Panduan Menu Makanan Bayi s/d Balita
Powered by MaxBlogPress 


Makanan Sehat untuk Bayi 1 Tahun

Ibu mungkin akan menyadari bahwa setelah bayi melewati usia 1 tahun, nafsu makannya menjadi menurun dan banyak memilih jenis makanan yang ingin dimakannya. Jangan khawatir karena ketika mereka menginjak usia 1 tahun, tingkat pertumbuhannya pun ikut melambat dan kebutuhannya untuk makan menjadi berkurang selama satu tahun pertama ini. Apa saja jenis makanan sehat untuk bayi 1 tahun yang bisa menjadi patokan bagi para ibu di rumah. Yuk, kita simak berikut ini.

Kebutuhan konsumsi anak  1 tahun tergantung pada berat badan dan tingkat aktivitasnya sehari-hari. Kebanyakan anak yang berumur 1 tahun memerlukan sekitar 1000 kalori per hari. 1000 kalori ini bisa mencakup 2 gelas susu, 2 gelas buah segar dan sayuran, 2 ons biji-bijian yang setara dengan satu potong roti atau 1 cangkir sereal dan 2 ons daging. Jenis makanan harus dibagi diantara tiga  kali makan besar dan dua kali cemilan.

Bayi 1 tahun Anda kemungkinan tidak akan memakan semua pilihan yang kita sodorkan tetapi penting bagi bayi untuk mencoba dan dibiasakan makan secara teratur dan konsisten. Menu sarapan yang cocok untuk bayi 1 tahun adalah setengah cangkir susu, seperempat cangkir buah atau sayur dan setengah ons biji-bijian.

Contohnya untuk sarapan seperti setengah cangkir susu, setengah cangkir nasi tim dan seperempat cangkir potongan buah pisang. Menu seperti ini adalah makanan sehat untuk bayi 1 tahun karena bayi memerlukan susu penuh lemak untuk tubuhnya. Susu jenis ini berfungsi untuk meningkatkan pertumbuhan otaknya.

Untuk cemilan pagi, bayi bisa diberi menu seperti setengah ons biji-bijian dengan setengah ons alternatif daging, misalnya setengah potong roti gandum atau kue kering dengan setengah ons keju atau susu. Sedangkan untuk menu makan siang bisa mencakup setengah cangkir susu, seperempat cangkir buah atau sayur, setengah cangkir biji-bijian dan setengah ons pilihan daging. Semua bahan ini bisa diolah menjadi nasi tim dengan sedikit garam yang disukai oleh bayi. Bisa juga bahan-bahan ini tidak diolah secara bersamaan tetapi dijadikan variasi menu sehingga bayi bisa merasakan rasa yang berbeda untuk setiap jenis bahan yang ada.

Untuk makan malam, bayi memerlukan setengah cangkir susu, seperempat cangkir buah, seperempat cangkir sayuran, setengah ons biji-bijian dan satu ons pilihan daging. Berikan pilihan menu makan malam untuk bayi Anda seperti setengah cangkir susu, seperempat kacang hijau rebus, seperempat potongan wortel rebus yang empuk, seperempat cangkir pasta dan satu ons potongan daging ayam yang gurih. Semua masakan ini dibuat tanpa penyedap. Itulah tadi beberapa menu pilihan makanan sehat untuk bayi 1 tahun Anda.

Tips Makanan Sehat untuk Anak

Anak adalah karunia yang sangat luar biasa sehingga harus selalu dijaga dan dirawat dengan baik. Orang tua memang menjadi penjaga utama bagi anak – anaknya. Anak pada usia bayi dan balita tidak bisa mengurus dirinya sendiri. Di saat inilah para orang tua harus selalu mengawasi dan memberikan kebutuhan anak mereka. Banyak hal yang harus diperhatikan dalam mengurus anak yang masih kecil. Konsumsi makanan yang bergizi dan terjaga kebersihannya menjadi contoh kebutuhan anak yang harus diperhatikan. Ada banyak jenis makanan sehat yang bisa diberikan kepada anak kita. Makanan sehat yang diberikan akan berbeda – beda tergantung dengan kondisi dan usia anak. Inilah yang membuat orang tua harus jeli saat memilih makanan yang sesuai dengan kebutuhan tubuh anak. Karena setiap anak membutuhkan perlakuan yang berbeda – beda, banyak orang tua yang merasa kesulitan untuk memenuhi kebutuhan buah hatinya.

Untuk membantu para orang tua yang kesusahan ini, ada banyak sumber informasi yang bisa digunakan sebagai petunjuk mengatur konsumsi makanan sehat untuk anak. Ada banyak informasi tentang tips makanan sehat untuk anak yang bisa membantu para orang tua untuk menyiapkan makanan yang aman disajikan untuk anak mereka. Karena setiap anak membutuhkan asupan gizi yang berbeda, akan lebih baik jika anda memeriksakan kondisi tubuh anak anda. Selain itu, konsultasi dengan ahli gizi anak bisa menjadi acuan yang tepat agar anak anda mendapatkan asupan gizi yang paling tepat. Walaupun begitu, masih ad amasalah yang harus diselesaikan sedini mungkin. Beragamnya makanan anak yang dijual dipasaran membuat banyak orang tua harus waspada. Banyak diantara makanan tersebut yang mengandung zat – zat yang kurang baik untuk pertumbuhan anak. Anak – anak memang selalu tertarik untuk memakan makanan ringan yang kadang tidak baik untuk mereka.

Membaca artikel – artikel tips makanan yang sehat di situs online bisa menjadi hal yang berguna untuk para orang tua yang ingin menyajikan makanan yang tepat untuk anak mereka. Situs semacam ini memang mudah ditemukan di jaringan internet yang luas. Dengan bantuan dari mesin pencari online, situs ini akan bisa ditemukan dengan mudah. Dengan mengatur konsumsi makanan sehat untuk anak anda, anda akan bisa merasa lebih tenang dengan pertumbuhan buah hati anda. Sayur – sayuran dan buah – buahan segar menjadi bahan makanan yang sangat penting untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh anak. Di Indonesia sendiri, makanan yang tergabung dalam makanan 4 Sehat 5 Sempurna menjadi contoh makanan dengan gizi yang lengkap dan seimbang untuk hampir semua anak. Kumpulan makanan sehat yang baik untuk tubuh ini bisa menjadi sumber tenaga baik untuk anak maupun orang tua agar bisa beraktifitas dengan lebih bersemangat.

Kebutuhan Nutrisi pada Bayi

Seperti yang kita tahu, perkembangan bayi merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Jika seorang bayi memiliki asupan gizi yang cukup, maka tumbuh kembang bayi pun akan terlihat sempurna. Perkembangan berat badan bayi juga merupakan hal yang sangat perlu diperhatikan. Jika pada usia tertentu, bayi belum memenuhi berat badan yang sudah ditentukan oleh ahli kesehatan, anda harus memberikan asupan gizi yang lebih. kebutuhan nutrisi pada bayi usia 0-6 bulan, asupan gizi bayi hanya di dapatkan dari ASI atau air susu ibu. Selain itu, ada asupan gizi tambahan selain ASI, seperti susu formula. Susu formula ini merupakan asupan gizi tambahan jika anda sebagai wanita karir tidak bisa memberikan asupan ASI selama 24 jam.

Jika seorang bayi sudah memasuki usia 6 bulan, bayi boleh mendapatkan asupan gizi tambahan. Pada usia ini, bayi bisa diberi makanan tambahan yakni berupa bubur. Bubur yang diberikan kepada bayi usia 6 bulan merupakan bubur bayi tahap awal. Jadi, bubur bayi yang dikonsumsi oleh bayi usia 6 bulan merupakan bubur bayi yang sangat halus. Tidak jarang para bayi masih merasa kesusahan untuk mencerna bubur bayi tahap pertama ini. Jadi, untuk membuat bayi ini terbiasa megonsumsi bubur bayi, maka biasanya, ibu membuat bubur seperti susu. Jadi, tekstur pertama yang dirasakan bayi tidak akan begitu berbeda dengan susu.

Kemudian, jika seorang bayi sudah berhasil untuk mengonsumsi bubur cair, maka anda bisa mulai memberikan asupan gizi lebih banyak dengan membuat buburnya lebih padat. Jika seorang bayi sudah memasuki usia 8 bulan, maka bayi anda bisa diberikan nutrisi yang lebih banyak dengan memberikan makanan bubur halus buatan sendiri. Bubur halus buatan sendiri bisa dibuat dari nasi, sayur, dan juga daging yang dihaluskan dan diambil sarinya. Kemudian, anda juga harus tahu, bahwa makanan ini lebih sehat dan lebih mengandung banyak gizi daripada bubur tim instan yang anda beli di pasaran. Sekalipun bubur ini memiliki banyak rasa, belum tentu gizi yang diberikana akan sama dengan bubur buatan sendiri.

Kemudian, jika bayi anda sudah berumur lebih dari satu tahun, ana harus tahu bahwa anda harus memberikan berbagai rasa makanan. Hal ini dilakukan agar bayi anda tidak mengalami alergi. Kemudian, anda harus tahu bahwa pembrian sari buah dan juga iskuit juga bisa menjadi asupan gizi tambahan untuk bayi anda. Selamat mencoba untuk memberikan makanan yang trbaik bagi putra putri anda tentunya yang alami dan tidak memiliki banyak pengawet. Karena seperti yang kita tahu, pengawet akan memberikan dampak yang tidak baik bagi kesehatan jangka panjang bayi anda.

Perkembangan Anak Usia 0-3 Tahun

Anak adalah harapan, bukan hanya harapan ayah ibu dan keluarga namun juga harapan bangsa negara bahkan dunia. Anak adalah pemegang kekuasaan pada saat kita menua. Anak adalah pemutar roda dunia saat kita sudah merenta. Sangat wajar dan tidak berlebihan jika pendidikan anak sanagt diperhatikan. Pemberian pendidikan tersebut juga tidak terlepas dari proses tumbuh kembang anak. Dimana pemberian pendidikan harus disesuaikan dengan perkembangan anak.

Banyak yang berpendapat bahwa anak memiliki masa keemasan pada otaknya. Dimana pada saat itu ilmu yang diajarkan dapat cepat terserap sempurna oleh otak dan langsung diaplikasikan.  Masa keemasan otak tersebutlah yang kadang tidak diketahui oleh para orang tua yang notabene bertindak sebagai pendidik paling awal dan paling dekat dengan anak. Oleh karena itu disini akan diuraikan sedikit tentang masa keemasan otak yang terjadi pada usia 0-3 tahun. Masa keemasan otak terjadi saat perkembangan anak usia 0-3 tahun. Pada masa ini kemampuan otak untuk menyerap hal hal baru lebih cepat dari usia setelah 3 tahun. Kita dapat melihat dari  perkembangannya yang terjadi sangat pesat pada usia 0-3 tahun.

Kita mulai dari gerakan motorik. Pada awal dilahirkan bayi sangat terbatas dalam melakukan banyak kegatan motorik. Bahkan hanya untuk secara reflek mengedipkan matapun tidak bisa. Yang bisa dilakukan hanya sesekali menggerakkan kepala, menendang dan menggerakkan kedua tangan. Keterbatasan melakukan kegiatan yang bersifat motorik ini berlangsung selama 3 bulan. Setelah 3 bulan bayi mulai mampu menggerakkan banyak dari anggota tubuhnya. Mulai dari memiringkan badan hingga tengkurap. Biasannyah juga bayi mulai mengangkat kakinya ke arah muka. Pada fase ini bayi sudah dapat melakukan kegiatan motorik yang cukup rumit. Setelah menginjak 7 bulan biasanyah bayi mulai merangkak. Hal ini tentu dapat dikuasai apabila bayi sudah mampu tengkurap dalam jangka waktu yang cukup lama dan mampu mengangkat kepala pada saat posisi tengkurap. Setelah melewati tahapan merangkak maka dengan cepat si bayi akan belajar berdiri sendiri dengan cara berpegangan pada tembok atau dengan dilatih oleh orang tua. Setelah merasa mampu berdiri dengan baik maka dengan sendirinya si bayi belajar berjalan. Begitu cepat proses perkembangan motorik anak dari usia 0-3 tahun sehingga biasanyah menginjak usia 3 tahun si anak sudah dapat bermain dn berlari-larian dengan temannya.

Selain perkembangan motorik, si anak juga mengalami perkembangan kelima panca indranya. Dimulai dari bayi yang baru lahir dan belum dapat menggunakan indranya dengan baik hingga menginjak usia 3 bulan. Setelah itu kelima indra anak seolah dihidupkan secara otomatis dan mulai mengenal sensasi di tiap indranya. Mulai dari itu dikumpulkan data-data mengenai sensasi tiap-tiap indra dan menyimpannya sebagai memori. Jadi pada saat bertemu kembali dengan sensasi yang sama, si anak akan bisa memilih apakah ditolak atau dilanjutkan.

Makanan Sehat Bagi Bayi Menjadi Awal Kebaikan

Secara alamiah, orang tua lazimnya berharap dapat memberikan segala yang terbaik bagi anak-anaknya sejak mereka masih di dalam kandungan, begitu juga halnya dengan pola dan cara makan sehat untuk bayi diusahakan yang terbaik. Walaupun pengetahuan dan sumber daya yang dimiliki oleh orang tua terbilang terbatas, keduanya akan berusaha seoptimal mungkin demi kesehatan dan perkembangan positif sang buah hati sehingga pada akhirnya memberikan pendorong bagi masa depan yang baik.

Bayi merupakan usia rentan di awal kehidupan manusia, salah mengonsumsi makanan bisa berkibat fatal, dan umumnya orang tua tidak menghendaki hal itu terjadi. Pola makan sehat untuk bayi tidak dapat ditawar lagi. ASI, pastinya, menjadi asupan di daftar teratas menu makanan sehat yang wajib diberikan pada bayi, terutama karena ASI terbukti menjadi amunisi otak yang cukup andal yang pengaruh positifnya terlihat jelas di usia remaja dan dewasa. Nasi tim yang dimasak dengan sayuran, selain itu juga bubur kacang hijau menjadi menu setelah ASI yang cukup diandalkan. Setelah penyapihan, bayi bisa diberikan makanan padat seperti nasi putih, kentang rebus, ubi jalar, serta jagung manis.

Makanan memang menjadi faktor penting dalam proses kehidupan manusia, terutama pada masa bayi, balita, dan remaja. Kedua orang tua tentunya menyadari dengan baik untuk memberikan makan sehat untuk bayi yang harus memenuhi gizi dan vitamin demi mendukung tumbuh kembang bayi, apalagi bila makanan dan minuman merupakan faktor penting bagi masa depan cerah si anak.

Hal-hal yang Perlu Diperhatikan dalam Perkembangan Emosi pada Anak

Perkembangan emosi pada anak juga sebenarnya masih erat kaitannya dengan apa yang harus kita pelajari mengenai perkembangan anak usia 2-6 tahun secara keseluruhan dan perkembangan emosi pada anak juga merupakan salah satu poin penting yang perlu kita perhatikan dengan seksama. Hal ini dikarenakan banyak orang terutama orang tua, biasanya hanya menaruh perhatian yang besar pada apa yang tampak jelas di diri anak yaitu perkembangan fisik anak sebab perkembangan fisik anak dapat diukur dan dipantau secara langsung tanpa harus mengulik lebih dalam pada diri sang anak.

Berikut ini adalah beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dengan seksama jika Anda ingin benar-benar mempelajari tentang perkembangan emosi pada anak karena tentu saja hal ini akan sangat lebih sulit jika dibanding ketika Anda hanya perlu mengamati perkembangan fisik anak yang jelas nampak. Perkembangan emosi anak sendiri sangat terkait erat dengan perkembangan aspek-aspek penting lainnya seperti perkembangan motorik dan juga perkembangan kognitif anak. Hal pertama yang perlu Anda cermati adalah, perkembangan psikologi khususnya psikososial Erikso ada pada 2 tahap dasar yang saling bertentangan. Yang pertama adalah rasa malu dan ragu-ragu vs otonomi dan yang terakhir adalah rasa bersalah vs inisiatif. Perkembangan emosi pada anak sendiri sebenarnya merupakan perkembangan perasaan yang bersifat psikologi yang diawali dari perasaan secara fisik.

Hal yang Perlu Dipelajari pada Perkembangan Anak Usia 2-6 Tahun

Jika Anda ingin mempelajari tentang perkembangan anak usia 2-6 tahun, paling tidak ada 3 hal dasar yang perlu Anda perhatikan. Yang pertama tentu saja adalah perkembangan anak-anak awal, yang kedua ialah tugas perkembangan masa anak-anak awal, dan yang terakhir adalah implikasi tugas perkembangan pada pendidikan. Tiga hal dasar merupakan hal-hal penting yang wajib Anda pelajari mulai dari sekarang. Tetapi mungkin hal yang paling mendasar dar ketiganya adalah poin pertama yaitu perkembangan anak-anak awal. Pada poin ini, Anda akan belajar hal-hal yang sangat penting seperti perkembangan fisik anak-anak usia 2-6 tahun, perkembangan intelektual pada masa kanak-kanak awal, perkembangan bahasa dan bicara sang anak, perkembangan social-emosional pada masa kanak-kanak awal, dan juga perkembangan moral mereka.

Mempelajari perkembangan anak usia 2-6 tahun yaitu usia awal perkembangan yang sangat riskan memang menjadi sesuatu yang susah-susah gampang bagi banyak orang terutama bagi para ibu-ibu. Kita harus benar-benar cermat dalam memantau perkembangan buah hati jika kita tidak ingin ada sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang seharusnya anak-anak usia tersebut alami. Hal yang paling gampang dipantau mungkin adalah perkembangan fisik anak-anak usia 2-6 tahun. Perkembangan fisik anak pada usia tersebut sebenarnya bisa dibagi lagi kedalam dua jenis yaitu perkembangan fisik secara harafiah dan perkembangan anak usia 2-6 tahun ditinjau dari segi motoriknya.

Bos Kecil..:)

Seringkali kita temui ada anak kecil usia batita memerintah…

Kalau ini yang terjadi pada anak kita, bagaimana cara mengatasinya??. Pertama mari kita lihat dulu akar permasalahannya..kenapa si kecil suka memerintah, misal berteriak meminta minum atau makan, atau meminta dibelikan sesuatu dengan suara keras..:)

Anda tak perlu jengkel atau merasa malu jika si kecil berbuat demikian, karena perilaku ‘bossy’ ini bukan berarti dia menempatkan diri sebagai bos..anak usia batita tidak tahu siapa bosnya, bahkan arti kata ‘bos’ itu sendiri belum mereka pahami.

Mereka hanya tahu apa yang mereka inginkan dan mencoba memperolehnya, dan penyebab perilaku ini bukanlan karena kita lemah dalam parenting skills, tapi karena anak belum mampu memahami penolakan ortu atas permintaannya.

Lalu kenapa anak suka memerintah?? Ini dikarenakan anak mulai menjajal kemandirian mereka sebagai diri pribadi..:)

Dan apa yang mesti dilakukan jika ini terjadi??

Tetapkan batas, seringkali kita ragu untuk menolak permintaan anak maka ini adalah saatnya kita bertindak..:), tapi…lakukan dengan lembut tetapi tegas, jangan sampai menimbulkan trauma bagi si kecil. Dan upayakan ada solusi agar anak mengerti batas batas mana yang diperbolehkan saat ia memerintah atau merengek meminta sesuatu.

Tips Merawat Gigi Anak

 

Bunda..pertumbuhan dan perkembangan gigi si kecil akan sangat mempengaruhi kesehatan tubunhya secara keseluruhan. Itulah sebabnya gigi juga perlu mendapat perhatian dalam masa pertumbuhan anak.

Seringkali kita mengalami kesulitan dalam mengajarkan anak menyikat gigi susunya..disini bunda bisa mencoba tips berikut ini, jadi jika si kecil menolak dan sulit untuk menyikat gigi, kita tetap bisa membersihkan giginya..:)

  • Ajak anak menggosok gigi secara teratur dan bnar pada pagi dan sore hari. Ajaklah anak bermain dengan menggunakan sikat gigi dengan cara yang benar, usahakan si kecil merasa bahwa aktifitas ini menyenangkan. Dengan bermain si kecil jadi merasa bahwa sikat gigi itu menyenangkan.
  • Untuk anak dibawah usia 2 tahun, ambillah kain yang bersih dan lembut lalu basahi dengan air matang. Selubungkan pada jari kita, lalu gosokkan dengan lembut pada gigi si kecil.
  • Jaga kebersihan mulutnya, jika ada karang gigi segera bawa anak ke dokter gigi.

Nah…selamat mencoba..:)

 

Kalau Anak Suka Menggigit

Setiap harinya saat saya bekerja,  saya menitipkan anak saya yang berusia 17 bulan di day care. Beberapa hari yang lalu, saya dibuat kaget oleh laporan pengasuhnya di sana, bahwa anak saya menggigit tangan temannya yang berumur 11 bulan, sampai berbekas dan membiru. Sungguh kaget, karena anak saya di rumah tidak suka menggigit papa atau mamanya.

Pada anak usia bayi hingga balita, ternyata memang ada kalanya anak menjadi suka menggigit, karena masih terbatasnya kemampuan anak untuk berkomunikasi. Saat mereka merasa kurang nyaman, merasa terancam, mencari perhatian atau giginya sedang tumbuh mereka akan mengungkapkannya dengan menggigit. Sebagai orang tua kita perlu mengenali lebih jelas alasan mengapa anak suka menggigit.

  • Tumbuh Gigi: pada fase ini, anak akan merasa kurang nyaman dengan gusinya, dia akan melampiaskan rasa kurang nyamannya ini dengan menggigit mainan atau jari tangannya sendiri untuk membantu mengurangi rasa tidak nyamannya ini.
  • Tahap eksplorasi: saat anak masih bayi, baru belajar makan, merangkak dan belajar berjalan, indera mereka juga ikut semakin berkembang. Untuk mengenali barang baru biasanya anak akan menggigit barang tersebut. Hal ini harus menjadi perhatian orang tua agar kebiasaan menggigit ini tidak terbawa sampai dia beranjak balita dan menggigit adalah tindakan yang dapat melukai.
  • Mencari perhatian: Saat anak merasa kurang menerima perhatian yang cukup oleh orang dewasa di sekitarnya, ia akan menggigit tangan orang-orang yang ada di sekitarnya. Ia berpikir bahwa gigitan tersebut cukup efektif untuk membuat perhatian orang dewasa beralih kepadanya.
  • Komunikasi: Anak ingin memiliki mainan yang sedang dimainkannya oleh kawannya dan susah untuk direbut, untuk memudahkan mendapatkannya anak akan menggigit temannya. Hal ini sangat perlu menjadi perhatian orang tua, orang tua harus mengajarkan kepada anak bahwa menggigit bukanlah cara untuk mendapatkan barang atau mainan.
  • Meniru: Anak melihat salah satu teman seusianya sering menggigit dan dia melihat bahwa tindakan itu asyik dan tidak membuat orang sakit, sehingga ia pun ikut melakukannya.
  • Merasa terancam: Saat anak diserang oleh teman sebayanya atau anak yang berusia diatas dia, dan merasa bahwa posisinya terancam dan tidak tahu harus berbuat apa, hal yang paling mudah akan dilakukannya adalah menggigitnya lawannya.

Sebagai orang tua yang anaknya memiliki kebiasaan menggigit jangan dibiarkan saja, atau memiliki pikiran bahwa kebiasaan itu nantinya akan hilang dengan sendirinya seiring usia anak semakin bertambah. Kita harus menanamkan sejak dini kepada anak, bahwa menggigit adalah kebiasaan yang buruk dan dapat menyakiti orang-orang disekitarnya yang mengasihinya. Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan oleh orang tua:

  • Terapkan aturan: Aturan di rumah adalah tidak boleh menggigit, selalu terapkan dan tanamkan pada anak.
  • Meminta maaf: Jika anak menggigit kawannya, tunjukkan perhatian kepada kawannya dan ajarkan pada anak untuk langsung minta maaf kepada kawannya. Agar anak tahu bahwa tindakannya itu menyakiti dan membantu memuculkan sikap empati pada anak.
  • Tindakan Disiplin: Jika diperlukan, saat anak tertangkap sedang menggigit orang lain berilah tindakan mendudukan sang anak di sudut ruangan atau di anak tangga selama selang waktu 1-5 menit atau tergantung kebutuhan orang tua. Selalu kembalikan anak ke tempat yang anda sediakan karena anak pasti akan menangis dan memberontak. Karena selang waktu ini bisa dipakai untuk mengeluarkan emosinya dan membantu meredakannya juga. Di saat emosi dan tangis anak mereda, itu adalah saat yang tepat untuk mengajakanya berbicara dan mengajarkan bahwa menggigit adalah tindakan yangburuk dan melukai. Selalu ingatkan anak, jika anak mengulangi perbuatannya, dia akan mendapatkan tindakan disiplin.
  • Konsekuensi: Yang dimaksud disini adalah pemberian hal yang positif kepada anak. Jika anak tidak menggigit temannya atau orang lain, anak akan mendapatkan konsekuensi pelukan, pujian dan ciuman atau hal-hal lain yang disukai oleh sang anak. Hal ini mengajarkan kepada anak bentuk perbuatan benar yang boleh dilakukannya.
  • Perhatian: Sebagai orang tua yang sibuk bekerja, selalu manfaatkan waktu yang terbatas untuk memberi perhatian yang berkualitas kepada anak anda. Supaya anak memahami walaupun orang tua bekerja tetapi kasih sayang dan perhatian tetap cukup diterimanya.

Semoga hal ini bisa membantu orang tua yang mengalami hal yang sama seperti saya, sehingga pertumbuhan emosi anak kedepannya menjadi lebih baik.

Next Page »

13 queries