Panduan Menu Makanan Bayi s/d Balita
Powered by MaxBlogPress 

[X]


Tips Mengajak Anak Merawat Gigi

Mengajak anak merawat merupakan tugas setiap orang tua, yang kadang bagi sebagian orang agak sulit dilakukan.

Berikut adalah tips yang dapat dipraktekkan untuk mengajak anak kita merawat gigi :

Ajak anak menggosok gigi secara teratur dan benar pada pagi dan sore hari dan menjelang tidur.

Biasakan anak berkumur-kumur setelah makan makanan manis

Siapkan makanan kaya kalsium ( ikan & susu ), fluor ( the, daging sapi dan sayuran hijau ), fosfor, serta vitamin A ( wortel ), C ( buah ), D ( susu ), E ( kecambah ) untuk pertumbuhan gigi yang baik

Jaga kebersihan rongga mulut anak dengan baik. Bila ada karang gigi segra bawa ke dokter gigi untuk dibersihkan.

Ajak anak memeriksakan gigi 6 bulan sekali.

Bila tiba-tiba mengeluh sakit gigi, minta anak berkumur dengan air garan hangat. Dan bila berlubang tutup dengan kapas yang di beri minyak cengkeh. Bila sariawan, berkumur dengan air rebusan sirih dan garam yang hangat. Lalu bawa ke dokter gigi anak.


Anak Tidur Terlalu Malam

Kebutuhan tidur malam pada batita memang sebaiknya dipenuhi sebanyak 9-10 jam. Masalahnya sekarang ini banyak anak yang sering memulai tidur pada larut malam. Entah karena nonton tv, main game di komputer, iPad, atau PS. Hal ini juga dipengaruhi oleh kebiasaan tidur siang. Bila tidur siang sudah kelewat siang dan anak bangun pada sore hari , maka logikanya tidur malamnya pun akan mundur.

Kondisi anak yang seperti ini dapat dibenahi. Ini menyangkut faktor kebiasaan. Perbuatan yang dilakukan berulang kali maka akan terjadi habituasi, artinya kebiasaan. Pada diri anak juga akan terbentuk biological clock tersendiri yang akan mengatur secara otomatis waktu anak mengantuk dan kapan beraktivitas.

Perhatikanlah anak Anda di rumah. Bagaimana kebiasaannya di rumah? Apakah anak Anda sulit tidur jika kondisi rumah masih penuh aktivitas? Meski jam sudah menunjukkan pukul 12 malam?

Nah, bila hal itu terjadi, coba kondisikan rumah Anda tenang dan mendukung untuk tidur pada saat jam-jam tidur yang tidak terlalu malam. Dengan demikian anak Anda dapat memulai tidur lebih cepat. Tidur siang sebaiknya tidak terlalu lama, cukup 1-2 jam saja. Terlalu lama tidur siang, maka malam hari akan lama terjaga.

Lain dewasa, lain pula anak-anak kebutuhannya akan tidur. Berikut ini jumlah jam tidur yang dibutuhkan anak berdasarkan usianya menurut National Sleep Foundation:

  1. Bayi baru lahir, usia 0-2 bulan membutuhkan waktu tidur selama 10,5 jam sampai 18 jam.
  2. Bayi usia 3-11 bulan membutuhkan tidur 9 sampai 12 jam, ditambah dengan tidur siang selama 1-2 jam.
  3. Anak usia 1-3 tahun membutuhkan tidur 12 sampai 14 jam.
  4. Anak usia 3-5 tahun membutuhkan tidur selama 11 sampai 13 jam.
  5. Anak usia sekolah (5-12 tahun) membutuhkan tidur selama 10 sampai 11 jam.
  6. Remaja (12-17 tahun) membutuhkan tidur setidaknya selama 8,5 sampai 9,5 jam.
  7. Usia dewasa membutuhkan tidur rata-rata 7 jam.

Memilih makanan selingan anak

Memilih  makanan selingan yang bergizi untuk anak

Makanan selingan alias camilan atau kudapan bertujuan mencukupi kebutuhan gizi anak. Jadi perhatikan kandungan gizinya. Makanan selingan yang sehat harus mengandung zat gizi, termasuk vitamin dan mineral.Misalnya, bubur kacang hijau yang bisa dibuat sendiri atau kroket isi daging maupun aneka buah segar . Untuk buah sangat baik karena bias mencegah sembelit, membantu melancarkan BAB, dan lain sebagainya karena banyak mengandung serat. Setelah anak berusia lebih dari setahun boleh makan buah apa saja , kecuali nangka karena banyak gas serta duren yang mengandung alkohol.
Dengan kata lain memilih makanan selingan untuk anak bukan berarti makanan pengganjal perut semacam snack yang banyak dijual di pasaran yang rasanya asin serta gurih, atau yang mengandung banyak gula seperti  jus buatan. Makanan gurih mengandung banyak penyedap dan pengawet . yang mana makanan tersebut justru harus dihindari untuk anak – anak. Sementara  makanan yang tinggi gula kalori menyebabkan anak merasa keying sehingga membuatnya  malah sulit makan. Juga tidak dianjurkan memberikan makanan yang banyak mengandung lemak seperti krim, mentega, gorengan , karena dapat menyebabkan obesitas  anak.
Dibawah ini contoh jadwal pemberian makanan selingan yang dapat dipakai :

  • Jangan beri makanan selingan menjelang waktu makan utama , karena anak keburu kenyang . Akibatnya jadi sulit makan.
  • Biasanya diberikan 2 kali sehari, yaitu diantara dua waktu makan. Makanan  selingan I diantara sarapan dan makan siang sedangkan makanan selingan II diantara makan siang dan makan malam atau setelah anak bangun tidur siang.
  • Malam : sejam sebelum tidur berikan segelas susu. Bisa juga disisipkan satu kali makanan selingan.

Demikian  tip – tip pemberian makanan selingan , semoga ada manfaatnya . Dan satu lagi jangan lupa cara penyajian dan tampilannya harus menarik minat anak serta variasikan jenisnya.


Tips Mencegah Gigi Berlubang Dan Menjaga Kesehatan Rongga Mulut

1. Rutinlah menyikat gigi pada pagi hari setelah makan dan malam hari sebelum tidur, kalau perlu gunakan Mouth wash (obat kumur)  setelah menyikat gigi, agar hasilnya maksimal.

2. Pada pagi hari sikat gigi minimal 30 menit setelah sarapan, jangan langsung menyikat gigi  setelah sarapan.

3. Jauhi rokok, karena selain tidak baik untuk kesehatan, rokok juga menyebabkan noda-noda pada gigi sulit dihilangkan.

4. Gantilah sikat gigi satu bulan sekali, karena daya bersih sikat gigi berkurang setelah satu bulan pakai.

5. Gunakan benang gigi (dental floss) untuk membersihkan sisa-sisa makanan di sela-sela gigi. Jangan lupa menyikat lidah dan gusi.

6. Kurangi konsumsi makanan yang banyak mengandung gula, karena gula merupakan bahan yang dapat menyebabkan gigi berlubang.

7. Kurangi kudapan/cemilan di antara dua waktu makan. Perbanyaklah makan buah dan sayur. Perbanyaklah minum air putih.

8. Jangan tunggu sampai gigi sakit, rutinlah kedokter gigi. Minimal 6 bulan sekali periksa dan bersihkan rongga mulut. Ingat mencegah lebih baik daripada mengobati.


Tanda dan Gejala Stres Pada Anak

Gejala stres pada anak sangatlah tidak mudah untuk dikenali. Secara umum tanda-tanda atau gejala stres pada anak dikelompokkan dalam beberapa kategori :

1. Gejala fisik
Seperti mengompol, susah tidur, napsu makan menurun, sakit perut, gagap, mimpi buruk dan sakit kepala.

2. Gejala emosi
Ditandai dengan rasa bosan, takut, menangis, tidak adanya keinginan untuk berpartisivasi pada kegiatan di sekolah atau di rumah, marah, kebiasaan berbohog, mengasari teman, bereaksi secara berlebihan terhadap hal-hal yang kecil, dan perubahan yang drastis terhadap penampilan akademik.

3. Gejala kognitif
Tunjukkan melalui ketidakmampuan berkonsentrasi atau menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan sekolah, dan suka menyendiri dalam waktu yang lama.

4. Gejala tingkah laku
Ditunjukkan dengan ketidakmampuan mengontrol emosi, menunjukan sikap brutal dan keras kepala, tempramen yang berubah-ubah dan perubahan dalam pola tidur, munculnya kebisaan baru seperti menghisap jempol, memutar-mutar rambutnya, dan mencubit-cubit hidung.


Mengurangi Efek Jet Lag  

TEMPO Interaktif, Jakarta -Penanggulangan jet lag bisa dilakukan dengan menyesuaikan tingkat hormon penyebabnya. Inilah cara mengurangi efek jet lag itu:

1. Pastikan tubuh dalam kondisi sehat sebelum terbang. Jika memiliki kondisi medis yang memerlukan pemantauan (seperti diabetes atau penyakit jantung), konsultasikan dengan dokter jauh sebelum keberangkatan.

2. Jika akan tinggal lama di tempat tujuan dengan zona waktu berbeda, ubahlah jadwal rutinitas harian sesuai dengan tempat tujuan Anda.

3. Jangan minum minuman beralkohol/berkafein sebelum, selama, dan sesudah penerbangan karena bisa menyebabkan dehidrasi dan mengganggu jadwal tidur.

4. Minum banyak air, khususnya selama penerbangan, untuk melawan pengaruh suasana kering di dalam pesawat.

5. Selama penerbangan, jangan minum pil tidur dan tidur lebih dari satu jam pada satu zona waktu. Tetaplah aktif. Setiap satu atau dua jam, bangun dan berjalan-jalanlah di sekitar pesawat demi mengurangi risiko pembekuan darah di kaki.

6. Pakai sepatu dan pakaian yang nyaman.

7. Segera sesuaikan dengan jadwal lokal. Semakin cepat menyesuaikan dengan jadwal setempat, tubuh lebih cepat beradaptasi.

8. Cobalah tidur tanpa menggunakan pil. Namun, jika Anda kesulitan tidur pada dua atau tiga malam pertama, boleh menggunakan obat penenang ringan dengan resep dokter.

NUR ROCHMI | berbagai sumber


Jadwal Tidur Berubah-ubah Bisa Meningkatkan Risiko Bunuh Diri

TEMPO Interaktif, San Antonio – Piala Dunia membuat banyak orang mengubah jadwal tidurnya karena tak ingin ketinggalan menyaksikan sepak bola. Jangan remahkan perubahan jadwal tidur Anda karena bisa mengganggu kesehatan. Menurut penelitian, jadwal tidur yang sangat berubah-ubah diperkirakan meningkatkan risiko bunuh diri karena depresi pada orang muda. Abstrak penelitian ini–seperti dikutip ScienceDaily–yang dipresentasikan Selasa pekan lalu, di San Antonio, Texas, pada pertemuan tahunan ke-24  Associated Professional Sleep Societies LLC.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebuah sampel mahasiswa, yang melakukan upaya bunuh diri, menunda waktu tidur mereka pada pukul 02.08, total waktu tidur terbatas 6,3 jam, dan memiliki jadwal tidur yang sangat tidak teratur. Ketidakteraturan tidur ini hanya yang berhubungan dengan ketidakseimbangan suasana hati yang pada gilirannya diperkirakan meningkatkan gejala bunuh diri.

“Ini merupakan penelitian pertama yang mengevaluasi hubungan yang unik antara tidur dan risiko bunuh diri, dengan menggunakan penilaian obyektif mengenai tidur dan desain penelitian prospektif,” kata Rebecca Bernert, PhD, dari Jurusan Psikiatri dan Ilmu Perilaku di Universitas Stanford.

“Kami menemukan bahwa ketidakteraturan tidur yang sangat tinggi diperkirakan meningkatkan gejala bunuh diri,” ujarnya.

Bernert dan rekannya mempelajari 49 mahasiswa yang melakukan percobaan bunuh diri, berusia antara 19 dan 23 tahun, yang 71 persen adalah perempuan.

Menurut Bernert, mengidentifikasi ketidakteraturan tidur sebagai faktor risiko yang berdiri sendiri bagi ideation (mengkonsepkan gagasan atau menciptakan ide baru) bunuh diri bisa memiliki dampak klinis yang penting.

ScienceDaily/Ngarto Februana

Artikel Lain tentang Gangguan Tidur:

1. Tidur Terlalu Lama Bisa Meningkatkan Risiko Sindrom Metabolik
Durasi tidur yang panjang berkaitan dengan prevalensi tinggi terjadinya sindrom metabolik pada orang dewasa…

2. Kurang Tidur Bikin Sakit

3. Tidur Nyenyak Bikin Pria Perkasa
Menurut peneliti Universitas Montreal ini, kualitas tidur pria mulai berkurang saat usia 40 tahun….

4. Tidur Teratur Bisa Bikin Anak Terampil Membaca, Berbahasa, dan Matematika
Hasil penelitian menunjukkan, anak-anak yang orangtuanya memiliki aturan tentang jam berapa anak harus tidur, memiliki skor yang tinggi untuk untuk bahasa reseptif dan ekspresif, kesadaran fonologi, literasi, serta kemampuan awal matematika.

5. Gangguan Seks Saat Tidur
Sexsomnia (gangguan tidur yang menyebabkan seseorang melakukan tindakan seksual saat mereka tidur) lebih sering terjadi pada pria daripada wanita, dan dilaporkan oleh hampir delapan persen pasien di sebuah klinik gangguan tidur…

6. Satu Malam Saja Kurang Tidur Bisa Memicu Resistensi Insulin
Temuan ini menunjukkan tidur malam yang singkat memiliki efek besar pada pengaturan metabolik…..


Si Dia Suka Mendengkur?

KOMPAS.com – Para pria yang telah mencapai usia 30 tahun umumnya mendengkur saat tidur. Hal ini dikatakan Michael Thorpy, MD, Direktur Sleep-Wake Disorder Center di Montefiore Medical Center di New York City. Banyak orang menganggap kebiasaan mendengkur sebagai sesuatu yang tak berbahaya. Padahal, sebagian orang mengalami henti nafas saat mendengkur, tanpa disadari. Hal ini tentu saja berbahaya. Sebab, jika seseorang mengalami henti nafas lebih dari 10 detik, ia bisa meninggal seketika.

“Namun, bukan berarti semua masalah mendengkur harus dikhawatirkan. Mendengkur bisa dianggap normal, apabila si pendengkur mengalami henti nafas kurang dari lima kali dalam sejam. Yang dianggap berat apabila pendengkur mengalami henti nafas lebih dari 30 kali dalam sejam. Masalah ini disebut obstructive sleep apnea (OSA),” papar dr Andreas Prasadja, RPSGT, sleep scientist dari RS Mitra Kemayoran, Jakarta.

Cara mengatasi dengkur:

Jaga berat badan. Coba ukur lingkar leher pasangan. Apabila lebih dari 43 cm, kemungkinan besar ia kelebihan berat badan. “Orang yang kelebihan berat badan berpeluang mengalami gangguan pernafasan saat tidur, termasuk mendengkur,” kata Charles Bae, MD, ahli saraf dan pakar tidur dari Cleveland Clinic di Ohio. Hal ini terjadi karena tekanan pada saluran nafas meningkat, sehingga laju oksigen kemudian ikut terhambat.

Ubah posisi tidur. Umumnya, orang mendengkur saat tidur terlentang. Pada sebagian orang, mengubah posisi tidur menjadi menyamping, kadang bisa membuatnya tidur tanpa mendengkur.

Periksakan diri. Perhatikan kondisi pasangan saat bangun pagi. Apabila suami sering mengaku merasa tak segar kala bangun di pagi hari, segera ajak dia memeriksakan diri ke sleep specialist. Atau, jika ia sering kedapatan tertidur saat menyetir mobil. Bisa jadi ia mengalami OSA. Hal ini yang menyebabkan tidurnya di malam hari tak berkualitas. Penderita OSA juga terkadang memiliki tekanan darah tinggi dan mengalami disfungsi ereksi.

(Alia An Nadhiva/Prevention Indonesia)

Editor: din


Tidur Teratur Bisa Bikin Anak Terampil Membaca, Berbahasa, dan Matematika

TEMPO Interaktif, San Antonio  – Beruntunglah anak-anak yang punya orang tua yang konsisten mengatur jadwal tidur. Soalnya, menurut penelitian, anak-anak usia prasekolah yang punya kebiasaan tidur teratur, lebih terampil dalam berbahasa, membaca, dan matematika. Abstrak penelitian ini disajikan pada 7 Juni 2010, di San Antonio, Texas, pada SLEEP 2010, pertemuan tahunan ke-24 Associated Professional Sleep Societies LLC.

Hasil penelitian menunjukkan, anak-anak yang orangtuanya memiliki aturan tentang jam berapa anak harus tidur, memiliki skor yang tinggi untuk untuk bahasa reseptif dan ekspresif, kesadaran fonologi, literasi, serta kemampuan awal matematika.

Penelitian ini juga menyediakan banyak informasi tentang pola tidur yang khas pada anak-anak 4 tahun. Menurut American Academy of Sleep Medicine, anak-anak prasekolah harus mendapatkan minimal 11 jam tidur setiap malam. Sebaliknya, anak-anak yang tidurnya kurang dari yang disarankan tidur, peneliti menemukan, memiliki nilai yang lebih rendah pada kesadaran fonologi, keaksaraan dan keterampilan matematika awal. Data menunjukkan bahwa banyak anak yang tidak mendapatkan waktu tidur yang disarankan,  mungkin memiliki konsekuensi negatif bagi perkembangan dan prestasi sekolah.

Pemimpin penelitian ini, Erika Gaylor, PhD, mengatakan, “Dokter spesialis anak dapat dengan mudah mempromosikan waktu tidur yang teratur, yang pada gilirannya menyebabkan tidur yang sehat.” Gaylor merekomendasikan para orang tua agar dapat membantu anak prasekolah tidur cukup dengan menetapkan waktu yang tepat untuk anak mereka serta berinteraksi dengan anak sebelum tidur dengan bercerita atau membacakan buku.

Penelitian sebelumnya, yang dimuat di Sleep Medicine edisi Agustus 2009, juga menekankan pentingnya waktu tidur lebih awal dan rutin yang konsisten bagi anak-anak. Anak-anak yang tidur setelah pukul 09:00 membutuhkan waktu lebih lama untuk tertidur dan memiliki total waktu tidur yang lebih singkat.

ScienceDaily/Ngarto Februana


Efek Buruk Terlalu Banyak Tidur

VIVAnews – Anda pasti sudah mengetahui bahwa kurang tidur bisa berdampak buruk pada kesehatan fisik dan psikologis. Ternyata, terlalu banyak tidur juga bisa menimbulkan dampak yang sama.

Penelitian menunjukkan tidur lebih dari 6 hingga 8 jam dapat menurunkan harapan hidup orang dewasa sebesar 17 persen. Lalu, menurut ahli medis asal India, Dr. Prakash Lulla tidur terlalu banyak bisa menyebabkan diabetes, hipertensi, migrain, dan meningkatnya risiko penyakit jantung.

“Jika seseorang tiba-tiba tidur terlalu lama, itu juga bisa menjadi tanda adalah masalah pada sistem tiroid, kelainan pusat saraf atau kelainan metabolisme,” Dr. Prakash Lulla, ahli medis asal India, seperti dikutip dari Idiva.

Hal yang menjadi masalah bukan tidur itu sendiri, tetapi penyebab terlalu banyak tidur. Menurut dr. Dube sebanyak 15 persen pasien depresi tidur terlalu lama. Trauma dan syok juga bisa membuat seseorang tidur lebih lama.  

“Salah satu efek yang paling sering terjadi dari terlalu banyak tidur adalah obesitas. Kelelahan dan rasa nyeri juga efek yang sering muncul,” kata psikolog, Dr. Sunita Dube, seperti dikutip dari Idiva.com.

Kurang olahraga juga bisa mengurangi kualitas tidur dan kompensasinya adalah seseorang tidur lebih lama dari seharusnya. Untuk mengatasinya cobalah lakukan olahraga sederhana, seperti berjalan atau berlari di pagi hari sebelum memulai aktivitas.

Pola makan Anda juga sangat berpengaruh. Sebaiknya hindari atau kurangi konsumsi makanan-makan cepat saji. Pilihlah makanan yang dibuat dari bahan segar dan alami. Dengan begitu kualitas tidur menjadi lebih baik dan tubuh akan terasa fit. (mt)

• VIVAnews


Next Page »

51 queries