Wanita Tewas Setelah Mencangkok Paru-paru dari Perokok
TEMPO Interaktif, Jakarta – Seorang pasien transplantasi yang meninggal lima bulan setelah operasi, mendapat paru-paru dari seseorang yang telah merokok selama 30 tahun.
Lyndsey Scott, 28, tidak pernah diberitahu tentang gaya hidup tidak sehat pendonor.
Keluarganya menceritakan kengerian mereka saat mengetahui kebenaran itu setelah melihat catatan medis pasien.
Nona Scott, seorang penderita cystic fibrosis, menempati daftar tunggu transplantasi empat tahun lalu setelah kondisinya memburuk.
Donor paru-paru tersedia 20 bulan kemudian dan dia berharap transplantasi ganda itu akan memperpanjang hidupnya.
Dia menjalani operasi pada bulan Februari tahun lalu tapi ada komplikasi serius dari awal dan dia menghabiskan lebih dari enam minggu dalam perawatan intensif.
Akhirnya, ia diizinkan kembali ke rumah orang tuanya di Wigan, tapi masih menderita sesak napas.
Setelah beberapa minggu kemudian, ia harus kembali ke rumah sakit. Nona Scott meninggal pada bulan Juli dengan keluarganya berada di sisi tempat tidurnya. Penyebab kematiannya disebutkan sebagai pneumonia.
Beberapa bulan kemudian setelah meminta catatan medis, keluarganya menemukan hal mengejutkan mengenai pendonor.
Ayahnya Allan mengatakan: “Dia akan ngeri jika tahu paru-paru itu berasal dari perokok dan cukup jelas ia akan menolak operasi itu.”
“Dia selalu anti-merokok karena kondisinya.”
“Untuk seseorang menjalani operasi besar seperti transplantasi paru-paru ganda dan tidak diberikan semua fakta adalah sesuatu yang tidak terpikirkan.”
Kurangnya donor telah memaksa dokter bedah untuk mempertimbangkan organ kurang sehat yang semakin meningkat jumlahnya.
Namun, dokter bersikukuh mereka hanya menggunakan organ yang diyakini akan sukses.
DAILYMAIL | EZ
Postingan yang mungkin berhubungan:








Comments
Tinggalkan komentar Anda