ANAK ANDA SUSAH MAKAN? Klik Disini untuk Solusinya!
Powered by MaxBlogPress 


Latihan Plank Lebih Efektif Bikin Perut Rata


KOMPAS.com – Latihan plank biasanya dilakukan saat kita mengikuti kelas yoga, pilates, aerobik, atau fitness. Bentuk latihan ini adalah menyangga tubuh dengan kedua tangan, seperti pada posisi push-up, dan menahannya dalam hitungan 30 detik sampai 1 menit.

Latihan plank dilakukan dengan target untuk memperkuat dan menstabilkan otot-otot pusat, pundak, dan pinggul. Ketika Anda melakukannya, Anda memang merasakan berat di bagian lengan dan perut. Namun otot-otot pusat ini pada dasarnya adalah otot yang menghubungkan tubuh bagian atas dan bawah, termasuk perut, punggung bawah, pinggul, dan bokong.

Semua otot ini perlu dilatih agar mampu mendukung tulang belakang, membentuk postur tubuh yang baik, dan hampir semua gerakan. Dengan menguatkan otot-otot pusat, Anda tidak hanya akan cepat membuat perut menjadi rata, tetapi juga memperbaiki efektivitas setiap latihan yang Anda lakukan. Plank juga lebih efektif daripada sit-up dan crunch, karena kedua latihan ini hanya berfokus pada otot perut bagian luar saja.

Tidak mengherankan jika plank kerap disebut sebagai salah satu latihan terbaik, karena menguatkan otot-otot pusat yang paling dalam. Plank merupakan latihan statis dimana Anda menggunakan kedua lengan untuk mengangkat tubuh Anda dari lantai, dan menahan seluruh tubuh dalam posisi lurus dan kaku seperti papan (itulah sebabnya disebut plank).

Karena latihan ini tidak membutuhkan alat dan waktu yang lama, Anda tidak perlu mengikuti kelas fitness atau yoga untuk melakukannya. Anda bisa latihan sendiri dimana saja.

Ada tiga posisi plank yang berbeda yang juga mentargetkan otot-otot pusat. Semakin lama yang Anda bertahan dalam posisi plank, otot pusat Anda semakin kuat. Anda pun akan segera melihat perbaikan pada tubuh Anda. Namun jangan melakukan latihan ini jika Anda punya masalah pada punggung bawah.

1. Basic plank
Mulailah dengan meletakkan kedua tangan di lantai, dengan bertumpu pada siku. Anda bisa saling mengepalkan kedua tangan, atau membuat telapak tangan rata di lantai. Luruskan kaki dan renggangkan selebar pinggul, lalu angkat tubuh Anda dengan kedua kaki sebagai penyangga. Posisi tubuh lurus; pastikan punggung tidak melengkung, atau bokong Anda lebih tinggi. Kepala menghadap ke lantai, kunci bagian perut, lalu bernafas normal. Sebagai awal, tahan posisi ini selama 20 detik.

Semakin tubuh Anda kuat, tambah durasi waktu untuk bertahan. Misalnya, 30 detik, 45 detik, 1 menit, dan seterusnya. Ulangi dalam 3 set.

Untuk basic plank, Anda juga bisa mencoba variasi lain. Misalnya, menumpukan kedua siku di atas stability ball, sedangkan kedua kaki di lantai. Atau kebalikannya, meletakkan kedua kaki di stability ball, sementara kedua tangan di lantai. Latihan lain adalah dengan mengambil dua stepboard yang diletakkan dalam jarak 1 meter. Tumpu kedua tangan di stepboard yang satu, dan kedua kaki di stepboard yang lain, sehingga tubuh Anda tampak seperti jembatan.

2. Side plank
Berbaring miring ke kanan sambil bertopang pada satu siku. Biarkan kaki kiri bertumpuk di atas kaki kanan, dan lalu dorong tubuh Anda ke atas sehingga tubuh Anda membentuk segitiga yang sempurna di lantai. Jangan biarkan bahu kiri Anda condong ke depan atau ke belakang. Tahan posisi ini selama Anda bisa, lalu ulangi pada sisi tubuh yang lain.

3. Sky-dive
Bayangkan posisi tubuh Anda ketika melakukan skydiving, namun tubuh berada di lantai. Berbaringlah rata di lantai dengan kepala menghadap ke bawah, dan kedua lengan lurus di samping tubuh. Perlahan angkat dada Anda dari lantai sampai Anda bisa merasakan ketegangan di punggung bagian bawah akibat otot-otot mulai bekerja. Secara serempak, angkat kedua lengan dengan telapak menghadap ke atas, dan kedua ibu jari menunjuk ke langit-langit. Tahan selama 30 detik, lalu turunkan dada Anda perlahan-lahan.

DIN

Editor: din

Sumber: The Daily Mail

Penyebab Kenaikan Berat Badan Saat Hamil


KOMPAS.com – Seperti telah disebutkan dalam artikel sebelumnya, salah satu faktor penting dalam kehamilan adalah pengaturan berat badan. Sebab, selama hamil nanti, berat badan kita akan terus bertambah. Kenaikan berat badan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain:

* Cairan ketuban
Puncak volume air ketuban biasanya pada usia kehamilan 36-38 minggu. Cairan ketuban dikatakan kurang bila volumenya di bawah 500 cc. Kekurangan (oligohidramion) atau kelebihan cairan ketuban (polihidramion) dapat dijadikan indikator terjadinya sesuatu pada janinnya; apakah karena saluran cerna, kelainan tulang belakang dan lainnya. Adanya ketidaknormalan air ketuban ini baru terjadi setelah usia kehamilan 22 minggu atau sekitar 5 bulan.

* Pembesaran organ-organ
Ukuran ketebalan dinding rahim normal 1,25 cm, panjangnya 7,5 cm dengan lebar 5 cm, berat sekitar 50-80 gram. Sementara rahim ibu hamil ketebalan dindingnya sekitar 1,5 cm, berat 900-1.000 gram, panjangnya 35 cm.

* Peningkatan jumlah cairan tubuh
Air merupakan komponen utama peningkatan berat badan selama kehamilan. Jumlah air yang teretensi pada kehamilan aterm (cukup bulan) dapat mencapai sekitar 6,5 liter. Setelah persalinan (nifas) akan terjadi penurunan berat badan sampai 2.300 gram dalam 10 hari. Penurunan berat badan ini tergantung 3 hal: jumlah cairan yang teretensi selama kehamilan, dehidrasi selama proses persalinan, dan kehilangan darah selama proses persalinan.

* Adanya perubahan metabolisme selama kehamilan
Terjadi peningkatan metabolisme sebesar 30 persen dibanding perempuan tidak hamil, yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan uterus dan janin.

* Bertambahnya volume sel darah
Mulai usia kehamilan 10 minggu, volume sel darah meningkat sampai maksimal 30% pada usia kehamilan 30-32 minggu. Kemudian volume relatif stabil sampai kehamilan cukup bulan (38-40 minggu). Selain itu, terjadi pula peningkatan volume plasma (cairan darah), selama kehamilan hingga dapat mencapai maksimal sekitar 40 persen. Total peningkatan volume plasma dapat mencapai 1,3 liter.

(Gazali Solahuddin/Tabloid Nakita)

Editor: din

18 queries