Wanita Habiskan Rp227 Jt untuk Beli Sepatu
VIVAnews - Saat membersihkan almari, apakah Anda menemukan tumpukan alas kaki yang sudah tak terpakai? Apakah Anda menemukan sepatu flat, sepatu hak tinggi, atau sandal, yang teronggok meski baru sekali dikenakan?
Tumpukan alas kaki yang sudah tak terpakai itu menandakan gejala impulsif pada wanita saat melihat sepatu dengan model menarik di pusat perbelanjaan. Kira-kira, berapa besar uang yang dihabiskan wanita untuk membeli sepatu sepanjang hidupnya?
Sebuah survei yang dilakukan sebuah perusahaan asuransi Inggris GoCompare.com terhadap 3.000 wanita menemukan, mayoritas wanita menghabiskan hampir US$25ribu atau sekitar Rp227 juta untuk berbelanja sepatu.
Jajak pendapat yang dikutip dari Shine menjelaskan, wanita rata-rata memiliki sekitar 19 pasang sepatu di almari pakaian mereka. Pembelian sepatu tanpa ditemani ibu untuk dimulai pada usia 14 tahun. Rata-rata, wanita membeli tujuh pasang sepatu per tahun atau mencapai 469 pasang sepatu selama sisa hidup mereka .
Wanita yang lebih dewasa menghabiskan rata-rata US$53 atau Rp480 ribu per pasang atau sekitar US$370 setara Rp3,4juta per tahun. Selama periode 67 tahun, wanita akan menghabiskan uang untuk membeli sepatu US$24,8 ribu.
Berapa jenis sepatu dan alas kaki yang dimiliki seorang wanita? Rata-rata, seorang wanita memiliki hingga belasan pasang sepatu. Biasanya, mereka memiliki sedikitnya tiga pasang sepatu resmi, enam pasang sandal jepit, sandal, sepatu flat atau wedges, dua pasang sepatu kerja dan empat pasang untuk malam hari dan acara tak terduga.
Dari hasil jajak pendapat, ditemukan juga beberapa fakta unik tentang sepatu, yaitu:
- Empat dari 10 wanita yang disurvei menilai wanita lain berdasarkan sepatu yang dikenakannya.
- Lebih dari setengah wanita mengaku membeli sepatu baru tanpa memikirkan alasannya atau menyesali pembelian sepatu tersebut.
- Satu dari empat wanita merahasiakan mengenai pembelian sepatu mereka dari pasangan, karena menganggap pasangan tidak memahami alasan membeli sepatu.
(umi)
• VIVAnews
Agar Tak Canggung Pada Kencan Pertama
VIVAnews – Kencan pertama tidak pernah mudah. Pengharapan, gugup, kesenangan bercampur aduk dan muncul begitu saja meskipun Anda berusaha bersikap tenang. Tapi, faktanya, pada kencan pertama sebagian besar orang akan bersikap aneh dan canggung.
Hal ini sangat wajar, karena untuk pertama kalinya Anda dan si dia menghabiskan waktu bersama hanya berdua saja. Sebenarnya, ada cara yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi sikap canggung saat kencan pertama. Ini dia tipsnya:
1. Pilih kegiatan yang sudah biasa dilakukan
Pilih aktivitas yang sudah biasa Anda dan dia lakukan. Misalnya lari pagi bersama atau menonton film. Memang “klasik”, tapi kegiatan yang sudah biasa dilakukan akan membuat Anda dan dia merasa lebih nyaman dan tidak terlalu canggung saat menghabiskan waktu bersama. Jika memang ingin mencoba hal baru, sebaiknya tunda hingga kencan kedua atau ketiga.
2. Gunakan busana yang nyaman
Wanita memang selalu ingin berpenampilan cantik dan berkesan. Tetapi rasa nyaman berpakaian tetap nomor satu. Pilih pakaian yang menurut Anda paling membuat Anda nyaman sekaligus cantik. Jangan memilih pakaian yang membuat Anda terlihat cantik tetapi tidak membuat nyaman. Karena, bisa membuat Anda malah sibuk dengan pakaian bukan pada kencan.
3. Pilih tempat makan yang santai
Jika berencana untuk makan bersama, pilihlah tempat yang tidak terlalu kaku atau resmi. Pilih saja yang bersuasana santai. Tempat makan sangat memengaruhi sikap Anda dan dia. Jadi, pilihlah tempat makan yang membuat Anda dan dia nyaman dan tidak kaku.
4. Pilih tempat yang nyaman untuk berbicara
Hindari tempat ramai saat kencan pertama. Karena, akan mempersulit Anda dan dia berkomunikasi untuk mengenal satu sama lain. Bisa jadi Anda malah sibuk mencari tempat untuk sekedar duduk dan makan. Berbicara pun seadanya karena suasana sangat ramai. Tentunya juga tidak akan tidak nyaman untuk saling bercerita dalam waktu lama. (umi)
• VIVAnews
Mengapa Wanita Lebih Mudah Stres
VIVAnews - Wanita cenderung lebih mudah stres saat menghadapi masalah dibandingkan pria. Kondisi itupun seolah telah mendapat pemakluman secara umum. Tapi, apa yang sebenarnya membuat wanita lebih sulit mengendalikan emosi?
Studi di Amerika Serikat, seperti dikutip dari Daily Mail, mengungkapkan, wanita lebih sensitif terhadap kemunculan hormon stres, meski dalam kadar minimal. Sedangkan pria cenderung imun terhadap hormon stres, meski dalam kadar tinggi.
Kondisi itulah yang membuat wanita rentan terjerumus dalam krisis emosi di kehidupannya. Wanita lebih rentan mengalami depresi, trauma, dan masalah psikologis lainnya. Meski demikian, peneliti belum dapat mengungkap alasan biologisnya secara detail.
Studi dilakukan dengan fokus analisa hormon stres yaitu, corticotropinreleasing factor (CRF), senyawa yang memegang kontrol reaksi tubuh terhadap permasalahan hidup. CRF memegang kendali atas kondisi psikologis seseorang.
Studi yang dipublikasikan dalam Jurnal Molecular Psychiatry dilakukan dengan percobaan menggunakan sampel tikus. Peneliti menganalisa sel-sel otak tikus betina dengan kadar CRF rendah. Meski memunculkan kondisi gembira, namun hormon stres terlihat mengikat kuat protein sel otak. Hal inilah yang membuat sensitivitasnya terhadap stres tinggi.
Sementara percobaan sama pada tikus jantan menunjukkan kemampuannya menurunkan kadar protein yang otomatis melepaskan hormon yang terikat. Inilah yang kemudian dijadikan dasar kesimpulan mengapa sensitivitas pria tak setinggi wanita.
Pimpinan studi, Dr Rita Valentino dari Rumah Sakit Anak di Philadelphia mengatakan, “Kesimpulan yang kami hasilkan berdasar studi yang kami lakukan terhadap sampel tikus, kami masih perlu studi lanjutan untuk memastikan efek yang sama pada manusia.” (umi)
• VIVAnews
Suasana Hati Bisa Pengaruhi Penglihatan
VIVAnews – Hati-hati dengan suasana hati yang selalu buruk. Dampak buruknya tidak hanya pada keadaan psikologis Anda, tetapi juga pada penglihatan.
Penelitian yang dilakukan tim dari Kanada mengungkap kualitas penglihatan juga tergantung dari suasana hati.
Hal ini dibahas dalam sebuah artikel Psychological Science, seperti dikutip dari Genius Beautys, Rabu 16 Juni 2010. Dalam suatu eksperimen para sukarelawan diminta untuk melihat gambar. Para peneliti menemukan bahwa mereka yang perasaannya penuh dengan pikiran positif dapat mengidentifikasi detail gambar lebih baik.
Peneliti menguji penglihatan relawan menggunakan pengujian diagram visi tradisional dan kemudian menggunakan grafik terbalik dimana huruf abjad diatur mundur, dari kecil ke besar.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa relawan penglihatannya lebih tajam bila mereka melihat grafik terbalik.
Para peneliti menyimpulkan bahwa persepsi kita tentang informasi visual secara langsung, tergantung pada bagaimana lingkungan yang tidak biasa di sekitar kita. Ketika kita menemukan diri kita dalam situasi yang tidak standar, tampaknya kita dapat menginstruksikan mata untuk melihat lebih baik. (umi)
• VIVAnews
Gelang ‘Ajaib’ Sarah Jessica Parker
VIVAnews - Ingin bergaya dengan gelang ikonik sekaligus memiliki aroma segar seperti Sarah Jessica Parker? Anda mungkin tertarik menggunakan gelang kinclong warna emas pemeran Carrie Bradshaw di ‘Sex and the City’ ini.
Tak seperti gelang kebanyakan, aktris yang akrab disapa SJP ini mengeluarkan aroma parfum terbaru berbentuk parfum padat dalam wadah gelang trendi. Parfum sekaligus gelang yang dinamakan ‘SJP NYC’ memiliki aroma stroberi liar berpadu dengan wewangian bunga.
Aroma sensual parfum SJP NYC mengingatkan pada aroma lipgloss remaja dengan wangi yang diperlembut. Aroma parfum multifungsi memuat aroma lebih lembut yang bisa dipakai orang dewasa.
Menurut produsennya, SJP NYC merupakan jenis parfum musim panas yang sempurna digunakan untuk acara siang maupun malam. Ditambah lagi, bentuk gelang mempermudah mengoleskan parfum seharga US$ 35 (sekitar Rp 300 ribu) tersebut. (umi)
• VIVAnews
Separuh Wanita Menikah Berfantasi Pria Lain
VIVAnews - Ikatan pernikahan bukan berarti suami adalah orang terbaik dalam kehidupan seorang wanita. Survei terbaru dari iVillage mengklaim, hampir setengah wanita menikah kerap membayangkan pria yang bukan suami mereka, orang lain atau mantan pacar.
Survei menyebutkan 62 persen wanita mengakui berfantasi berhubungan seksual dengan dengan orang lain selain pasangan mereka. Bahkan, satu dari sepuluh orang pernah melakukannya.
Studi juga menyurvei wanita menikah dengan anak atau tanpa anak menyebutkan, dua pertiga dari mereka lebih suka membaca buku, menonton film, atau tidur siang daripada bercinta dengan pasangannya.
Bagi sebagian besar wanita menikah, kehidupan pernikahan gampang diprediksi. Sebanyak 80 persen wanita menggambarkan kehidupan seksual sebagai rutinitas dan lebih monoton dalam hal lokasi, durasi, waktu, dan bahkan foreplay. Sekitar 67 persen lainnya mencatat melakukan posisi seks yang sama secara rutin.
Namun, bukan berarti para istri ini tidak bahagia dengan perkawinan mereka. Hanya 16 persen istri yang mengatakan mereka tidak menyukai kehidupan seks mereka. Dan, 32 persen mengatakan mereka sangat bahagia dengan pernikahan yang mereka jalani.
“Penelitian menunjukkan, wanita menikah bahagia dengan pernikahan dan kehidupan seks mereka memuaskan. Tetapi, mereka juga menjalani kehidupan yang sibuk sehingga waktu luang lebih sering digunakan untuk istirahat dan relaksasi,” ujar Elizabeth Zack, dari iVillage seperti dikutip dari laman Shine. (umi)
• VIVAnews
Topik ‘Haram’ Saat Kencan Pertama
VIVAnews - Saat kencan pertama, Anda pasti berusaha menunjukkan kesan terbaik di hadapan si dia. Hanya, tanpa sadar, Anda seringkali membuat kesalahan yang dapat membuat pasangan kencan hilang rasa, dan memutuskan menghentikan pendekatan.
Kesalahan yang paling sering dilakukan wanita adalah membicarakan topik tertentu yang sangat sensitif.
Apa saja topik-topik ‘haram’ yang sebaiknya tidak menjadi bahan pembicaraan pada kencan pertama?
1. Mantan pacar
Jangan coba-coba untuk membicarakan hubungan Anda dengan mantan pacar pada kencan pertama. Mungkin bagi Anda cerita cinta dengan mantan pacar penuh drama dan menggugah perasaannya sehingga cukup seru untuk diceritakan. Tetapi bagi pria, hal itu justru menandakan Anda belum bisa berhenti memikirkannya.
Mungkin Anda ingin mencoba terbuka, tetapi tidak pada kencan pertama, akan ada saat yang tepat. Jangan pula bertanya tentang hubungannya dengan sang mantan pacar pada kencan pertama.
2. Masa depan
Anda mungkin sudah membayangkan membina masa depan dengannya. Tetapi pada kencan pertama, sebaiknya jangan langsung membicarakan masa depan dengannya. Apalagi mengungkapkan pesta pernikahan impian, anak, atau tempat bulan madu.
Nikmatilah tiap proses, jangan terburu-buru. Jika memang Anda sudah memimpikannya, simpan dulu untuk sementara waktu. Ungkapkan impian Anda jika sudah benar-benar yakin bahwa dia adalah masa depan Anda.
3. Uang
Uang adalah hal yang sangat sensitif. Membicarakan keuangan, misalnya menanyakan penghasilan pada kencan pertama adalah kesalahan fatal. Si dia bisa menganggap Anda menilai sesuatu berdasarkan uang dan ingin mengincar pria kaya. Hindari topik ini, hingga hubungan benar-benar serius dan stabil.
(umi)
• VIVAnews
Tetap Romantis Usai Punya Anak
VIVAnews - Sejumlah pasangan kerap kehilangan suasana romantis setelah kehadiran anak. Mereka terlalu larut dengan kesibukan mengurus anak. Apalagi, jika mereka tak memanfaatkan tenaga pengasuh anak.
Padahal dengan manajemen rumah tangga yang baik, semua itu tak perlu terjadi. Setiap pasangan tetap bisa bermesraan tanpa mengabaikan kebutuhan buah hati. Simak beberapa tips yang dipaparkan di laman Your Tango berikut.
1. Menikmati pagi bersama
Pergunakan waktu luang saat anak belum terbangun di pagi hari. Luangkan waktu untuk menikmati kopi atau teh bersama pasangan. Anda juga dapat mengobrol sambil menyiapkan sarapan selagi buah hati belum bangun.
Waktu kebersamaan seperti ini dapat mendekatkan hubungan, selain keintiman di ruang tidur. Mengobrol dari hati ke hati dapat meredakan stres akibat pekerjaan di kantor dan permasalahan mengurus anak.
2. Asuh anak dengan rileks
Jangan merasa segala kerumitan mengurus anak berlangsung selamanya. Yakinkan diri bahwa anak pada saatnya akan semakin mandiri dan tak terlalu tergantung pada orangtua. Pikiran semacam ini akan membuat kehidupan lebih rileks. Jangan terlampau tenggelam dengan aktivitas mengurus anak.
3. Pikirkan hal berbeda
Sesekali, manjakan diri Anda dengan menginap di hotel. Anda pun terbebas dari pekerjaan rumah tangga dan memasak. Malam hari setelah anak tidur bisa Anda gunakan berdua untuk saling bermesraan.
Sesekali, rencanakan liburan romantis berdua seperti sebelum memiliki anak. Sempitnya waktu bermesraan justru akan membuat liburan lebih berkesan, karena masing-masing lebih menghargai dan menikmati waktu kebersamaan. Titipkan anak pada orang tua atau penitipan agar kalian memiliki waktu berdua. (umi)
• VIVAnews







