Panduan Menu Makanan Bayi s/d Balita
Powered by MaxBlogPress 


Masa Emas Pertumbuhan Otak Anak

Bunda..kita tahu bahwa usia balita adalah masa emas pertumbuhan anak, baik psikis maupun mentalnya. Oleh karena itu rasanya sayang jika masa emas ini luput dari perhatian kita sebagai ortu..:)

Otak anak mengalami perkembangan luar bisa. Peran aktif kita sebagai ortu dalam pertumbuhan otak si kecil terutama dalam ‘merakit’ sambungan antar neuron, akan membuat potensi anak berkembang optimal.

Menurut para ahli kesehatan anak, pada dasarnya setiap anak dilahirkan dalam keadaan cerdas, yang kemudian membuat si anak hebat, super atau biasa biasa saja adalah stimulus yang diterima anak saat usia dini. Jadi cobalah untuk memberikan stimulus yang tepat..:)

Sebagai awal kita bisa memperhatikan asupan gizi anak. Gizi yang baik akan membuat anak mempunyai imunitas yang kuat, yang diperlukan untuk perkembangan otaknya selain itu gizi yang baik dan seimbang juga berperan dalam meningkatkan perkembangan intelegensi anak.

Berikutnya dalam perkembangannya, anak akan belajar banyak dari lingkungan dan bunda harus ingat otak si kecil masih sangat mudah untuk mengalami trauma. Karena itu hindari sebisa mungkin memarahi atau memukul anak usia batita, karena kita tidak mau kan jika kemudian anak mengalami ketakutan atau stress dalam perkembangan lebih lanjut kelak?? ;) . Jika anak melakukan hal yang salah atau tidak berkenan, yang harus bunda lakukan adalah mulai mengajarkan mana yang benar atau salah dengan cara yang arif, sopan dan penuh kesabaran…:)

Selamat meningkatkan potensi si kecil..:)

 

Kenali gejala autis sejak dini

Ternyata austisme dapat dideteksi sejak usia dini. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa autisme dapat dikenali pada bayi sejak tahun pertama.

Autisme dapat disebabkan banyak faktor, penelitian itu bahkan mengungkapkan bahwa bayi dengan berat yang kurang,  memiliki potensi mengidap autisme.

“Gejala -gejalanya dikarakteristikkan oleh respon otak yang berbeda ketimbang bayi lainnya,” Ujar Direktur dari Center for Brain and Cognitive Development at Birkbeck College, University of London, Johnson, seperti dikutip dari laman medicmagic.

Temuan  itu, yang dipublikasikan dalam jurnal Current Biolog, adalah kesimpulan dari   104 penelitian terhadap bayi berusia enam hingga sepuluh bulan. Penelitian dilanjutkan ketika bayi berusia tiga tahun.

Untuk kepentingan penelitian, para peneliti menggunakan sensor pasif  pada kulit kepala. Perangkat itu mampu mencatat aktivitas otak seiring  wajah bayi  dihadapkan  dengan yang lainnya.

Anak yang menderita autisme memiliki pola yang tak biasa ketika merespon kontak mata dengan yang lainnya. Wajah mereka sering berpaling setelah dihadapkan langsung dengan bayi lain.

Bayi-bayi yang tumbuh bersama saudara lelaki dan perempuan austistik, lebih besar berpotensi menderita autisme. “Tetapi penelitian ini tak bisa dikatakan 100 persen akurat,” kata Johnson.

Johnson menyadari bahwa diagnosis menyeluruh guna memastikan anak-anak dengan autisme bisa dilakukan ketika anak itu berusia dua tahun.

Hal itu dikarenakan tak ada pertanda dari perilaku yang bisa dilihat di bawah usia itu.”Penelitian ini secara langsung mengukur aktivitas otak dari seorang anak. jika gejala dapat dideteksi lebih dini, kita berharap bahwa autisme dapat diantisipasi,” ujarnya.

Autisme terdapat sekitar satu persen pada orang di seluruh dunia. Gangguan spektrum dan mental berdampak pada ketidakmampuan seseorang berkomunikasi.

Gejala umum yang biasa di lihat pada orang adalah sindrom Asperger ( tipe karakter autisme dengan kemampuan bahasa yang terganggu).Penderita bisanya memiliki IQ tinggi.

(sumber : Antara news.com)

26 queries