Menikmati Masakan Koki Kerajaan
TEMPO Interaktif, Makassar – Menikmati akhir pekan, banyak cara yang bisa dilakukan untuk melepaskan kepenatan rutinitas kerja. Rina Kartini, 33 tahun, karyawati bank ini memilih mengikuti kelas memasak di Hotel Aryaduta Makassar, Sabtu, 31 Juli lalu.
Ini kali kedua Rina mengikuti kelas memasak, sebelumnya dia mengikuti kelas sesi ke-3, akhir Mei lalu. “Saya sekadar ingin mengisi waktu, sekalian belajar masak terutama masakan luar. Kalau kemampuan basic memasak sih sudah ada,” katanya tersenyum ramah, sambil memperlihatkan hasil masakannya ‘Beef Tenderloin dan King Crab’.
Hmmm…aroma daging dan kepitingnya menyatu, menyengat hidung. Tidak hanya aromanya yang mengundang selera makan, tetapi tampilannya yang begitu segar dengan paduan sayuran seperti brokoli hijau, sawi hijau dan putih serta jamur putih. Makin menarik setelah ditata dalam nampan kaca bening, berhias taburan wijen.
Asin, asem, dan pedas jahe menyatu begitu legit di mulut. Daging has yang empuk dan cangkang kepiting Alaska raksasa yang menjadi bahan utama tak membuat saya repot menggunakan garpu dan pisau. Selera Rina relatif umum, paduan asin, asem dan pedasnya imbang. Berbeda dengan masakan Tika yang rasa asinnya lebih dominan, sementara Nisfha memperkuat rasa asemnya.
Usai menikmati menu utama ‘Beef Tenderloin dan King Crab’. Lidah kami kembali dimanjakan dengan sajian dessert ‘Vanilla Cheese Cake With Marinated Fruit’, yang begitu segar setelah proses pembekuan selama 30 menit. Menu pencuci mulut ini memang sengaja dibuat lebih awal.
Rasa nano-nano mendominasi dessert ini, terasa mewah oleh krim keju dan cake cokelat. Ditambah garnisnya yang begitu segar dengan paduan potongan buah seperti semangka, melon, pepaya, jeruk nipis, daun mint dan siraman santan. Makin cantik dengan topping parutan kelapa muda.
Kelas memasak ini dibimbing langsung Executive Chef Hotel Aryaduta, Hannes Wagner. Koki asal Austria ini sebelumnya bekerja di Kerajaan Jordania , dan memasak untuk anggota kerajaan. Ia mengawali karirnya di Indonesia, sejak 5 bulan lalu sebagai executive chef di Makassar.
Kali ini ia mencoba menyajikan style masakan yang merupakan perpaduan masakan Asia dan Barat yang dikombinasi sedemikian rupa. ‘Beef Tenderloin dan King Crab’ ini bisa disajikan saat makan siang ataupun makan malam. Sementara dessert-nya, Hannes mencoba mengaplikasikan cheese cake secara etnik, dan sangat cocok disajikan saat makan malam.
Pada kelas sesi ke-4 ini, Hannes tidak sendiri. Ia didampingi Executive Saos Chef Aryaduta, Faisal. Setelah praktek pengolahan masakan usai, tiap-tiap peserta akan mencicipi makanan yang dibuat.
Publik Relation Manager Hotel Aryaduta Makassar, Nisfatul Khairah, mengatakan pihaknya sengaja membatasi peserta kelas hanya untuk 20 orang, agar memaksimalkan interaksi dan proses belajar mengolah masakan. Kelas ini dibuka sebulan sekali. Biaya pendaftaran sebesar Rp. 250 ribu per orang yang sudah termasuk bahan–bahan masakan, apron, topi chef dan sertifikat.
IRMAWATI
Mengadopsi Metode Pengolahan, Menghasilkan 25 Kreasi Menu
Executive Chef Hotel Aryaduta, Hannes Wagner, sengaja memilih menu yang dapat diterapkan di rumah, dengan metode pengolahan yang bisa dikreasikan. “Cukup mengadopsi metode pengolahan ‘Beef Tenderloin dan King Crab’, maka bisa menghasilkan 25 kreasi menu,” katanya.
Menu masakan ‘Beef Tenderloin dan King Crab’, yang dipraktekkan kali ini asli masakan luar karena semua bahannya impor, seperti daging has dari Amerika Serikat yang hanya butuh proses pematangan 5 menit sudah sangat empuk. Sementara kepiting Alaska ini hanya bisa ditangkap pada waktu tertentu yang berlokasi di laut dasar. “Rasa kepiting ini sangat istimewa, sangat besar, cangkangnya saja sebesar lengan anak kecil,” kata Hannes menjelaskan dalam bahasa Inggris.
Menurut Hannes, bahan utama ini bisa diaplikasikan yakni diganti dengan bahan-bahan lokal hanya saja proses pengolahan pasti membutuhkan waktu lebih lama. Daging has bisa diganti daging lokal atau ayam. Kepiting Alaska bisa diganti kepiting lokal, cumi dan udang.
Dessert ‘Vanilla Cheese Cake With Marinated Fruit’ juga dapat diaplikasi dalam jumlah yang tak terbatas. Cakenya bisa diganti biskuit atau wafer. Kuah santanya bisa diganti capucino. Pilihan buahnya juga bisa disesuikan selera. Penyajian tidak mesti menggunakan plat tetapi bisa juga memilih gelas.
IRMAWATI
Punya Sahabat Biar Tetap Sehat
TEMPO Interaktif, Memiliki hubungan sosial yang baik–seperti dengan teman, pernikahan, atau anak–sama baiknya untuk menjaga kesehatan, seperti halnya dengan berhenti merokok, menurunkan berat badan, atau bahkan makan obat. Demikian hasil penelitian di Amerika Serikat dua pekan lalu.
Orang dengan hubungan sosial yang kuat akan 50 persen lebih panjang umur dibanding mereka yang tanpa dukungan hubungan ini. Inilah kesimpulan temuan tim dari Brigham Young University di Utah. “Efek buruknya hubungan sosial sama dengan menghirup 15 batang rokok per hari,” kata Julianne Holt-Lunstad, psikolog yang memimpin penelitian itu.
Tim Holt-Lunstad melakukan analisis terhadap sejumlah penelitian tentang efek hubungan sosial pada kesehatan. Mereka menganalisis 148 penelitian terhadap lebih dari 308 ribu orang yang kehidupannya diikuti selama rata-rata selama tujuh setengah tahun. Hasil penelitian ini dipublikasikan di jurnal PLos Medicine terbitan Public Library of Science.
Penelitian ini mengukur hubungan sosial dengan beberapa jalan. Seperti yang sederhana, melihat ukuran hubungan sosial yang dimiliki seseorang, misalnya apakah orang tersebut menikah atau tinggal sendirian. Penilaian juga dilihat dari persepsi seseorang, apakah mereka merasa akan ada orang lain yang akan membantunya saat mereka butuh pertolongan. Penilaian lain diambil dari seberapa kuat seseorang terlibat dalam komunitasnya. Hasil penelitian ini kemudian dicek silang dengan usia, jenis kelamin, status kesehatan, dan penyebab kematian saat orang tersebut meninggal.
Memiliki hubungan sosial yang buruk ternyata setara dengan menjadi pecandu alkohol. Ini lebih membahayakan dibanding tidak berolahraga dan dua kali lebih berbahaya dibanding obesitas atau kelebihan berat badan.
Tak memiliki hubungan sosial punya dampak yang lebih besar untuk kematian muda dibanding tidak melakukan vaksinasi untuk mencegah pneumonia atau radang paru-paru di usia muda, tidak mengkonsumsi obat tekanan darah tinggi, atau terpapar udara berpolusi.
“Saya tentu saja bukan menganggap remeh berbagai faktor risiko lain karena tentu saja ini penting untuk menjaga kesehatan,” kata Holt-Lunstad. “Tapi kita perlu menganggap masalah hubungan sosial sebagai sesuatu yang serius juga.”
Memang tak mudah untuk tiba-tiba saja menyuruh orang untuk punya sahabat atau tidak. Tapi menurut Holt-Lundstad, ada sejumlah bukti yang menyatakan bahwa menggaji orang untuk menemani seseorang sebagai pengurus tidak termasuk dalam upaya meningkatkan kesehatan. Misalnya pada kelompok usia lanjut yang mendapatkan seorang perawat, yang digaji anak-anaknya, untuk mengurusi mereka. “Alaminya, menjalin hubungan sangat berbeda dengan mendapatkan dukungan dari seseorang yang dibayar untuk tujuan itu,” kata Holt-Lunstad.
Lalu bagaimana kehidupan sosial kita bisa mempengaruhi kesehatan kita? Holt-Lunstad menjelaskan, keberadaan orang yang dekat secara emosional di sekeliling kitalah yang membuat kita mampu menghadapi stres hidup–sesuatu yang diketahui bisa menyebabkan kematian jika tak tertahankan.
“Saat kita menghadapi kejadian yang potensial menimbulkan stres dalam hidup kita, kita tahu bahwa ada orang-orang di sekeliling kita yang bisa kita andalkan. Ini menjadikan kita percaya bahwa mereka akan membuat kita mampu menghadapinya. Bisa juga keberadaan mereka mencegah berbagai efek negatif dari stres,” kata Holt-Lunstad.
Sahabat atau orang dekat juga bisa mendorong berbagai perilaku sehat–juga tak sehat–yang bisa mempengaruhi hidup. Misalnya, teman kita mungkin bisa mengingatkan untuk makan lebih baik, berolahraga, cukup tidur, atau mengunjungi dokter. Memiliki hubungan sosial juga memberi arti dalam hidup kita dan mungkin mempengaruhi kita untuk menjaga diri kita lebih baik.
| UTAMI WIDOWATI | REUTERS | LIVESCIENCE | BE
Sehat Itu Rasanya:
-Merasa puas dalam menjalani hidup.
-Punya semangat menjalani hidup dan bisa tertawa dan bersenang-senang.
-Mampu menghadapi stres dan mengatasi kesulitan hidup.
-Merasa punya arti dan tujuan dalam hidup, baik dalam tiap aktivitas atau hubungan sosial.
-Punya kelenturan untuk mempelajari hal-hal baru dan beradaptasi dengan perubahan.
-Seimbang dalam bekerja, bermain, beristirahat, dan beraktivitas lainnya.
-Mampu membangun dan mempertahankan hubungan yang saling memuaskan dengan pasangan.
-Punya kepercayaan diri yang tinggi dan citra diri yang baik.
Ayo Mencari Teman
-Sesekali berpalinglah dari televisi, layar komputer, dan layar ponsel. Jangan ganti persahabatan nyata dengan yang sifatnya virtual.
-Luangkan waktu beberapa jam dalam sehari untuk kontak bertemu wajah dengan orang-orang yang disukai. Pilih teman, tetangga, kerabat, atau anggota keluarga yang seirama dan punya pandangan yang positif pada Anda.
-Ikuti kegiatan sosial yang bersifat sukarela. Lakukan sesuatu yang bisa menolong orang lain yang membutuhkan.
-Ikuti berbagai kegiatan yang memberi peluang bertemu dengan berbagai macam manusia yang mungkin punya selera dan minat yang sama dengan Anda, orang yang berpotensi menjadi teman Anda.
| BERBAGAI SUMBER
Bruno Hasson Awalnya Hanya Sampingan
TEMPO Interaktif, Seperti gunting makan di ujung. Peribahasa yang berarti “diam-diam apa yang diinginkan tercapai” ini cocok bagi Bruno Hasson. “Saat kecil, cita-cita saya jadi presiden atau astronot,” kata President Director PT Sophie Martin Indonesia itu sambil tergelak ketika ditemui di bilangan Jakarta Selatan.
Hasson adalah pendiri Sophie Martin. Perusahaan fashion itu didirikan bersama istrinya, Sophie Martin, pada pertengahan 1990-an. Kini usaha milik warga negara Prancis ini berkembang besar dengan omzet mencapai Rp 700 miliar.
Padahal awalnya usaha ini hanya sampingan. Usaha utama lulusan Institut Pertanian Pemerintah Prancis ISTOM (Institut Superieur des Techniques d’ Outre-Mer) ini adalah jual-beli alat industri pertanian, alat pengemasan, dan alat praktek dokter.
Menurut dia, Indonesia punya potensi untuk maju. Negerinya luas, populasi besar, biaya hidup murah. “Kompetitornya sedikit. Kalau mulai bisnis di sini lebih ringan,” ujarnya.
Hasson datang pertama kali ke Indonesia pada 1989, saat mengerjakan tesisnya. “Saya senang di sini, saya balik dan bikin usaha di sini.” Selama dua tahun pertama dia menjual berbagai peralatan tersebut. Kebetulan sang istri hobi mendesain tas. Maka, di sela mengelola bisnisnya, ia mulai menjajal usaha tas.
Dimulai dari lantai dua ruko di bilangan Wijaya Center, Jakarta Selatan, dia menjual tas. “Lantai satu buat jual peralatan baja, lantai dua buat jualan tas,” ia mengenang. Kala itu, memasarkan produk fashion melalui pusat belanja cukup susah. “Di Jakarta, mal masih sedikit, apalagi di daerah.”
Lalu ada seorang perempuan yang datang dan ngotot ingin memasarkan produknya di Bandung, Jawa Barat. “Saya tolak, tapi dia minta terus,” Hasson bercerita. Setelah berkali-kali datang dan ditolak, Hasson akhirnya mengabulkan permintaan perempuan itu. “Ternyata laris.”
Menimbang bahwa Indonesia itu luas berbentuk kepulauan dan aksesnya susah, dia memilih model penjualan langsung (direct selling). “Cara ini paling mudah dan efisien,” ia menuturkan. Pada 1996, dia mulai berfokus di Sophie Martin.
Saat kerusuhan 1998, banyak orang asing meninggalkan Indonesia. Walau saat itu rumor kerusuhan berembus kencang, Hasson tetap bertahan di Jakarta. “Saya langsung tutup ruko, dan tidur di dalam sampai tengah malam,” ujarnya.
Hasson justru mendapat berkah. Kompetitornya angkat kaki, Hasson bisa lenggang kangkung dengan Sophie Martin-nya. Nilai sewa properti di Jakarta juga turun drastis. Dia menyewa kantor di Hero, jalan Gatot Subroto, Jakarta, selama 10 tahun. “Mereka kaget, saya dikira orang gila.”
Sebelumnya tidak ada yang menyewa 10 tahun sekaligus. Seiring dengan membaiknya ekonomi, harga sewa diubah tiap tahun. Kini dia memiliki kantor sendiri di Lebak Bulus.
Hasson juga nyentrik. Pada 2005, dia pernah mengetes sales manager di atas Gunung Gede Pangrango, Jawa Barat. “Salesman harus kuat fisiknya, dan harus semangat,” kata dia. Dia beralasan, daripada cuma datang ke kantor dan wawancara kerja, pelamar diajak naik gunung, dan “Sampai di atas gunung, baru saya wawancara.”
Walau sukses di bisnis, Hasson bukanlah keturunan orang bisnis. “Saya belajar sendiri,” kata penulis buku How To be Successful in Asia ini. Ayahnya, Mario Hasson, adalah orang Mesir yang bermigrasi ke Prancis. Ayahnya meninggal ketika umur Hasson baru beberapa tahun. Ibunya, Helene Terrazzoni, bekerja sebagai kepala sebuah yayasan sosial.
Hasson tumbuh bersama ibunya. Karena itu, sosok sang ibu banyak berpengaruh baginya. Pelajaran yang paling berharga dari Ibunda adalah: Berbuatlah baik kepada orang lain. Jangan sakiti orang lain jika kau tak ingin disakiti.
Karena itu, dia memakai nama Helene sebagai nama yayasan sosial yang sedang dipersiapkannya. Kelak, yayasan ini akan membantu anak-anak miskin dan mereka yang membutuhkan. “Konsep yayasannya go green, membantu mereka untuk bisa hidup dengan usaha yang ramah lingkungan.”
Indonesia sudah menjadi negeri kedua bagi Hasson. Keluarganya tinggal di Indonesia. Indonesia baginya adalah negeri yang indah dengan penduduk yang ramah. Namun tidak dengan Jakarta. “Jakarta is not good city,” tuturnya.
Berderet masalah menghinggapi Ibu Kota, dari macet, polusi, mati lampu, masih sedikitnya green area, sampai masalah laut dan sungai yang jadi tempat sampah. “Terlalu banyak orang miskin, tapi banyak proyek mal.” Namun Hasson sudah beradaptasi dengan macet. “Saya rasa saya tak sendirian, semua merasakan,” ujar lelaki yang setiap bulan balik ke Paris ini.
Kini bisnis fashion-nya tak hanya berkembang di Indonesia. Maroko dan Filipina sudah dirambah. “Semua bahan dari Indonesia, kami ekspor ke sana.” Kelak ia akan melebar sayap ke Vietnam dan Iran.
NUR ROCHMI
BIDOATA
Nama: Bruno Antoine Elie Hasson
Tepat dan Tanggal Lahir: Perpignan, Prancis, 21 Juli 1966
Kebangsaan: Prancis
Orang Tua: Helene Terrazzoni (ibu) dan Mario Hasson
Istri: Sophie Martin
Anak:
Victoire (putri, 11 tahun)
Mathilde (putri, 9 tahun)
Antoine (putra, 8 tahun)
Pendidikan: Master of Agronomy, ISTOM 1990
Karya buku:
How To be Successful in Asia
Fashion Branding
French Secret
Riwayat Pekerjaan:
1995-1997:
Bergelut berbagai bisnis di Indonesia, seperti mesin pengemasan, impor peralatan berat dari Eropa, khususnya baja, alat inseminasi sapi, dan kedokteran (uji bersalin).
1997-sekarang:
-Pendiri SOPHIE Paris Groups, induk PT Sophie Martin Indonesia (PT SMI).
-President Director PT Challenger Distribution Services Indonesia (PT CDSI), sebuah konsultan manajemen bagian dari SOPHIE Paris Groups.
-Direktur PT Karya Propertindo Investama, perusahaan yang bergerak di bidang properti.
NUR ROCHMI
Berburu Kreasi Susu dan Buah di Lembang
TEMPO Interaktif, BANDUNG - Bermain di sekitaran Lembang, Kabupaten Bandung Barat, mata akan sering dimanjakan dengan kedai-kedai produk olahan susu hasil peternakan sapi dan buah-buahan. Bagi pecinta yoghurt atau sari buah ‘home made’, daerah ini sungguh menjadi surga untuk berburu aneka cita rasa dan kreasi ala warga daerah dingin ini.
Senin, 26 Juli 2010, Tempo jalan-jalan ke sana, menyusuri perumahan-perumahan tempat beberapa pioner produk kuliner khas Lembang dibuat. Salah satunya Strawberry Sweethearts yang menyediakan aneka yoghurt, jus serta sari buah, juga es rujak buah.
Bagi yang bertandang ke Lembang lantas terbesit untuk membawa oleh-oleh sehat buatan rumah, kita bisa mengunjungi Strawberry Sweethearts di Jalan Wira No. B-45 Kompleks BTN Pusdikajen. Penikmat susu fermentasi atau sari buah yang mengonsumsi produk di sini tak perlu risau dengan risiko bahan pengawet atau diabetes. Menurut Hari Mulyadi, sang peramu yoghurt, sari buah, dan rujak buah, pihaknya menyediakan yoghurt bebas pengawet, zat pewarna, dan bebas kalori.
“Pengawetan di sini pakai sistem alami dengan cara dibekukan saja. Bagi penderita diabetes, obesitas, atau yang menghindari diabetes, silakan pilih yoghurt botolan yang menggunakan gula tanpa kalori,” ujar Hari saat berbincang-bincang bersama Tempo di tempat memproduksi kreasi susu fermentasi dan aneka buah Lembang sekaligus kediamannya itu.
Yoghurt botolan 300 mililiter itu tersedia dalam berbagai rasa. Di antaranya straberi, blackberry, raspberry, sirsak, mangga, guava, cokelat, kopi, dan teh. Untuk yoghurt dengan gula tanpa kalori dibandrol dengan harga Rp 20.000, sedangkan gula biasa Rp 18.000.
Sementara untuk yoghurt beku yang dikemas dalam cup dipasang dengan harga Rp 5.000. “Kalau yoghurt ini semuanya pakai gula biasa,” ujar kakek 70 tahun ini. Rasanya ada straberi, blackberry, raspberry, guava, sirsak, mangga, mix fruit, fruit punch, dan fruit cocktail.
Ada pula menu favorit fruit konnyaku – aneka buah seperti straberi, nanas, mangga, dan buah musiman lain – yang disiram saus tepung konnyaku lantas dibekukan. Bagi yang penasaran mencicip yoghurt jelly, puding, atau salad juga bisa menemukan di kios Strawberry Sweethearts. Masing-masing harganya Rp 6.000 per cup. Untuk varian ini gula yang digunakan gula biasa.
Pembeli luar kota tidak usah khawatir kalau oleh-oleh yoghurt ini meleleh sampai rumah. Soalnya, setiap paket pembelian isi lima dan sembilan cup, dikemas dalam kotak khusus kedap udara. “Jadi, yang beli yoghurt untuk dibawa ke Jakarta, misalnya, tidak keburu cair di jalan. Paket isi lima tahan sampai lima jam, sedangkan isi sembilan tahan sampai tujuh jam,” jelas Hari yang sempat menjadi dosen antropologi di Universitas Indonesia ini.
Setiap pembelian paket akan diberi bonus. “Kalau bonus yang disediakan bisa macam-macam, tergantung bisa es rujak buah atau konnyaku,” lanjut ayah yang mengaku termotivasi membuat kreasi kuliner sehat dari susu dan buah lantaran pengalaman putranya yang meninggal akibat pola makan tak sehat.
Selain yoghurt, Strawberry Sweethearts juga menyediakan produk susu full cream dalam botolan. Ada Bubble Strawberry Milk untuk kecantikan, Bubble Chocolate Milk untuk pertumbuhan otak anak, Bubble Coffee Milk untuk menambah stamina, dan Bubble Beauty Tea Milk untuk menghaluskan kulit. Sebelum mengonsumsi bubble Rp 10.000 tanpa kalori ini, jangan lupa kocok terlebih dahulu supaya bubble yang mengendap teraduk jadi rasa yang muncul optimal.
Bagi yang giat mengonsumsi makanan pencegah dan pembunuh kanker, coba saja Sari Sirsak Super. “Sari diambil dari sirsak segar Subang dan diblender berkali-kali,” kata Hari menerangkan minuman Rp 15.000 yang baru muncul tahun ini.
Sari diambil secara tradisional, makanya ampas sisa perasan lebih banyak dibandingkan dengan sari sirsak yang dibuat dengan juicer. Lewat teknik tradisional, sisa blenderan pertama yang sarinya diambil ditambah lagi dengan buah sirsak segar. Terus-menerus proses itu dilakukan sampai sari sirsak yang dibutuhkan didapat.
Soal rasa, ternyata memang beda dengan rasa sari buah sirsak hasil juicer. Dengan perasan tradisional, rasa manis alami buah lebih keluar.
Penasaran dengan kreasi susu dan buah ala ‘home made industry’? Oleh karena itu kalau tak sempat membuat sendiri, silakan mampir ke kios di salah satu perumahan Lembang ini.
Strawberry Sweethearts siap melayani pesanan pembeli setiap hari mulai pukul 08.00-19.00 WIB. Seluruh produk tanpa pengawet tersebut mampu bertahan lebih dari satu bulan dalam kondisi penyimpanan pembekuan yang baik.
GILANG MUSTIKA RAMDANI
Kenali Penurun Gairah Seks
TEMPO Interaktif, Jakarta – Gairah seks bisa turun. Tak hanya masalah ejakulasi dini bagi lelaki, namun pengaruh alkohol, stres atau konsumsi obat-obatan juga turut melemahkan dorongan seks. Kenali penyebab turunnya gairah seks. Berikut hal-hal yang bisa meluruhkan gairah seks Anda.
- Stres
Stres akut, karena masalah uang, merawat anggota keluarga yang sakit dan stres lainnya dapat menurunkan libido. Jagalah tingkat stres Anda, pelajarilah teknik manajemen stres atau cari nasihat dari seorang konselor atau dokter.
- Masalah Hubungan
Masalah hubungan yang tidak selesai adalah salah satu pembunuh paling umum dorongan seks. Bagi wanita, kedekatan emosional merupakan unsur utama dalam hubungan seksual. Perbedaan argumen, komunikasi yang buruk, pengkhianatan kepercayaan, dan hambatan lain untuk keintiman dapat mempengaruhi seks Anda.
- Alkohol
Alkohol tak hanya menghambat gairah seks. Tapi juga bisa membunuh dorongan seks. Jika konsumsi alkohol tak terkontrol, bisa mati rasa seks. Ini juga berlaku bagi pengguna narkoba.
- Kurang Tidur
Jika gairah seksual Anda hilang, mungkin karena istirahat tak cukup. Kurang tidur, bangun terlalu dini, telat berangkat tidur, insomnia atau apa pun gangguan tidur juga mengganggu dorongan seksual Anda.
- Kehadiran Bayi
Bayi sendiri tidak membunuh gairah seks. Tetapi akan sulit untuk mencari waktu untuk menjadi intim. Salah satu solusi adalah menyewa baby sitter untuk beberapa waktu. Atau cobalah penjadwalan seks selama waktu tidur bayi.
- Obat
Beberapa obat umum bisa menurunkan libido. Tapi jangan berhenti mengonsumsi obat. Konsultasilah dengan dokter jika obat jenis tertentu menurunkan libido Anda. Berikut beberapa obat yang bisa menurunkan lobido: antidepresan, obat tekanan darah, antihistamin, kontrasepsi oral (beberapa studi menunjukkan kaitan ini, yang lain tidak), kemoterapi, obat anti-HIV, finasteride.
- Merasa tak Seksi
Sulit untuk merasa seksi jika harga diri merasa tubuh jasmani tak sesuai. Misalnya, merasa malu karena terlalu gemuk/obesitas (walau sebetulnya tidak) akan memadamkan gairah seks. Jika pasangan Anda memiliki perasaan ini, yakinkan bahwa dia masih menarik.
- Kegemukan
Kelebihan berat badan atau obesitas ini mengurangi kenikmatan seksual secara umum. Karena kegemukan melahirkan kesulitan dengan kinerja seksual. Selain itu, kegemukan berhubungan dengan harga diri, hubungan tidak memuaskan, stigma sosial, dan masalah psikologis lainnya.
- Disfungsi Ereksi
Disfungsi ereksi (ED) adalah jenis gangguan seksual yang berbeda dari kehilangan libido (istilah medis untuk hilangnya gairah seksual). Tetapi laki-laki dengan ED khawatir tentang bagaimana mereka akan dapat melakukan hubungan seksual. Rasa khawatir ini ikut memadamkan gairah seks mereka.
- Testosteron rendah
Testosteron adalah hormon utama yang mendorong seks. Bagi manula, kadar testosteron mereka akan menurun sedikit. Testosteron dihubungkan dengan dorongan seksual pada wanita juga. Tapi keseimbangan hormon wanita lebih kompleks daripada pria dan banyak faktor yang berperan.
- Depresi
Depresi biasa dilawan dengan obat. Namun, banyak antidepresan dapat menurunkan gairah seks anda hingga dorongan seksual layu. Ini mungkin menjadi tanda tak cuma depresi yang menyerang tapi tertekan dengan depresi klinis. Ini kondisi yang serius, tapi bisa diobati.
- Menopause
Satu dari dua wanita melaporkan penurunan dorongan seksual usai menopause, meskipun mereka percaya itu penting untuk mempertahankan kehidupan seks yang aktif. Gejala menopause, seperti kekeringan vagina dan nyeri saat berhubungan seks, dapat membuat seks kurang nyaman.
- Kurang Intim
Keintiman bukan hanya sebuah kata kode untuk seks. Tapi mempengaruhi hubungan seks. Jika kehidupan seks Anda netral, habiskan waktu guna belajar mengungkapkan kasih sayang tanpa harus melakukan hubungan seks.
Webmb / Nur Rochmi
Mencegah Osteoporosis
TEMPO Interaktif, Jakarta -Osteoporosis adalah penyakit kepadatan tulang berkurang. Tulang menjadi tipis, lemah, rapuh, dan mungkin mudah pecah. Penyakit ini lebih banyak menyerang perempuan dan orang tua. Tapi orang-orang dari segala usia atau jenis kelamin tetap saja memiliki risiko terkena osteoporosis.
Lembaga Nasional Artritis, Musculoskeletal, dan Penyakit Kulit Amerika Serikat menyarankan langkah-langkah berikut untuk mencegah osteoporosis:
- Makan makanan yang sehat dan seimbang, yang kaya vitamin D dan kalsium.
- Rajin berolahraga yang dirancang untuk membantu memperkuat tulang. Dokter dapat merekomendasikan latihan tertentu.
- Konsumsi obat yang dirancang untuk mencegah pengeroposan tulang atau meningkatkan kepadatan tulang.
- Hindari hal-hal yang rentan membuat jatuh hingga patah tulang. Jika patah tulang, penderita osteoporosis kian parah. Hindari memakai sepatu hak tinggi. Pasanglah tungkai penolong di kamar mandi untuk mencegah terpeleset atau aturlah karpet di rumah agar tak membuat Anda terjatuh.
nur rochmi | healthday
Sambal Mak Urip yang Bikin Ketagihan
TEMPO Interaktif, Garut – Bagi pemburu kuliner, terutama penggemar sambal-sambal tradisional nusantara, yang melintasi Kabupaten Garut sepertinya akan menyesal kalau tak menyempatkan waktu untuk singgah di warung Mak Urip atau yang biasa disebut warung Simpang Tiga. Tempatnya memang super sederhana. Jauh sekali dari kesan mewah.
Namun, kalau sudah kecantol sambal andalan warung di Jalan Pengkolan Cihuni No. 6 ini, jangan salahkan siapa-siapa. Fakta membuktikan, setidaknya ibu-ibu kantoran di sekitar Desa Cihuni, Kecamatan Pangatikan, Kabupaten Garut, yang kepepet tak sempat masak untuk keluarga rata-rata setiap harinya pesan ayam goreng bumbu tradisional, plus sambal Mak Urip yang aduhai.
Jangan kaget, sambal buatan Mak Urip ada lebih dari lima paket. Karena itu tak heran, bila saat jam istirahat kerja, banyak para pegawai kantoran yang ketagihan makan siang di warung Mak Urip ini.
Padahal, format menu warung Mak Urip tidak dibuat macam-macam. Intinya, ada lauk, sambal, dan lalapan ketimun. Kendati hanya begitu, sambalnya membuat banyak pelanggan yang kepincut menu makanan yang minimalis ini.
“Ini sambal warisan dari nenek,” ujar Lilis Lisdawati, cucu keempat mendiang Mak Urip, alias pewaris resep sambal ini saat ngobrol santai bersama Tempo, Selasa (27/7) malan kemarin..
Kalau melihat lokasi dan tampilan warung yang sangat sederhana, tak heran jika pengunjung pertama kali punya kesan biasa saja. Tapi jangan kaget, kesan biasa ini langsung runtuh setelah menjajal sambal Mak Urip.
Bahan sambal Mak Urip ini terdiri kencur, gula merah, garam, cabai rawit, irisan tomat, dan daun kemangi.
“Kemanginya tidak dipotong-potong, hanya ditumbuk agar wanginya keluar,” jelas ibu sepuluh anak ini.
Berbeda dengan sambal khas Garut lainnya seperti sambal Cibiuk, “Sambal Mak Urip dari Cihuni ini lebih hangat, manis, dan pedas. Padahal setahu saya, sambal Cibiuk juga pakai kencur,” ungkap Deden Rahayu Setiana, pengunjung warung Mak Urip yang mengaku baru pertama kali mencoba sambal Mak Urip.
Tak seperti sambel bajak atau terasi yang teksturnya cenderung seperti pasta, sambal Mak Urip ini encer. Rasa pedas muncul dari air tomat bercampur sari kencur dan gula merah yang diulek.
Sensasi hangat langsung terasa di tenggorokan ketika Tempo menyantap ayam goreng beserta nasi hangat dicocol sambal. Aroma daun kemangi juga terasa menggigit lidah.
Varian sambal ala Mak Urip juga tidak hanya rasa kencur saja. “Kalau ada yang pesan pakai terasi, kita akan buatkan. Jadi kencurnya diganti dengan terasi,” kata Lilis. Istri Usman ini memulai usahanya sejak 31 Juli 2007 silam.
Ayam goreng Mak Urip dibandrol dengan harga Rp 9.000 per potongnya. Di sini pembeli juga bisa memesan ayam bakar dengan harga sama. “Plus nasi ditambah Rp 2.000,” terang Lilis.
Pengunjung juga bisa menambah menu makan dengan tempe Wanaraja atau tahu goreng dengan tambahan harga Rp 1.000 per potong.
Warung Mak Urip buka setiap hari, mulai pukul sepuluh pagi sampai sebelas malam. “Kalau malam Minggu kadang sampai lewat tengah malam karena biasanya orang Garut yang tinggal di Jakarta pada libur ke sini,” pungkas Lilis.
GILANG MUSTIKA RAMDANI
Agar Pernikahan dan Pekerjaan Bertahan Bersama
TEMPO Interaktif, Jakarta – Dalam sebuah acara di stasiun televisi swasta, seorang konsultan karir dan keuangan, yang menjadi narasumber, mengatakan: “Jangan jadikan gaji dari kantor sebagai satu-satunya sumber penghasilan.” Kalau kantor atau perusahaan tempat dia bekerja tutup, ia akan mengalami kesulitan keuangan. Apalagi jika istrinya tidak bekerja, atau sebagai ibu rumah tangga.
Ketika seorang karyawan terkena pemutuhan hubungan kerja (PHK), satu sumber penghasilan itu pun berhenti. Masih mendingan jika istrinya membuka usaha sendiri. Ia bisa bergabung dengan istri untuk menjalankan bisnisnya bersama-sama. Bagaimana agar pernikahan dan pekerjaan yang dilakukan bersama-sama itu bisa bertahan bersama-sama pula?
Kolumnis The Wall Street Journal, Sue Shellenbarger, menemukan sejumlah pasangan suami-istri yang mengelola bisnis bersama-sama setelah si suami atau istri terkena PHK. Suami bergabung dengan bisnis istrinya, atau istri turut menjalankan bisnis suami, setelah terkena PHK. Shellenbarger menekankan: “Hal ini perlu dipikirkan cara untuk menjaga agar pernikahan tetap sehat.”
Seorang suami, yang ditemui Shellenbarger, menceritakan bahwa ia harus memberi istrinya sebuah review kinerja. Dan hal itu dirasa sebagai percakapan yang sangat sulit. “Saya sudah siap muntah,” tutur si suami itu.
Pasangan lain yang ditemukan, setelah membuka toko yoghurt bersama, gaya manajemen mereka bentrok. Si suami lebih suka memainkan peran seorang manajer, sementara istrinya mengambil pendekatan untuk menangani sendiri pekerjaan, seperti mengepel lantai, bukannya memerintahkan orang lain untuk melakukannya.
Ketika perbedaan-perbedaan mereka menyebabkan ketegangan, mereka menyelesaikan masalah dengan memisahkan hari kerja; suami bekerja siang dan istri bekerja malam hari. Pasangan ini mengatakan bekerja sama telah membawa mereka lebih dekat.
Semua pasangan setuju bahwa batas-batas perusahaan sangat penting untuk menjaga perkawinan sehat ketika Anda bekerja bersama-sama. Pertama, mereka membagi tanggung jawab di tempat kerja, membuat deskripsi pekerjaan yang terpisah dan mencoba untuk menghindari gangguan dengan pekerjaan masing-masing. Dan di rumah, mereka setuju satu sama lain dilarang bicara bisnis di kamar tidur. Yang lain membuat suci meja makan, hanya untuk percakapan keluarga. Merencanakan sebulan sekali piknik luar kota, dengan sedikit mungkin bicara bisnis.
NF/The Wall Street Journal
Nikmatnya Nasi Bambu Dago
TEMPO Interaktif, BANDUNG - Kalau Sumatera Barat punya panganan khas ketan campur santan dalam bambu dan digarang bara bernama lemang, Jawa Barat, ternyata tak kalah kreasi. Coba saja tengok kedai Doremiebaksol di Jalan Ir. H. Juanda – atau yang biasa dikenal dengan kawasan Dago – No. 347, Bandung.
Di sini ada Nasi Bambu. Dari namanya, mungkin sudah sedikit terbayang tentang menu ini. Nasi ada dalam bambu. Ya, memang tidak salah.
Apa yang membedakannya dengan lemang? Kalau bicara soal bahan dasarnya, tentu sudah berbeda karena dari namanya saja sudah jelas nasi alias beras yang diolah, bukan ketan.
Jadi begini, “Nasi yang dimatangkan terlebih dahulu diberi bumbu rahasia,” jelas Wariah, koki yang membuat menu ini, ketika ditemui Tempo di kedai Doremiebaksol, Senin, 26 Juli 2010. Kemudian ditambah dengan teri medan yang telah digoreng. Tak lupa disisipi pula daun kemangi.
Campuran nasi dan bahan penggugah aroma serta rasa itu lalu dibungkus daun pisang. Bentuknya seperti tabung, disesuaikan dengan rongga dalam bambu. Selesai dibalut daun pisang, lantas di masukkan ke dalam bambu sepanjang kira-kira 15 sentimeter. Terus dikukus.
Bambu yang digunakan merupakan jenis bambu bitung. Mengapa? Supaya ukurannya pas dengan tampilan porsi dan daya serap aroma bambu untuk si nasi. Tidak seperti bambu gombong yang diameternya sekitar 15 cm, “Bambu bitung ini paling pas ukurannya untuk porsi nasi bambu,” kata Wari, sebutan akrab Wariah.
Nasi lebih nikmat kalau disajikan hangat. Keluar dari kukusan, lebih baik jangan lama-lama dianggurkan nanti keburu dingin. Kalau begini, tentunya mengurangi wangi daun pisang dan si bambu.
Tempo diberi sedikit bocoran kiat sederhana dari Wari, daun pisang yang agak kekuningan memiliki aroma yang lebih santer dibandingkan dengan daun pisang yang masih hijau. “Tapi, karena ini tampilan Nasi Bambu memang warnanya jadi kekuning-kuningan, terkesan seperti nasi lama,” ujar ibu lima anak ini yang mendapat resep Nasi Bambu dari seorang pengusaha kafe di Bandung.
Pilihan campuran nasi, kata Wari, sebenarnya tidak hanya teri medan yang disediakan. “Untuk paket Nasi Bambu pesanan – semacam katering – ada juga yang pakai campuran ati-ampela,” tuturnya sambil melanjutkan, “Biasanya yang pesan pilihan ini karyawan atau ibu-ibu yang mengadakan pertemuan. Rata-rata setiap pesan sampai 50 paket.”
Nasi Bambu dan kawan-kawan disantap dengan sambal terasi. Sambal terasi di kedai ini tidak menonjolkan cita rasa pedas gila-gilaan. “Kalau sambal paket biasa yang disediakan memang tidak dibikin terlalu pedas, kecuali ada pesanan,” kata ibu kelahiran Bandung, 15 Desember 1968 ini.
Satu paket Nasi Bambu ditarif sekitar Rp 10.000 sampai Rp 11.000-an saja. Tergantung teman nasi. Teman nasi bisa dipilih lauknya, lauk pertama dan lauk kedua. Lauk pertama seperti gepuk, soto, pepes ayam, ayam goreng, ayam goreng bumbu balado kacang (bumbu Bali), dan ayam balado cabai hijau. Lauk kedua di antaranya tempe goreng, tahu goreng, perkedel jagung, dan perkedel cabai. “Yang paling banyak dipesan itu yang lauk ayam goreng,” kata Wari.
Kalau perkedel cabai ternyata baru meluncur tampil meramaikan menu di Doremiebaksol. Menu ini semacam kentang yang dihancurkan diberi bumbu perkedel dan daun bawang kemudian disisipkan di dalam cabai merah geluntungan. Lantas digoreng.
Syahdan yang mencicipi Nasi Bambu dengan teman pepes ayam dan perkedel cabai berkomentar, “Menu ini sebenarnya gaya desa sekali, tapi jadi menarik dikemas begini.” Jadi yang terlanjur terjebak rutinitas kota, tiba-tiba ingin masakan desa mending langsung meluncur ke kedai di Dago ini ya.
Doremiebaksol yang berdiri sejak 1 Februari 2010 ini buka setiap hari. Minggu sampai Kamis buka pukul 10.00-21.00 WIB, sedangkan Jumat dan Sabtu dimulai pukul 10.00-22.00 WIB. Aneka modifikasi bakso juga tersedia di sini, seperti Bakso Cabe di antaranya.
GILANG MUSTIKA RAMDANI
Banyak Teman, Kunci Menuju Sehat
TEMPO Interaktif, Washington – Memiliki hubungan sosial yang baik – dengan teman, dalam pernikahan, atau dengan anak – sama pentingnya untuk kesehatan seperti berhenti merokok, mengurangi berat badan, serta melakukan pengobatan.
Penelitian di Brigham Young University di Utah, Amerika Serikat menyimpulkan bahwa orang yang memiliki hubungan sosial yang kuat akan 50 persen terhindar dari kematian dini dibandingkan orang yang tidak mendapat dukungan dalam lingkungan sosialnya.
Para peneliti itu menyarankan para pembuat kebijakan untuk mencari cara untuk membantu orang memelihara hubungan sosial sebagai cara untuk tetap sehat. “Kurangnya hubungan sosial setara dengan merokok lebih dari 15 batang sehari,” kata psikolog Julianne Holt-Lunstad yang memimpin penelitian.
Tim Julianne melakukan analisis meta yang menguji hubungan sosial dan efeknya terhadap kesehatan. Mereka meneliti 148 kasus yang meliputi 308.000 orang untuk dianalisis.
Penelitian itu juga menghasilkan kesimpulan bahwa memiliki tingkat hubungan sosial yang rendah juga setara dengan menjadi alkoholik, lebih berbahaya daripada tidak berolahraga, dan dua kali lebih berbahaya daripada obesitas.
Hubungan sosial memiliki dampak yang lebih besar pada kematian dini dibandingkan dengan mendapatkan vaksin dewasa untuk penyakit paru-paru. Memiliki hubungan sosial yang baik juga lebih menyehatkan dibandingkan meminum obat untuk menjaga tekanan darah dan jauh lebih penting dibandingkan menghindari polusi udara.
Fanny Febiana | MSNBC







