Belajar Cara Murder
Sobat, sering nggak sudah belajar sampai bete tapi kok nggak ada yang masuk ya? Nah, bisa jadi kamu belajar secara efektif dan efisien. Coba deh sistem belajar MURDER. Eh, bukan belajar membunuh lho, tapi MURDER adalah sistem yang dibuat oleh Bob Neson dalam bukunya The Complete Problem Solver.
MURDER singkatan dari : Mood – Understand – Recall – Digest – Expand – Review.
Perincian sistem belajar MURDER sebagai berikut:
Mood – Suasana Hati :
Ciptakan selalu mood yang positif untuk belajar. Ini bisa dilakukan dengan menentukan waktu, lingkungan dan sikap belajar yang sesuai dengan pribadimu.
Understand – Pemahaman :
Tandai informasi bahan pelajaran yang TIDAK kamu mengerti dalam satu unit. Fokuskan pada unit tersebut atau melakukan beberapa kelompok latihan untuk unit itu.
Recall – Ulang :
Setelah belajar satu unit, berhentilah dan ulang bahan tersebut dengan kata-kata yang kamu buat SENDIRI.
Digest – Telaah :
Kembalilah pada unit yang tidak kamu mengerti dan PELAJARI KEMBALI keterangan yang ada. Lihatlah informasi yang terkait pada artikel, buku teks atau sumber lainnya atau diskusikan dengan teman atau guru/dosen.
Expand – Kembangkan :
Pada langkah ini, tanyakan tiga persoalan berikut terhadap materi yang telah kamu pelajari :
1. Andaikan saya bertemu dengan penulis materi tersebut, pertanyaan atau kritik apa yang hendak saya ajukan?
2. Bagaimana saya bisa mengaplikasikan materi tersebut ke dalam hal yang saya sukai?
3. Bagaimana saya bisa membuat informasi ini menjadi menarik dan mudah dipahami oleh siswa/mahasiswa lainnya?
Review – Pelajari Kembali :
Pelajari kembali materi pelajaran yang sudah dipelajari. Ingatlah strategi yang telah membantu kamu mengerti dan/atau mengingat informasi. Jadi, terapkan strategi tersebut untuk cara belajarmu berikutnya.
Sumber: Majalah Annida
5 Tips Mengurangi Reaksi Alergi Tungau Pada Anak
Tungau (Dust Mites) merupakan pemicu utama reaksi alergi pada anak-anak, apalagi di usia batita karena di usia ini kegiatan anak banyak dihabiskan di kamar tidur terutama kasur. Tapi bunda dapat mengatasinya dengan mengikuti tips berikut ini:
- Sebelum bunda memasang seprai, lapisi kasur dengan penutup berbahan plastik
- Cuci seprai, sarung bantal dan selimut maksimal 2x seminggu dengan air panas
- Ganti bantal yang berbahan bulu angsa/kapuk dengan yang berbahan sintetik
- Ganti sarung bantal, selimut dan seprai setiap minggu
- Hindari penggunaan karpet bulu di tempat bermain anak, ganti dengan matras yang berbahan karet
Nah bunda, semoga tips tadi berguna ya…
Salam,
Santi.
Mencegah Osteoporosis
TEMPO Interaktif, Jakarta -Osteoporosis adalah penyakit kepadatan tulang berkurang. Tulang menjadi tipis, lemah, rapuh, dan mungkin mudah pecah. Penyakit ini lebih banyak menyerang perempuan dan orang tua. Tapi orang-orang dari segala usia atau jenis kelamin tetap saja memiliki risiko terkena osteoporosis.
Lembaga Nasional Artritis, Musculoskeletal, dan Penyakit Kulit Amerika Serikat menyarankan langkah-langkah berikut untuk mencegah osteoporosis:
- Makan makanan yang sehat dan seimbang, yang kaya vitamin D dan kalsium.
- Rajin berolahraga yang dirancang untuk membantu memperkuat tulang. Dokter dapat merekomendasikan latihan tertentu.
- Konsumsi obat yang dirancang untuk mencegah pengeroposan tulang atau meningkatkan kepadatan tulang.
- Hindari hal-hal yang rentan membuat jatuh hingga patah tulang. Jika patah tulang, penderita osteoporosis kian parah. Hindari memakai sepatu hak tinggi. Pasanglah tungkai penolong di kamar mandi untuk mencegah terpeleset atau aturlah karpet di rumah agar tak membuat Anda terjatuh.
nur rochmi | healthday
Aktivitas Fisik Mengurangi Risiko Menurunnya Kognitif
TEMPO Interaktif, Maryland – Perempuan yang aktif secara fisik pada setiap tahap kehidupannya (remaja, usia 30 tahun, umur 50, usia lanjut) memiliki risiko yang lebih rendah terkena kerusakan kognitif pada masa tuanya, dibandingkan dengan yang tidak aktif. Namun aktivitas fisik saat remaja tampaknya paling penting. Ini adalah temuan kunci dari penelitian yang melibatkan lebih dari sembilan ribu perempuan.
Hasil penelitian dipublikasikan Journal of the American Geriatrics Society edisi 30 Juni 2010, sebagaimana dikutip ScienceDaily 30 Juni 2010.
Ada semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa orang-orang yang aktif secara fisik pada pertengahan dan akhir kehidupannya memiliki kesempatan yang lebih rendah dan lebih kecil terkena demensia–sebuah bentuk penurunan kognitif pada usia tua.
Para peneliti yang dipimpin oleh Laura Middleton, PhD, dari Pusat Ilmu Kesehatan Sunnybrook, Kanada, membandingkan aktivitas fisik dan kognisi pada remaja, usia 30 tahun, usia 50, dan usia lanjut dari 9.344 perempuan dari Maryland, Minnesota, Oregon dan Pennsylvania, untuk meneliti efektivitas aktivitas pada tahap kehidupan yang berbeda.
“Studi kami menunjukkan bahwa perempuan yang aktif secara fisik secara teratur pada usia berapa pun memiliki risiko yang lebih rendah terkena penurunan kognitif daripada mereka yang tidak aktif, tapi aktif secara fisik pada usia remaja yang paling penting dalam mencegah kerusakan kognitif,” kata Middleton.
Para peneliti juga menemukan bahwa wanita yang secara fisik tidak aktif pada saat remaja tetapi menjadi aktif secara fisik pada usia 30 dan usia 50 tahun secara signifikan mengurangi kemungkinan kerusakan kognitif.
Middleton menambahkan, “Sebagai hasilnya, untuk meminimalkan risiko demensia, kegiatan fisik harus didorong sejak dini.”
ScienceDaily/NgartoF
Agar Tak Canggung Pada Kencan Pertama
VIVAnews – Kencan pertama tidak pernah mudah. Pengharapan, gugup, kesenangan bercampur aduk dan muncul begitu saja meskipun Anda berusaha bersikap tenang. Tapi, faktanya, pada kencan pertama sebagian besar orang akan bersikap aneh dan canggung.
Hal ini sangat wajar, karena untuk pertama kalinya Anda dan si dia menghabiskan waktu bersama hanya berdua saja. Sebenarnya, ada cara yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi sikap canggung saat kencan pertama. Ini dia tipsnya:
1. Pilih kegiatan yang sudah biasa dilakukan
Pilih aktivitas yang sudah biasa Anda dan dia lakukan. Misalnya lari pagi bersama atau menonton film. Memang “klasik”, tapi kegiatan yang sudah biasa dilakukan akan membuat Anda dan dia merasa lebih nyaman dan tidak terlalu canggung saat menghabiskan waktu bersama. Jika memang ingin mencoba hal baru, sebaiknya tunda hingga kencan kedua atau ketiga.
2. Gunakan busana yang nyaman
Wanita memang selalu ingin berpenampilan cantik dan berkesan. Tetapi rasa nyaman berpakaian tetap nomor satu. Pilih pakaian yang menurut Anda paling membuat Anda nyaman sekaligus cantik. Jangan memilih pakaian yang membuat Anda terlihat cantik tetapi tidak membuat nyaman. Karena, bisa membuat Anda malah sibuk dengan pakaian bukan pada kencan.
3. Pilih tempat makan yang santai
Jika berencana untuk makan bersama, pilihlah tempat yang tidak terlalu kaku atau resmi. Pilih saja yang bersuasana santai. Tempat makan sangat memengaruhi sikap Anda dan dia. Jadi, pilihlah tempat makan yang membuat Anda dan dia nyaman dan tidak kaku.
4. Pilih tempat yang nyaman untuk berbicara
Hindari tempat ramai saat kencan pertama. Karena, akan mempersulit Anda dan dia berkomunikasi untuk mengenal satu sama lain. Bisa jadi Anda malah sibuk mencari tempat untuk sekedar duduk dan makan. Berbicara pun seadanya karena suasana sangat ramai. Tentunya juga tidak akan tidak nyaman untuk saling bercerita dalam waktu lama. (umi)
• VIVAnews
Mengapa Wanita Lebih Mudah Stres
VIVAnews - Wanita cenderung lebih mudah stres saat menghadapi masalah dibandingkan pria. Kondisi itupun seolah telah mendapat pemakluman secara umum. Tapi, apa yang sebenarnya membuat wanita lebih sulit mengendalikan emosi?
Studi di Amerika Serikat, seperti dikutip dari Daily Mail, mengungkapkan, wanita lebih sensitif terhadap kemunculan hormon stres, meski dalam kadar minimal. Sedangkan pria cenderung imun terhadap hormon stres, meski dalam kadar tinggi.
Kondisi itulah yang membuat wanita rentan terjerumus dalam krisis emosi di kehidupannya. Wanita lebih rentan mengalami depresi, trauma, dan masalah psikologis lainnya. Meski demikian, peneliti belum dapat mengungkap alasan biologisnya secara detail.
Studi dilakukan dengan fokus analisa hormon stres yaitu, corticotropinreleasing factor (CRF), senyawa yang memegang kontrol reaksi tubuh terhadap permasalahan hidup. CRF memegang kendali atas kondisi psikologis seseorang.
Studi yang dipublikasikan dalam Jurnal Molecular Psychiatry dilakukan dengan percobaan menggunakan sampel tikus. Peneliti menganalisa sel-sel otak tikus betina dengan kadar CRF rendah. Meski memunculkan kondisi gembira, namun hormon stres terlihat mengikat kuat protein sel otak. Hal inilah yang membuat sensitivitasnya terhadap stres tinggi.
Sementara percobaan sama pada tikus jantan menunjukkan kemampuannya menurunkan kadar protein yang otomatis melepaskan hormon yang terikat. Inilah yang kemudian dijadikan dasar kesimpulan mengapa sensitivitas pria tak setinggi wanita.
Pimpinan studi, Dr Rita Valentino dari Rumah Sakit Anak di Philadelphia mengatakan, “Kesimpulan yang kami hasilkan berdasar studi yang kami lakukan terhadap sampel tikus, kami masih perlu studi lanjutan untuk memastikan efek yang sama pada manusia.” (umi)
• VIVAnews
Seperti Apa Tahapan Kemampuan Bicara Anak?
KOMPAS.com – Orangtua sebaiknya mengetahui tahapan perkembangan kemampuan bicara anak. Jadi, ketika terlihat ada yang tidak sesuai dengan tahap usia, mereka bisa segera mencari solusinya. Tahap perkembangan bicara anak secara garis besar adalah sebagai berikut:
* Sebelum 12 bulan
Perhatikan apakah si kecil mulai menggunakan suara mereka untuk “berkomunikasi” dengan lingkungan mereka. Tahap awal perkembangan bicara adalah mengoceh (babbling).
Seiring pertambahan usia (di usia sekitar 9 bulan), anak-anak mulai menggabungkan suara dan mengucapkan kata seperti “mama” dan “dada” (tanpa tahu maknanya). Dan, sebelum usia 12 bulan, anak mulai lebih tertarik begitu mendengar suara.
Anak-anak yang kelihatannya memandang sesuatu tapi tanpa bereaksi harus diwaspadai sebagai tanda kehilangan pendengaran (hearing loss).
* Usia 12-15 bulan
Di usia ini anak-anak mulai menguasai satu atau dua kata bermakna (di luar kata “mama” atau “dada”). Biasanya kata-kata awal yang mereka kuasai adalah kata benda. Mereka juga mulai mengerti dan mampu mengikuti perintah sederhana, seperti, “Mama minta bolanya, ya?”
* Usia 18-24 bulan
Anak memiliki sekitar 20 kosakata di usia 18 bulan, dan berkembang menjadi 50 atau lebih kosakata ketika berusia 2 tahun. Di usia 2 tahun, anak juga mulai belajar menggabungkan 2 kata sederhana. Mereka mulai bisa mengikuti 2 perintah sekaligus, misalnya, “Ambil bolanya dan toling berikan kotaknya, ya.”
* Usia 2-3 tahun
Orangtua seringkali menyaksikan “ledakan” kemampuan berbahasa anak di tahap usia ini. Kosakata mereka meningkat tajam. Secara rutin, mereka juga mulai menggabungan 3 atau lebih kata menjadi 1 kalimat. Misalnya, “Letakkan di meja, ya?” Mereka juga mulai bisa mengenal warna dan konsep perbandingan (besar-kecil).
(Hasto Prianggoro/Tabloid Nova)
Editor: NF
Flower Power
VIVAnews - Mengenakan pakaian bermotif bunga bisa menjadi alternatif gaya berbusana di musim panas. Berbusana dengan motif bunga, selain bisa memancarkan aura positif yang ceria, gaya ini juga bisa dipadupadankan dengan berbagai aksesori penunjang penampilan Anda.
Agar pas melakukan padu padan busana bermotif bunga, berikut tips fashion dari stylecaster.com:
Pilih warna bunga dominan sesuai warna kulit
Layaknya busana polos, mengenakan busana bermotif bunga juga harus disesuaikan dengan warna kulit Anda. Hal ini penting diperhatikan, agar busana bermotif bunga tetap serasi dan pas dengan warna kulit Anda. Jika Anda berkulit terang, mungkin apapun warnanya tidak masalah.
Tapi, bagi Anda yang berkulit gelap, lebih baik memilih warna-warna yang justru kontras dengan warna kulit Anda. Adapun warna terbaik untuk jenis kulit gelap, antara lain: putih, khaki, abu-abu, dan navy blue (biru terang). Namun, hindari warna seperti cokelat gelap, hitam, magenta, turquoise, dan hijau daun.
Perhatikan motif
Mengetahui proporsi motif bisa membantu Anda mengkreasikan penampilan. Menambahkan sabuk dengan motif yang sama bisa menjadikan penampilan Anda lebih chic.
Padukan ukuran motif bunga
Cara mudah memadukan motif bunga adalah dengan mencampur motif bunga kecil dengan bunga besar. Pola padu padan bunga yang kontras juga bisa memberikan sentuhan gaya yang trendy.
Ungkapkan lewat bunga
Motif bunga embossed pada blazer bisa membuat Anda tampil menarik di hari-hari sibuk. Bila ingin kesan seksi, padankan dengan rok mini. Selain itu, beranikan diri bergaya dengan celana motif bunga. Bisa legging atau siluet harem.
• VIVAnews
Muncul Lagi, Korban Permainan Pukul Biji
TEMPO Interaktif, Minnesota – Masa depan David Gibbons, 14 tahun, mungkin agak berubah. Testikel sebelah kanannya terpaksa diamputasi akibat dipukul oleh teman sekelasnya.
Saat ini anak laki-laki Amerika Serikat sedang menggandrungi permainan pukul biji, atau dalam bahasa mereka disebut “sack tapping.” Yaitu permainan berseloroh dengan memukul selangkangan teman secara mendadak dengan tangan. Permainan semacam ini sudah memakan banyak korban di Amerika sana.
Orang tua David belum menyebut akan melakukan tuntutan atas kasus yang menimpa anaknya ini. Tapi ia mengakus edih atas penderitaan yang dioalami anaknya itu. “Dia membangunkan kami di tengah malam sambil menjerit menahan sakit yang luar biasa,” kata Chridty Gibbons, ibu David.
Permainan pukul biji ini memang meresahkan orang tua di Amerika Serikat. “Ini sudah di luar kendali, dan permainan ini bukanlah candaan yang lucu lagi,” kata Dr. Scott Wheeler, seorang dokter urinologi dari Meinnesota. Tahun ini Wheeler sudah mengoperasi empat bocah pria akibat permainan ini.
FoxNews | MUSTAFA SILALAHI
3 Hal yang Bikin Cinta Si Dia Meredup
VIVAnews – Bukan zamannya lagi, wanita dijajah pria. Karena itu, jangan terjebak dengan kesalahan-kesalahan klasik yang sering dilakukan para wanita. Berikut kebiasaan wanita mungkin bisa bikin pria ‘ilfil’, seperti yang dituliskan Barbara DeAngelis, Ph.D. dalam bukunya, Secrets About Men Every Women Should Know:
1. Memperlakukan pasangan layaknya anak kecil
Mempersiapkan semua keperluan pasangan memang merupakan bentuk perhatian Anda. Sayangnya, maksud baik Anda bisa salah diterima. Pria dapat menganggap, tanda perhatian Anda sebagai instruksi yang menjatuhkan mereka. Mereka merasa Anda menganggapnya kurang kompeten dan mencoba untuk menguasai hidupnya.
Jadi, bukan berarti semuanya Anda kerjakan sendiri, kan? Anda bisa menyiapkan keperluannya di lemari. Tapi, biarkan dia yang memilih sendiri. Dia bisa mandiri, tugas Anda pun lebih ringan.
2. Mengorbankan mimpi Anda
Banyak wanita yang terbuai perasaannya dan akhirnya meninggalkan hobi yang ditekuninya semata-semata untuk bertenggang rasa dengan pasangannya. Bahkan, ada yang rela mengorbankan cita-cita atau mimpi hidupnya agar menyandang status istri. Semua dikorbankan hanya dengan tujuan: agar si dia senang.
Sadarkah Anda bahwa setiap kali Anda berkorban perasaan, minat, ataupun mimpi, dengan tujuan memenangkan hati si dia, berarti Anda mengiris sedikit demi sedikit jati diri Anda? Walaupun cinta Anda sedemikian besar, perubahan yang radikal bukanlah makna cinta, melainkan proses untuk menguasai dan memanipulasi Anda.
3. Sering berakting dan berpura-pura
Ada 5 kesalahan umum yang dibuat wanita agar terlihat manis dan lugu untuk meraih perhatian dan cinta seorang pria. Kesalahan-kesalahan itu adalah:
1. Berpura-pura terluka, padahal sebenarnya Anda emosi.
2. Pura-pura kebingungan, padahal Anda sudah tahu solusinya.
3. Memperlakukan pasangan layaknya ia si big daddy.
4. Meminta sesuatu dengan nada artifisial dan manja.
5. Menciptakan kehebohan sebagai upaya minta diselamatkan.
Memang, bukan zamannya lagi pria berlaku bak kesatria yang menyelamatkan sang putri. Hidup sudah sedemikian berat dengan segala tanggung jawab dalam dunia karier dan finansial. Mereka tak punya waktu dan kesabaran yang cukup untuk menghadapi Anda yang sering berperilaku seperti anak kecil. (umi)
• VIVAnews







