakn semuanya demi kepentingan keluarga.

Kuncinya hanyalah bersikap sabar dan aktif berkomunikasi. Akan lebih baik jika Anda sudah mengetahui wataknya ini sejak sebelum menikah. Jadi, sebelum memasuki gerbang pernikahan, sebaiknya buatlah kesepakatan mengenai waktu untuk keluarga.

Aktif berkomunikasi bisa dilakuakn dengan tak ragu menyampaikan keberatan mengenai sikapnya. Namun, sebaiknya pilih waktu yang tepat dan ingatkan bahwa waktu untuk keluarga sangatlah penting.

Si Sempurna
Sepertinya memang enak punya suami yang perfeksionis. Segalanya tertata, runtut, dan sempurna. Namun, bisa-bisa Anda sebagai istrinya akan kewalahan karena biasanya tipe ini banyak menuntut. Segi positifnya, semua hal di rumah maupun di lingkungannya akan terlihat “perfect“.

Jangan terburu kesal atau marah, katakan bahwa di dunia ini tidak ada yang sempurna. Setiap orang memiliki kekurangan dan kelebihan. Mintalah ia mengerti kekurangan Anda dan anggota keluarga lain, seperti halnya Anda bisa mengerti kekurangannya.

Si Anak Mami
Wah, tipe satu ini benar-benar bisa membuat Anda geleng-geleng kepala, tak habis pikir. Semua harus sepengetahuan dan seizin sang ibu. Biasanya ia juga hobi membandingkan diri Anda dengan ibunya.

Suami tipe ini memang memimpikan seorang istri yang seperti ibunya. Bahkan, tak jarang ia memaksakan kehendaknya supaya istri bisa tampil seperti sang ibu. Segi positifnya, Anda memperoleh inspirasi dari sifat ibu mertua yang baik. Misalnya, jika ibu mertua jago mengelola keuangan eluarga, tak ada salahnya Anda meniru dia.

Untuk menghadapi suami tipe ini, Anda harus pintar-pintar berkomunikasi. Pelan-pelan, mintalah suami untuk memahami bahwa, apapun, Anda dan ibunya memiliki perbedaan dan untuk mengubah supaya serupa bukanlah hal mudah.

Si Pencemburu
Nah, tipe yang satu ini juga harus dicermati. Salah melangkah atau berkomunikasi, perang Bharatayuda bisa terjadi di dalam rumah.

Selain pencuriga, segala gerak-gerik istri ia awasi dan menjadi overprotective dan obsesif. Pokoknya, kalau bisa, istri tidak boleh berhubungan dengan lelaki lain.

Akibatnya, Anda pun menjadi terkekang dan tak leluasa beraktivitas. Segi positifnya, cemburu bisa berarti ia sangat mencintai dan tak mau kehilangan Anda. Lagi-lagi, kuncinya adalah bersabar. Sebaiknya, Anda juga sudah mengetahui sifatnya ini sejak sebelum menikah. Sehingga, ketika Anda memasuki kehidupan berumahtangga, Anda tak kaget, atau Anda bisa “bernegosiasi”.

Tak ada salahnya mengingatkan suami supaya tidak berlebihan. Yakinkan dia bahwa Anda mencintai dia dan tidak melakukan hal-hal di luar batas.

Si Pendiam
Suami tipe ini cenderung diam dan acuh pada istri. Ia hanya berbicara dan berkomunikasi seperlunya. Selebihnya, ia akan menghadapi semua persoalan dengan datar-datar saja. Tentu, yang seringkali repot adalah Anda sebagai istrinya karena tidak tahu apa yang dimaui dan dimaksud oleh si suami. Namun, segi positifnya, Anda tak direcoki oleh omelan atau pengawasan suami yang berlebihan. Diam juga belum tentu berarti tak cinta.

Kuncinya, Andalah yang harus aktif dan memulai komunikasi. Katakan bahwa Anda akan lebih nyaman seandainya ia bisa sedikit lebih terbuka. Sampaikan bahwa dengan sifat pendiamnya, bisa-bisa terjadi salah paham.

Si Pemarah
Biasanya ia memiliki temperamen yang tinggidan sumbu emosi yang pendek sehingga Anda harus waspada. Umumnya, tipe pemarah sulit mengendalikan diri. Jadi, sebaiknya Anda bersikap mengalah untuk menghindari konflik yang bisa muncul.

Selain bersabar dan berkepala dingin, apalagi jika Anda tahu dari dulu bawaannya seperti ini, Anda harus mampu meredam diri, dan tidak terbawa emosi. Biarkan ia berbicara sepuasnya. Setelah ia agak tenang, barulah Anda bisa menyampaikan keberatan. Jika Anda mampu menyampaikannya dengan baik, suami pun pasti akan mencoba mengubah sifat pemarahnya.

Si “Unromantic”
Suami yang tidak romantis bukan berarti ia tidak cinta Anda. Bisa jadi, ia tidak terbiasa atau memang tidak begitu mementingkan hal-hal seperti itu. Biasanya, ia akan lebih fokus pada hal-hal lain, misalnya bagaimana cara mengatur keuangan, bagaimana mencari uang tambahan, dan sebagainya. Itu sisi baiknya.

Satu-satunya cara menghadapi suami seperti ini adalah Anda yang harus memulai bersikap romantis. Sesekali, beri ia kejutan. Sesekali, mintalah waktu untuk berduaan saja. Tak ada salahnya melakukan perjalanan berdua setiap akhir tahun.

(Hasto Prianggoro/Tabloid Nova)

Editor: NF

Hikmah di Balik Peristiwa PHK

KOMPAS.com – Ketika Anda di-PHK, entah karena perampingan karyawan atau karena Anda membuat kesalahan, pasti ada kekacauan dalam diri Anda. Anda merasa diperlakukan tidak adil, dan wajar bila Anda merasa panik. Tiba-tiba, Anda kehilangan penghasilan, padahal Anda mungkin harus membantu suami menafkahi keluarga. Bila Anda masih lajang, bagaimana Anda harus membayar pinjaman mobil atau rumah yang sudah keburu Anda beli?

Segera mengambil tindakan untuk mencari pekerjaan lagi, tentu penting. Tetapi, jangan biarkan perasaan kesal berlarut-larut. Beri waktu pada diri Anda untuk berpikir. Pasti ada sesuatu yang bisa dipelajari dari pengalaman ini. Hal-hal di bawah ini mungkin perlu Anda pertimbangkan.

1. Kritikan atau teguran dari atasan mungkin ada benarnya
Anda mungkin tersinggung, dan marah, ketika menerima kritikan yang menurut Anda tidak sesuai dengan apa yang Anda alami. Namun, kritik yang paling membuat Anda marah biasanya adalah yang paling benar. Karena itu, tidak ada salahnya Anda berpikir lagi, apakah Anda sebenarnya pantas menerima teguran tersebut. Carilah teman yang Anda percayai, agar Anda bisa menceritakan dengan jujur situasi Anda tanpa merasa disalahkan. Mintalah masukan dari orang yang mampu bersikap obyektif ini. Pastikan Anda tidak membuat kesalahan yang sama di kantor Anda yang baru nanti.

2. Tak seorang pun bisa menghadapi PHK dengan tenang
Artinya, bila Anda kesal dan panik, Anda tidak sendiri. Sama seperti ketika diputuskan kekasih, di-PHK pun membuat hidup Anda berantakan. Mungkin Anda meninggalkan kantor dalam suasana yang kaku, namun jangan terburu-buru melakukan tindakan emosional yang akan memuaskan kemarahan Anda. Misalnya, mengirim SMS ke rekan-rekan kerja untuk mengatakan bahwa atasan telah bersikap tidak adil. Tindakan seperti ini biasanya hanya membuat Anda menyesal belakangan, karena reputasi Anda justru menjadi buruk di mata orang lain.

3. Karyawan yang baik pun bisa meninggalkan hubungan yang buruk dengan perusahaan
Semua orang bisa membuat kesalahan (termasuk perusahaan), karena itu karyawan yang paling cerdas, berbakat, dan berkomitmen pun bisa terjebak dalam situasi yang kurang baik. Bagaimanapun juga, kehilangan pekerjaan adalah salah satu problem hidup yang bisa terjadi pada siapa saja. Dengan di-PHK bukan berarti Anda tidak berharga untuk perusahaan tersebut. Pemecatan juga tidak perlu dianggap sebagai persoalan pribadi; atasan mungkin hanya melakukan tugasnya.

4. Jangan biarkan pengalaman itu menjatuhkan Anda
Berikan kesempatan pada diri Anda untuk merasa kesal atau menangis. Setelah puas, cobalah untuk menganalisa dan merefleksikan diri. Kemudian, hadapi kembali hidup Anda. Hal ini tidak mudah, dan Anda mungkin butuh waktu agak lama untuk memulihkan diri. Memaksa diri Anda untuk langsung bertahan bisa-bisa hanya membuat Anda makin kecewa. Ketika akhirnya Anda pulih, Anda akan menyadari bahwa yang terjadi bukanlah sesuatu yang bersifat pribadi.

5. Temukan kembali passion Anda
Begitu Anda siap, kirimkan kembali CV Anda ke berbagai perusahaan, hanya kali ini dengan diri Anda yang lebih matang. Bila mungkin, temukan karier yang sama sekali berbeda. Siapa yang tahu Anda justru diterima bekerja di perusahaan yang membuat Anda lebih berkembang, atau memungkinkan Anda untuk menggeluti hobi dan bakat Anda? Bobby Chinn, host acara World Cafe Asia, dulunya pialang di Wall Street sebelum akhirnya menemukan passion-nya di dunia kuliner dan masak-memasak. Ia kini memiliki restoran yang sukses di Hanoi. Anda ingin menirunya?

DIN

Editor: din

Sumber: Divine Caroline

Jutaan Wanita ‘Menjanda’ Selama Piala Dunia

VIVAnews – Lebih dari 11 juta perempuan diperkirakan menjadi ‘janda’ selama perhelatan Piala Dunia 2010. Pasalnya, pria lebih banyak menghabiskan waktu untuk menonton sepakbola daripada untuk pasangannya.

Sebanyak 47 persen dari 4.000 wanita berpasangan berusia 16-65 tahun yang mengikuti jajak pendapat mengaku menyiapkan kesabaran mulai pembukaan hingga final pesta sepakbola dunia yang berlangsung empat tahun sekali itu.

Satu dari setiap lima wanita yang menjadi responden mengatakan tidak tertarik menonton pertandingan bersama pasangan. Sementara seperempat lainnya mengharapkan pasangan mengurangi aktivitas menonton bola hingga 50 persen.

Setengah responden yang tinggal serumah mengatakan harus mengorbankan acara televisi favorit demi memberi kesempatan suami menyaksikan perebutan trofi Piala Dunia. Dan, sebanyak 45 persen responden memutuskan tidak tertarik membicarakan sepakbola bersama pasangan.

Satu dari setiap enam wanita menyatakan  akan menerima ciuman dan pelukan lebih sedikit. Satu dari setiap 12 wanita juga khawatir, hajatan yang berlangsung selama sebulan di Afrika Selatan itu akan menurunkan frekuensi hubungan seksual.

Juru bicara Indesit, yang mengadakan survei, mengatakan, bagi sebagian wanita, ajang Piala Dunia menciptakan masa sulit bagi kehidupan mereka. “Banyak wanita yang tidak gemar sepakbola merasa tertekan dengan 64 pertandingan yang berlangsung selama empat minggu. Inilah waktu kesabaran mereka diuji,” katanya seperti dikutip dari Female First.

Sebagian besar wanita dan para istri akan dibebani melakukan pekerjaan rumah tangga, memasak, mengurus anak-anak, dan mengatur keuangan seorang diri. Sedangkan sang suami larut dalam piala dunia dan menganggap pasangan mampu melakukan semuanya. “Jadi, bisa dimengerti para istri dan pasangan yang bukan penggemar bola menginginkan Piala Dunia segera berakhir agar kehidupan mereka kembali normal.”

• VIVAnews

Si Dia Suka Mendengkur?

KOMPAS.com – Para pria yang telah mencapai usia 30 tahun umumnya mendengkur saat tidur. Hal ini dikatakan Michael Thorpy, MD, Direktur Sleep-Wake Disorder Center di Montefiore Medical Center di New York City. Banyak orang menganggap kebiasaan mendengkur sebagai sesuatu yang tak berbahaya. Padahal, sebagian orang mengalami henti nafas saat mendengkur, tanpa disadari. Hal ini tentu saja berbahaya. Sebab, jika seseorang mengalami henti nafas lebih dari 10 detik, ia bisa meninggal seketika.

“Namun, bukan berarti semua masalah mendengkur harus dikhawatirkan. Mendengkur bisa dianggap normal, apabila si pendengkur mengalami henti nafas kurang dari lima kali dalam sejam. Yang dianggap berat apabila pendengkur mengalami henti nafas lebih dari 30 kali dalam sejam. Masalah ini disebut obstructive sleep apnea (OSA),” papar dr Andreas Prasadja, RPSGT, sleep scientist dari RS Mitra Kemayoran, Jakarta.

Cara mengatasi dengkur:

Jaga berat badan. Coba ukur lingkar leher pasangan. Apabila lebih dari 43 cm, kemungkinan besar ia kelebihan berat badan. “Orang yang kelebihan berat badan berpeluang mengalami gangguan pernafasan saat tidur, termasuk mendengkur,” kata Charles Bae, MD, ahli saraf dan pakar tidur dari Cleveland Clinic di Ohio. Hal ini terjadi karena tekanan pada saluran nafas meningkat, sehingga laju oksigen kemudian ikut terhambat.

Ubah posisi tidur. Umumnya, orang mendengkur saat tidur terlentang. Pada sebagian orang, mengubah posisi tidur menjadi menyamping, kadang bisa membuatnya tidur tanpa mendengkur.

Periksakan diri. Perhatikan kondisi pasangan saat bangun pagi. Apabila suami sering mengaku merasa tak segar kala bangun di pagi hari, segera ajak dia memeriksakan diri ke sleep specialist. Atau, jika ia sering kedapatan tertidur saat menyetir mobil. Bisa jadi ia mengalami OSA. Hal ini yang menyebabkan tidurnya di malam hari tak berkualitas. Penderita OSA juga terkadang memiliki tekanan darah tinggi dan mengalami disfungsi ereksi.

(Alia An Nadhiva/Prevention Indonesia)

Editor: din

Next Page »

34 queries