Panduan Menu Makanan Bayi s/d Balita
Powered by MaxBlogPress 


Makanan Sehat untuk Bayi 1 Tahun

Ibu mungkin akan menyadari bahwa setelah bayi melewati usia 1 tahun, nafsu makannya menjadi menurun dan banyak memilih jenis makanan yang ingin dimakannya. Jangan khawatir karena ketika mereka menginjak usia 1 tahun, tingkat pertumbuhannya pun ikut melambat dan kebutuhannya untuk makan menjadi berkurang selama satu tahun pertama ini. Apa saja jenis makanan sehat untuk bayi 1 tahun yang bisa menjadi patokan bagi para ibu di rumah. Yuk, kita simak berikut ini.

Kebutuhan konsumsi anak  1 tahun tergantung pada berat badan dan tingkat aktivitasnya sehari-hari. Kebanyakan anak yang berumur 1 tahun memerlukan sekitar 1000 kalori per hari. 1000 kalori ini bisa mencakup 2 gelas susu, 2 gelas buah segar dan sayuran, 2 ons biji-bijian yang setara dengan satu potong roti atau 1 cangkir sereal dan 2 ons daging. Jenis makanan harus dibagi diantara tiga  kali makan besar dan dua kali cemilan.

Bayi 1 tahun Anda kemungkinan tidak akan memakan semua pilihan yang kita sodorkan tetapi penting bagi bayi untuk mencoba dan dibiasakan makan secara teratur dan konsisten. Menu sarapan yang cocok untuk bayi 1 tahun adalah setengah cangkir susu, seperempat cangkir buah atau sayur dan setengah ons biji-bijian.

Contohnya untuk sarapan seperti setengah cangkir susu, setengah cangkir nasi tim dan seperempat cangkir potongan buah pisang. Menu seperti ini adalah makanan sehat untuk bayi 1 tahun karena bayi memerlukan susu penuh lemak untuk tubuhnya. Susu jenis ini berfungsi untuk meningkatkan pertumbuhan otaknya.

Untuk cemilan pagi, bayi bisa diberi menu seperti setengah ons biji-bijian dengan setengah ons alternatif daging, misalnya setengah potong roti gandum atau kue kering dengan setengah ons keju atau susu. Sedangkan untuk menu makan siang bisa mencakup setengah cangkir susu, seperempat cangkir buah atau sayur, setengah cangkir biji-bijian dan setengah ons pilihan daging. Semua bahan ini bisa diolah menjadi nasi tim dengan sedikit garam yang disukai oleh bayi. Bisa juga bahan-bahan ini tidak diolah secara bersamaan tetapi dijadikan variasi menu sehingga bayi bisa merasakan rasa yang berbeda untuk setiap jenis bahan yang ada.

Untuk makan malam, bayi memerlukan setengah cangkir susu, seperempat cangkir buah, seperempat cangkir sayuran, setengah ons biji-bijian dan satu ons pilihan daging. Berikan pilihan menu makan malam untuk bayi Anda seperti setengah cangkir susu, seperempat kacang hijau rebus, seperempat potongan wortel rebus yang empuk, seperempat cangkir pasta dan satu ons potongan daging ayam yang gurih. Semua masakan ini dibuat tanpa penyedap. Itulah tadi beberapa menu pilihan makanan sehat untuk bayi 1 tahun Anda.

Kebutuhan Nutrisi pada Bayi

Seperti yang kita tahu, perkembangan bayi merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Jika seorang bayi memiliki asupan gizi yang cukup, maka tumbuh kembang bayi pun akan terlihat sempurna. Perkembangan berat badan bayi juga merupakan hal yang sangat perlu diperhatikan. Jika pada usia tertentu, bayi belum memenuhi berat badan yang sudah ditentukan oleh ahli kesehatan, anda harus memberikan asupan gizi yang lebih. kebutuhan nutrisi pada bayi usia 0-6 bulan, asupan gizi bayi hanya di dapatkan dari ASI atau air susu ibu. Selain itu, ada asupan gizi tambahan selain ASI, seperti susu formula. Susu formula ini merupakan asupan gizi tambahan jika anda sebagai wanita karir tidak bisa memberikan asupan ASI selama 24 jam.

Jika seorang bayi sudah memasuki usia 6 bulan, bayi boleh mendapatkan asupan gizi tambahan. Pada usia ini, bayi bisa diberi makanan tambahan yakni berupa bubur. Bubur yang diberikan kepada bayi usia 6 bulan merupakan bubur bayi tahap awal. Jadi, bubur bayi yang dikonsumsi oleh bayi usia 6 bulan merupakan bubur bayi yang sangat halus. Tidak jarang para bayi masih merasa kesusahan untuk mencerna bubur bayi tahap pertama ini. Jadi, untuk membuat bayi ini terbiasa megonsumsi bubur bayi, maka biasanya, ibu membuat bubur seperti susu. Jadi, tekstur pertama yang dirasakan bayi tidak akan begitu berbeda dengan susu.

Kemudian, jika seorang bayi sudah berhasil untuk mengonsumsi bubur cair, maka anda bisa mulai memberikan asupan gizi lebih banyak dengan membuat buburnya lebih padat. Jika seorang bayi sudah memasuki usia 8 bulan, maka bayi anda bisa diberikan nutrisi yang lebih banyak dengan memberikan makanan bubur halus buatan sendiri. Bubur halus buatan sendiri bisa dibuat dari nasi, sayur, dan juga daging yang dihaluskan dan diambil sarinya. Kemudian, anda juga harus tahu, bahwa makanan ini lebih sehat dan lebih mengandung banyak gizi daripada bubur tim instan yang anda beli di pasaran. Sekalipun bubur ini memiliki banyak rasa, belum tentu gizi yang diberikana akan sama dengan bubur buatan sendiri.

Kemudian, jika bayi anda sudah berumur lebih dari satu tahun, ana harus tahu bahwa anda harus memberikan berbagai rasa makanan. Hal ini dilakukan agar bayi anda tidak mengalami alergi. Kemudian, anda harus tahu bahwa pembrian sari buah dan juga iskuit juga bisa menjadi asupan gizi tambahan untuk bayi anda. Selamat mencoba untuk memberikan makanan yang trbaik bagi putra putri anda tentunya yang alami dan tidak memiliki banyak pengawet. Karena seperti yang kita tahu, pengawet akan memberikan dampak yang tidak baik bagi kesehatan jangka panjang bayi anda.

Membongkar Tiga Mitos Kecantikan

VIVANews – Sebagian wanita sangat mempercayai beberapa mitos yang beredar seputar kecantikan. Contohnya, makan cokelat dipercaya menyebabkan jerawat. Atau, membasuh wajah dengan air dingin dapat mengecilkan pori-pori wajah. Namun, belum tentu semuanya benar.

Berikut beberapa mitos yang ternyata tidak terbukti secara ilmiah.

1. Cokelat dan makanan berminyak penyebab jerawat
Tidak ada makanan berminyak dan cokelat yang tiba-tiba menimbulkan jerawat di wajah. Dermatolog New York Diane Berson mengungkapkan, makanan berlemak bukanlah pemicu utama jerawat, namun  hanya akan memperburuk jerawat.

Makanan laut seperti sushi, kerang, dan kecap, serta makanan tinggi yodium juga berhubungan dengan peradangan dan jerawat.

2. Kulit kering menyebabkan keriput

Anda mungkin berpikir pelembab bisa menjaga agar kerutan tak muncul. Sayangnya, kerutan terjadi pada lapisan kolegen yang berada jauh di permukaan kulit. Pelembab dapat mengurangi kerutan, tapi tak dapat menghilangkannya.

Eksposur sinar matahari adalah penyebab nomor satu degenerasi kolagen. Jadi, jika ingin menggunakan pelembab dengan perlindungan maksimal terhadap kerutan, pilih tabir surya yang mengandung antioksidan seperti vitamin C.

3. Air dingin akan mengecilkan pori-pori
Ukuran pori-pori diturunkan dari ayah dan ibu sehingga membasuh air wajah dengan air dingin tidak akan banyak mengubahnya. “Air dingin hanya mengerutkan pembuluh darah sehingga terasa kulit terasa lebih kencang,” kata Dr Hirsch.

Membasuh wajah dengan air dingin bisa meminimalkan pori-pori di permukaan kulit. Saat tersumbat minyak dan kulit mati, pori-pori akan terlihat lebih besar. Untuk membersihkannya, gunakan produk dengan kandungan asam salisilat.

Peregangan pori-pori akibat sinar matahari juga berakibat pada rusaknya kolagen. Sehingga, memakai pelembab yang melindungi dari sinar matahari terbukti lebih ampuh daripada membasuh dengan air dingin.

 

Baca juga: 5 Mimpi Ini Bisa Deteksi Masalah Kesehatan

• VIVAnews

Jangan Biarkan Anak Berkutu Bolos Sekolah  

TEMPO Interaktif, New York – Anak-anak seharusnya tidak dipaksa bolos sekolah jika memiliki masalah dengan kutu rambut.

Laporan dari The American Academy of Pediatrics menyebutkan bahwa ahli kesehatan anak seharusnya lebih terlibat dalam manajemen masalah kutu rambut karena orang tua mungkin tidak mengerti perawatan yang terbaik untuk masalah ini.

Kutu rambut menyerang 12 juta anak di Amerika Serikat setiap tahunnya dan menghabiskan dana US$ 1 miliar per tahun untuk biaya perawatan. Kutu rambut memang tidak menyebarkan infeksi, namun menimbulkan efek gatal yang mengganggu.

Kutu rambut dewasa ukurannya sama seperti biji wijen, namun mereka sulit ditangkap karena bergerak cepat di kepala. Yang mudah ditangkap adalah telur kutu-kecil, berbentuk seperti telur kosong dan terlihat seperti ketombe. Namun telur kutu biasanya masuk ke akar rambut.

Laporan The American Academy of Pediatrics ini menekankan kebijakan bebas telur kutu (dengan cara membiarkan anak berkutu diam terus di rumah) tidak bermanfaat dan harus dihindari.

“Itu tidak masuk akal secara medis karena telur kutu benar-benar tertanam di rambut anak,” kata Dr. Barbara Frankowski, profesor ahli kesehatan anak dari Universitas Vermont, kepada Reuters Health. “Saya pikir ini hanya peningkatan histeria dan membuat anak bolos sekolah sangat tidak berguna,” kata Barbara.

Anak-anak yang dibiarkan di rumah dengan telur kutu di kepalanya mungkin tidak akan menulari orang lain. Memeriksa seluruh kepala murid di kelas pun tidak efektif. Seharusnya, orang tua dan perawat memeriksa anak-anak saat mereka mengalami risiko tertinggi terkena kutu, yaitu ketika anak tertidur atau menggaruk.

Kutu, kata peneliti, akan mati dalam lingkungan yang terlalu dingin atau terlalu panas. Jadi cuci rambut dengan air panas. Ini akan cukup mengusir kutu dan telurnya.

Fanny Febiana / MSNBC

Organ Tubuh Ternyata Tak Setua Umur

VIVAnews – Menjadi tua itu pasti. Penandanya adalah usia. Namun tahukah Anda bahwa usia organ tubuh kita tidak sama dengan usia berdasarkan tahun kelahiran. Organ tubuh kita ternyata tidak setua usia berdasar tahun kelahiran.

Organ tubuh memiliki kemampuan luarbiasa untuk segera memulihkan diri. Simak beberapa organ vital beserta kemampuannya meregenerasi diri berikut ini, seperti dikutip dari laman Daily Mail. 

1. Hati: 5 bulan
Regenerasi hati tergolong cepat berkat kapasitas sel darah yang diterimanya. Sel-sel hati secara teratur memperbaiki diri dalam 150 hari, tak terkecuali pada pecandu alkohol. Bahkan, jika 70 persen hati seseorang dipotong, organ ini memiliki kemampuan kembali ke ukuran normal hampir 90 persen, hanya dalam dua bulan. Namun, hati penderita kasus sirosis tidak dapat meregenerasi.

2. Otak: Tidak regenerasi
Hanya beberapa sel dalam otak yang bisa meregenarasi seumur hidup manusia. Saat lahir, manusia memiliki 100 miliar sel otak yang sebagian besar tidak akan memulihkan diri.

3. Jantung: 20 tahun
Studi yang dilakukan oleh New York Medical College menunjukkan bahwa ada sel-sel induk jantung yang yang membantu regenerasi hati terus-menerus. Sel-sel ini berganti tiga hingga empat kali selama seumur hidup.

4. Paru paru: 2-3 minggu
Sel-sel di paru-paru memperbarui diri dengan interval berbeda. Permukaan sel paru diperbarui tiap 2-3 minggu. Dan, bagian dalam paru-paru diperbaiki dalam waktu satu tahun.

5. Lidah: 10 hari
Lidah dilengkapi dengan sekitar 9.000 sel perasa dan diperbarui tiap 10 hari atau maksimal dua minggu. Namun, sel lidah bisa rusak karena infeksi atau panas dan asap rokok. Sehingga,  pertumbuhan sel tidak sensitif.

6. Mata: Tidak beregenerasi
Mata adalah salah satu bagian tubuh yang tidak banyak berubah sepanjang hidup. Satu-satunya komponen yang terus-menerus regenerasi adalah kornea. Dalam kasus kecelakaan, kornea dapat sembuh dalam 24 jam.

7. Kulit: 2-4 minggu
Sel-sel pada permukaan kulit diperbarui setiap 2-4 minggu. Gunanya untuk melindungi tubuh dari rangsangan eksternal, seperti cedera dan polusi.

8. Tulang: 10 tahun
Kerangka manusia terus memperbarui diri dengan siklus selama 10 tahun.

9. Usus: 2-3 hari
Karena bagian ini paling sering terpapar bahan kimia, seperti asam korosif, usus memperbarui diri selama 3-5 hari.

10. Sel Darah Merah: 10 bulan
Sebagai sistem transportasi vital tubuh, sel darah merah memperbaharui diri setiap empat bulan. Sel-sel tua dihancurkan di limpa. Cedera atau menstruasi menyebabkan jumlah sel darah berkurang sehingga tubuh terus memproduksi sel darah merah.

• VIVAnews

Media Massa, Teknologi, dan Perkembangan Mental Anak

Hari-hari terakhir ini, kita hampir tidak dapat dilepaskan dari hingar bingar berita skandal video porno mirip artis yang sudah tersebar bebas di internet. Lepas dari segala kecaman maupun berita yang disorotkan ke artis yang terlibat, kita memang perlu prihatin bahwa tersebarnya rekaman tersebut, sudah terjangkau hingga ke berbagai kalangan, termasuk anak-anak. Bahkan jauh sebelum kehebohan video ini muncul, kita tentu masih ingat tersebarnya pula rekaman video seks mantan pejabat, mahasiswa, ganti baju artis, dan masih banyak lagi.

Semuanya merupakan aktivitas yang cenderung ditabukan dalam kultur masyarakat kita, terutama bagi anak-anak. Dan tidak dapat dipungkiri, kasus yang melibatkan artis-artis terkenal ini menjadi perhatian public maupun pemerintah yang cukup besar karena mereka adalah figur public, sehingga membuat lebih banyak kalangan yang cenderung ingin tahu, apa yang sedang diberitakan media massa.

Harus kita akui, di jaman yang serba modern ini, penyebaran informasi apapun, baik yang positif maupun negative, relative sulit dihindari, termasuk juga informasi-informasi yang seharusnya diperuntukkan untuk orang dewasa yang sudah siap lahir dan batin menerima informasi tersebut. Apalagi, perkembangan internet dan perangkatnya yang semakin murah dan semakin kita butuhkan untuk aktivitas sehari-hari sehingga memungkinkan akses yang semakin mudah.

Tentu tidak akan efektif bila kita sebagai orang tua, hanya sekedar melarang anak kita dan memarahinya bila kita mendapatinya sedang mengkonsumsi informasi yang tergolong dewasa, baik melalui internet, handphone, televisi ataupun alat teknologi lain, karena hal itu akan memunculkan rasa penasaran yang besar pada anak, dan ujung-ujungnya, akan mudah tergoda untuk mencari tahu dalam bentuk praktek nyata, seperti yang kebanyakan diberitakan selama ini di berbagai media massa.

Oleh sebab itu, kunci utama untuk melindungi buah hati kita dari dampak negative kemajuan teknologi, dengan tetap kita mampu memaksimalkan segi positif dari teknologi tersebut, adalah KOMUNIKASI. Seperti layaknya setiap hubungan apapun itu, termasuk hubungan antar suami-istri, KOMUNIKASI merupakan sarana yang paling efektif untuk saling memberikan masukan, saling memahami, saling memberikan pengertian, dan saling belajar satu sama lain dalam mencapai win-win solution di setiap masalah apapun.

Marah, memaksa, melarang, menghukum, maupun tindakan emosional lainnya, cenderung meningkatkan perasaan tertekan dan keinginan memberontak pada anak, yang ujung-ujungnya, akan menyulitkan orang tua dalam penanaman nilai secara tepat.

Komunikasi antar orang tua-anak yang terjalin dengan baik (artinya, anak merasa nyaman setiap kali berkomunikasi dengan orang tuanya, bukan malah tertekan atau takut), akan jauh lebih efektif untuk menanamkan nilai-nilai dibandingkan factor luar. Hanya pada saat anak tidak merasa nyaman ketika ia di rumah, itulah saatnya factor luar (teman, media massa, dll) memberikan pengaruh yang signifikan.

Lantas, bagaimana caranya ber-KOMUNIKASI yang efektif agar anak mudah memahami pengertian yang dimaksud orang tua?

Di sini, dibutuhkan KESESUAIAN antara inti informasi yang dikomunikasikan orang tua dengan perkembangan mental anak, yang umumnya mengikuti perkembangan usianya.

Tidak dapat dipungkiri, perkembangan intelektual dapat semakin cepat dan semakin dini berkat pengaruh gizi, lingkungan, maupun pola asuh. Namun sebaliknya, perkembangan mental perlu proses sinergi terus menerus antara orang tua-anak-lingkungan hingga anak mulai mampu mengambil tanggung jawab secara mandiri di masa dewasa.

Oleh sebab itu, kami sajikan beberapa tips berikut ini yang dapat dicoba orang tua dalam menanamkan nilai-nilai normative (khususnya terkait perilaku seks bebas):

1. Memanfaatkan Perumpamaan/ Metafora CINTA dan RESMI

Hal ini terutama saat anak berusia di bawah sekurang-kurangnya 7 tahun (sekitar SD kelas 2), bertanya dari mana ia dilahirkan.

  • Lebih baik orang tua menghindari jawaban yang sulit diterima akal sehat karena kelak di masa depan, anak akan sulit percaya kepada orang tua bila ternyata kenyataannya tidak seperti yang disampaikan orang tua.
  • Lebih baik orang tua memberikan jawaban dari Cinta, seperti cerita cinta dongeng Cinderella dan dari Cinta itulah, anak dilahirkan. Maka, konsep terlahir dari “Cinta”, menjadi norma yang terekam di informasi anak.
  • Di atas usia 7 th – awal masa akil balik, orang tua bisa menambahkan konsep “Cinta” tersebut dengan konsep “Resmi”, di mata agama dan hukum, seperti anak yang terlahir dari Cinta yang telah dipersatukan secara resmi oleh agama dan hukum dalam bentuk pernikahan yang sah.
  • Maka ketika anak sudah memasuki masa akil balik (remaja ke atas), nilai-nilai “Cinta” dan “Resmi” sudah terekam di kepribadian anak, sehingga selanjutnya, tugas orang tua relative lebih ringan dengan membimbing anak untuk beradaptasi dengan perubahan fungsi organ tubuh yang sudah mulai matang. Baru pada saat itulah, anak baru dapat belajar mengenai awal mula “Proses Biologis” terbentuknya kelahiran anak dengan nilai-nilai “Cinta” dan “Resmi” yang tertanam.

2. Menunjukkan kebahagiaan yang terpancar dari foto-foto perkawinan orang tua

3. Menunjukkan kebahagiaan yang terpancar dari dokumen kelahiran anak, hasil dari Cinta kasih yang diwujudkan dalam bentuk pernikahan Resmi.

4. Menekankankan dan selalu mengulang kata “Ayah dan Ibu PERCAYA sama Adik (atau nama panggilan anak), dan bahwa Adik akan selalu menggunakan kepercayaan Ayah dan Ibu dengan baik”

5. Menjelaskan bahwa perilaku seks bebas seperti yang ditunjukkan oleh artis maupun orang lain seperti yang diberitakan di berbagai media massa maupun internet, itu bukanlah “Cinta” karena tidak dipertanggungjawabkan secara “Resmi” di hadapan agama dan hukum. Maka dari itu, perilaku semacam itu, tidak akan menghasilkan kebahagiaan bagi diri sendiri.

  • Hal ini-pun berlaku ketika anak sudah menginjak remaja dan mulai menjalin hubungan pacaran, sehingga dengan nilai/ kata kunci “Cinta”, “Resmi”, maupun “Orang tua Percaya” yang telah tertanam dalam prinsip hidup anak, kondisi mental anak akan relative sudah siap untuk menjaga diri sendiri dari godaan untuk melakukan hubungan seksual sebelum waktunya, walaupun dengan pacar sendiri.

6. Yang terakhir dan tak kalah pentingnya, adalah PANUTAN dari orang tua. Tanpa “PANUTAN” yang sesuai dengan kenyataan yang dilihat anak, maka langkah 1 s/d 5 akan menjadi kurang efektif, atau lebih tepatnya, sia-sia.

Seperti sebuah pepatah mengatakan, “Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit.” Demikian juga dengan perkembangan mental pada generasi muda masa datang, khususnya anak-anak kita.

Kita tidak dapat memperbaiki masa lalu, kita tidak dapat menutup diri dari perkembangan jaman, kita juga tidak dapat menghindari kemajuan teknologi yang sangat cepat, tapi kita dapat belajar dari kesalahan dan memperbaikinya demi masa depan yang lebih baik. Dan, itu semua tergantung dari diri kita masing-masing saat ini.

Selamat menjadi orang tua yang berbahagia!  ^_^

Penulis :
Siti Marini Wulandari, M.Psi., Psikolog, dan
Suwito Hendraningrat Pudiono, M.Psi., Psikolog

Benarkah Pasangan Egois Lebih ‘Hot’ Bercinta

VIVAnews – Sikap egois atau mementingkan diri dalam hubungan asmara memang dianggap negatif. Tetapi, menurut penelitian yang dilakukan tim dari Kwantlen Polytechnic University di Vancouver, Kanada,  sikap ini justru menandakan orang tersebut sangat mengagumkan saat bercinta. Bahkan, lebih baik dari seseorang yang fokus pada kebutuhan dan keinginan pasangannya.

Dari penelitian yang berjudul ‘Emerging Adulthood: An Age of Sexual Experimentation or Sexual Self-Focus?’, peneliti mengungkapkan, seseorang yang menjadikan keinginannya sebagai prioritas utama, menurut pasangannya kehidupan seksnya lebih memuaskan.

Hasil penelitian ini cukup mengejutkan, mengingat banyak yang mengira sikap egois harus ditinggalkan saat berhubungan seksual agar mendapatkan kepuasan satu sama lain. Para peneliti menyimpulkan bahwa seorang ‘pecinta egois’ membuat seks lebih menyenangkan untuk pasangannya, karena rasa keinginan yang tinggi. Fokus utama pada dirinya membuat suasana bercinta menjadi lebih menggairahkan.

“Kami menemukan, fokus diri dan rasa egois yang menurun bisa membuat kepuasaan bercinta juga menurun,” kata salah seorang peneliti seperti dikutip dari Glamour.com.

Mereka yang berhubungan seks di luar kebiasaan atau mereka yang memfokuskan hanya pada kebutuhan pasangannya tidak akan mendapat kepuasaan bercinta sama seperti yang bersifat egois. Jadi, jika seseorang hanya fokus mendapatkan apa yang mereka inginkan saat bercinta dan terlihat egois, perilaku egosentris ini justru memiliki  efek samping positif, yaitu menyenangkan dan memuaskan pasangannya. (pet)

• VIVAnews

Kondom “Gigit” Pencegah Perkosaan

KOMPAS.com Menurut data dari situs Human Rights Watch, Afrika Selatan memegang angka tertinggi untuk tindakan kriminal pemerkosaan. Adapun data tahun 2009 dari Medical Research Council menunjukkan bahwa 28 persen pria di negara tersebut pernah memerkosa perempuan, baik dewasa maupun kecil. Hal ini mengundang keprihatinan dunia. Di sana pula tingkat infeksi HIV/AIDS menurut data terhitung sebagai yang paling tinggi.

Seorang dokter di Afrika Selatan, dr Sonnet Ehlers, mencoba membantu para perempuan agar bisa melindungi dirinya dari pemerkosaan dengan menciptakan kondom pelindung yang bisa “menggigit” untuk perempuan. Kondom itu akan melakukan tugasnya terhadap penis yang mencoba masuk ke dalam liang vagina.

Empat puluh tahun lamanya dr Ehlers mencoba mencari bentuk kondom untuk perlindungan tersebut. Ide ini tercetus ketika seorang perempuan berusia 20 tahunan datang kepadanya untuk meminta bantuan seusai diperkosa. Perempuan itu berharap untuk memiliki “gigi” di organ intimnya supaya bisa membuat jera si pemerkosa. Untuk mencoba menciptakan kondom ini, dr Ehlers menjual mobil dan rumahnya agar bisa mendanai proyek untuk kondom tersebut.

Untuk membuat kondom yang diberi nama Rape-aXe ini, ia berkonsultasi dengan insinyur, ginekolog, dan psikolog. Cara penggunaannya cukup mudah. Si wanita cukup menyelipkannya di dalam vagina. Bagian dalam kondom ini memiliki “gigi” yang mirip kail-kail. Jika ada penis yang mencoba masuk, maka kail-kail tersebut akan mencengkeram dan akan sulit untuk dibuka. Makin dicoba untuk membuka, makin kencang gigitannya. Oleh karena itu, diperlukan dokter untuk bisa melepaskan kondom tersebut. Harapannya, ketika si pelaku harus ke dokter, si korban bisa melaporkan atau si pelaku bisa diproses oleh pihak berwajib.

Orang yang “tergigit” akan sulit untuk membuang air, bahkan sulit untuk berjalan kaki, tetapi ini tidak akan merusak kulit. Kondom yang terbuat dari lateks ini tidak akan menyebarkan cairan yang bisa saja menyebarkan infeksi HIV dari pelaku ke korban, asalkan tidak ada lubang.

Sebagai percobaan awal, dr Ehlers membagikan kondom ini di berbagai kota di Afrika Selatan, tempat pelaksanaan Piala Dunia tahun ini. Kabarnya, kondom ini akan dijual dengan harga sekitar 2 dollar AS. Menurutnya, situasi ideal untuk penggunaan kondom ini terjadi ketika seorang perempuan merasa akan melewati daerah yang dirasa berbahaya atau akan pergi kencan pertama dengan orang yang belum ia kenal dekat.

Sempat ditanyakan pula kepada beberapa pemerkosa di penjara apakah dengan adanya kondom ini akan membuat niat mereka untuk memerkosa berkurang. Beberapa napi di sana menjawab “ya”. Namun, kehadiran kondom ini pun menuai kritik, berita selengkapnya di sini.

Bagaimana menurut Anda?

NAD

Editor: NF

Sumber: CNN

Jurus Ampuh Ciptakan Sensasi Bercinta

VIVAnews – Hubungan mesra dan hangat di awal pernikahan bisa berubah menjadi tawar seiring berjalannya waktu. Itulah mengapa berbagai trik diperlukan untuk menjaga gairah pasangan pasangan tetap menggebu.

Psikolog Stella Resnick, PhD, sekaligus penulis ‘The Pleasure Zone’ memaparkan beberapa  jurus ampuh untuk menciptakan sensasi bercinta, seperti dikutip dari laman Cosmopolitan.

Kaos fantasi
Naikkan libido pasangan dengan godaan busana seksi. Tidak harus dengan lingerie berenda, Anda bisa menggoda pasangan dengan tank top atau kaus putih tipis yang tidak sengaja basah sehingga membentuk siluet tubuh.

Dengan kostum semacam itu, pasangan pasti tanggap untuk segera meresponsnya. “Pakaian menciptakan erotisme dan misteri. Lekuk tubuh akan terbentuk dan menampilkan Anda dalam bentuk feminin dan menggoda,” kata Resnick.

Matikan AC
Keringat memiliki efek menyegarkan bagi kehidupan seksual. “Saat berkeringat, pasangan akan tertarik pada feromon yang diekskresikan kulit,” kata psikiater Alan Hirsch, dari Research Foundation di Chicago. Feromon berfungsi menambah gairah asamara pasangan.

Matikan AC dan perlahan pijat pasangan. Lakukan gerakan memijat disertai sentuhan lembut dan hembusan napas ke bagian sensitif. Anda berdua mungkin tidak akan menyelesaikan sesi pijat, dan segera meluncur ke ‘pergulatan’ sensasional.

Membuai ‘titik panas’
Sebuah kejutan dingin di bagian kulit akan meningkatkan gairah dan memberi kenikmatan berbeda.

Gunakan botol sprai untuk menyemprot air es ke kulit pasangan demi memicu respons lebih intens. Bagian dada, belakang leher, paha dalam, tulang selangka, atau bagian belakang lutut Anda adalah bagian yang paling manjur sebagai ‘titik panas’.

Nyalakan bara
Es krim dan buah segar mampu membuat sensasi segar dan menggairahkan. Selingi kegiatan saling menyuap camilan dingin dan tinggalkan jejak di tubuhnya. Tak akan butuh waktu lama untuk membuatnya ‘menyala’.

Nikmati suasana
Jangan tergesa-gesa menyalakan AC usai berhubungan intim. Biarkan tubuh tetap hangat dan nikmati pos-orgasmic dalam tubuh. Bila Anda langsung menyalakan AC atau mandi air dingin, tubuh akan syok dan segera terbangun dari pascaklimaks. Sebaiknya, nikmati dan mengobrol santai dengan pasangan sebagai afterplay.

• VIVAnews

Mengapa Komunikasi Mesra Penting

VIVAnews – Komunikasi adalah kunci keharmonisan sebuah hubungan rumah tangga. Namun, komunikasi hangat seringkali sirna usai menikah.

Merasa sudah tinggal bersama di satu atap, banyak pasangan yang tanpa sadar mengurangi intensitas komunikasi mesra dan akhirnya memicu ketegangan.

Seperti dikutip dari laman Modernmom.com, studi Ohio State University menunjukkan, perkawinan yang tegang secara fisik akibat hilangnya komunikasi mesra memengaruhi kelanggengan rumah tangga.

Sebanyak 37 pasangan menikah yang berpartisipasi dalam studi ini menyatakan, tak jarang ketegangan itu memicu tindak kekerasan dalam rumah tangga. Mayoritas responden mengaku memiliki luka di tubuh akibat kekerasan yang dilakukan pasangan.

Sebelum membuat kesimpulan, para peneliti juga mengevaluasi jenis komunikasi antara suami dan istri yang menyebabkan timbulnya kekerasan dalam rumah tangga.

Mereka menemukan bahwa gaya komunikasi memengaruhi keharmonisan rumah tangga. Gaya komunikasi yang positif biasanya akan menimbulkan luka ringan dan mudah disembuhkan. Sementara gaya komunikasi negatif memicu luka yang sulit sembuh.

Debra Umberson, profesor sosiologi di Universitas Texas mengatakan, kondisi rumah tangga juga memengaruhi kesehatan fisik pasangan. Pasangan dengan tingkat stres tinggi di dalam perkawinannya memiliki fungsi kekebalan tubuh yang memburuk, tekanan darah tinggi dan detak jantung tak stabil.

Sementara wanita, secara umum, mengatakan, “Perkawinan yang stres sangat berbahaya dan bisa menyebabkan masalah kronis dalam jangka panjang. Anda tidak akan bisa lolos dari masalah yang Anda alami dari masa kemasa.”

Jadi, menjalin komunikasi sangat penting untuk membangun suatu hubungan yang harmonis dan menjaga kesehatan emosional. Karena itu semua akan berujung pada kondisi kesehatan fisik. (adi)

• VIVAnews

Next Page »

23 queries