ANAK ANDA SUSAH MAKAN? Klik Disini untuk Solusinya!
Powered by MaxBlogPress 


Ekspresi Rontok Karena Botox  

TEMPO Interaktif, Masa muda adalah masa yang paling menyenangkan. Tak pelak, banyak orang yang berusaha mempertahankan wajah muda mereka. Dari operasi plastik hingga suntik Botox.

Botox adalah singkatan dari Botulinum Toxin. Racun ini dihasilkan oleh bakteri Clostridium botulinum. Pada akhir 1980-an, Badan Obat dan Makanan Amerika (Food and Drug Administration/FDA) menyetujui penggunaannya untuk menghentikan penyakit seperti Blefarospasme (mata yang tak bisa mengendalikan kedipan).

Pada April 2002, FDA mengesahkan penggunaan Botox untuk menghambat kerutan di wajah. Botox bekerja dengan melumpuhkan otot-otot yang menyebabkan keriput sementara memberikan penampilan kulit, mulus lebih segar.

Botox biasanya disuntikkan di area wajah yang mengkerut. Hasilnya bisa dirasakan selama sekitar enam bulan. Setelah itu, perlu disuntik lagi jika ingin tetap awet muda. Efek samping dari Botox adalah rasa nyeri atau sakit kepala. Efek ini terjadi sekitar 24-48 jam setelah penyuntikan.

Namun penelitian terakhir khawatir penggunaan Botox yang disuntikkan ke wajah bisa melumpuhkan emosi sementara. Suntikan Botox, toksin yang bisa melemahkan, bahkan melumpuhkan otot, dikhawatirkan bisa melumpuhkan kemampuan menunjukkan emosi pada ekspresi wajah.

Sebuah studi baru dari Barnard College di New York menemukan bahwa orang disuntik dengan Botox kurang mampu menampilkan emosi di bagian yang disuntik. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Emotion edisi Juni itu menemukan ekspresi wajah yang berperan menampilkan emosi. Tak hanya bagaimana cara seseorang menampilkan emosi di wajahnya, tapi juga bagi orang lain yang merespons emosinya.

Menurut penulis studi, Joshua Davis, profesor psikologi di Barnard College, kelumpuhan otot memungkinkan seseorang untuk mengisolasi ekspresi di wajah dan umpan balik atas emosi dari orang lain.

Jika orang lain berekspresi, otak akan menerima ekspresi dan mengirim perintah motorik untuk membuat ekspresi timbal balik. Namun ekspresi timbal balik itu tak bisa dihadirkan karena kelumpuhan otot.

Davis menjelaskan, perlu dilakukan tes apakah setelah menggunakan Botox seseorang bisa tetap berekspresi normal atas sebuah peristiwa emosional.

Misalnya, memutar film sedih dan melihat reaksi emosional dan ekspresi wajahnya, “Dengan demikian perlu tes apakah ekspresi wajah dan umpan balik sensoris dari mereka ke otak bisa mempengaruhi emosi,” kata dia.

David Hazas, kandidat Ph.D psikologi dari Universitas Wisconsin-Madison, meneliti 40 pengguna Botox. “Kami secara berkala memeriksa mereka memahami kalimat,” kata Havas. Sebelum disuntik Botox, dia meminta mereka membaca kalimat untuk memahaminya. Setelah memahami, peserta diminta segera menekan tombol.

Hasilnya, tak ada perubahan waktu yang diperlukan untuk memahami kalimat bahagia. Tapi, setelah disuntik Botox, mereka butuh banyak waktu untuk membaca kalimat marah dan sedih.

Arthur Glenberg, profesor emeritus psikologi Universitas Wisconsin-Madison, menyatakan normalnya otak akan mengirimkan sinyal untuk mengerutkan kening, dan sejauh mana kerut itu akan dikirim kembali ke otak. Tapi, bagi pengguna Botox, proses ini terganggu.
Intensitas emosi dan kemampuan mereka untuk memahami perasaan yang diwujudkan dalam bahasa terganggu. “Mereka butuh waktu lebih lama,” kata dia.

NUR ROCHMI | BERBAGAI SUMBER

Tip:

Tetap Muda tanpa Biaya

Makan Sehat
Banyaklah makan buah dan sayur. Banyaklah minum air. Hindari kopi dan gula. Gula adalah oksidan membuat tubuh tampak tua. Buah dan sayur dengan kandungan anti oksidan melawannya.

Olahraga
Olahraga membantu menjaga postur tubuh, mengurangi stres, dan meningkatkan aliran darah. Jika ingin melangsingkan tubuh, olahraga minimal 30 menit.

Tidur Cukup
Tidurlah delapan jam sehari. Kurang tidur membuat mata bengkak, terlihat lebih tua dari usia yang sebenarnya. Saat tidur, tubuh memperbaiki diri.

Tersenyum dan Tertawa
Senyum itu ibadah. Tertawa baik buat kesehatan fisik dan jiwa Anda. Bisa melancarkan aliran darah dan mengurangi stres.

Cintai Diri
Cintai diri Anda sendiri apa adanya. Kebahagiaan sudah ada dalam diri sendiri sejak lahir. Bahkan tanpa dandanan.

Jangan Merokok
Nikotin menggerus protein di lapisan kulit dan menghambat aliran darah.

Berpikir Positif
Berpikirlah yang baik. Baik tentang Anda atau orang orang di sekitar Anda.

NUR ROCHMI | BERBAGAI SUMBER


Nancy Go Wabah Bagteria  

TEMPO Interaktif,   Selasa pekan lalu, Nancy Go mengenakan pakaian hitam. Bukan karena sedang berduka, melainkan hitam-putih merupakan warna netral menjadi favorit perancang tas yang biasa disapa Nancy ini.

Seleranya yang klasik itu tertuang dalam rancangan tas tangan yang bergaya vintage yang tetap trendi sepanjang zaman. “Saya berharap tas ini kelak dapat diwariskan dari ibu ke anak hingga ke cucu mereka,” ujarnya.

Tak mengherankan jika dalam satu dasawarsa berkarya, Bagteria–merek tas rancangan Nancy–mendapat tempat di hati pencinta mode. Putri Zara Philips, sosialita Paris Hilton, aktris Emma Thompson, hingga bintang Prancis Audrey Tautou adalah sederet nama yang pernah terlihat memakai Bagteria untuk melengkapi penampilan mereka.

Sebuah rumah makan di jantung Ibu Kota menjadi tempat pertemuan Nancy untuk sesi wawancara dengan Tempo. “Rumah makan ini milik saya dan keluarga,” kata Nancy sore itu. Selain bisnis tas, Nancy rupanya merambah bisnis makanan sejak awal 2010. Di rumah makan ini, dia pun bercerita tentang Bagteria yang bermula dari hobi dan cinta.

“Dari dulu saya demen kerajinan tangan,” ujarnya. Baju dan selendang pernah ia rajut dan sulam sendiri sebelum menamatkan sekolah menengah. Lembaga Pengajaran Tata Busana Susan Budihardjo dan Academy of Arts San Fransisco menjadi sekolah lanjutan yang ia pilih. Nancy tak lama bekerja sebagai merchandiser untuk fashion apparel di sebuah perusahaan asing. Dia bertemu dengan calon suaminya, Bert Ng, di Singapura. kemudian ia menikah di usia 21 tahun, dan berhenti bekerja demi membesarkan tiga anaknya.

Tahun 2000 menjadi titik kembalinya Nancy di dunia mode. Di bawah bendera PT Metamorfosa Abadi milik suaminya, Nancy merancang Bagteria untuk pemakaian sehari-hari dan untuk pesta. “Bagteria terdengar lucu. Seperti bakteri bersayap, kami berharap tas ini dapat menyebar dan mewabah ke seluruh dunia,” katanya.

Tak hanya mendesain, Nancy juga terlibat dalam proses produksi pada awal pembuatan tas Bagteria, yang keseluruhannya dibuat dengan tangan (handmade). Dari garasi rumah di Jakarta Barat, workshop berpindah dengan menyewa rumah tetangga depan serta tetangga kiri dan kanan, hingga akhirnya menyewa satu tempat berjarak 10 menit dari rumah mereka. Karyawan pun bertambah, dari lima orang menjadi ratusan. “Selama tiga bulan pertama, perajin tas hanya belajar teknik sulam dan rajut, setelah dianggap lulus baru boleh terlibat mengerjakan tas,” ucap wanita berkulit putih ini.

Teknik rajut sulam dengan bahan unik menjadi ciri desain Bagteria. Dari kristal swarovski, manik, payet, batuan semi-precious, hingga emas dan perak dalam ukuran milimeter semuanya dijahit secara teliti satu per satu. Dia pun menggunakan bahan dari bulu domba, kulit belut, piton, ostrich, kulit ikan salmon, dan gading mammoth. Untuk bahan-bahan ini, ia memesan langsung ke Siberia, Islandia, dan Afrika. Meski begitu, Nancy juga memanfaatkan bahan lokal, seperti kulit piton, kulit buaya, kerang, kayu, dan perak dari perajin Bali dan Yogya.

Karena bahan bakunya unik, jumlah tas rancangannya pun terbatas. “Satu desain hanya untuk 299 tas, dan hanya ada tiga warna yang sama dari satu desain,” ujar Nancy, yang membanderol harga tas berkisar Rp 1-8 juta untuk pasar Indonesia. Harga ini tergolong murah bila diukur dari nilai desain, proses pencarian bahan baku, dan tingkat kerumitan produksi. Di luar negeri, harganya naik dua kali lipat. Dalam setahun, Nancy merancang 20 desain untuk musim panas dan dingin, serta 3 desain di musim liburan.

Bagteria pertama kali diluncurkan di Hong Kong pada 2000. Saat itu ia menilai masyarakat internasional lebih menerima tas rancangannya ketimbang masyarakat Indonesia. Hingga kini tas rancangannya sering dianggap terlalu mahal. Di Hong Kong, ia memilih satu distributor sebagai master franchise yang menyebarkan Bagteria ke butik pilihan. Dua tahun kemudian, ia menembus pasar Jepang dengan cara yang sama dan negara-negara eropa di tahun berikutnya. Kini Bagteria tersebar di 30 negara termasuk Italia, Prancis, Inggris, AS, Jepang, dan Kuwait. Di Indonesia, Bagteria bisa ditemukan di Seibu dan Alun-alun Indonesia.

Ada satu pengalaman paling berkesan ketika Nancy berjalan-jalan di Hong Kong bersama distributornya. Di salah satu butik ia melihat ada yang meniru tas rancangannya. Meski tampak mirip dari kejauhan, teknik rajut dan sulam tak sehalus buatan Nancy. “Saya bete.” Namun ia teringat Coco Chanel pernah berkata, “Bila suatu hari barang kamu tidak ditiru lagi, kamu boleh bersedih.” Barulah ia meniru filosofi perancang legendaris asal Prancis itu. “Kemudian perasaan saya menjadi lebih baik.”

Kini Nancy merasa karyanya telah diterima dunia internasional, Tanah Air pun sudah diapresiasi dengan baik. Bahkan sebuah merek internasional mempercayakan pengerjaan tas pada workshop miliknya dan beberapa kali merancang tas merek lain. “Saya ingin istirahat dan meluangkan waktu demi membalas kebersamaan yang hilang dengan anak-anak,” kata ibu Brendan, 26 tahun, Brenda (17), dan Bryna (14) itu.

Nancy adalah anak kelima dari tujuh bersaudara. Ayahnya, yang seorang pengusaha farmasi, bekerja di Brasil dan menikahi ibunya, yang keturunan Cina setempat. “Bakat seni turun dari ibu. Ibu saya seseorang yang fashionable di eranya,” kata Nancy, yang dalam waktu dekat akan menggelar peragaan dalam Reunion Show Lembaga Pengajaran Tata Busana Susan Budihardjo.
AMANDRA MUSTIKA MEGARANI

BIODATA

Nama: Nancy Go
Tempat dan Tanggal Lahir: Sao Paulo (Brasil), 6 Januari 1963
Hobi: Membaca, Merajut, dan Menyulam

Pendidikan:
1977 — Bunka School of Fashion, Jakarta
1980 — Lembaga Pengajaran Tata Busana Susan Budihardjo, Jakarta
1982 — Academy of Arts, San Fransisco

Karier:
1984 — Merchandiser Fashion Apparel
2000 — Pemilik dan Desainer Bagteria

Penghargaan:
2009 — Indonesia Berprestasi (IB) Awards
2009 — 10 Inspiring Woman Awards
2010 — The Best Product Design
2010 — Kartini Awards 


Asyiknya Bermain dan Belajar di Jendela Alam  

TEMPO Interaktif, BANDUNG -  Naura Zihni mengendap-endap. Ada guratan ragu di wajah balita tiga tahun itu saat memasuki kandang kelinci di area Jendela Alam, sebuah lahan rekreasi, bertani, sekaligus edukasi. “Ayo Naura, masuk, yuk. Kelincinya nggak galak,” kata Wahyudi, ayahnya, memberi dorongan putri keduanya ini agar berani masuk ke dalam kandang tempat kelinci berbagai jenis, fuzzy lop, American rex, dwarf, English, dan New Zealand white, berderet.

Kolam angsa dan bebek baginya lebih menarik. Picingan matanya yang tak sengaja melihat para angsa dan bebek berenang, mengurungkan langkah adik Azhar Faika ini masuk ke kandang kelinci. Alhasil, baru sampai pintu rumah kelinci, ia lekas menuju ke kolam angsa dan bebek.

Sambil memegang pagar pinggiran kolam, Naura anteng mengamati perilaku unggas-unggas tersebut berenang dan mengepak-ngepakkan sayap. Akhir pekan lalu, ia sekeluarga menyempatkan waktu bermain-main di Jalan Sersan Bajuri KM 4,5, Lembang, Kabupaten Bandung Barat, dari Kalibata, Jakarta.

Sekitar lima menit Naura asyik di kolam angsa, saya ajak ia ke kandang kuda poni. Tak sulit untuk menggugah minat dia meneruskan keingintahuan ke salah satu kandang di titik ujung Jendela Alam ini. Seperti saat di kolam, Naura melendot pada pinggiran pagar kayu area kuda poni. Di sini, ia lebih lama asyik memperhatikan gerak-gerik sang mamalia berkaki empat berambut kelabu itu bolak-balik bergerak dari sisi kanan dan kiri kandang.

Hampir 15 menit Naura melihat kuda. Kemudian ayahnya mengalihkan perhatian. Di dekat kandang kuda, ada green house tomat ceri. Naura tertarik. Ia pun beranjak masuk. Ia pegang untaian tomat-tomat kecil itu yang belum matang di pohonnya. Sesekali menunduk mengamati detail batang-batang pohon tomat yang berbulu.

Dari rumah tomat ceri, Naura kembali sebentar ke kolam angsa. Azhar, 8 tahun, kakak perempuannya datang, lantas keduanya bergegas ke kandang ayam Arab. Di sana ayam sedang diberi makan. Keluar kandang, adik kakak ini masuk ke dalam green house tomat besar.

“Di sini pengunjung umum bisa rekreasi seperti di kebun dan peternakan,” ujar Wawan Ichwanudin, manajer pemasaran Jendela Alam, Sabtu, 24 Juli 2010. Konsep tempat wisata ini memadukan rekreasi dengan teknik bertani, beternak, sekaligus pendidikan di alam pegunungan. “Dari rekreasi ini, terutama anak-anak, diperkenalkan keberagaman alam,” lanjut Wawan. Maksudnya agar kepedulian dan cinta terhadap lingkungan itu terbentuk.

Dengan tiket masuk Rp 6.000 per orang, pengunjung bisa menikmati fasilitas-fasilitas seperti Jendela Tumbuhan dan Jendela Hewan. Apa saja tanaman buah-buahan, tanaman obat, anggrek, sayuran – baik dengan teknologi hidroponik, NFT (Nutrient Film Technic, maupun konvensional, sampai green house stroberi dan tomat bisa orang tua kenalkan kepada anak-anaknya lewat Jendela Tumbuhan. Hewan ternak, bahkan liar pun bisa ditengok lewat Jendela Hewan. Sebut saja macam-macam ayam, burung, dan kelinci, kucing, landak, kambing, sapi, kuda, angsa, bebek, aneka reptil – ular, kadal, dan iguana – serta rusa ada di sana.

Sementara untuk fasilitas Jendela Petualang, di salah satu sudut area bermain seluas 1,6 hektare ini disediakan sarana permainan keterampilan seperti flying fox, halang rintang, jembatan gantung, dan area berkemah. Fasilitas bersepeda, play ground, trampolin, dan bak pasir bisa dinikmati lewat Jendela Bermain. Lokasi ini menyediakan pula fasilitas Jendela Air bagi pengunjung yang ingin berekreasi water ball, kolam renang, water boom, penjernihan air, dan lobster. Bahkan, ada danau segala.

Fasilitas berenang dan water boom atau naik kuda, dikenai tiket tambahan Rp 10.000, sedangkan untuk penyewaan sepeda per 30 menitnya ditarif Rp 6.000. Yang penasaran dengan Jendela Petualangan, tiket juga dipatok Rp 10.000.

Tempat wisata edukasi milik seorang dokter anak, Dr. Kelly Munazar Surya Chandra, ini juga memfasilitasi paket dinamika kelompok bagi setiap segmen yang memesannya mulai kelompok bermain (play group) dan TK (Taman Kanak-Kanak), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA), serta instansi (corporate/dewasa). Formatnya kegiatannya macam-macam. Semakin tua segmen yang mengikuti paket, maka semakin tingkat kesulitan permainannya. Rata-rata syaratnya, minimal peserta yang mengikuti 20 orang. Untuk usia play group, Jendela Alam membatasinya sampai sepuluh anak karena anak usia ini membutuhkan perhatian lebih khusus dari pemandunya (supervisor).

Melalui aktivitas outing, pemesan paket dapat memesan paket Tarzan Sakit, Smart Farmer, Personal Achievement Program (PAP), Integrated Learning Camp (ILC), Integrated Learning Farm (ILF). Setiap level segmen peserta memiliki tingkat kesulitan masing-masing. Misal, untuk permainan Tarzan Sakit usia TK, peserta hanya sampai memainkan peran sebatas mencocok-cocokkan nama tanaman dengan aslinya untuk mengobati si Tarzan. Sementara untuk usia SD, mereka disuruh mencari tanaman obat yang ada di sekitar bukit atau sedikit ke luar area Jendela Alam, kemudian meramu obat-obatan. Bisa juga peserta-peserta itu menggantikan peran si Tarzan mengurus binatang-binatang.

Paket Smart Farmer, intinya mengajarkan para peserta yang dipecah ke dalam beberapa kelompok menjalani hidup sebagai petani seperti mengurusi ladang sampai memelihara ternak. Secara teknis, mirip dengan permainan Harvest Moon Play Station. Aktivitas ini berlangsung mulai sekitar pukul 08.00-16.00 WIB.

Untuk PAP, ILC, dan ILF, paket yang diterapkan cenderung mengarahkan peserta agar memahami proses. Lewat ILC, contohnya, peserta akan menjalani camp menginap. “Program yang dijalankan tergantung tujuan. Paket-paket ini biasanya untuk anak-anak hiper. Mereka dibuat capek, saat kondisi mereka benar-benar letih, ini saat tepat untuk memberikan pelajaran atau evaluasi diri,” ungkap Wawan.

Makanya, kata dia, usai menjalani paket lalu merefleksi, ada saja peserta yang menangis karena sadar dan mengakui kesalahan atau keburukan yang pernah dilakukan. Setiap peserta akan diberikan laporan dari segi psikologi yang diamati.

Ada pula paket pendidikan lingkungan hidup. Kalau ini sifatnya cenderung seperti workshop. Waktu aktivitasnya pun hanya 3-4 jam. Kegiatan-kegiatan yang dipilih di antaranya workshop penjernihan air, biopori, komposting, pengolahan sampah keluarga, dan Akuifere Buatan Simpanan Air Hujan (ABSAH).

Hhhmmm, studi tur di Jendela Alam juga bisa. Pengunjung usia kelompok bermain dan TK bisa mendapat pendidikan berwawasan lingkungan. Selain itu, belajar budidaya anggrek, praktikum biologi, memperbanyak tanaman, dan mengamati perilaku ular. Ayo bermain, belajar, sekalian berkenalan dengan alam!

GILANG MUSTIKA RAMDANI


Jangan Biarkan Anak Berkutu Bolos Sekolah  

TEMPO Interaktif, New York – Anak-anak seharusnya tidak dipaksa bolos sekolah jika memiliki masalah dengan kutu rambut.

Laporan dari The American Academy of Pediatrics menyebutkan bahwa ahli kesehatan anak seharusnya lebih terlibat dalam manajemen masalah kutu rambut karena orang tua mungkin tidak mengerti perawatan yang terbaik untuk masalah ini.

Kutu rambut menyerang 12 juta anak di Amerika Serikat setiap tahunnya dan menghabiskan dana US$ 1 miliar per tahun untuk biaya perawatan. Kutu rambut memang tidak menyebarkan infeksi, namun menimbulkan efek gatal yang mengganggu.

Kutu rambut dewasa ukurannya sama seperti biji wijen, namun mereka sulit ditangkap karena bergerak cepat di kepala. Yang mudah ditangkap adalah telur kutu-kecil, berbentuk seperti telur kosong dan terlihat seperti ketombe. Namun telur kutu biasanya masuk ke akar rambut.

Laporan The American Academy of Pediatrics ini menekankan kebijakan bebas telur kutu (dengan cara membiarkan anak berkutu diam terus di rumah) tidak bermanfaat dan harus dihindari.

“Itu tidak masuk akal secara medis karena telur kutu benar-benar tertanam di rambut anak,” kata Dr. Barbara Frankowski, profesor ahli kesehatan anak dari Universitas Vermont, kepada Reuters Health. “Saya pikir ini hanya peningkatan histeria dan membuat anak bolos sekolah sangat tidak berguna,” kata Barbara.

Anak-anak yang dibiarkan di rumah dengan telur kutu di kepalanya mungkin tidak akan menulari orang lain. Memeriksa seluruh kepala murid di kelas pun tidak efektif. Seharusnya, orang tua dan perawat memeriksa anak-anak saat mereka mengalami risiko tertinggi terkena kutu, yaitu ketika anak tertidur atau menggaruk.

Kutu, kata peneliti, akan mati dalam lingkungan yang terlalu dingin atau terlalu panas. Jadi cuci rambut dengan air panas. Ini akan cukup mengusir kutu dan telurnya.

Fanny Febiana / MSNBC


Scan Otak Bisa Membantu Memilih Karir  

TEMPO Interaktif, California – Tes bakat, baik umum maupun khusus, dan tes kemampuan mental merupakan alat penting memandu memilih bidang kejuruan. Kini para peneliti dari Universitas California, Amerika Serikat, mempertanyakan apakah kinerja dalam tes tersebut didasarkan pada perbedaan struktur otak, dan jika demikian, scan otak bisa sangat membantu dalam memilih karier?

Seperti yang ditulis di jurnal BMC Research Notes, peneliti menyelidiki seberapa baik delapan tes yang digunakan dalam memandu memilih kejuruan berkorelasi dengan daerah abu-abu di otak.

Penelitian yang dipimpin Richard Haier, dari Universitas California, menyelidiki dasar neurologis untuk kinerja tiap-tiap tes. Dia mengatakan, “Perbedaan individual dalam kemampuan kognitif memberikan informasi yang berharga untuk bimbingan kejuruan.”

Ia juga mengakui memang ada beberapa perdebatan, seperti apakah hasil tes kemampuan khusus perseorangan lebih membantu daripada hasil tes dengan faktor yang lebih luas, seperti kecerdasan umum. “Kami membandingkan jaringan otak yang diidentifikasi dengan menggunakan skor tes kemampuan kognitif yang luas dengan mereka yang yang diidentifikasi dengan menggunakan tes kognitif spesifik,” ujarnya. Perbandingan ini untuk menentukan apakah pendekatan yang relatif luas dan sempit ini memberikan hasil yang sama.

Dengan menggunakan MRI, peneliti mencari korelasi daerah abu-abu di otak dengan faktor-faktor kemampuan independen (kecerdasan umum, kecepatan penalaran, numerik, spasial, memori) dan dengan skor tes yang didapat dari tes kognitif yang diselesaikan oleh 40 individu dalam mencari panduan memilih kejuruan.

Berbicara tentang hasil ini, Haier mengatakan, “Pola kekuatan dan kelemahan kognitif seseorang terkait dengan struktur otak mereka. Dengan demikian, ada kemungkinan scan otak dapat memberikan informasi unik yang akan membantu untuk memilih kejuruan.”

ScienceDaily/NF


Pergi Ke Hutan Dapat menyehatkan Tubuh

TEMPO Interaktif, Finlandia – “Banyak orang merasa rileks dan enak ketika mereka pergi ke luar dan menyatu dengan alam,” kata Dr. Eeva Karjalainen dari Lembaga Riset Hutan Finlandia.  “Namun tidak banyak yang tahu bahwa penelitian ilmiah membuktikan adanya efek penyembuhan dari alam.”

Hutan, dan juga tempat alami hijau lainnya, dapat mengurangi stress, meningkatkan mood, mengurangi rasa marah dan agresivitas, dan meningkatkan kegembiraan. Berwisata ke hutan juga dapat memperkuat sistem imun kita dengan meningkatkan aktivitas dan merusak sejumlah sel kanker

Banyak penelitian menunjukkan tingkat stress-tergantung situasi- dapat disembuhkan lebih cepat di lingkungan alam terbuka dibanding di kota. Tekanan darah, detak jantung, tekanan otot, dan hormon stres akan menurun lebih cepat di alam terbuka. Depresi, kemarahan, dan agresivitas akan berkurang di lingkungan hijau.

“Memelihara area hijau dan pohon di kota sangat penting untuk menolong orang sembuh dari stres, memelihara kesehatan, dan menyembuhkan penyakit. Ada juga nilai ekonomis dalam mempekerjakan orang dan mengurangi biaya perawatan kesehatan,” kata Eeva.

Fanny Febiana/Science Daily

Berita Lain tentang Kaitan antara Taman Hijau dan Kesehatan:

Bermain 5 Menit di Taman Hijau, Sehatkan Mental


Sambal Edan Nasi Edan

TEMPO Interaktif, Bandung – Jalan-jalan di seputaran jalan Braga dan Cikapundung rasanya belum lengkap kalau tidak mampir untuk mengisi perut di kedai nasi yang satu ini. Namanya kedai Nasi Edan. Letaknya tak jauh dari Museum Konferensi Asia Afrika, tepatnya di jalan terusan ABC No 121 Bandung.

Nasi Edan? Dalam benak pasti terpikir macam-macam. “Dibilang edan karena pakai segala macam bahan dan bumbu. Sambalnya juga memang super pedas,” ujar Haryanto, sang peramu resep menu ini saat berbincang-bincang dengan Tempo di kedainya, Ahad (25/7) lalu.

Pantas saja, ayam, jamur dieng, telur puyuh, sosis, sampai baso semua dicampur jadi satu. Bukan sekadar bahan baku, sebenarnya bumbu inti yang diracik lelaki berdarah Wonosobo, Jawa Tengah, itulah yang bikin nasi kuah jadi edan.

“Bumbunya pakai sebelas macam rempah-rempah,” tuturnya yang sejak 1989 tinggal di kota kembang ini. Haryanto menyebutkan bumbu-bumbu tersebut kepada Tempo, tapi cukup sebagian saja katanya yang boleh diungkap.

Setidaknya, setelah Tempo mencicipi menu pedas ini, ada tiga rempah yang khas terasa di lidah. Mau tahu? Pala, cengkeh, dan kapulaga. Terbayang betapa hangatnya menikmati menu berkuah coklat tua ini. Apalagi kalau dimakan saat hujan atau cuaca dingin.

Aromanya mirip kari India, tapi diberi tambahan kecap. Lebih enak dinikmati ketika masih hangat. Uniknya, karakter cita rasa kuliner negeri asal Mahatma Gandhi ini disentuh dengan gaya Jawa. “Nasi Edan ini pakai serundeng,” Haryanto menerangkan pelengkap menu seharga Rp 12.000 per porsi tersebut.

Sambal edan sendiri dibuat dari cabai rawit merah asal Lembang. Tempo mencoba hanya seujung sendok, ternyata memang luar biasa pedasnya. Sambal ini murni komposisinya rawit total, tanpa cabai merah atau tomat. Potongan daun kemangi sedikit memberi aroma dan aksen hijau di antara pekatnya merah sang sambal.

Unsur sayuran dari menu ini disajikan dalam bentuk acar wortel dan mentimun. Sisipan daun kemangi di antaranya tak lupa ikut disajikan.

Ucen, yang menikmati Nasi Edan ini satu meja dengan Tempo mengaku, “Kuahnya itu mirip kuah-kuah masakan India,” celetuknya sambil kerepotan melap dahinya yang bercucuran keringat karena kepedasan. “Benar-benar ini pedasnya minta ampun,” lanjutnya.

Kedai Nasi Edan buka setiap hari mulai pukul 09.00-18.00 WIB. Bagi pengunjung yang tak mau repot memutar otak untuk memilih pasangan minuman menu ini, tinggal bilang saja, “Pesan paket spesial”. Paket ini ditarif Rp 15.000, Nasi Edan plus es teh lemon (lemon tea ice) siap disantap cepat.

Per harinya menu ini bisa laku antara 100-200 piring. “Kalau akhir pekan biasanya yang banyak datang, terutama anak-anak muda,” jelas Haryanto yang mengaku bahwa dirinya tidak berani makan sambal edan racikannya sendiri.

GILANG MUSTIKA RAMDANI


Hindari Gagal pada Ginjal

TEMPO Interaktif, Makassar – Setiap hari Kristiani minum air putih sebanyak delapan gelas. Warga Jalan Kancil ini menjalani kebiasaan itu sejak masuk kuliah. Kebetulan ayahnya, Suprapto, mengidap penyakit ginjal. Ia menganggap air putih memiliki khasiat sangat baik bagi kesehatan, utamanya menghindari risiko penyakit ginjal. “Setiap kali Bapak masuk ke kamar mandi untuk buang air kecil, pasti dia berteriak-teriak. Rasanya sakit sekali,” kata Kristiani.

Mahasiswi semester II Jurusan Perikanan Universitas Hasanuddin ini tahu betul rasa sakit yang dirasakan penderita gangguan batu ginjal. Ayahnya harus rutin cuci darah. Sakitnya semakin parah. Ayahnya terkena gagal ginjal dan membutuhkan biaya ratusan juta rupiah.

Wajar bila Kristiani berusaha menghindari penyakit gagal ginjal. Penyakit gagal ginjal tak hanya menjangkiti orang dewasa. Anak-anak, kata dokter spesialis penyakit dalam dari Ratulangi Medical Center, Hasyim Kasim, juga sudah banyak yang kena gagal ginjal. Kondisi ini tak terlepas dari berbagai penyakit awal yang memunculkan penyakit gagal ginjal. “Gagal ginjal itu akibat penyakit-penyakit lain,” kata Hasyim.

Sejumlah penyakit lain itu antara lain hipertensi, kencing manis, kolesterol tinggi, dan asam urat. Penyakit ini kerap menyerang orang dewasa. Pada usia anak-anak, penyakit gagal ginjal bisa menyerang. Biasanya, anak menderita penurunan daya tahan tubuh atau imun, malnutrisi, dan infeksi saluran kencing.

Umumnya, penyakit awal diremehkan. Beberapa kebiasaan buruk, misalnya mengkonsumsi narkotik dan obat berbahaya, serta penggunaan obat seperti antinyeri dan rematik yang tak sesuai dengan anjuran dokter, juga bisa menjadi penyebab timbulnya penyakit gagal ginjal. Penyakit gagal ginjal, kata Hasyim, tak menyerang berdasarkan usia.

Ketika fungsi ginjal semakin menurun seiring dengan pertambahan usia, setiap orang rentan terhadap penyakit itu. Hasyim menambahkan, setiap orang bisa menghindari penyakit gagal ginjal dengan menjaga keseimbangan kadar gula darahnya. Caranya, mereka rutin menjalani medical checkup, minimal sekali setahun.

Kontrol kesehatan memerlukan biaya yang kecil. Tak sampai Rp 15 ribu, dan bisa dilakukan di pusat kesehatan masyarakat. “Harus berhati-hati dengan kadar gula darah,” kata ahli penyakit ginjal itu. “Kadar gula darah lebih dari 200 mg/dl yang sudah berlangsung lama sangat berpotensi menimbulkan gagal ginjal. Selain itu, masalah kencing tidak boleh diremehkan.”

Pola hidup sehat bisa mencegah penyakit gagal ginjal. Pola hidup sehat bisa dilakukan dengan menerapkan pola makan empat sehat lima sempurna secara teratur. Pola ini cocok bagi mereka yang belum terkena penyakit awal. Pengidap satu atau beberapa penyakit patut menghindari makanan pantangan.

Misalnya, penderita kencing manis harus menghindari makanan manis. Penderita asam urat sebaiknya menghindari makanan laut, seperti kerang, udang, dan kepiting. Sayur-mayur sangat dianjurkan. “Kecuali kacang-kacangan,” kata Hasyim.

Penyakit gagal ginjal terbagi menjadi dua, yaitu gagal ginjal akut dan gagal ginjal kronis. Gagal ginjal akut dideteksi melalui gangguan susah buang air kecil atau volume air kencing semakin berkurang. Saat diperiksa di laboratorium, air kencing mengalami peningkatan kadar kretinin. Sedangkan gagal ginjal kronis terjadi apabila kretinin sudah menetap hingga lebih dari tiga bulan. Muncul pula kelainan seperti kista atau ditemukan batu dalam ginjal.

Sejak itu, Suprapto terserang penyakit ginjal. Keluarganya pun membiasakan hidup sehat. Salah satunya, mereka memperbanyak minum air putih. Buang air kecil tak pernah ditahan. “Sebab, kalau kami sakit, biayanya besar sekali,” ujar dia.

Agar Ginjal Sehat

Selain memantau fungsi ginjal secara berkala, beberapa kebiasaan sehat bisa membantu mempertahankan ginjal tetap sehat. Berikut ini tip cara hidup sehat agar bisa memantau kesehatan ginjal yang disarankan oleh Laboratorium Prodia.
– Menjaga berat badan tetap ideal.
– Minum air putih sesuai dengan kebutuhan.
– Mengurangi konsumsi garam.
– Melakukan aktivitas fisik selama 30-60 menit sehari.
– Mengonsumsi makanan sehat.
– Tidak terlalu sering mengkonsumsi obat herbal.
– Tidak terlalu sering mengkonsumsi obat kimiawi.

SUKMAWATI


Waspadai Bunyi Telinga Akibat Ponsel

TEMPO Interaktif, Sudah berapa lama Anda menggunakan telepon seluler? Berapa lama Anda menelepon dengan menggunakan ponsel tiap hari? Semakin lama menggunakan ponsel dan makin sering, makin tinggi pula Anda berisiko terkena tinnitus–muncul bunyi tertentu dari dalam telinga Anda.

Tinnitus dalam bahasa Latin berarti berdering. Gangguan itu bisa datang dan pergi atau hadir sepanjang waktu. Pada beberapa pengidap tinnitus, ada yang mendengar suara bernada tinggi, dengungan, desis, siulan, detik, klik, dan menderu seperti angin atau gelombang. Suara-suara itu dalam telinga tentu sangat menyiksa.

Menurut penelitian Hans-Peter Hutter, MD, dan timnya dari The Medical University of Vienna di Austria, pengguna ponsel yang lebih dari empat tahun ada kemungkinan lebih besar terserang tinnitus ketimbang orang yang menggunakan ponsel kurang dari empat tahun.

Dalam penelitian yang dipublikasikan melalui jurnal Occupational and Environmental Medicine itu, tim peneliti merekrut 100 orang dengan tinnitus dan 100 orang tanpa tinnitus. Keduanya lalu diperbandingkan dalam hal penggunaan ponsel.

Hasilnya, risiko terserang tinnitus 70 persen lebih besar daripada mereka yang menggunakan ponsel sehari-hari rata-rata 10 menit. “Maka kami merekomendasikan agar berhati-hati dalam menggunakan ponsel,” kata Hutter seperti dikutip laman www.msn.com.

Selain itu, mereka menemukan bahwa menggunakan telepon secara kumulatif mencapai lebih dari 160 jam bisa meningkatkan risiko terkena tinnitus hingga 60 persen.

Hutter mengatakan ada mekanisme biologis di mana ponsel dapat menimbulkan masalah telinga. Di dalam telinga ada organ bernama koklea, berbentuk spiral, yang berfungsi menerjemahkan suara menjadi impuls listrik agar dapat dipahami otak. Nah, ketika memakai ponsel, impuls listrik yang dipancarkan justru diserap ponsel.

Selain itu, kata Hutter, menelepon dengan menggunakan ponsel sambil berjalan bisa mempengaruhi aliran darah di sisi kepala.

Namun penelitian ini dinilai belum tuntas dan mengulang. Menurut Veronica Kennedy, konsultan dan penasihat British Tinnitus Association, temuan hubungan antara tinnitus dan medan elektromagnetik itu ide lawas.

“Faktor penyebab tinnitus kompleks, tapi belum dibahas dalam penelitian ini,” kata dia. “Hubungan antara penggunaan ponsel dan tinnitus tetap belum terbukti. Penelitian ini masih harus dilanjutkan,” ujar dia.

Tinnitus terbagi menjadi dua jenis, yakni tinnitus obyektif dan tinnitus subyektif. Pada tinnitus obyektif, dokter yang memeriksa Anda juga bisa mendengar suara yang sama. Tinnitus jenis ini jarang terjadi. Biasanya tinnitus jenis ini disebabkan oleh infeksi telinga bagian dalam. Pada tinnitus subyektif, hanya pengidap yang mendengar suara. Ini jenis tinnitus yang umum terjadi.

Tinnitus bukanlah penyakit, melainkan gejala yang dihasilkan dari berbagai penyebab yang mendasari. Penyebab umum tinnitus meliputi infeksi telinga, masuknya benda asing atau lilin di telinga, alergi hidung yang mendorong cairan lilin telinga, dan cedera.

Tinnitus juga disebabkan oleh efek samping beberapa obat oral, seperti aspirin, dan mungkin juga hasil dari aktivitas hormon serotonin. Pengobatan biasanya dilakukan dengan menjalani terapi medan elektromagnetik, terapi suara, atau terapi tradisional. | nur rochmi | berbagai sumber

Menggunakan Ponsel Secara Sehat

- Batasilah intensitas menelepon. Jika menelepon, lebih baik durasinya pendek. Menelepon selama 2 menit ditemukan untuk mengubah aktivitas elektrik alami otak untuk sampai 1 jam kemudian. Untuk anak-anak, gunakan telepon seluler dalam kondisi darurat saja. Radiasi dapat menembus jauh lebih dalam karena tengkorak mereka masih berkembang.
- Pakailah headset airtube. Headset kabel biasa justru menarik medan magnet di sekitarnya. Jika menggunakan ponsel tanpa headset, tunggu panggilan tersambung sebelum meletakkan ponsel di telinga.
- Jangan menaruh ponsel di saku baju atau ikat pinggang. Tubuh bagian bawah memiliki konduktivitas yang baik dan menyerap radiasi lebih cepat daripada kepala.
- Jangan gunakan ponsel di ruang tertutup penuh logam, seperti mobil atau lift, ketika perangkat mungkin menggunakan daya lebih untuk memancarkan radiasi.
- Jangan membuat panggilan ketika kekuatan sinyal cuma satu bar atau kurang, yang berarti ponsel harus bekerja lebih keras untuk membuat sambungan.
- Pakailah ponsel dengan level specific absorption rate (SAR) rendah. Level SAR adalah cara untuk mengukur jumlah frekuensi radio (RF) energi yang diserap oleh tubuh. Makin rendah level SAR, makin baik. Kebanyakan telepon memiliki tingkat SAR yang tercantum dalam buku manualnya.
- Konsumsilah suplemen gizi, khususnya antioksidan yang mengandung melatonin, zinc, ginkobiloba, atau ekstrak bilberry. Sebab, radiasi adalah bagian dari oksidasi.

| nur rochmi | berbagai sumber


Warna-warni Musim Panas

TEMPO Interaktif, Musim panas belum usai. Sebelum bermain-main di bawah sinar matahari, jangan lupakan tabir surya dan panduan tren tata rias musim ini. Dalam suatu kesempatan, dr Titi Lestari, SpKK, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia, pernah menyebutkan tiga langkah untuk membuat kulit wajah tampak indah: pembersihan, proteksi, dan riasan. “Riasan wajah diperlukan untuk menonjolkan kelebihan wajah,” katanya.

Hal senada diungkapkan penata rias Ira Sumardi. “Riasan wajah bukan untuk menutupi kekurangan, melainkan untuk menonjolkan kelebihan,” kata Ira di Jakarta baru-baru ini. Ia memberi contoh, penggunaan foundation bukan untuk keseluruhan wajah, “Tetapi hanya untuk bagian kulit yang kusam.”

Menurut Ira, riasan tebal tak baik buat wajah. “Selain berat, riasan ini bisa pecah bila terkena keringat atau sinar matahari,” kata peraih penghargaan Makeup Artist of The Year dari salah satu majalah gaya hidup itu.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, pada musim panas tahun ini, produsen tata rias dunia menawarkan aneka warna, mulai neon pink, cobalt blue, lime green, cokelat, hingga oranye.

Leigh Campbell, editor kecantikan sebuah majalah gaya hidup, menjelaskan, selain warna nude dan alami, warna terang menjadi tren musim panas tahun ini. “Warna terang pada wajah atau kuku memberi kesan segar, terutama saat mengenakan pakaian berwarna netral atau pucat,” katanya dalam Australian Beauty Awards 2010 seperti dilansir SMH.

Novi Linlin, penata rias untuk Splash, punya penjelasan senada. Menurut dia, tren rias 2010 bermain di warna terang dan sentuhan metalik untuk memberi kesan festive look. “Warna metalik bisa dicampur dengan warna lain untuk memberi kesan glamor,” katanya dalam acara Summer Beauty Spree di Jakarta, Juli 2010.

Kemahiran dalam aplikasi warna diperlukan agar warna metalik tak membuat pemakainya mirip penampil sirkus. “Fokuskan hanya pada satu bagian wajah, misalnya mata atau bibir. Sesuaikan juga dengan kepribadian dan gaya sehari-hari,” kata peraih The Most Outstanding Makeup Artist di Asian Hairstyling & Makeup Competition 2009 ini.

The Face Shop pada musim panas ini meluncurkan kosmetik berwarna hijau. “Warna hijau memiliki banyak gradasi, tinggal memilih warna yang sesuai dengan kulit,” kata Poppy, penata rias dari The Face Shop. Menurut Poppy, perempuan berkulit sawo matang bisa terlihat semakin eksotis bila memakai riasan berwarna hijau, biru, atau ungu. Sedangkan OPI, produsen cat kuku asal Amerika Serikat, menawarkan empat cat kuku berwarna gradasi pink.

Meskipun banyak pilihan, warna nude dan alami juga menjadi tren. “Untuk yang fashionable, hobi berdandan, dan berani tampil beda, bisa mencoba riasan full color. Tapi bagi yang suka tampil alami, riasan natural dengan nuansa cokelat, nude, atau pastel pasti lebih cocok,” kata Ira.

L’Occitane, produsen perawatan tubuh asal Prancis, memproduksi tata rias untuk pertama kalinya pada musim panas ini. “Banyaknya permintaan membuat kami mengeluarkan lini makeup,” kata Sarah Damanik, Marketing Manager L’Occitane, dalam Makeup Press Event, baru-baru ini.

Kosmetik ini mengandung ekstrak bunga peony, bebas paraben, dan mengandung bubuk mika yang dilapisi mimosa. Semburat varietas peony, yaitu pink, fuchsia, cokelat, kuning, ungu, dan putih, menjadi pilihan. “Karena berbahan alami, tata rias kami juga berwarna alami,” ujar Sarah.

Selain lipstik dan lip balm, ada produk yang berfungsi ganda, seperti face powder, yang bisa digunakan sebagai perona pipi, dan eye shadow, serta tinted water, yang bisa digunakan sebagai lipstik dan perona pipi. Ada pula illuminating powder tiga warna yang bila dicampur dapat menutupi kemerahan, menutupi kekusaman, menyegarkan warna kulit wajah, dan bronzer, untuk mencerahkan rona wajah.

Penata rias untuk Make Up Factory, J. Ningsih, mengatakan pakem warna kini telah bergeser. “Kalau dulu orang memakai riasan sesuai dengan warna baju, sekarang tidak lagi,” katanya. Warna apa pun bisa dipakai kapan pun. “Yang penting, pengaplikasiannya dan kesesuaian dengan kepribadian si pemakai,” ujarnya.

Produsen kosmetik dari Jerman itu pada musim panas ini mengeluarkan bedak tabur berbahan dasar mineral. “Selain bebas minyak, bedak berbahan mineral ini tidak menutupi pori-pori. Cocok digunakan pada musim panas dan untuk yang sering beraktivitas di luar.” | AMANDRA MUSTIKA MEGARANI


« Previous PageNext Page »

50 queries