ANAK ANDA SUSAH MAKAN? Klik Disini untuk Solusinya!
Powered by MaxBlogPress 

[X]


Jangan ‘Menabung’ Stres

VIVAnews – Setiap orang pasti memiliki tekanan dalam kehidupannya. Banyaknya tekanan dalam hidup terkadang bisa menimbulkan stres.

Emosi meningkat, kehilangan nafsu makan, atau bahkan nafsu makan bertambah, bisa menjadi tanda Anda sedang mengalami stres. Jangan biarkan keadaan ini terus merusak hari-hari Anda. Segera konsultasikan kepada psikolog atau tenangkan diri dengan berlibur ke tempat favorit.

Agar tak terjebak dalam stres, Anda perlu tahu, beberapa sinyal bahwa Anda sedang mengalami tekanan hebat. Seperti dikutip dari laman Modernmom.com, berikut tanda-tanda stres:
     
Berjalan dengan pandangan kosong
Saat seseorang merasa tertekan, seringkali terlihat sedang berjalan tanpa pandangan alias dengan pikiran kosong. Gejala seperti ini bisa menunjukkan sinyal stres.

Stres bisa terjadi akibat mengurus anak, tuntutan karier, tekanan keuangan, atau bahkan karena terjebak macet dan terlambat datang rapat. Tapi, kunci dari semua ini, adalah bagaimana Anda menghadapinya. Untuk meredamnya, cobalah berolahraga teratur dan menjalani pola makan sehat.

Mengingat kenangan buruk
Pernah merasa terpuruk dan merasa takut keterpurukan kembali pada Anda juga bisa menandakan Anda sedang dikepung tekanan hebat. Jika Anda pernah bangkrut dalam bisnis, dan saat berhasil membangun kesuksesan, ada perasaan takut bangkrut, bisa jadi Anda sedang stres. Cobalah selalu berpikir positif dan optimis bisa membawa Anda pergi jauh dari keterpurukan.

Jatuh Sakit
Terlalu banyaknya pikiran, juga bisa membuat kondisi kesehatan drop. Akibat stres, banyak penyakit yang mungkin timbul. Hati-hati, jika Anda terlalu banyak berpikir keras, tubuh akan rentan penyakit.

Sakit kepala di akhir pekan
Ketika Anda tiba-tiba berusaha menurunkan tingkat stres saat Jumat malam, hal ini justru bisa menimbulkan migrain. Jadi, jika Anda masih mengalami di akhir pekan, di saat Anda libur, ini bisa menjadi pertanda, dalam satu pekan beban berat menempel pada pikiran Anda. Jangan sepelekan, kondisi ini melemahkan kondisi fisik. Usahakan untuk melupakan pekerjaan selama akhir pekan.

Kram
Tahukah Anda, jika stres, Anda akan berisiko dua kali lebih mungkin menderita kram. Apalagi saat Anda tengah menjalani masa haid, kram bisa datang lebih menyakitkan dari biasanya.

Sering Terbangun Tengah malam
Bila stres, Anda mungkin akan lebih sering terbangun di malam hari. Tidur menjadi gelisah bahkan seringkali mengalami mimpi buruk. Ini juga merupakan salah satu tanda Anda sedang stres.

Sakit Gigi
Hormon stres, kortisol dapat merusak sistem kekebalan tubuh sehingga memungkinkan bakteri menyerang gusi Anda.

Jerawatan
Stres menyebabkan peradangan yang mengarah pada jerawat. Nah, jika Anda sudah berbagai cara untuk mengatasi jerawat tapi tak berhasil, cobalah redam stres Anda. Siapa tahu, stres hilang, jerawat pun hilang.

Kulit gatal
Stres mengaktifkan serabut saraf menyebabkan sensasi gatal. Jadi jika Anda sudah memiliki kondisi kulit yang mendasari seperti dermatitis, psoriasis atau eksim, stres dapat memperburuk itu. kulit gatal adalah petunjuk tingkat stres seseorang. Bahkan stres juga bisa memicu alergi, karena hormon stres dapat merangsang produksi IgE, protein darah yang menyebabkan reaksi alergi.

Nyeri perut
Kecemasan dan stres pasti dapat menyebabkan sakit perut secara bersamaan. Tak hanya itu saat stres secara bersamaan Anda juga bisa diserang sakit punggung, sakit kepala dan insomnia. Satu studi menemukan bahwa pria dan wanita mengalami tingkat stres yang tinggi lebih dari tiga kali lebih besar untuk menderita sakit perut.

• VIVAnews


Mengganas karena Tas

KOMPAS.com — Tanggal 18 Juni 2010 sekitar pukul 19.20 WIB, Jakarta diwarnai dengan percikan kembang api. Tanda kembang api tersebut menyala di sekitar 33 titik pusat perbelanjaan yang ada di Jakarta. Tepat pada saat tersebut, Gubernur DKI Jakarta merupakan penanda dimulainya Jakarta Great Sale 2010. Hal tersebut juga berlangsung di pusat perbelanjaan Senayan City. Seperti sepuluh tahun terakhir, Senayan City tak pernah luput untuk ikut berkontribusi dalam ajang ini. Penasaran dengan apa yang mereka tawarkan di tahun kesepuluhnya ini, Kompas Female mencoba melirik ke sana.

Tak banyak yang berubah dengan pelaksanaan Midnight Shopping di pusat perbelanjaan Senayan City. Ada penambahan jumlah tenant yang berpartisipasi, juga akan diramaikan oleh beberapa musisi, serta promosi dari kartun Looney Tunes di bagian atrium. Namun, perbedaan yang paling mencolok adalah, makin membeludaknya pengunjung di tempat ini. Saking membeludaknya, untuk mencari parkiran pun sudah amat susah. Apalagi untuk Anda yang mencari tempat parkir sepeda motor. Hmm, sebaiknya Anda pikir-pikir lagi mau ditaruh di mana kendaraan Anda itu. Sebab, ternyata tempat parkir sepeda motor yang dulunya berada di basement sudah dipindahkan ke tempat di bagian atas, itu pun tak cukup luas untuk menampung banyaknya sepeda motor pengunjung.

Kompas Female datang sekitar pukul 19.00 WIB. Entah karena memang sudah merupakan hari di penghujung pekan, ditambah lagi karena sudah masuk musim liburan sekolah, atau karena pengunjung memang sudah mengincar acara potongan harga besar-besaran dari 250 tenant yang ikutan promo dalam rangka Midnight Shopping. Tapi yang pasti, pengunjung Senayan City pada hari itu dan jam tersebut memang sudah cukup padat.

Sempat melirik sebentar ke arah tumpukan tas di pojokan tenant terbesar di Senayan City, Debenhams, ternyata para pebelanja sudah mulai memadati lokasi ini. Sekitar 4 wagon berisi tas-tas wanita sudah dikelilingi oleh wanita-wanita yang mengangkat, melempar, mencoba, memeriksa, hingga akhirnya ada yang melengos atau memasukkan ke plastik besar untuk dibeli. Tetapi, di situ belum seberapa ketimbang di bagian tengah Debenhams lantai dasar di bagian depan kasir. Di bagian sini, Anda akan lebih heran lagi, begitu banyaknya wanita yang “mengganas”.

Di sini, Anda harus lebih heboh lagi berusaha. Baru sebentar Kompas Female mencoba mengikuti alur, sudah mulai terdengar seorang wanita mengeluh, “Aw!” Sambil melirik tajam ke arah wanita lain di sebelahnya. Pasalnya, wanita tersebut mencoba melewati keramaian untuk ke arah luar dari wilayah Buy 1 Get 1 Free, tetapi mengalami kesulitan karena tasnya tersangkut tas wanita-wanita lain yang sedang mengobrak-abrik tas di dalam wagon. Tak heran, para wanita yang sedang “gelap mata” karena diskon ini pasti amat bersemangat karena harga yang ditawarkan Debenhams cukup membuat dada berdebar-debar ingin membeli barang-barang yang mereka rasa diperlukan.

Promo Buy 1 Get 1 Free dari Debenhams ini memang berbeda. Di sini, para wanita memiliki kesempatan untuk membeli satu barang, antara tas atau sepatu, dengan harga Rp 249.000, kemudian bisa mendapatkan barang lain berupa tas atau sepatu. Bayangkan, dengan harga tersebut, Anda bisa mendapatkan dua barang, yaitu tas-tas, sepatu-tas, atau sepatu-sepatu, dengan merek yang tak sembarangan.

Sepenglihatan Kompas Female, memang banyak wanita yang bersemangat membeli tas tangan di kesempatan tersebut. Mencoba naik dua lantai di atasnya, tak sengaja terdengar percakapan dua wanita yang mengatakan, “Ya, ampun, kasirnya enggak ada yang sepi, ya? Sudah naik dua lantai, semuanya rame!” Memang, keadaan di dalam Debenhams sudah sangat ramai, khususnya di bagian wanita, tapi di bagian pria dan alat rumah pun tak kalah panjang antreannya. Rupanya kedua wanita ini baru saja memilih tas dan mencari kasir yang agak sepi untuk membayarnya.

Kompas Female sempat berbincang dengan salah seorang supervisor Debenhams yang merupakan perbantuan dari Debenhams Karawaci, Ilma, “Ini masih belum seberapa, nanti agak lebih malam pasti lebih ramai. Memang, sudah mulai terjadi kepadatan, ada sedikit kesulitan di bagian online tadi, tapi sudah mulai bisa ditangani. Ini pun kami sudah membuka beberapa kasir tambahan.”

Hmm, dari kedua pengalaman wanita di atas tadi ditambah informasi dari supervisor itu, Anda bisa mengambil kesimpulan; saat belanja, jangan lupa bawa tas yang kecil saja, supaya saat berdesak-desakan tidak perlu repot tersangkut sana-sini. Lalu, jangan sampai salah strategi dengan datang menjelang tengah malam, melewati pukul 21.00. Asal tahu saja, para pebelanja lain sudah mulai menentukan barang belanjaannya sejak siang hari, lalu kemudian pada pukul 21.00, saat Midnight Shopping dimulai, mereka tinggal mengantre di depan kasir. Sebab, harga yang didiskon baru mulai ditambahkan lagi hanya dari pukul 21.00-24.00 mulai tanggal 18-20 Juni 2010. Kalau Anda memang sudah punya “cita-cita” untuk membeli barang-barang ini, lebih baik datang lebih cepat supaya puas memilih barangnya.

Oh ya, pihak Debenhams di Senayan City mematok diskon hingga 70 persen ditambah 20 persen lagi untuk khusus untuk ajang Midnight Shopping. Memang, jika Anda menghitung rentang harga yang ditawarkan, turun cukup jauh. Jadi, kenapa mesti jauh-jauh ke Singapura, yang katanya produk fashion-nya murah dan berkualitas? Padahal, jika untuk berbelanja di Jakarta pun barangnya tak kalah bagus, harganya juga tak kalah murah. Apalagi, saat ini Singapura sedang dilanda banjir.

NAD

Editor: NF


Pakaian Dalam Penyelamat Nyawa

VIVAnews - Sebuah teknologi terbaru berhasil menciptakan pakaian dalam pria yang tidak hanya nyaman dipakai tetapi juga dapat menyelamatkan nyawa sang pemakai. Pakaian dalam ini mampu mendeteksi kondisi kesehatan, mengurangi rasa sakit hingga memberi pengobatan secara langsung.

Pada celana dalam pria terbaru tersebut terdapat sebuah biosensor elektronik tercetak pada ukuran pinggang. Sensor elektroda akan menguji tekanan darah, denyut jantung dan tanda-tanda vital lainnya melalui kontak konstan dengan kulit.

Teknologi ini dikembangkan insinyur-nano Profesor Joseph Wang dari University of California San Diego. Menurutnya, perlakuan seperti melipat atau peregangan tidak akan mempengaruhi kinerja sensor. Dengan tekstil cerdas ini, pasien dapat dipantau meskipun berada di rumah. Metode yang diuraikan dalam The Royal Society of Journal Chemistry, awalnya diperuntukkan bagi militer AS.

Profesor Wang mengatakan, tentara dapat mengalami cedera dalam pertempuran. “Sensor ini minimal dapat mengidentifikasi jenis cedera yang terjadi,” katanya seperti dikutip dari Daily Mail. Setelah mendeteksi cedera, biosensor juga langsung melepaskan obat penghilang rasa sakit dan bahkan mengobati luka.

“Kami membayangkan nanti akan tercipta tren peralatan kesehatan pribadi untuk memantau pasien yang tinggal jauh dari pelayanan medis. Misalnya, spidol yang menilai kondisi jantung  potensi stroke, diabetes dan perubahan terkait biomedis lainnya.”

• VIVAnews


Seperti Apa Tahapan Kemampuan Bicara Anak?


KOMPAS.com – Orangtua sebaiknya mengetahui tahapan perkembangan kemampuan bicara anak. Jadi, ketika terlihat ada yang tidak sesuai dengan tahap usia, mereka bisa segera mencari solusinya. Tahap perkembangan bicara anak secara garis besar adalah sebagai berikut:

* Sebelum 12 bulan

Perhatikan apakah si kecil mulai menggunakan suara mereka untuk “berkomunikasi” dengan lingkungan mereka. Tahap awal perkembangan bicara adalah mengoceh (babbling).

Seiring pertambahan usia (di usia sekitar 9 bulan), anak-anak mulai menggabungkan suara dan mengucapkan kata seperti “mama” dan “dada” (tanpa tahu maknanya). Dan, sebelum usia 12 bulan, anak mulai lebih tertarik begitu mendengar suara.

Anak-anak yang kelihatannya memandang sesuatu tapi tanpa bereaksi harus diwaspadai sebagai tanda kehilangan pendengaran (hearing loss).

* Usia 12-15 bulan

Di usia ini anak-anak mulai menguasai satu atau dua kata bermakna (di luar kata “mama” atau “dada”). Biasanya kata-kata awal yang mereka kuasai adalah kata benda. Mereka juga mulai mengerti dan mampu mengikuti perintah sederhana, seperti, “Mama minta bolanya, ya?”

* Usia 18-24 bulan
Anak memiliki sekitar 20 kosakata di usia 18 bulan, dan berkembang menjadi 50 atau lebih kosakata ketika berusia 2 tahun. Di usia 2 tahun, anak juga mulai belajar menggabungkan 2 kata sederhana. Mereka mulai bisa mengikuti 2 perintah sekaligus, misalnya, “Ambil bolanya dan toling berikan kotaknya, ya.”

* Usia 2-3 tahun

Orangtua seringkali menyaksikan “ledakan” kemampuan berbahasa anak di tahap usia ini. Kosakata mereka meningkat tajam. Secara rutin, mereka juga mulai menggabungan 3 atau lebih kata menjadi 1 kalimat. Misalnya, “Letakkan di meja, ya?” Mereka juga mulai bisa mengenal warna dan konsep perbandingan (besar-kecil).

(Hasto Prianggoro/Tabloid Nova)

Editor: NF


47 queries