ANAK ANDA SUSAH MAKAN? Klik Disini untuk Solusinya!
Powered by MaxBlogPress 

[X]

Anak - Balita - Bayi

Tokoh Kartun Pengaruhi Pilihan Makan Anak  

TEMPO Interaktif, New Haven -  Tokoh kartun yang populer mempengaruhi preferensi selera makan anak-anak tidak dengan cara yang positif, kata sebuah studi, seperti dilaporkan  Pediatrics edisi online 21 Juni 2010.

Para peneliti menemukan bahwa merek produk makanan kemasan Amerika dengan tokoh kartun seperti Dora the Explorer mendorong anak prasekolah untuk memilih makanan tinggi-kalori, makanan yang kurang sehat, ketimbang pilihan yang lebih bergizi.

Penulis studi, Christina Roberto, dari Universitas Yale di New Haven, Amerika Serikat, mengatakan bahwa ketika anak-anak disajikan dengan pilihan biskuit, camilan buah, atau wortel, dan satu paket makanan yang memiliki cap tokoh kartun; mereka benar-benar berpikir bahwa makanan dengan tokoh tersebut memiliki rasa yang lebih baik.

Temuan ini mencerminkan preferensi makanan untuk anak laki-laki dan perempuan umur 4 sampai 6 tahun yang menemukan makanan lezat dengan kemasan seperti tokoh di televisi.

Para penulis mengamati 40 anak-anak prasekolah, di empat pusat penitipan anak di New Haven. Selama dua kunjungan, tim menyajikan anak-anak dengan sampel tiga jenis makanan yang berbeda. Semua makanan yang dikemas dengan warna, bentuk, dan desain sama, yang satu tanpa merek dan satu sampel bermerek yang memuat gambar tokoh kartun Scooby Doo baik, Dora, atau Shrek.

Semua anak memiliki sampel tiap jenis makanan, baik dengan merek maupun tanpa merek tokoh kartun.

Para peneliti menemukan, anak-anak menganggap makanan yang memiliki merek tokoh kartun lebih enak daripada yang tidak.

Berkaitan dengan temuan ini, Roberto dan rekan-rekannya berpandangan bahwa diperlukan pembatasan dalam menggunakan lisensi tokoh kartun pada makanan tidak sehat tertentu.

Rahil D. Briggs, direktur sebuah Pusat Layanan Kesehatan di New York, setuju bahwa penggabungan tokoh-tokoh rekaan yang populer dengan makanan tidak sehat diperkirakan berkontribusi terhadap mewabahnya obesitas.

HealthDay News/Ngarto Februana

Berita Terkait:

Atasi Obesitas, Iklan Makanan Cepat Saji Dilarang


Postingan yang mungkin berhubungan:

Comments

Tinggalkan komentar Anda





60 queries