Seperti Apa Tahapan Kemampuan Bicara Anak?
KOMPAS.com – Orangtua sebaiknya mengetahui tahapan perkembangan kemampuan bicara anak. Jadi, ketika terlihat ada yang tidak sesuai dengan tahap usia, mereka bisa segera mencari solusinya. Tahap perkembangan bicara anak secara garis besar adalah sebagai berikut:
* Sebelum 12 bulan
Perhatikan apakah si kecil mulai menggunakan suara mereka untuk “berkomunikasi” dengan lingkungan mereka. Tahap awal perkembangan bicara adalah mengoceh (babbling).
Seiring pertambahan usia (di usia sekitar 9 bulan), anak-anak mulai menggabungkan suara dan mengucapkan kata seperti “mama” dan “dada” (tanpa tahu maknanya). Dan, sebelum usia 12 bulan, anak mulai lebih tertarik begitu mendengar suara.
Anak-anak yang kelihatannya memandang sesuatu tapi tanpa bereaksi harus diwaspadai sebagai tanda kehilangan pendengaran (hearing loss).
* Usia 12-15 bulan
Di usia ini anak-anak mulai menguasai satu atau dua kata bermakna (di luar kata “mama” atau “dada”). Biasanya kata-kata awal yang mereka kuasai adalah kata benda. Mereka juga mulai mengerti dan mampu mengikuti perintah sederhana, seperti, “Mama minta bolanya, ya?”
* Usia 18-24 bulan
Anak memiliki sekitar 20 kosakata di usia 18 bulan, dan berkembang menjadi 50 atau lebih kosakata ketika berusia 2 tahun. Di usia 2 tahun, anak juga mulai belajar menggabungkan 2 kata sederhana. Mereka mulai bisa mengikuti 2 perintah sekaligus, misalnya, “Ambil bolanya dan toling berikan kotaknya, ya.”
* Usia 2-3 tahun
Orangtua seringkali menyaksikan “ledakan” kemampuan berbahasa anak di tahap usia ini. Kosakata mereka meningkat tajam. Secara rutin, mereka juga mulai menggabungan 3 atau lebih kata menjadi 1 kalimat. Misalnya, “Letakkan di meja, ya?” Mereka juga mulai bisa mengenal warna dan konsep perbandingan (besar-kecil).
(Hasto Prianggoro/Tabloid Nova)
Editor: NF
Bila Si Kecil Telat Bicara
KOMPAS.com – Beberapa penelitian menunjukkan penyebab gangguan bicara adalah adanya gangguan hemisfer dominan. Penyimpangan ini biasanya merujuk ke otak kiri. Pada beberapa anak juga ditemukan adanya penyimpangan belahan otak kanan, korpus kalosum dan lintasan pendengaran yang saling berhubungan.
Speech delay juga bisa disebabkan oleh pengaruh lingkungan, misalnya anak yang kurang mendapatkan stimulasi atau pemakaian dua bahasa di dalam keluarga. Namun, bila penyebabnya karena lingkungan, biasanya keterlambatan yang terjadi tidak terlalu berat.
Pada anak normal tanpa gangguan bicara dan bahasa juga perlu dilakukan stimulasi kemampuan bicara dan bahasa sejak lahir, bahkan bisa juga dilakukan stimulasi sejak dalam kandungan. Dengan stimulasi lebih dini diharapkan kemampuan bicara dan bahasa pada anak lebih optimal, sehingga dapat meningkatkan kualitas komunikasinya.
Penanganan keterlambatan bicara bisa dilakukan sesuai dengan penyebabnya. Pada beberapa kasus, keterlambatan bicara ini terjadi karena faktor genetik atau keturunan. Selebihnya memang ada persoalan dengan anak. Dan, alergi makanan juga bisa mengganggu fungsi otak, sehingga mengakibatkan gangguan perkembangan, termasuk keterlambatan bicara.
Memang, kemampuan berbahasa anak-anak tidak sama satu sama lain. Namun, jika perkembangan bahasa anak tampaknya terhambat, tidak seperti teman sebayanya, ada baiknya segera menghubungi dokter. Mengenali dan mengobati lebih cepat akan lebih bagus.
(Hasto Prianggoro/Tabloid Nova)
Editor: NF







